Pernikahan tanpa cinta yang terpaksa di jalani Erich dan Julia untuk menyenangkan hati orang tua mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meisye Cristin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sarapan Bersama
Setelah berhasil keluar dari kungkungan Julia, Erich memutuskan untuk mandi air dingin, ini ia lakukan bukan tanpa alasan. Tingkah Julia tadi sukses membangunkan sesuatu yang berada di balik celananya untuk menidurkannya kembali Erich harus melakukan ini.
"Kenapa aku jadi bergairah gini? Aahhhh pokoknya ini gak boleh sampai terjadi lagi untung tadi Julia tidurnya nyenyak bangat, kalau gak bisa-bisa dia dengar suara eranganku." Erich mengutuk dirinya sendiri setelah selesai mandi dia bergegas berganti pakaian, hari ini lelaki itu benar-benar tidak ke kantor sebenarnya dia sudah merasa baikan hanya saja hatinya seperti ingin di rumah saja menemani Julia.
Saat Julia terbangun, dia tidak menemukan Erich di kamar itu.
"Pasti udah ke kantor." Batin Julia, ia pun bangun dan merapikan tempat tidur. Julia memutuskan untuk turun karna merasa lapar maka ruangan pertama yang di tuju adalah dapur.
Julia tercengang melihat pemandangan di dapur bagaimana tidak pria tampan yang selama ini terkenal kaku dan dingin sedang memakai celemek dan memegang penggorengan.
"Selamat pagi." Sapa Erich saat melihat Julia.
"Pa...pagi mas."
"Ayo duduk kita sarapan bersama, aku udah buatin nasi goreng buat kamu."
"Iya mas." Seperti ingat kata-kata Erich semalam bahwa ia tidak menyukai penolakan Julia pun langsung duduk.
"Ini nasi gorengnya." Meletakan sepiring nasi goreng. "Dan ini susunya." Kata Erich sambil tersenyum.
"Terima kasih mas." Kata Julia malu-malu karna ini merupakan pertama kalinya mereka berdua duduk dan makan bersama.
"Hari ini gak usah ke toko."
"Kenapa mas?"
"Semalam kamu demam jadi hari ini istirahat di rumah."
"Tapi mas kalau hari senin gini biasanya toko ramai kasihan Putri harus mengurus semuanya sendiri."
"Makanya cari karyawan tambahan supaya gak ribet."
"Iya mas, jadi hari ini boleh ke toko kan?"
"Gak boleh." Jawab Erich tegas jangan di tanya seperti apa tatapannya.
"Iya mas." Kata Julia patuh.
"Nah gitu dong, abisin sarapan kamu abis itu mandi terus istirahat lagi."
Julia tak menjawab lagi wanita itu seperti terpaku dengan perhatian kecil yang di berikan Erich.
"Sadar Julia dia kaya gini karna kamu lagi sakit dan lagi ini hanya seperti balas budi karna kemarin kamu juga mengurusnya." Batin Julia, mencoba menyadarkan dirinya sendiri untuk tidak terbawa dengan perhatian yang di berikan Erich hari ini.
***
"Halo Win, ketemuan yuk di tempat biasa."
"Emangnya kamu gak kerja? Tumben jam segini ajak ketemuan. Gak takut di marahin?"
"Gak lah. Bos juga gak masuk kerja."
"Kenapa dia gak masuk?" Tanya Winda mulai penasaran.
"Katanya lagi gak enak badan." Jawab Ricat.
Winda terdiam sejenak. "Erich sakit tapi kenapa dia gak ngabarin aku?" Batin Winda.
"Hallo Win, kamu masih di sana kan?"
"Eh... I..iya, Cat kayanya kita gak bisa ketemuan deh soalnya kerjaan aku lagi banyak bangat. Maaf ya."
"Bilang aja kamu mau pergi jengukin Erich." Batin Ricat.
Semenjak Erich menegur tentang postingannya yang membuat Winda marah dari situlah Ricat tahu bahwa Erich dan Winda masih punya hubungan.
"Ricat gak pa-pa kan?" Tanya Winda lagi.
"Iya gak pa-pa kok, ya udah selamat kerja ya bye."
***
Di rumah Erich sedang asyik menonton TV sedangkan Julia sedang berada di kamarnya. Begitulah mereka walaupun sudah saling merawat dan memutuskan untuk berteman tetap saja masih ada kecanggungan.
biar klepek2 tu erich
ijin promosi ya..
karya pertamaku
judulnya
harapan yang tak diimpikan.
yuk mampir
mohon kritik dan sarannya ya..