Alfian Mahardika seorang lelaki berwajah datar dan sangat acuh dengan keadaan sekitar. Namun, dia sangat hangat terhadap keluarga dan para sahabat sahabat nya. Dia adalah putera angkat di keluarga Djaya. Setelah kedua orang tua nya meninggal, Ilham Djaya mengangkat Alfian sebagai putera nya bertujuan untuk melindungi warisan kedua orang tua Alfian dari Om dan Tante nya yang ingin menguasai harta warisan nya.
Alfian mengikuti jejak Papi dan saudara angkat nya yang selalu menunjukkan wajah datar dan bersikap acuh terhadap sekitar. Ia juga selalu menghindari para wanita yang berusaha mendekati nya. Sampai saat ini, hati nya masih tertulis nama Vita yang notabene nya sudah menjadi kakak ipar nya.
Akankah ada wanita yang mampu menggantikan posisi Vita di hati nya?.
Amanda Fawkes, putri yang terlahir dari pasangan pria berkebangsan Australia dan wanita berkebangsaan Indonesia. Ia memutuskan untuk tinggal di Indonesia bersama kakek dan nenek nya karena ingin melupakan rasa sakit hati nya yang di khianati oleh mantan kekasih nya.
Lalu, apakah di Indonesia Ia akan menemukan cinta sejati nya. Atau kah kembali merasakan sakit hati?.
Ini nih sequel dari novel nya Suamiku Milik Wanita Lain. Jadi jika nanti kurang paham dengan alur nya, saya anjurkan untuk membaca juga novel saya yang judul nya Suamiku Milik Wanita Lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utami Pravita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 31
Alfian kembali ke atas menuju ruangan nya. Sebelum memasuki ruang kerja nya, Ia berhenti di depan meja kerja Dedy dan memberikan satu kotak cake yang tadi di berikan oleh Amanda.
" Ini ada cake dari Amanda untuk kamu, " ucap Alfian sambil meletakkan sekotak cake di atas meja kerja Dedy.
" Astagfirullah, kaget saya pak, " pekik Dedy dengan tangan kanan nya yang mengelus dada nya. Ia benar benar kaget dengan kehadiran Alfian karena diri nya sedang fokus dengan pekerjaan nya dan tidak menyadari kehadiran Alfian.
" Sorry, saya tidak bermaksud mengagetkan kamu. Jangan lupa di makan cake nya ya, " ucap Alfian seraya melangkah kan kaki nya menuju ke ruang kerja nya sambil menenteng satu kotak cake dari Amanda untuk diri nya.
Dedy bangkit dari duduk nya dan mengucapkan terima kasih kepada atasan nya itu. Ia memandang sejenak kotak cake yang tadi di letakkan Alfian di atas meja kerja nya. Dedy tersenyum tipis " Kenapa, ada saja orang orang yang ingin menyakiti mereka? Semua orang juga tau, mereka memiliki hati yang tulus, " gumam Dedy pelan lalu duduk di kursi kerja nya dan melanjutkan kembali pekerjaan nya yang sempat terhenti.
*****
Sudah waktu nya makan siang dan Dedy segera membereskan berkas berkas yang memenuhi meja kerja nya. Siang ini, Ia akan mulai melaksanakan rencana milik nya yang telah di fikirkan matang matang oleh nya.
" Ingin makan siang, Ded?," tanya Alfian yang sudah berdiri di samping meja kerja Dedy.
Dedy menatap Alfain lalu mengangguk kan kepala nya " iya pak, Bapak juga?, " tanya Dedy balik.
" Iya, ayo bareng, " ajak Alfian.
" Eh tidak usah, pak. Saya ingin makan di kantin sambil melaksanakan ehm itu pak, " tolak Dedy halus takut menyinggung Alfian.
Alfian mengangguk angguk kan kepala nya karena paham maksud ucapan Dedy.
" Bapak tidak makan siang dengan ibu Amanda?, " tanya Dedy yang penasaran karena biasa nya Alfian akan selalu makan siang bersama Amanda. Meskipun sangat sibuk, Alfian akan tetap meluangkan waktu nya untuk Amanda.
Alfian menggelengkan kepala nya " Amanda sedang pergi bersama mami dan kakak ipar saya. Kamu tau lah kalau para wanita sudah pergi bersama, apa yang akan mereka lakukan, " jawab Alfian terkekeh.
Dedy yang sudah tau apa saja kegiatan para wanita jika sudah pergi bersama ikut terkekeh. Meskipun, diri nya masih jomblo tapi bukan berarti Ia tidak tau kegiatan apa saja para wanita jika sudah bersama. Sudah rahasia umum, bukan?.
" Ya sudah, saya duluan ya. Semoga berhasil, " pamit Alfian dan tak lupa memberi semangat kepada Dedy yang akan menjalankan misi mereka.
" Aamiinn. Baik pak, silahkan duluan, " balas Dedy tersenyum.
Sepeninggal Alfian, Dedy kembali membereskan meja kerja nya. Ia menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan. Tak di pungkiri, Ia merasa gugup dan takut untuk melaksanakan misi yang di berikan Ilham.
" Semangat!!, " pekik Dedy menyemangati diri nya sendiri lalu berjalan meninggalkan meja kerja nya menuju ke kantin.
Dedy melangkahkan kaki nya menuju meja kosong sambil membawa nampan berisikan makan siang nya. Ia duduk sendiri di dekat meja para target nya. Diri nya makan dalam diam sambil mengamati para target incaran nya.
Namun, para target tidak lah bodoh. Mereka menghentikan pembahasan mereka saat Dedy duduk di meja kosong samping meja mereka. Mereka tidak ingin Dedy sampai mencurigai mereka karena Dedy adalah asisten Alfian.
" Ternyata, mereka sangat berhati hati, " gumam Dedy dalam hati sambil menyuap sendok ke dalam mulut nya.
Dedy tersenyum samar lalu mengelap mulut nya dengan tisu dan mengambil ponsel nya yang ada di saku celana nya. Mencari kontak sahabat nya dan mendial nya. Tanpa menunggu lama panggilan nya tersambung.
" Permainan di mulai, " gumam Dedy dalam hati.
" Hallo, bro. Apa kabar nya nih? Tumben hubungi gue, " sapa orang di seberang telepon dan langsung saja to the point.
" Kabar gue buruk, bro, " jawab Dedy dengan nada yang sengaja di buat lemas dan tak lupa melirik para target. Gotcha, diri nya berhasil menarik perhatian mereka karena kini mereka mulai memperhatikan diri nya.
" Ada masalah apa, bro? Bukan nya tempat kerja lo lebih baik dari yang sebelum nya?, " tanya sahabat nya.
" Iya sih, lo benar Danu. Tempat kerja gue memang lebih baik dari sebelum nya tapi, " Lagi lagi Dedy melirik ke arah target sebelum melanjutkan ucapan nya " Tapi, bos di tempat gue sekarang sama saja dengan yang dulu. Dia sombong dan kadang suka berkata kasar sama gue meski gue salah sedikit saja, " Dedy tersenyum samar melihat para target yang mulai termakan sandiwara nya.
" Masa sih? Setau gue keluarga Djaya tidak pernah berkata kasar meskipun memang ketegasan mereka tidak di ragukan lagi. Tapi, mereka akan tetap berkata dengan kata kata yang baik, " sahabat Dedy yang bernama Danu tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Dedy.
" Sudah deh tidak usah di bahas. Malam ini, lo harus temani gue ke club X, suntuk banget gue. Malam ini, gue ingin minum minum dan bermain dengan wanita, " ucapan Dedy kali ini membuat Danu mengernyitkan kening nya.
Siapa yang tidak bingung dengan ucapan Dedy yang meminta nya menemani ke club. Semua sahabat dan teman teman mereka di kampus dulu juga tau kalau seorang Dedy sangat anti dengan hal hal yang berhubungan dengan alkohol dan juga wanita malam.
" Kepala lo gak habis kejedot tembok, kan? Lo, gak amnesia kan?, " tanya Danu ragu ragu.
Dalam hati, Dedy sudah tertawa terbahak bahak. Sudah pasti sahabat nya ini akan berfikir begitu karena semua juga tau bagaimana diri nya yang sangat anti dengan alkohol dan wanita malam.
" Tidak perlu banyak tanya, nanti malam gue jemput di rumah lo. Gue tutup dulu, gue mau balik kerja takut kena amukan lagi sama bos gue kalau sampai telat, " pamit Dedy dan sebelum Danu membalas, Dedy sudah memutuskan sambungan telepon mereka.
Dedy memasukkan kembali ponsel nya ke dalam saku celana nya lalu berdiri dan membawa nampan nya untuk di letakkan di meja nampan kotor. Sebelum melewati meja para target, Dedy melirik sekilas untuk melihat reaksi mereka dan ternyata sesuai harapan diri nya, mereka terus memperhatikan diri nya.
*****
Sebelum melanjutkan kembali pekerjaan nya yang tertunda, Dedy menemui Alfian di ruang kerja nya untuk membicarakan tentang rencana nya.
" Maaf pak, saya mengganggu. Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda perihal rencana saya, " ucap Dedy saat diri nya sudah di izin kan masuk oleh Alfian.
Alfian menggelengkan kepala nya " Tidak masalah, Ded. Silah kan duduk, " balas Alfian lalu mempersilahkan Dedy duduk di kursi di seberang diri nya.
Dedy mengangguk lalu duduk di kursi sesuai perintah Alfian.
" To the point saja, apa rencana mu?, " tanya Alfian sarat akan ketegasan.
" Saya akan membuat mereka percaya kepada saya kalau saya sangat membenci anda karena sikap anda yang kasar selama saya bekerja di sini. Tetapi, saya akan melibatkan satu sahabat dekat saya untuk melancarkan rencana saya. Yang saya ingin kan, bisa kah anda dan Djaya group memberikan perlindungan untuk sahabat saya, Danu dan ibu nya? Karena saya yakin, mereka akan menyakiti mereka berdua jika tau Danu membantu kita, " jawab Dedy dan berharap untuk keselamatan sahabat nya dan ibu nya.
Alfian menaikkan sebelah alis nya " Kamu yakin dia bisa membantu kita dan tidak akan berkhianat?, " Alfian tak menjawab permintaan Dedy malah memberikan kembali pertanyaan untuk nya.
Dedy tersenyum misterius " Tentu pak. Anda jangan khawatir dia akan berkhianat. Justru, akan sangat menguntungkan jika kita memiliki dia di dalam tim kita, " jawab Dedy dengan sangat yakin.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
lanjuuut thor
setelah beribu purnama akhirnya......
Tetap semangat🍀
Thanks for your hardworking author❣️🍀💖
Salam Saharan🍀
lanjutt kuyy
jia you
lope...lope...