NovelToon NovelToon
Melawan Restu

Melawan Restu

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang / Chicklit / Tamat
Popularitas:139.9k
Nilai: 5
Nama Author: Novi rahajeng

Setelah dua tahun tak pernah bersua, akhirnya Anneta bertemu kembali dengan kakak angkatnya, Brian Leonard Marsello di acara pameran tunggal pertamanya.

Sejak pertemuan itu, hubungan antara keduanya semakin dekat sampai timbul benih-benih cinta pada diri Anne. Namun, perbedaan keyakinan, budaya serta penyakit yang pernah diderita Brian, membuat hubungan mereka di tentang oleh keluarga Anne.

" Meski aku tak bisa melawan restu sang semesta, setidaknya kamu adalah langitku dan satu-satunya wanita yang aku cintai sampai akhir nafas ini."

" Aku tak pernah tahu bagaimana semesta dalam menuliskan kisah cintaku. Alih-alih bisa melupakan masa lalu, aku justru terus terjerat di dalam belenggu cinta masa lalu. "

Akankah Anne dan Brian bisa mendapatkan restu serta bersatu dalam satu keyakinan dan dunia yang sama?

Follow ig author : Novi_Rahajeng08

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MR Bab 34 : Terjebak

Melihat Anne yang pergi makan di luar dengan pria lain, tentu saja membuat Brian cemburu dan kesal. Niat hati, pulang cepat agar bisa bertemu dan melepaskan rasa rindu dengan gadis pujaannya. Tapi, siapa sangka jika kepulangannya justru mendapatkan kejutan luar bisa.

Tanpa berlama-lama, Brian segera pergi kembali menuju tempat dimana Anne berada. Namun, ketika baru saja sampai lobi, ternyata Anne sudah pulang dan diantar oleh pria itu.

" Makasih banyak untuk hari ini, Anne," ucap Caka dengan tersenyum manis.

" Sama-sama, lagian aku juga senang kok bisa berbagi canda tawa dengan anak-anak."

Hari ini, ketika Anne akan pulang kuliah, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Caka yang ingin pergi ke sebuah rumah kanker. Mendengar cerita bahwa Caka merupakan seorang relawan pendamping penyintas kanker anak-anak, membuat Anne tertarik dan ingin ikut. Jadi, Caka pun mengajaknya.

" Anne!" seru Brian dengan suara beratnya.

Mendengar ada yang memanggilnya, membuat Anne membalikkan tubuhnya.

" Kak Brian? Kapan dia datang?" gumam Anne yang cukup terkejut saat melihat Brian sudah berdiri tak jauh dari tempatnya sekarang.

" Jam segini baru pulang habis dari mana saja?" tanya Brian dengan tatapan yang begitu tajam ke arah Caka.

" Kita habis dari rumah sakit terus___"

" Kamu sakit, Anne?" tanya Brian yang memotong perkataan Caka.

Melihat Brian yang menempelkan telapak tangannya ke keningnya, membuat Anne cukup terkejut.

" Tidak demam, lain kali kalau sakit bilang aja sama Kakak. Nggak usah pergi sama orang ASING!" ujar Brian dengan menekan kata asing.

"Apaan sih, aku tuh___"

" Kita pulang." Brian langsung mencekal tangan Anne dan membawanya pergi menjauh dari Caka.

" Kak, lepasin!" rengek Anne yang berusaha melepaskan diri. Namun, Brian justru semakin mengeraskan cekalannya.

Melihat Anne yang terkesan memberontak untuk ingin di lepaskan, membuat Caka ingin mengejarnya. Namun, segera di hentikan oleh Seva.

" Lebih baik kamu pulang saja!" titah Seva.

" Tapi, Anne ..."

" Itu biar menjadi urusan saya!"

" Apa kamu yakin? Tapi dia tadi___"

" Sudahlah, jangan banyak ikut campur jika ingin selamat!" tandas Seva yang segera berlalu pergi meninggalkan pria itu yang masih diam membeku dan merasa kesal karena ucapannya selalu saja di potong.

Seva hanya bisa menarik napas panjangnya saat menyaksikan Brian yang kembali marah gara-gara Anne pergi dengan pria lain. Sebenarnya, Seva sudah lama menyadari jika Brian itu menganggap Anne lebih dari seorang adik. Tapi, dia diam saja dan tak ingin ikut campur.

Ketika sudah masuk ke dalam lift, Brian menggiring tubuh berjalan sampai menempel pada tembok. Lalu, mengunci pergerakan gadis itu dengan kedua tangannya. Melihat tatapan Brian yang begitu menakutkan, membuat jantung Anne berdetak semakin cepat.

Anne mencoba memalingkan wajahnya agar tak beradu tatap dengan sorot tajam bola mata berwarna hazel itu. Namun, Brian memegang dagu Anne agar menatap ke arahnya.

" Ka-k ... Jan-gan menatapku seperti itu!" lirih Anne dengan nada yang sedikit bergetar karena ketakutan.

" Kamu takut, Anne?" tanya Brian yang diangguki oleh Anne.

" Kenapa kamu takut padaku? Apa wajahku ini menakutkan?" tanya Brian dengan wajah datar.

" Bagaimana aku tida___

Brak ...

Tiba-tiba lift berhenti, membuat tubuh dua anak manusia itu ikut terguncang. Sepasang netra Anne seketika melebar tatkala menyadari jika ada sesuatu lembut dan kenyal menempel pada keningnya. Anne pun spontan mendorong tubuh Brian sampai terhempas ke belakang.

" Au, sakit Anne," protes Brian.

" Cemen!" hina Anne. " Lagian, Kakak nggak sopan sekali main nyium-nyium kening aku!" omel Anne sembari memegang keningnya.

" Astaga Anne, itu tidak sengaja. Lagian kamu juga tahu kalau___"

" Stop! Jangan bicara lagi, dan jangan dekat-dekat denganku!" pinta Anne dengan tatapan tajam.

Jujur, Anne benar-benar merasa bersalah karena sudah melakukan hal-hal yang tidak baik. Melihat Anne yang seperti sedang menahan tangisnya, membuat Brian merasa bersalah.

" Anne, maaf. Aku serius, tidak bermaksud untuk mencium kamu, tapi tadi itu___"

" Cukup! Sudah aku katakan jangan di bahas ya jangan di bahas, Kakak paham nggak sih?" bentak Anne.

Brian pun hanya mengangguk.

***

Di luar, terlihat Seva yang kelimpungan mencari petugas keamanan untuk membantu membukakan pintu lift yang berhenti.

" Pak, buruan! Soalnya ada orang di dalam lift!" Seva terus mendesak petugas keamanan agar segera membukakan pintu lift. Dia sangat khawatir karena di dalam lift itu ada Anne dan juga Brian.

" Iya, Nona. Kami akan berusaha untuk segera membukanya," ujar salah satu sang petugas.

Sesampainya di depan lift, ternyata lift kembali bergerak ke bawah, membuat Seva dan beberapa petugas keamanan segera pergi untuk mengejar lift lewat tangga darurat.

Ketika lift terasa kembali bergerak, Brian spontan menarik tubuh Anne masuk ke dalam pelukannya dengan posisi jongkok di tengah ruangan lift.

" Kamu gapapa, Anne?" tanya Brian cemas ketika lift sudah berhenti.

Anne hanya mengangguk karena ia masih dalam kondisi terkejut. Lagipula, siapa yang tak terkejut jika berada di posisi seperti ini. Beberapa detik kemudian, Anne langsung berusaha melepaskan diri agar tak terlalu lama berpelukan dengan pria yang bukan muhrimnya.

" Anne, apa kalian baik-baik saja di dalam?" teriak Seva dari luar.

Mendengar ada suara Seva di luar, membuat Anne segera bangun dari duduknya, dan mendekat ke pintu lift.

" Kak Seva ... Tolong bantu bukakain pintu liftnya," teriak Anne dari di dalam sana. Sedangkan Brian, masih duduk bersandar sembari menatap punggung Anne.

" Anne," panggil Brian.

" Kenapa!" ketus Anne karena masih merasa kesal dengan Brian.

" Maaf karena aku sudah membuatmu terjebak bersamaku di sini. "

" Syukurlah kalau Anda sadar." Anne tetap membelakangi Brian. Dia malas menatap wajah Brian yang begitu menyebalkan.

" Aku bersikap seperti itu juga karena kamu," lanjut Brian yang seketika membuat Anne memutar balik badannya.

" Apa maksud Kakak berbicara seperti itu, huh? Kenapa bisa aku yang salah? 'kan yang menarik aku secara paksa masuk ke dalam lift adalah Kakak! Jadi yang salah itu ya Kakak, jangan suka melemparkan kesalahan ke orang lain deh!" Anne terus mengomel tanpa henti, membuat Brian hanya bisa menghembuskan nafas panjang dan geleng-geleng kepala.

" Bisakah jangan marah-marah terus, Anne?" pinta Brian tulus.

" Aku tidak akan marah kalau Kakak tidak nyebelin dan membuat aku emosi!" dengus Anne sembari melipat kedua tangannya di depan dada serta mengalihkan pandangannya agar tak saling tatap dengan Brian.

" Anne ... aku begini juga karena cemburu!"

...****************...

1
falea sezi
dia bakal dpet bidadari surga bukan wanita kayak annete yg ortunya sombong
Eka Widya
pangerankah..
Eka Widya
nahkan..nahkan mama dira jd curigation kan pa.bagaikn makan buah simalakama
Eka Widya
baru pertama mampir ke karya kak novi.tapi langsung d buat nano2 rasanya...sukses kak😊😊😊
Mega
bukan jah hudup itu terus berjalan,,,,???? cinta boleh tp jgn jd kan cinta untk membelnggu masa lalu terus,di sini lah letak ke dewasaan seseorang akan di uji,sanggup apa menyerah,,,, dan tanda2nya anne tidak sedewa sm yg selallu di omongkan,,
Mega
bagus
Mega
justru aku malah menunggu kelanjutannya antara pangeran dan anne thorr,,,
Mega
justru dgn km pergi mlh km memupuk dosa anne,ingat skrg km adalah istri,maaf dalam ajaran islam istri keluar rumah tanpa ijin dr suami hukumnya udh jelas,lalu km dgn se enaknya pergi bgtu saja dgn alasan menenangkan fikiran km,lalu buat apa km punya keyakinan kl km meninggal kan ajaran dr keyakinan km,terpaksa atau tidak,suami itu hukumnya wajib di hormati dan di layani,,,,
Mega
dan bener2 terjadi sptri apa yg papanya anne katakan,bagai mana kl anne sudah menikah sm brian dan anne di tinggal untuk selama2nya, sptri itu lah mkn perasaan papa anne,tp istrinya sendiri berfikir beda,lalu skrg kl terjadi mau ngomong apa,,, anne mau bunuh diri atau depresi di tinggl suami pdhl cintanya sudah mati,maaf bukan menghujat tp dorongan moril dr keluarga jg penting buat brian,tp tidak di haruskan menikah jg dgn anne karna kondisinya jg udh kelihatan,untngnya brian sadar sndri dan melepaskan anne,coba kl brian memaksa,apa malah ngk jd kacau di tengah2 ijab brian sekarat,,, jd segi positifnya itu ortu pasti melakukan yg terbaik buat anak,kl ortunya bener2 sayang sm anak dan keluarga yg sptri papa anne ini,bukan memaksa tp mem flesbek penggalaman pribadi buat pelajaran,dan mmg itu pasti banyak rintangan,tp lihat semua apa yg papanya anne lakukan terbukti bukan omongkosong dan isapan jempol,,,
Mega
nah skrg km faham kan anne,ortu dan keyakinan km jg udh jelas,lalu km akan melawan takdir yg sudah jelas,silakan kl km mau melawan,tp itu jg ada konsekkuensinya,,,,
Mega
memang cinta tdk bisa memilih dan jg jagan salahkan cinta mau berlabuh pd siapa. tapi perlu di ingat jg,kita sndri yg bisa mengngontrol dan mengngedalikan cinta itu,banyak ko novel2 yg lain hanya karna cinta mereka melawan ortu dan ujung2nya jg hancur,,,, mmg ngk tau ke depannya sptri apa,tp 1 hall yg pasti,kepercayaan kita itu lebih mulia drpd cinta buta,cinta mati itu hanya kepada tuhan kita bukan terhadap sesama manusia,jd kita sbgai bembaca dan punya keyakinan pasti faham lah,,,,, tidak akan ada ujungnya kl pd saling mempertahan kan keyakinan masing2,karna pd dasarnya jg setiap keyakinan melarang pernikahan beda keyakinan,,,,
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
no komet
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
Bye jgk Kak Nov.
smoga Di Novel Anne Yg Slanjutnya Tdak Mnguras Air mata ku lagi.
Capek tau kak nangis trus.
Tpi ya. gomana ya. gk Nangis Jgk Gk Bisa. airmata klao Udah Kluar Gk Bisa di Tahan.🥺
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
Baguslh Anne qm pergi.
Qm memang prlu mnenangkan Hati Dan Pikiran mu Lbih dulu.
.
Kalo Pangeran Stia Dan Tulus mncintaimu.
dia Pasti akn Mnunggu mu smpai Qm kmbali. Ntah Itu Kpan. aq jgk tdk tau
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
nah itu tu hukuman buat ppa ken.
sana pergi cari kamar lain🙄
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
Slmat jlan Brian.
smoga Allah mnempatkn Mu Di Syurganya.
Bahagia lah Qm Di Sana.
Skrang qm sdah tdak sakit lagi.
.
.
Bner bner mnghabiskan Tisu🥺
Tukanghalu(Ig:Novi_Rahajeng08): Maafkan daku 🤭🙏
total 1 replies
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
Jujur. ini hanya Novel dan Hanya Tulisan Tnpa Visual Aktor.
tpi knpa Mampu Mmbuat Air mata ini Trus Mngalir.
Dan Dada Ini Jgk Bgitu merasa sngt sesak sekali.😭😭😭😭😭😭😭
Tukanghalu(Ig:Novi_Rahajeng08): Berarti anda menghayati
total 1 replies
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
ini sih Bner bner Mnguras Ksbaran Dan Air mata🥺🥺🥺
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
gak mungkin kan Itu Pangeran
꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂
Pergi sna yg jauh Anne😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!