Wanita lemah yang menjadi bidadari dihatiku.. aku mencintaimu dengan caraku sendiri..
menceritakan kisah seorang wanita yang terpaksa menikah dengan seorang pria kaya yang arogant.
(Musim Pertama, Musim Kedua, dan Musim Ketiga Novel Terpaksa Menikah hanya disini)
salam hangat dari
Adel 💘 Satya
Sasha 💘 Dave
Kyara 💘 Rey
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Kireina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM 34
Satya yang
baru saja sampai di rumah, bergegas naik kelantai 2 menuju kamarnya.
Pandangan
matanya menyapu seluruh ruangan kamar, telinganya menangkap suara gemericik air
dari dalam kamar mandi.
Masa bodoh
dengan harga diri, segera ia membuka pintu kamar mandi. Mendapati Adel yang
baru saja melepas seluruh pakaiannya.
Wajah Adel
memerah menahan malu spontan membuatnya melayangkan beberapa botol shampoo dan
sabun kearah Satya.
"Aaaa!
Dasar mesum!" teriakannya menggema di ruangan kamar mandi.
Botol-botol
itu jatuh sebelum sempat menyentuh tubuh Satya barang se incipun. Karena Satya
terlebih dahulu menghindar dan kembali menutup pintu kamar mandi.
Dia duduk di
depan meja rias, melonggarkan dasinya lalu menurunkan kerah bajunya.
Menatap
kesal pada kiss mark yang bertebaran di lehernya.
Tak lama
kemudian Adel pun keluar, seperti biasa piyama mandi menyelimuti tubuhnya yang
mungil.
"Lihat
ini, apa yang sudah kau lakukan?" Satya menunjuk-nunjuk lehernya sendiri.
"Itu
adalah jejak kepemilikan, suamiku yang mengajarinya jadi kalau mau marah ya
marah saja padanya."
Satya
merengkuh tubuh Adel merebahkannya di atas ranjang lalu menindih tubuhnya.
"Lepaskan!"
Adel memberontak namun tenaganya masih kalah kuat.
"Melepaskan
mu? Enak saja aku bahkan belum selesai menghukum mu!" menyeringai.
"Apa?
Apa yang - eemh.."
Satya
menyerang bibir istrinya dengan seribu kecupan dan gigitan mesra.
Pria yang
selalu saja lupa diri saat sedang berciuman dengan istrinya, lihatlah wanita
itu hampir kehabisan nafas.
"Hukumanmu
belum selesai." Satya menunjuk beberapa bagian tubuhnya yang sexy,
"Ayo cium!"
Tidak! Protes didalam hati sembari
mengernyit kesal.
"Kenapa
diam? Ayo cepat cium aku. Bukankah kau sangat menikmatinya?"
Adel
menggeliat kesana kemari berusaha untuk meloloskan diri.
"Percuma
saja, kali ini kau tidak akan lolos dariku." Satya memperkuat cengkraman
tangannya.
Setelah
kehabisan tenaga akhirnya menyerah dan memilih untuk atur damai. Menuruti semua
kemauan suaminya yang ababil, mencium tempat-tempat yang tadi di tunjuk Satya.
"Benar,
memang seharusnya seperti itu." mengelus lembut rambut Adel lalu senyum
bangga mengembang di bibirnya.
Sial!
Seenaknya saja sendiri.
"Hey
berhentilah mengumpat ku didalam hatimu!"
Adel
menyudahi ciumannya, "Aku tidak berani melakukannya, sungguh." kedua
alisnya menukik tajam, Satya yang gemas kembali memijit hidung pesek istrinya.
"Lalu
wajah apa yang sedang kau perlihatkan padaku?" mencubit dagu Adel,
"Kau hanya boleh memperlihatkan rasa cintamu padaku bukan kekesalan mu
atau apapun itu mengerti?" mengusap kening sendiri, "Cium keningku,
sekarang!"
Muah! Muah!
Muah!
"Bisakah
kita menyudahinya? Aku lapar." alasan yang cukup tepat.
Padahal tadi
pagi mereka sama-sama menikmati, saling menikmati 1 sama lain.
Tapi hukuman
seperti apa ini? Hukuman yang hanya menguntungkan 1 pihak. Bukankah mereka
berdua yang menjadi tersangkanya?
Sudahlah,
lupakan saja kisah tuan muda Satya yang siang ini sedang melancarkan hukuman
untuk istrinya.
Lihatlah
sang sekretaris pribadinya masih sibuk dengan laptop yang ada di hadapannya.
Menyelesaikan
tugas yang sudah menggunung entah kapan akan berakhir.
"Sial!
Masih tidak selesai juga?"
Ken menekan
tombol interkom nya, memanggil Irene untuk segera keruangannya.
Tak butuh
waktu lama Irene Pun datang.
"Tuan
Ken?"
"Kemari
dan bantu aku menyelesaikannya sebelum jam 7 malam."
"Baik."
***
Akhirnya Ken
bisa bernafas lega, semua pekerjaannya selesai sebelum jam 7.
Ken beranjak
mengemudikan mobilnya dengan pelan menikmati perjalanan pulang dengan santai.
Jomblo
sejati hanya memikirkan kapan bisa bebas di pekerjaannya yang menumpuk.
maaf krang tertarik🙏🙏
bab selanjutx bersama lgi tpi gak ada rujuk