Celine Wang pernah percaya bahwa cinta mampu mengubah hati seorang pria yang dingin.
Selama tiga tahun pernikahannya dengan Alexander Wu, pewaris keluarga konglomerat Wu Group, Celine berusaha menjadi istri yang sempurna. Ia merawat rumah mereka, mendampingi Alexander ketika menghadapi kesulitan, dan diam-diam membantu menyelamatkan perusahaan suaminya dari krisis keuangan.
Namun, semua pengorbanannya tidak pernah dianggap berarti.
Bagi Alexander, Celine hanyalah wanita biasa yang beruntung mendapatkan tempat di keluarga Wu. Terlebih lagi, kehadiran Evelyn Zhao, cinta pertama Alexander yang kembali ke Shanghai, perlahan menghancurkan rumah tangga mereka.
Atas hasutan Evelyn dan tekanan keluarganya, Alexander menuduh Celine sebagai wanita yang tidak tahu diri, menandatangani surat perceraian, lalu mengusirnya dari rumah tanpa memberinya kesempatan menjelaskan kebenaran.
Pada malam yang sama, Celine mengetahui bahwa sebagian besar penderitaan yang dialaminya bukanlah kebetulan. Ada
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6 — RAHASIA DALAM BRANKAS IBUNYA
Pukul delapan pagi, Celine Wang sudah berdiri di depan sebuah bank swasta tua di pusat Shanghai.
Bangunan itu tidak terlalu mencolok dibandingkan gedung-gedung modern di sekitarnya. Namun, bagi Celine, tempat tersebut menyimpan bagian masa lalu keluarganya yang selama bertahun-tahun tersembunyi dari pengetahuannya.
Di tangannya terdapat sebuah kunci perak kecil peninggalan ibunya.
Daniel Zhou tiba beberapa menit kemudian dengan membawa map hitam.
“Kau datang lebih awal,” katanya.
“Aku tidak bisa tidur semalaman.”
Daniel memperhatikan wajah Celine. Meskipun terlihat lelah, wanita itu tidak lagi menunjukkan kesedihan yang sama seperti kemarin.
“Kau yakin siap menghadapi apa pun yang ada di dalam sana?”
Celine mengangguk.
“Aku sudah kehilangan pernikahanku, Daniel. Aku tidak ingin kehilangan kebenaran tentang keluargaku juga.”
Mereka memasuki bank dan menemui petugas yang bertanggung jawab atas penyimpanan dokumen keluarga Wang. Setelah memeriksa identitas Celine, petugas tersebut meminta mereka mengikuti seorang pegawai menuju ruang penyimpanan khusus.
Di dalam ruangan itu, puluhan brankas tersusun rapi di sepanjang dinding.
Petugas berhenti di depan sebuah brankas bernomor 317.
“Brankas ini terdaftar atas nama mendiang Amelia Wang,” jelasnya. “Berdasarkan instruksi yang tercatat, akses dapat diberikan kepada putrinya setelah mencapai usia dua puluh tujuh tahun.”
Celine menahan napas.
Usia dua puluh tujuh tahun.
Ibunya benar-benar telah merencanakan agar ia menemukan semua ini pada waktu yang tepat.
Petugas menyerahkan sebuah dokumen persetujuan. Setelah Celine menandatanganinya, ia memasukkan kunci perak ke lubang kecil pada brankas.
Klik.
Pintu besi itu terbuka perlahan.
Di dalamnya terdapat tiga map cokelat, sebuah amplop putih, sebuah buku catatan hitam, dan sebuah foto lama yang dibungkus kain.
Celine mengambil foto itu terlebih dahulu.
Foto tersebut memperlihatkan ayahnya, William Wang, sedang berdiri bersama tiga orang pria di depan sebuah gedung perusahaan. Salah satunya adalah Victor Wu, ayah Alexander.
Celine membeku.
“Daniel, lihat ini.”
Daniel menerima foto tersebut dan mengamati wajah-wajah di dalamnya.
“Ini pasti diambil bertahun-tahun lalu.”
“Kenapa ayahku berfoto bersama Victor Wu?”
Daniel tidak segera menjawab. Ia membuka map pertama dan mulai memeriksa dokumen-dokumen di dalamnya.
Beberapa halaman berisi laporan investasi. Halaman lainnya memuat perjanjian kerja sama antara perusahaan keluarga Wang dan Wu Group.
Namun, sebuah dokumen membuat ekspresi Daniel berubah serius.
“Celine, kau harus melihat ini.”
Ia menunjuk sebuah perjanjian yang ditandatangani sekitar tiga bulan sebelum ayah Celine meninggal dunia.
Dokumen itu menyebutkan bahwa keluarga Wang pernah memberikan pinjaman dalam jumlah besar kepada perusahaan yang terafiliasi dengan Wu Group. Sebagai jaminan, terdapat sejumlah saham dan hak pengelolaan aset yang nilainya sangat tinggi.
“Jadi, hubungan bisnis keluarga kita dengan keluarga Wu sudah berlangsung sejak lama?” tanya Celine.
“Sepertinya begitu.”
“Lalu, mengapa aku tidak pernah mendengarnya?”
Daniel membalik halaman berikutnya.
“Karena ada perubahan dalam struktur kepemilikan setelah ayahmu meninggal. Beberapa hak atas aset tersebut dialihkan kepada perusahaan lain.”
Celine mengerutkan kening.
“Siapa yang mengalihkan hak itu?”
Daniel menunjuk bagian bawah dokumen.
Di sana tercantum nama perusahaan yang belum pernah didengar Celine sebelumnya.
Shengyuan Holdings.
Nama itu muncul lagi dalam laporan transaksi berikutnya, termasuk pada periode ketika Wu Group hampir bangkrut tiga tahun lalu.
Celine merasakan tengkuknya menegang.
“Apakah perusahaan ini masih ada?”
“Aku akan menyelidikinya. Tetapi lihat dokumen berikutnya.”
Daniel membuka map kedua. Di dalamnya terdapat salinan laporan keuangan dan catatan transfer dana. Sejumlah transaksi menunjukkan bahwa uang dari aset keluarga Wang telah melewati beberapa perusahaan perantara sebelum masuk ke rekening yang berhubungan dengan Wu Group.
Celine membaca setiap baris dengan saksama.
Ia teringat tahun-tahun ketika Alexander pulang dengan wajah lelah, mengeluhkan krisis perusahaan dan tekanan dari para investor. Saat itu, Celine telah menyerahkan tabungannya tanpa banyak bertanya.
Ia tidak pernah menyangka bahwa di balik semua itu terdapat jaringan transaksi yang begitu rumit.
“Apakah ini berarti keluargaku membantu menyelamatkan perusahaan Alexander?” tanyanya.
“Bukti awal mengarah ke sana,” jawab Daniel. “Tetapi kita harus memastikan siapa yang mengatur transaksi tersebut dan mengapa sebagian catatannya disembunyikan.”
Celine mengepalkan tangannya.
“Kalau begitu, kita cari jawabannya.”
Amplop putih di dalam brankas ternyata berisi surat kedua dari ibunya.
Celine membukanya dengan hati-hati. Kertas di dalamnya masih terjaga dengan baik, meskipun tinta pada beberapa bagian mulai memudar.
Putriku, jika kau telah menemukan surat ini, berarti kau sudah cukup dewasa untuk memahami bahwa dunia tidak selalu berjalan berdasarkan siapa yang benar dan siapa yang salah.
Celine mulai membaca dengan suara pelan.
Ayahmu pernah mempercayai seseorang yang dianggapnya sebagai sahabat. Mereka membangun kerja sama bisnis dengan harapan dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi keluarga masing-masing. Namun, ketika sejumlah dokumen penting menghilang, ayahmu mulai mencurigai bahwa seseorang telah mengkhianatinya.
Celine berhenti sejenak.
“Apakah ibuku sedang membicarakan Victor Wu?” tanyanya.
Daniel mengangkat bahu.
“Kita belum bisa memastikan. Surat ini tidak menyebutkan namanya.”
Celine melanjutkan membaca.
Ayahmu ingin mengungkap semuanya, tetapi ia takut jika bertindak tanpa bukti, keluarga kita akan kehilangan segalanya. Ia menyimpan salinan dokumen yang menurutnya dapat menjelaskan siapa yang mengalihkan aset perusahaan. Jika sesuatu terjadi kepadanya, jangan langsung mempercayai laporan resmi.
Jari Celine mulai gemetar.
Ia selalu mengira ayahnya meninggal karena kecelakaan biasa. Selama bertahun-tahun, ia berusaha menerima kenyataan itu meskipun kehilangan tersebut meninggalkan luka yang tidak pernah sepenuhnya sembuh.
Kini, surat ibunya membuat semua kenangan lama terasa berbeda.
“Apakah ayahku dibunuh?” bisiknya.
Daniel menatapnya dengan serius.
“Aku tidak akan memberimu jawaban yang belum didukung bukti. Surat ini menunjukkan bahwa ayahmu menghadapi masalah bisnis dan mungkin merasa terancam, tetapi kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi pada malam kecelakaan itu.”
Celine mengangguk perlahan.
Ia tidak ingin membangun kesimpulan hanya berdasarkan rasa sakit dan kecurigaan.
Ia membutuhkan bukti.
Dan ia akan menemukannya.
Ketika mereka memeriksa map ketiga, sebuah nama lain muncul dalam catatan rapat lama.
Evelyn Zhao.
Celine tertegun.
“Apa hubungannya Evelyn dengan semua ini?”
Daniel membaca dokumen tersebut beberapa kali.
“Di sini tertulis bahwa Evelyn pernah menghadiri pertemuan sebagai perwakilan salah satu perusahaan mitra. Namun, tanggalnya sudah cukup lama.”
“Alexander mengatakan Evelyn baru kembali setelah bertahun-tahun tinggal di luar negeri.”
“Bisa jadi dia pernah terlibat dalam urusan bisnis keluarga sebelum pergi. Tetapi dokumen ini belum membuktikan bahwa dia melakukan sesuatu yang salah.”
Celine menatap nama itu tanpa berkedip.
Ia teringat bagaimana Evelyn menyambutnya di kediaman Wu dengan senyum penuh kepura-puraan. Wanita itu selalu berbicara lembut, seolah tidak memiliki niat buruk terhadap siapa pun.
Namun, kini Celine tidak lagi ingin menilai seseorang hanya berdasarkan penampilannya.
“Daniel, aku ingin kau menyelidiki Shengyuan Holdings dan semua orang yang terlibat dalam transaksi ini.”
“Aku akan melakukannya. Tetapi kau harus berhati-hati. Jika dokumen ini benar-benar penting, mungkin ada orang yang tidak ingin kau menemukannya.”
Celine menatap kembali isi brankas.
Di antara dokumen-dokumen itu, terdapat sebuah buku catatan hitam yang belum mereka buka. Sampulnya tidak memiliki tulisan apa pun, tetapi ketika Celine membukanya, ia menemukan halaman-halaman berisi angka, tanggal, dan beberapa inisial nama.
Pada halaman terakhir, terdapat satu kalimat yang ditulis dengan tinta merah.
Jika terjadi sesuatu kepadaku, carilah laporan asli transaksi nomor 0917. Jangan percayai salinan yang diberikan perusahaan.
Celine memperlihatkan tulisan itu kepada Daniel.
Wajah pengacara tersebut berubah serius.
“Nomor transaksi ini mungkin menjadi petunjuk terpenting kita.”
“Bisakah kau menemukannya?”
“Aku akan berusaha. Tetapi laporan asli mungkin sudah tidak tersimpan di bank ini.”
Celine menutup buku catatan itu.
“Kalau begitu, kita cari di tempat lain.”
Sore harinya, setelah meninggalkan bank, Celine menerima sebuah panggilan dari nomor tak dikenal.
Ia menatap layar beberapa saat sebelum mengangkatnya.
“Celine Wang?” Suara pria di seberang terdengar berat dan berhati-hati.
“Siapa ini?”
“Aku seseorang yang pernah bekerja untuk ayahmu.”
Jantung Celine berdegup lebih cepat.
“Apakah Anda mengenal ayah saya?”
“Aku mengenalnya dengan sangat baik. Aku juga tahu bahwa kau baru saja membuka brankas milik ibumu.”
Celine berhenti berjalan.
Bagaimana orang itu mengetahui apa yang dilakukannya?
“Apa yang Anda inginkan?”
“Jika kau ingin mengetahui kebenaran tentang ayahmu, jangan serahkan dokumen yang kau temukan kepada keluarga Wu.”
Sebelum Celine sempat bertanya lebih jauh, pria itu melanjutkan.
“Dan satu hal lagi. Berhati-hatilah terhadap wanita yang baru saja kembali ke kehidupan Alexander.”
Panggilan terputus.
Celine berdiri membeku di trotoar yang ramai.
Evelyn.
Sekali lagi, nama itu muncul dalam pikirannya.
Namun, ia tidak akan langsung menuduh wanita tersebut tanpa bukti. Ia sudah belajar bahwa kebenaran tidak dapat ditemukan hanya dengan mengikuti kemarahan.
Celine memasukkan ponselnya ke dalam tas, lalu memandang gedung-gedung Shanghai yang menjulang tinggi.
Pernikahannya dengan Alexander telah berakhir. Tetapi hubungan kedua keluarga mereka ternyata jauh lebih rumit daripada yang pernah ia bayangkan.
Di dalam brankas ibunya, ia menemukan bukti tentang transaksi tersembunyi, perjanjian bisnis, dan kecurigaan yang menyelimuti kematian ayahnya.
Kini, ia memiliki sesuatu yang tidak dimilikinya selama tiga tahun terakhir.
Sebuah alasan untuk memperjuangkan dirinya sendiri.
Celine melangkah menuju mobil Daniel tanpa menoleh ke belakang.
Ia belum tahu siapa yang mengkhianati ayahnya. Ia belum tahu mengapa Evelyn muncul dalam dokumen lama tersebut, atau apa hubungan Shengyuan Holdings dengan keluarga Wu.
Namun, ia bersumpah tidak akan berhenti sampai seluruh rahasia itu terbongkar.
Dan jauh di pusat kota, di kantor megah Wu Group, Alexander baru saja menerima sebuah laporan singkat dari sekretarisnya.
Celine Wang telah mengakses brankas peninggalan keluarganya.
Alexander menatap laporan itu dengan wajah mengeras.
Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa perceraian mereka mungkin telah membuka pintu menuju rahasia yang selama ini tersembunyi.
Rahasia yang bisa menghancurkan lebih dari sekadar sebuah pernikahan.