Sebelum membaca mari jadikan favorit biar tidak ketinggalan ceritanya☺️
Seorang gadis SMA yang tidak sengaja bertemu dengan CEO dingin di sebuah toko roti dan di pertemukan lagi di sebuah perjamuan pesta.
Tapi siapa sangka dipertemukan dengan kejadian yang tak terduga!!!
Sikap dinginnya malah membuat gadis yang bernama Sherly Cristine ini semakin tertarik ingin terus mengejarnya
Akankah gadis ini berhasil meluluhkan hati seorang CEO yang dingin? atau sebaliknya
Takdir apa yang sudah menunggu mereka di depan sana?
Penasaran ???? ayo ikuti terus jalan ceritanya 😉
.
.
Jangan lupa like, komentar dan vote untuk selalu mendukung author dan dijadikan favorit juga biar nggak ketinggalan jalan ceritanya. Terimakasih pengertiannya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aliya02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curiga
✨ Happy Reading ✨
.
.
.
"Aku mendapat informasi tentang wanita yang bernama Erin itu, tapi aku tidak yakin apa ini informasi nya benar atau tidak" Ucap Evan serius.
"Apa informasinya?" Seru mereka penasaran.
"Aku hanya bercanda, hahaha" Ucap Evan tertawa puas.
"Kau dasar sialan! beraninya menipu kami padahal kami sudah dengar dengan sangat serius" Ucap Ghia kesal lalu refleks menjitak kepalanya Evan.
"Kau mau minta dihajar ya! kalau tidak serius bukan disini tempatnya!" Ucap Herry kesal langsung berdiri mengangkat kerahnya Evan.
"Cukup! bisa tidak?! kalian berdua tidak berkelahi disini!" Ucap Sherly keras dan menatap tajam ke arah mereka, sedangkan disisi lain Venny malah menikmati situasi seperti ini dengan sangat santai.
Mereka berdua pun terdiam dan langsung melepaskan kerah masing-masing
"Duduk kalian berdua! kalau tidak, silakan pergi dari sini! jangan buat masalah!" Ucap Sherly emosi melihat kelakuan mereka, bukannya bisa di ajak kompromi malah menambah masalah. Setiap kali bertemu pasti diantara mereka ada yang memulai duluan dan sangat jarang melihat mereka akur tapi sudah bersyukur walau hanya sebentar, malah itu membuat Sherly bosan melihat ketidakakuran mereka maka dari itu ia emosi.
"Lah kok tidak dilanjutkan, seru nih" Seru Venny sambil mengupas kacang tidak tau kapan ia memesannya.
"Oke, oke aku serius sekarang, tadi aku hanya bermain-main supaya mencairkan suasana tapi siapa sangka kalian menanggapi dengan sangat serius" Evan menaikkan satu alis matanya.
"Iya, ayo beritahu apa informasinya! jangan membuat orang makin penasaran" Ucap Ghia sedikit keras.
"Sabar, jangan emosi dan pasti aku beritahu" Ucap Evan menenangkan aura kemarahan disekitarnya.
"Aku mendapatkan informasi dari temanku, wanita itu juga ada di pesta itu," Jelas Evan pelan-pelan
"Kalau informasi itu kami juga tau!" Sela mereka bertiga serentak
"Iya sabar dulu, aku belum menjelaskannya sampai selesai dan kalian langsung memotong pembicaraanku" Ucap Evan sabar, sebenarnya dalam lubuk hatinya ia kesal karena ia belum selesai berbicara sudah dipotong dengan suara keras, dan pelayan cafe sampai menghampiri mereka karena suara mereka yang terlalu berisik sampai menganggu dan kenyamanan orang lain. Ekspresi mereka satu persatu memerah akibat terlalu malu karena menarik perhatian orang lain.
"Gara-gara kau, kita menarik perhatian orang lain" Ucap Ghia kesal dan menatap ke arah Evan
"Kenapa aku? bukannya kalian juga begitu" Ucap Evan tersenyum santai.
"Kau!" Ucap Veny kesal
"Sudah-sudah, jangan beradu mulut lagi. Biarkan Evan menyelesaikan bicaranya" Ucap Sherly menyudahi pertikaian diantara mereka.
"Kau memang pengertian gadis kecil" Ucap Evan tersenyum
"Cepat selesaikan kata-katanya!" Ucap Veny melotot ke arah Evan karena tidak sabaran.
"Iya penyihir tua, baiklah tadi sampai dimana? aku lupa tadi" Ucap Evan
"Sampai wanita yang di pesta itu!" Seru mereka bertiga serentak dengan nada kesal.
"Ooo" Evan membukakan mulutnya berbentuk huruf O dengan nada yang panjang.
"Apakah kau ingat gadis kecil, waktu itu kau ada menuju ke arah WC? dan disaat kau menuju ke arah WC beberapa menit kemudian Erin juga menuju ke arah yang sama juga, apakah kau menyadarinya?" Tanya Evan serius.
"Aku tidak menyadarinya, lagipula aku tidak menoleh ke belakang tetapi aku merasa seperti ada yang mengikutiku dibelakang dan kupikir mungkin hanya perasaanku saja. Maka dari itu, aku tidak terlalu memedulikannya dan tidak waspada" Jelas Sherly
"Tapi sangat disayangkannya adalah pada saat Sherly menuju ke sana, CCTV nya tidak menuju ke arah sana dan bagian tengah koridor menuju ke arah WC itu ternyata CCTV nya sudah rusak. Jadi, hanya itu yang bisa kita dapatkan" Jelas Evan tidak bersemangat karena buktinya belum cukup.
"Apakah jangan-jangan pelakunya adalah wanita yang bernama Erin itu?" Ucap Ghia yakin
"Aku dari awal sudah curiga saat aku bertemu dengan wanita itu saat bersama Sherly itu, ada yang tidak beres dengannya" Tambah Herry yakin bahwa Erin ada hubungannya dengan kejadian pada waktu itu.
"Tapi, apa gerak-geriknya mencurigakan? dan apakah kamu punya rekamannya?" Tanya Venny penasaran dan menoleh ke arah Evan.
"Sayangnya aku tidak punya, itupun informasinya dapat temanku yang melihat sekilas dan tidak terlalu memperhatikan wanita itu. Lagipula CCTV yang mengarah koridor dari sisi dan kanan rusak. Jadi, tidak bisa merekamnya" Jelas Evan.
"Tunggu! kau bilang CCTV nya rusak? aku rasa ada yang merusaknya dengan sengaja dan pelakunya melakukan tindakannya tanpa ada celah sedikitpun" Ucap Herry sambil berpikir bagaimana bisa pelakunya bisa melakukan itu dengan sangat rapi.
"Kita harus waspada dengan wanita itu untuk berjaga-jaga, Sherly bila kau bertemu dengannya. Ingat! harus lebih berhati-hati dan jangan percaya dengan kata-katanya" Ucap Evan memperingati Sherly.
"Sebelum kamu bilang begitu, aku sudah waspada dan berhati-hati" Balas Sherly.
"Bagus gadis kecil, aku suka dengan sifatmu" Puji Evan sembari tersenyum, mendengar hal itu malah membuat Sherly tersipu malu.
"Dasar bermulut manis" Batin Sherly
"Kita bukan bermaksud mencurigai wanita itu, tapi apa yang dikatakan Evan membuatku semakin percaya kalau wanita itulah pelaku yang menyerang Sherly dari belakang," Ucap Veny
"Oh ya, apakah sudah dapat balasan dari tuan itu? katanya ia mau membantu kita menyelidiki kasusnya Sherly" Tanya Venny yang tiba-tiba terpikir.
"Aku juga hampir lupa, soalnya sampai hari ini belum mendapat kabar darinya" Jelasnya Ghia, mendengar hal itu Sherly bingung sebenarnya apa yang dibicarakan mereka apalagi ada menyebut kata tuan malah menambah penasarannya.
"Tuan? siapa dia? kenapa mereka tidak memberitahukan aku sebelumnya" Batin Sherly sembari menatap mereka meminta jawaban.
"Eh, aku lupa memberitahukan kepadamu Sher. Soalnya aku tidak kepikiran sampai sana" Ucap Ghia cengengesan.
"Tidak apa-apa, tapi katakanlah kepadaku siapa yang kamu maksud tuan itu?" Tanya Sherly penasaran.
"Tuan itu bernama Felix yang mau membantu kita menyelediki kejadian yang menimpamu itu Sher, dan kau ingat? saat kami mengatakan bahwa ada yang menolongmu dan membawamu kerumah sakit dan yang menolongmu itu adalah tuannya Felix" Jelas Ghia panjang lebar.
"Betul itu Sher, dan apa kau tau? aku juga terkejut mendengar ada orang yang berbaik hati mau menolong kita menyelidiki kasus ini" Ucap Veny antusias
"Apakah kau siapa tuan yang menolongku itu?" Tanya Sherly dan ia berencana mencari tuan itu tetapi tidak menemukan jejaknya sama sekali, dan dalam lubuk hatinya ia berharap akan dipertemukan kembali dengan tuan itu untuk berterima kasih yang telah menyelamatkan nyawanya.
"Nah, itu masalahnya! kami semua tidak tau seperti apa tampangnya dan bahkan kami juga tidak tau siapa namanya" Ucap Veny.
"Ya Tuhan semoga aku bisa bertemu dengan tuan itu dan apakah kami akan dipertemukan kembali" Batin Sherly bimbang.
.
.
.
✨ Happy Reading ✨
Jangan lupa terus dukung author dengan like setiap partnya dan tinggal kan jejak beserta. Jadikan favorit 🤭 maaf bila ada kekurangan kasih tau ya, dengan kritik and saran. Terima kasih 🙏**
mampir juga ya kak hehe
maaf jika kurang sopan nyempil promo di sini.
Judul ceritanya "TWINS FLAME"
"perjalanan hidup Eden"
nanti difeedback kok
lope2 deh..😍
salam dari Duke's Evil Daughter
Semangat terus thor
Masih lama tunggu kelanjutannya lagi