Bunga Adelwis memiliki IQ di bawah rata rata , bandel , suka bolos , tentunya sering mendapat hukuman dari guru , terutama guru tampan dan galak pujaan hati siswi seantero sekolah .
Karna surat wasiat dari mendiang kakek Bunga . Ia pun harus menikah dengan seorang pria , yang ternyata guru paling galak disekolahnya ,cucu dari sepupu kakek Bunga . Dan bisa di bilang , Guru galak calon suaminya itu adalah sepupu jauhnya .
"Mama ! Bunga gak mau menikah sekarang ! titik ! , apa lagi dengan Guru galak itu , Bunga gak suka Ma !" bantah Bunga .
"Mama juga inginnya seperti itu sayang !, Tapi ini sudah wasiat mendiang Kakekmu !"
"Kenapa harus sekarang Ma !, apa gak bisa setidaknya Bunga lulus SMA dulu !" tawar Bunga .
"Apa kamu tega menolak permintaan Nenek Marni yang lagi sakit ?. Dia sangat ingin melihat cucu satu satunya menikah !" tanya Ibunya Bunga .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Arya mengusap usap punggung Bunga dari belakang ,tidak berhenti mengecup ngecup ujung kepala Bunga yang menangis terisak . Arya merasa bersalah , secara tidak sengaja ia sudah menyakiti hati istrinya , Karna mengabaikan gosip yang menurut Arya tidak penting , dan Arya tidak menyangka kalau gosib itu berpengaruh kepada istrinya . Arya lupa istrinya itu masihlah remaja labil , yang jelas cara berpikirnya sangat berbeda dengannya .
"Kami tidak ada hubungan apa apa sayang ! , aku sama Zoya hanya sebatas murid dan guru . Kami sering bertemu di cafee , hanya untuk melatih Zoya untuk cerdas cermat mata pelajaran matematika , itu aja !. Kami bertemu di cafee juga , karna aku disana juga ngecek usaha kita di mall itu sayang !" jelas Arya .
Bunga diam tidak menjawab, entah sejak kapan ? Bunga sangat takut , Arya meninggalkanya .
"Iya Bunga ! , aku sama Pak Arya gak punya hubungan apa apa kok !" Sambung Zoya dari kursi belakang .
"Aku..gak..percaya..!" sanggah Bunga terbata di selah selah tangisnya .
"Ssssttt....!" Arya melap wajah Bunga yang basah air mata dengan tissu .
"Aku tidak akan menghianatimu Bunga ! , Kamu adalah pilihanku ! , aku mencintaimu sayang ! . Kamu boleh tidak percaya dengan Zoya , tapi apa kamu tidak percaya denganku ?" tanya Arya .
"Kenapa Pak Arya tidak bilang sama orang orang kalau gosip itu gak benar ? , Bapak diam seperti membenarkannya !" tanya balik Bunga .
jangan samakan pemikiran Bunga dengan orang dewasa dan orang waras lainnya . Itu tidak akan sama , ia memiliki pemikiran sendiri .
Arya menghela napasnya , apa dia harus ikut terjun di Dunia pergosipan anak anak didiknya sendiri di grup chat sekolah . Bahkan Arya tidak mengikuti grup chat itu , dan Arya juga tidak tau menau apa saja yang di posting di grup itu . Dia tau di gosipi, karna sering tidak sengaja mendengar ia di bicarakan siswa siswinya . Arya tidak ambil pusing untuk itu , menurutnya itu tidak penting . Lagi pula semenjak ia mengajar di sekolah itu , ia sudah terbiasa jadi bahan gosip , bukan petama kalinya .
"Zoya !" panggil Arya .
"Iya Pak ?" jawab Zoya
"Tolong luruskan berita gosip itu !" ujar Arya .
"Iya Pak !" Balas Zoya , mengeluarkan ponsel dari saku rok seragamnya , Menghidupkan layar phonselnya , membuka aplikasi grub sekolah . Kemudian mengetik sesuatu , dan mengirimnya ke grup chat." Sudah Pak !" ucap Zoya .
"Timakasih !" balas Arya .
Zoya pun menganggukkan kepalanya , ingin rasanya ia bertanya soal hubungan Arya dengan Bunga , tapi ia tidak berani .
"Jangan menangis lagi ya ! , katanya tadi lapar !" ucap Arya .
"Aku gak lapar lagi !" manja Bunga sambil menggelengkan kepalanya di dalam pelukan Arya .
"Kalau begitu kita antar Zoya pulang kerumahnya dulu , gak apa apa 'kan sayang ?" tanya Arya lembut . Bunga menganggukkan kepalanya .
Arya melepas pelukannya , mencium kening Bunga . Kemudian kembali melajukan kenderaannya bergabung dengan kenderaan lain ke jalan raya . Dan membiarkan kepala Bunga menyender di lengannya .
Sepertinya tadi aku gak salah dengar , kalau Arya dengan Bunga sudah menikah ,batin Zoya .
Arya menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Zoya . Rumah yang lumayan besar dan mewah .
Bahkan Pak Arya tau dimana rumah Zoya ,batin Bunga . Dari tadi Ia tidak ada mendengar Zoya menyebutkan alamatnya , atau menunjukkan jalannya kepada Arya .
"Trimakasih Pak sudah mengantar saya pulang !" ucap Zoya sebelum ia membuka pintu di sampingnya .
"Tidak apa apa !, jangan lupa besok jangan sampai terlambat , istirahat yang cukup , ingat besok grand final !" ujar Arya .
"Iya Pak !" balas Zoya ." Bunga ! aku minta maaf soal gosip itu ! , aku pikir itu bukanlah masalah yang serius , aku tidak begitu menanggapinya . Trimakasih sudah memberiku tompangan" ucap Zoya serius .
"Buktikan aja !" ketus Bunga dengan wajah tidak bersahabat .
"Sayang !" tegur Arya
"Maafin Bunga ya ! Zoya !" ucap Arya kepada Zoya .
"Gak apa apa Pak !" balas Zoya , tersenyum dipaksakan ."Kalau begitu saya permisi Pak ! , trimakasih sekali lagi" pamit Zoya , kemudia membuka pintu di sampingnya dan langsung turun .
Arya langsung melajukan kenderaanya meninggalkan kediaman Zoya .Dilihatnya Bunga yang duduk disampingnya cemberut memanyunkam bibirnya dengan pandangan lurus ke depan .
"Apa istriku ini belum percaya kalau aku gak punya hubungan apa apa dengan Zoya ?." Arya mengangkat satu tangannya mengusap kepala Bunga .
"Bahkan Pak Arya tau dimana rumahnya , berarti bukan pertama kali ini Pak Arya mengantarnya pulang" Bunga berbicara dengan bibir maju lima senti .
Arya mengulas seyumnya , melihat istrinya yang sedang cemburu . Itu berarti sudah ada benih benih cinta di hati istrinya , tentu itu membuat Arya senang .
Bunga mengalihkan tatapannya ke arah Arya, karna tidak menjawabnya .
"Kenapa Pak Arya diam ? , malah senyum senyum lagi !" kesal Bunga .
"Love you..!" ucap Arya tersenyum .
"Au ah !" Bunga langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain , untuk menyembunyikan wajahnya yang merona salah tingkah .
"Kok gak di balas sayang ? , balas dong !".goda Arya .
"Aku gak suka sama yang sudah tua !" ketus Bunga .
"Benaran sayang ?, gak nyesal ? , tua tua gini banyak yang suka loh !" balas Arya .
"Pergi sanah ..! , kenapa masih bersama Bunga ?" ucap Bunga ketus .
"Benaran..? , Yakin..?" goda Arya .
"Yakinlah !"
"Gak akan nyesal ?"
"Gak !" balas Bunga , tapi hati kecilnya mengatakan takut Arya benar benar pergi meninggalkannya .
Arya menarik dagu Bunga supaya melihat ke arahnya , setelah ia memarkirkan kenderaannya dihalaman rumah mereka .
"Lihat aku Bunga !" ucap Arya , menatap dalam ke bola mata Bunga ."Katakan Bunga !, kalau sedikit pun tidak ada tempatku dihatimu !" ucap Arya serius .
Bunga diam membalas tatapan Arya ," Aku.. " Bunga bingung mau mengatakan apa . Ia bukanlah orang yang pandai merangkai kata kata . Karna selama ini ia datang kesekolah hanya menjadi D3(datang , duduk , diam ). Apa lagi saat mapel B.Indonesia , Bunga akan mengantuk berat .
Bagaimana bilangnya ya ? , Ini juga penyakit jantung kenapa kumat lagi ? , bikin gak konsentrasi aja . Pak Arya juga , kenapa menatapku seperti itu ?Aku kan jadi gerogi . Kok aku jadi begini ya ? kaya patung bernapas . Aih ! kamu kenapa sih Bunga , mau ngaku cinta aja gengsinya selangit .batin Bunga .
Cup !
Bunga terlonjak tersadar dari lamunannya , saat benda kenyal milik Arya menempel di bibirnya . Mencium Bunga dengan begitu lembut , sangat lembut sehingga membuat Bunga terbuai melayang tinggi hingga ke awan , tanpa sadar Bunga membalas ciuman Arya . Semakin lama ciuman itu semakin dalam . Lama ciuman mereka berlangsung , karna Bunga juga sepertinya menikmati ciuman Arya , sampai ia tidak ingin melepasnya .
"Aku sudah tau jawabannya " ucap Arya tersenyum , setelah melepas pagutan mereka , jempol tangannya melap sudut bibir Bunga yang basah karna ulahnya .
Blush !
Wajah Bunga memerah seperti tomat , ia baru sadar kalau ia baru saja membalas ciuman Arya , ciumannya lama lagi . Bunga jadi malu sendiri , karna ketahuan menikmati ciuman Arya .
"Aku gak bilang apa apa !" ucap Bunga menyangkal maksud Arya .
Arya mendekatkan wajahnya ketelinga Bunga , kemudian berbisik sambil terseyum ." Aku menyukai permainan lidahmu sayang ! , sangat nikmat !." Arya menggigit kecil daun telinga Bunga dan langsung turun dari dalam mobil . membuat Bunga merinding si bulu roma , detak jantungnya semakin berpacu .
Ya ampun ! , begini ya ? kalau pacaran sama orang tua , mesumnya keterlaluan . Sepertinya Pak Arya sudah lama menjomlo ,batin Bunga .
.
.
.