NovelToon NovelToon
Cerita Kita

Cerita Kita

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:33.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur Maelani

Nandita seorang gadis yang berusia 20thn.Ia tinggal bersama ibu dan seorang adik yg baru berusia 10thn sedangkan ayah Dita sudah tiada sejak ia duduk dibangku awal SMA.
Ia terpaksa bekerja disebuah kafe dan sebuah stasiun radio untuk membantu ibunya.sebenarnya Dita ingin sekali menjadi dokter namun cita-citanya terpaksa harus dikubur dalam-dalam karna ekonominya.
suatu hari saat Dita sedang bekerja tanpa sengaja dita bertemu dengan Daniel.
Ya Daniel adalah mantan kekesihnya.mereka putus satahun yang lalu.
Akankah Nandita dan Daniel kembali bersama?
Akankah semuanya berjalan dengan baik-baik saja lalu bagaimana usaha Daniel untuk mendapatkan Dita kembali?
Simak ceritanya y semoga kalian g kecewa happy reader y

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Setalah hampir 4 hari akhirnya kaki Dhita mulai sembuh ia pun dapat kembali berjalan walaupun masih terasa sedikit nyeri,dan sudah beberapa hari ini juga Dhaniel tidak kerumah Dhita dengan alasan sedang banyak kerjaan.

Sore itu Dhita sedang duduk diteras rumahnya ketika ada sebuah motor berhenti sang pengendara motor pun turun dan membuka helmnya .

Dhita tersenyum begitu melihat siapa yang datang ia pun berdiri dan berjalan menghampiri Rivan

"hai...kok baru kesini lagi Van" tanya Dhita sambil membuka pintu pagar lalu mempersilahkan Rivan masuk dan mereka pun duduk diteras sambil ngobrol,entah apa yang mereka bicaraka namun Dhita nampak bahagia dengan kedatangan Rivan.

Bunda Ipeh keluar dengan membawa segelas minuman dan setoples kecil cemilan

"nak Rivan kemana saja kok baru kelihatan lagi" sapa Bunda ramah

"lagi banyak kerjaan aja bun" jawabnya sambil meneguk kopi yang Bunda bawa

"oh ..pantesan " timpal bunda

"aku denger kemarin kaki kamu terkilir ya?udah sembuh belum coba aku lihat" ucap Rivan sambil mengambil kakiku.

aku pun terkejut dan ketika tangan Rivan menyentuh kakiku aku pun segera menjauhkan kakiku dari tangan Rivan

"Van kamu mau ngapain ih..." ucapku sambil menggeser kakiku agar menjauh

"aku cuma mau liat udah sembuh apa belum"

"udah Van,udah sembuh,kok kamu tau kalau kaki aku sakit" tanyaku penasaran

" emmm rahasia " ucapnya sambil tersenyum manis

"OMG senyumnya manis banget bisa copot ni jantung kalau liat senyum manis begini tiap hari" batinku

"kaka...jangan terlalu deket sama kak Rivan tar Niken aduin sama kak Dhaniel nih" teriak Niken dari dalam

aku pun segera minta maaf pada Rivan atas ucapan Niken dan tak lama kemudian hp ku berbunyi di layar ponsel tertera nama Dhaniel aku pun mengabaikannya tak lama kemudian ponsel ku berbunyi lagi

"kok gak diangkat Dhit,tar dia marah loh"

"males ah biarin aja "

"jangan gitu tha tar disangka dia aku yang gak bolehin kamu angkat telponnya lagi" Rivan memaksaku untuk menjawab panggilan dari Dhaniel aku pun menolaknya

tak lama kemudian sebuah chat masuk

" kenapa gak mau angkat telponku,kamu lagi ngapain memangnya" isi chat dari Dhaniel

"maaf tadi aku lagi dibelakang ada apa niel"balasku berbohong

"kamu udah berani bohongin aku yah beib"

"gak...aku gak bohong kok"

aku lupa kalau dirumah aku ada mata-matanya Dhaniel yaitu adik aku sendiri Niken

"wa dari siapa Tha?" tanya Rivan pura-pura bertanya padahal aku yakin dia tahu itu chat dari Dhaniel

"bukan dari siapa-siapa kok" jawabku

Rivan pun tersenyum dan akhirnya kami pun kembali bercerita Rivan memang mampu membuat suasana menjadi hidup ia banyak bercerita yang lucu-lucu hingga aku pun tertawa suasana terasa begitu hangat dan aku pun merasa nyaman berada didekat Rivan.

"Tha kita keluar yuk sebentar" ajaknya

"kemana?" tanyaku

"kita cari makan yuk" ucapnya lagi

"kita beli bakso mercon yuk" usulku dan ia pun setuju

kami pun pamit pada Bunda untuk keluar nampak wajah Niken yang cemberut melihat aku dan Rivan berboncengan motor

kami berhenti disebuah warung bakso yang biasa kami datangi kami pun memesan dua mangkok bakso

mataku begitu berbinar melihat bakso yang begitu menggodaku untuk segera melahapnya

Rivan yang melihatku begitu bersemangat hanya tersenyum tanpa aku sadari aku pun langsung menutup mulut Rivan dengan tanganku agar tidak ada yang bisa melihat senyum manisnya kecuali aku.

sejenak ia tertegun karena kaget dengan tanganku yang dengan tidak tahu malunya menutup bibirnya

"ih...kamu kenapa sih tha" ucap Rivan sambil melepaskan tanganku dari bibirnya

"ups...maaf" ucapku malu karena kelakuanku ia pun tertawa

"ngapain megang-megang bibir gw,mau minta...."Rivan tidak melanjutkan ucapannya tetapi ia malah kembali tersenyum menggodaku

" ih...apa sih van,udah ah aku mau makan tar keburu dingin kan gak enak" ucapku mencoba mengalihkan pembicaraan

" nanti ya kalo makannya udah selesai kalau mau minta...." Rivan tak melanjutkan kata-katanya lagi karena aku keburu menendang kakinya dari kolong meja

kami pun menikmati makan bakso dengan bercerita tentang masa SMA dulu tak jarang juga dia meledekku dengan kata "cewe kutub" julukkanku waktu SMA dulu

setelah selesai makan kami pun tak langsung pulang tetapi menikmati malam sambil kulineran pinggir jalan entah kenapa aku merasa sangat bahagia

tanpa rasa sungkan aku pun bergelayut ditangan kekar Rivan.

mungkin orang yang melihat berprasangka kami adalah sepasang kekasih biarlah orang menilai apa yang penting antara aku dan Rivan hanya sebatas sahabat

yah..mungkin ini yang dinamakan dengan "teman rasa pacar"

jam sudah menunjukan jam 9 malam Rivan pun mengantarku kembali kerumah

begitu sampai didepan rumah telah terparkir mobil Dhaniel

setelah memarkirkan motornya kami pun masuk kedalam dan nampaklah Niken yang sedang bermanja-manja dengan Dhaniel

" asalammualaikum" ucapku memberi salam

"wa'alaikum salam"jawab bunda

"hai Niel kapan datang" tanya Rivan lalu duduk disofa sebelah Dhaniel

" belum lama,dari mana?" tanya Dhaniel to the point

" abis makan bakso trus jalan-jalan sebentar" jawab Rivan tanpa merasa kalau ada yang sedang menahan cemburu

" oh iya udah malem,aku pamit dulu ya tha" Rivan pun pamit pada Bunda dan Dhaniel sementara Niken hanya acuh tak menanggapi

aku pun mengantar Rivan hingga pagar dan setelah motornya tak terlihat aku pun masuk kembali

Bunda dan Niken pamit masuk dan tinggallah aku dan Dhaniel diruang tamu

Dhaniel menatap tajam kearahku entah apa yang sedang ia rencanakan

"beib..aku kan sudah melarang kamu untuk tidak bergaul dengan pria mana pun kecuali aku " ucapnya

"apa perlu aku bener-bener mengurungmu" tanyanya sambil menatap tajam kearahku

"jangan Niel...aku kan bukan tahanan masa dikurung"protesku tak terima

"kalau aku hanya bicara mungkin kamu cuma menganggap aku main-main,mungkin kamu perlu bukti beib" tanyanya dengan nada yang mencurigakan

"gak..gak perlu Niel aku percaya kok" jawabku sedikit terbata karena jujur saja saat ini aku beneran takut bagaimana jika Dhaniel benar-benar mengurungku di rumahnya

"lalu...."

"lalu apa niel" tanyaku bingung

"lalu kenapa kamu masih saja tak menghiraukan ucapannku Dhita" ucapnya dengan nada mulai emosi

"ish...bukan begitu Niel aku kan cuma jalan-jalan doang lagi juga Rivan kan memang sahabat aku dari SMA dulu" jelasku

"aku gak perduli tha yang jelas dia itu laki-laki kan"

"ya udah aku minta maaf Niel" akhirnya aku pun mengalah meminta maaf pada Dhaniel

"gak segampang itu beib minta maaf sama aku" ucapnya sambil meneguk teh yang tinggal setengah

"maksudnya gimana Niel kan cuma tinggal maafin doang aja susah banget" jawabku dengan memasang wajah cemberut

"ya sudah sekarang kamu istirahat udah malem aku pulang dulu besok aku jemput kamu "ucapnya lalu berdiri

"mau kemana" tanyaku penasaran

"rahasia beib,pokoknya besok aku jemput kamu ya "

"aku pulang dulu ya "

Dhaniel pun pamit pada bunda dan Niken aku pun mengantarnya sampai pagar dan ketika mobil Dhanil sudah tak terlihat aku pun mengunci pagar dan masuk kedalam rumah dan ketika tiba dikamarku aku pun merebahkan diri dan tak lama kemudian rasa kantukpun datang dan tak lama kemudian aku pun terlelap .

1
it's me oca -off
semangat
Risa Virgo Always Beau
Daniel menjadi anak baru di salah satu sekolah
TK
🌷🌷
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
klo aku sih lebih baik Anti di masukkan ke penjara, karena apa yang selama ini dia lakukan sudah termasuk tindakan pidana
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
hihihi... begitu di cium langsung meleleh tuh hati 🤭🤭
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
kasian amat kamu Ndre, baru aja mau numpang sarapan, eh malah diajak Daniel pergi 😂😂
it's me oca -off: hadir
total 1 replies
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
Dhita gak lupa sama janjinya
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
oh ayolah Daniel, harusnya kamu bisa merasakan klo dia itu bukan Dhita yang asli
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
pasti Dhita bingung yaa karena kepulangan Daniel yang tiba-tiba dan gak kasih kabar dahulu ke Dhita
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
ya kamu harus setuju Rina, daripada kamu masuk penjara dan keluarga mu tidak ada yang membantu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
udah bene-bener gila tuh Anti, gak mikir apa hanya karena obsesinya pada Daniel, dia sampe mau menghilangkan nyawa orang, apalagi didalam itu juga ada 2 anak kecil
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
dokter bedah plastik nya hebat banget lho, bisa ngoperasi wajah Anti bener-bener mirip Dhita kayak saudara kembar
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
untung Daniel datang tepat waktu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
yaa pastilah mau klo dikasih cucu lagi, kan biar tambah rame
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
oooh ya ampun, kok gak tau malu banget yaa kamu Anti... dasar si ular keket
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
kenapa cemburu Niel, kan Dhita sama Dimas hanya berteman dan mereka cuma sedang berbicara, naah yang kamu rasakan, sama seperti yang Dhita rasakan Niel
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
mangkanya tho Niel, walaupun kamu sama genk mu lagi njalani misi untuk menjebak Anti, yaa kamu jangan sampe lupa dong sama keluarga mu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
diih gak tau malu banget sih kamu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
iih ngarep banget sih kamu... mimpi aja terus, ati-ati sakit nanti klo jatuh
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
dah tak usah kamu pikirkan Dhita, biar teman-teman Daniel saja yang membalasnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!