Bercerita tentang seorang gadis cantik berusia 20 tahun yang bernama Kayla Syakira Narendra. Dia harus menerima perjodohan yang sudah disepakati oleh orang tuanya dengan pria yang bahkan tidak ia ketahui siapa.
Namun siapa sangka cinta datang begitu cepat kepada Kayla. Dan ternyata pria yang telah menjadi suaminya itu merupakan cinta pertamanya.
Bagaimanakah reaksi Kayla setelah mengetahui bahwa pria yang sudah menjadi suaminya adalah cinta pertamanya? Ikuti terus kisahnya ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulian Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
konferensi pers 1
Malam ini Kayla dan Tama dapat tidur dengan nyenyak. Mereka sudah tidak sabar ingin cepat pagi untuk segera membersihkan nama baik Tama yang tercoreng akibat berita bohong yang disebarkan oleh Lena.
Tama menoleh ke istrinya yang sudah lebih dulu terlelap. Ia pandangi wajah ayu Kayla, wanita yang selalu membuat hari-harinya lebih berwarna. Tama sangat bersyukur bisa memiliki Kayla yang cantik, baik, dan sabar.
Dalam hati Tama berjanji tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan yang telah Kayla berikan kepadanya. Ia juga berjanji untuk selalu berusaha membuat Kayla bahagia.
"Aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu. Terimakasih, sayang," ucap Tama seraya mencium kening Kayla kemudian ikut terlelap disampingnya sembari memeluknya.
***
Pagi ini tidak biasanya Kayla bangun terlambat. Ia masih setia memejamkan matanya di bawah selimut, sedangkan Tama sudah lebih dulu bangun dan mandi.
Tama membangunkan Kayla setelah dirinya selesai mandi dan berpakaian rapi.
"Sayang, bangun yuk udah pagi," ucap Tama mengelus lembut pipi Kayla dan mencium keningnya.
"Ehhm ...." Kayla menggeliatkan tubuhnya lalu membuka matanya perlahan. Pemandangan yang pertama kali Kayla lihat setelah membuka mata adalah wajah suaminya yang sudah terlihat begitu sangat tampan dengan setelah kemejanya.
"Jam berapa sekarang, bby? Kok tumben kamu sudah rapi sepagi ini?" tanya Kayla.
"Astaga! Apa kamu lupa kalau kita pagi ini ada acara? Ini bahkan sudah jam tujuh, sayang."
Kayla membulatkan matanya, ia langsung beringsut turun dari ranjang dan berlari menuju ke kamar mandi. Sungguh Kayla benar-benar lupa jika dirinya dan Tama hari ini ada acara konferensi pers.
Setelah selesai dengan ritual mandinya Kayla segera menuju ke walk in closet untuk memilih baju yang senada dengan kemeja sang suami.
Ia kemudian berjalan ke arah meja riasnya dan mulai memoles sedikit wajahnya dengan make up natural.
"Aduhh istriku ini mau pake make up ataupun tidak tetap cantik," ucap Tama yang sudah berdiri tepat di belakang Kayla sambil menatap wajah istrinya di cermin.
"Baru sadar kamu bby kalau punya istri cantik," ujar Kayla seraya beranjak dari duduknya dan berdiri di depan Tama.
"Enggak lah, aku sadar dari dulu malah kalau kamu itu cantik," ucap Tama seraya menjawil pipi Kayla.
"Kamu kenapa selalu bilang kata dari dulu sih, bby? Kamu itu seolah-olah sudah mengenalku lama."
Tama merutuki dirinya sendiri karena lagi-lagi mulutnya itu selalu keceplosan.
"Bukan apa-apa, sayang." Tama mencoba mengalihkan pembicaraan. "Lebih baik kita segera berangkat sebelum acaranya dimulai."
"Baiklah ...."
Untuk kali ini Tama bisa lolos dari pertanyaan-pertanyaan dari Kayla, tetapi entah lain waktu ia akan bisa lolos atau tidak hanya Tuhan yang tahu.
Kayla dan Tama berangkat menuju ke kantor untuk acara konferensi pers yang diadakan di aula kantor Syahreza Group.
Kini mereka berdua telah tiba di kantor setelah menempuh perjalanan dari rumah kurang lebih 35 menit.
Di depan pintu masuk kantor sudah banyak wartawan yang menantikan kedatangan putra tunggal keluarga Syahreza.
Kedatangan Tama dan Kayla menjadi pusat perhatian para wartawan yang tak henti-hentinya memotret mereka berdua dari mulai turun dari mobil sampai memasuki lift.
"Wah wanita yang tadi datang bersama CEO sangat cantik ya," ujar salah satu wartawan kepada sesama rekan kerjanya.
***
Sebelum menuju ke aula tempat konferensi pers diadakan, Tama dan Kayla terlebih dahulu masuk ke dalam ruang kerja Tama dimana disana ada Kin yang sudah bersama dengan Andi.
"Apa benar kamu ayah biologis dari anak yang dikandung oleh Lena?" tanya Tama to the point saat sudah sampai di ruangannya dan duduk berhadapan dengan Andi.
"Benar, saya adalah ayah dari anak yang sedang dikandung oleh Lena," sahut Andi.
"Jadi ... apakah kamu bisa menjelaskan kejadian yang sebenarnya di depan awak media?" Kali ini Kayla yang bertanya.
"Saya akan menjelaskan semuanya," jawab Andi mantap.
Tama, Kayla, serta Kin bisa bernafas lega. Kini mereka hanya sedang menunggu kedatangan seorang wanita yang memang dalang dari semua gosip atau berita yang beredar.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
.
.
Hayy readers semua apa kabarnya.
Akhirnya author bisa kembali menulis setelah hampir 3 Minggu libur.
Beberapa Minggu kemarin memang disibukan dengan revisi dan beberapa urusan di dunia nyata.
Doain author ya supaya novel ini lulus kontrak. Mohon dukungannya! Jangan lupa untuk like Comment rate dan vote ya.
mampir ya