Karena melakukan " hubungan " sebelum keduanya resmi menjadi suami istri, akhirnya Aira menyerah dan menerima pinangan dari Rendra. Namun, karena restu yang belum juga di dapat dari keluarga Aira, akhirnya mereka memilih untuk menikah diam-diam.
Rendra memandangi wanitanya yang masih terlelap. Dilihatnya lekat-lekat, gadis yang baru saja berubah menjadi wanita karena perbuatannya. Cantik, selalu membuatnya hatinya sejuk ketika memandang wajahnya.
" Maaf sayang, hanya ini satu-satunya cara untuk membuatmu terikat padaku. Terlalu banyak orang diluar sana yang ingin merusak hubungan kita "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan
Aira duduk dikursi depan bengkel Rendra dan segera membuka aplikasi bermaksud memesan ojek online untuk mengantarkannya pulang ke rumah. Dia kecewa , Rendra bahkan sudah mengingkari janjinya sendiri.
Mengapa dia tidak berusaha menghubungiku jika dia tidak bisa untuk menjemputku?
Sesampainya di Rumah, Aira langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu. Dia merasa sangat lelah hari ini, hingga tidak mau ada satu orangpun yang menganggu waktu istirahatnya. Dia meletakkan ponselnya diatas meja rias.
🌹🌹🌹🌹🌹
Di kantornya, Rendra memerintahkan Aldo untuk segera mengadakan meeting dengan divisi HRD . Setelah melihat berkas laporan yang hendak dia tanda tangani, dia membaca laporan yang tidak sesuai dengan keinginannya. Meeting berjalan dengan sedikit tegang, karena biasanya Aldo lah yang memimpin jalannya meeting, namun kali ini dipimpin langsung oleh pemilik perusahaan.
Divisi HRD yang mempunyai alasan kuat, tetap mempertahankan apa yang menjadi kebijakannya, sehingga pengambilan keputusan berlangsung alot . Hingga akhirnya , Rendra menyadari bahwa dia melupakan janji penting. Rendra segera memanggil Aldo untuk mendekat dan membisikkan sesuatu. Rendra segera berdiri dan keluar dari ruang meeting dan meminta Aldo untuk mengambil alih tugasnya.
Rendra membuka ponselnya yang sedari tadi tidak disentuhnya. Didapatnya, Aira sudah mengirimkan beberapa pesan untuknya .
Pesan 1 :
Mas, Aira sudah selesai. Mas bisa jemput sekarang ?
Pesan 2:
Nggak usah jemput dikampus mas, Aira ada disalon.
Pesan 3 :
Mas sibuk?
Setelah membaca pesan dari Aira, tanpa membuang waktu. Rendra langsung menghubungi Aira melalui sambungan telepon. Namun, hingga panggilan kesepuluh, Aira belum juga mengangkat teleponnya. Sepanjang koridor kantornya, dia terus saja menghubungi Aira, tapi tidak jiga direspon.
Aira pasti marah, pikirnya.
Rendra memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia bahkan tidak peduli dengan keadaan jalan yang lumayan padat sore itu. Dia mengarahkan mobilnya ke salon, dan berharap Aira masih setia menunggunya. Dia masuk ke dalam salon dengan terburu-buru, namun dia tidak mendapati Aira disana.
" Tik, Aira mana ?"
" Lho, mbak Aira sudah keluar dari 2 jam yang lalu. Tadi menunggu mas Rendra disini, tapi karena lama katanya mau ke bengkel mas Rendra aja . Kenapa nggak coba menghubungi mbak Aira saja mas?"
" Sudah, tapi nggak dijawab"
Rendra segera menuju ke bengkelnya untuk menyusul Aira. Namun sayang, lagi-lagi Aira sudah tidak berada disana.
" Tadi memang ada yang mencari mas Rendra"
" Terus sekarang ada dimana?"
" Pergi mas, naik ojek "
Rendra lemas mendengar perkataan karyawannya. Dia segera masuk ke dalam mobil dan berniat untuk segera menemui Aira. Dia berharap Aira sudah berada di Rumah. Rendra sangat khawatir terjadi apa-apa dengan Aira, terlebih lagi dia baru saja keluar dari Rumah Sakit.
Sesampainya di rumah, Rendra sedikit lega mendengar jika Aira sudah pulang. Dia meminta Sri untuk memanggil Aira. Rendra duduk diteras rumah, sambil harap harap cemas, Aira mau untuk menemuinya. Sri mengetuk kamar Aira, namun tidak ada jawaban.
Rendra sedikit gelisah karena sudah menunggu Aira selama 15 menit, namun gadis itu belum juga keluar. Dia ragu, Aira mau untuk menemuinya. Hingga akhirnya, Aira keluar dengan pakaian yang dia kenakan tadi pagi. Aira langsung duduk dihadapan Rendra, namun dia terlihat dingin.
" Ra..maaf "
" Nggak apa-apa", jawabnya acuh
" Kamu marah? "
" Nggak "
" Kenapa nggak jawab telepon "
" Tadi ponselnya di silent, Aira lupa mengubahnya dengan mode normal "
" Aku minta maaf ya "
" Apa mas lupa janji mas Rendra sendiri? Apa mas sangat sibuk, sampai-sampai lupa untuk mengabariku kalau mas nggak bisa menjemput"
" Aku tadi ada kerjaan Ra"
" Mulai besok nggak usah antar jemput Aira lagi"
" Nggak bisa, kita sudah sepakat "
" Baru sehari saja mas sudah lupa , bagaimana jika sampai 2 minggu. Bisa-bisa Aira karatan karena nunggu "
" Aku janji, ini yang terakhir. Besok aku tetap akan mengantar dan menjemputmu"
" Terserah "
" Kamu masih marah?"
" Bukan, tapi kecewa saja. Ternyata, Mas Rendra bukan orang yang bisa pegang janji "
Rendra berlutut dihadapan Aira yang sedang duduk. Aira kaget dengan yang dilakukan Rendra. Dan meminta Rendra untuk duduk seperti semula, namun Rendra menolaknya. Rendra menggenggam kedua tangan Aira.
" Ra, lihat aku ", Rendra mencoba menyentuh wajah Aira, yang sedari tadi membuang pandangannya . Aira menoleh dan menatap wajah Rendra dihadapannya.
" Aku janji ini yang terakhir, aku membuatmu kecewa. Tolong buka hatimu untukku dan jangan mengingkari perasaanmu sendiri. Mas sayang sama kamu "
Aira tidak menyangka Rendra akan mengungkapkan perasaan kepadanya. Aira tahu selama ini Rendra memang terlihat tertarik padanya, dan menyimpan perasaan lebih untuknya.
Melihat Aira diam, Rendra langsung melanjutkan ucapannya. Takut jika perkataannya akan menjadi beban untuk Aira.
" Aku tahu kamu belum siap, kamu tidak perlu menjawabnya sekarang, aku akan menunggu sampai kamu benar-benar mau menerima kehadiranku "
masih tak ulang bacanya,,iseng buka komen",,
malah bow maylada udh ad boyfriend barunya.. padhl keren mik