Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.
Generasi ke 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Iptu Fariz bukan RM
"Makasih Oom," ucap Shea merasa lega karena operasi Iptu Steven sukses dan suaminya tinggal pemulihan.
"Ingat Shea. Usai operasi ACL, fokus utama adalah mengurangi bengkak, nyeri, dan melindungi ligamen baru melalui fisioterapi terarah. Langkah penting meliputi kompres es, menggunakan tongkat ( kruk ) untuk mengurangi beban pada lutut, latihan mobilitas lutut ringan ( 0–2 minggu ), dan memakai knee brace untuk membatasi gerakan. Steven jangan gendong Sheva dulu. Kalau mau pegang, Steven harus duduk!" Dokter Lucky menatap Shea serius.
"Bang Steven tetap disini dulu kan Oom?" tanya Shea.
"Iya. Soalnya harus pakai metode RICE. 24-48 Jam RICE itu Rest, Ice, Compression, Elevation. Kompres es untuk mengurangi bengkak dan ganjal kaki lebih tinggi dari jantung. Percaya sama Oom, kamu bakalan ribet urus Steven di rumah. Jadi serahkan pada ahlinya," jawab dokter Lucky.
"Iya Oom. Mana Sheva rewel habis vaksin. Aku boleh ketemu Bang Steven?" tanya Shea.
"Lha yang melarang kamu siapa?" balas dokter Lucky geli.
Shea nyengir. "Thanks Oom."
"Denada."
Shea pun diantar oleh Suster Lia ke kamar Iptu Steven sementara dokter Lucky berjalan ke ruang kerjanya. Dia melepaskan cap nya dan berhenti sejenak di depan pintu ruang kerjanya.
Dokter Lucky menghela nafas panjang karena hari ini dia sudah menyembuhkan cedera Iptu Steven tidak parah. Bagaimana pun, dia punya beban moral dan tanggung jawab pada iparnya.
"Dokter Lucky?"
Dokter Lucky menoleh dan melihat Susana datang dengan didorong kursi rodanya oleh seorang perawat. Wajah suami Daisy itu berubah menjadi dingin, membuat perawat yang tadi dipaksa Suasana membawa ke dokter bedah itu menjadi merinding.
"Ada apa saudari Susana?" tanya dokter Lucky dengan nada dingin.
"Saya bawakan kopi untuk anda." Susana memberikan kantong berisikan kopi.
"Maaf, tapi kopi buatan istri saya masih ada di Tumbler. Terima kasih. Permisi." Dokter Lucky pun masuk ke dalam ruang kerja nya.
"Tapi Dok ...." Susana hanya berbicara dengan pintu yang sudah tertutup.
"Maaf mbak Susana, selain dokter dan suster, dilarang masuk." Perawat itu pun memutarkan kursi roda Susana, menjauh ruang kerja tim bedah.
Di dalam ruang kerjanya, dokter Lucky hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan hati kesal. Sungguh, dia tidak mau ada kekacauan dalam rumah tangganya. Dokter Lucky adalah tipe orang yang suka stabilitas.
Dulu dia mengira akan jadi bujang lapuk nan abadi namun perjalanan ke Turin, merubah semua bayangannya. Dokter Lucky tidur bersama dengan Daisy yang mana adalah cucu dan putri Mafioso Turin. Demi keselamatan nyawanya dan AKP Victor Sihasale yang pergi bersamanya, tidak ada niatan membantu karena berhadapan dengan Mafioso, mau tidak mau dia harus menikahi Daisy. ( Baca Lucky Daisy )
Tidak mudah menaklukkan Daisy yang terbiasa independen, keras kepala, kaku dan dendam dengan dokter Lucky! Dokter Lucky harus jatuh bangun membuat Daisy suka padanya apalagi mereka hanya akan menikah selama enam bulan sesuai perjanjian.
Kesabarannya berubah manis. Dokter Lucky bisa membuat istrinya mencair, lebih manusiawi dan mereka pun sepakat membatalkan perjanjian pernikahan yang hanya enam bulan menjadi selamanya. Apalagi mereka sudah dikaruniai seorang Buto Cakil Mini bernama Kenzie.
Bagi dokter Lucky, Daisy adalah segalanya. Daisy adalah rumahnya setiap hari dia pulang dari rumah sakit. Daisy adalah sumber kewarasannya jika hectic dengan operasi yang delicate. Intinya, dokter Lucky ikhlas memberikan aset dan gajinya ke Daisy meskipun istrinya tidak pernah ribut soal keuangan karena Daisy lebih kaya darinya. Namun bagi dokter Lucky, seorang suami wajib memberikan nafkah meskipun istrinya kaya raya.
Daisy pun menerima berapapun uang dari dokter Lucky dan dia tahu semua keuangan suaminya karena dokter Lucky selalu terbuka dengan keuangan. Daisy sangat bersyukur punya suami yang meskipun random, tapi pola pikir nya tidak patriarki.
Sekarang, dokter Lucky tahu bahwa di balik kehidupan rumah tangga yang harmonis dan adem ayam, pasti akan ada kerikil disana. Sekarang pilihannya hanya satu. Membuang semua kekacauan ini! Dokter Lucky akan melindungi rumah tangganya dengan sekuat tenaga.
***
"Kenapa Dokter Lucky tidak mau menerima kopi dariku? Padahal dia kan baru saja melakukan operasi?" gumam Susana.
"Karena anda orang asing baginya, Mbak Susana. Dokter Lucky bukan tipe pria yang suka flirting." Perawat itu membantu Susana naik ke atas tempat tidurnya. "Bahkan tidak dengan para suster saat bujangan."
"Maksudnya?" tanya Susana penasaran, bagaimana seorang pria dengan fisik seperti itu, meskipun tidak ganteng sekali, tidak menggoda para wanita.
"Dokter Lucky itu suka bercanda tapi bukan yang melecehkan. Bahkan dia melindungi rekan kerjanya yang digoda pasien nakal. Suster Lia, adalah suster asisten yang sudah bekerja bersamanya hampir empat tahun ini, tidak pernah digoda dokter Lucky. Mereka malah mirip kakak adik atau kadang ayah dan anak. Dokter Lucky itu sangat menghormati semua orang," jawab perawat itu.
"Beruntung sekali istrinya."
"Bukan mbak Susana. Beruntung sekali dokter Lucky punya dokter Daisy. Karena mereka saling mendukung satu sama lain." Perawat itu menatap Susana. "Mbak, jika anda masih ingin merebut dokter Lucky dari dokter Daisy ... itu tidak akan terjadi!"
"Semua pria pasti ada kelemahannya," eyel Susana.
"Ohya, dokter Lucky punya kelemahan. Dokter Daisy. Jangan macam-macam deh mbak. Disini pengawalnya dokter Daisy banyak. pendukung istri sah itu jauh lebih banyak daripada calon pelakor!" jawab perawat itu tegas.
***
Ruang Kerja Dokter Lucky dan Dokter Rahmat
"Anna ni issho datta no ni
Kotoba hitotsu tooranai
Kasoku shiteiku senaka ni ima wa
Anna ni issho datta no ni
Yuugure wa mou chigau iro
Semete kono tsukiakari no shita de
Shizuka na nemuri wo," dendang dokter Lucky sembari membuat laporan bertepatan dengan masuknya Suster Lia.
"Gundam Seed Destiny," gumam Suster Lia. "Biasanya kalau sudah nyetel lagu Gundam, Kenshin, Fullmetal Alchemist, berarti lagi ngamuk."
"Kok kamu hapal?" tanya dokter Lucky ke Suster Lia.
"Dok, aku tidak sebentar ya sama anda," jawab Suster Lia. "Ini hasil test mas Steven."
Dokter Lucky menerima map dari Suster Lia bertepatan dengan suara ketukan.
"Masuk!" ucap dokter Lucky sambil membaca laporan hasil operasi Iptu Steven.
Tak lama masuk seorang pria dengan baju sipil dan berparas ganteng.
"Dok, tolongin."
Dokter Lucky dan Suster Lia menatap pria itu.
"Iptu Fariz bukan RM. Tolongin apa?" tanya dokter Lucky.
"Aku susuban," jawab Iptu Fariz dengan wajah meringis sembari menunjukkan jarinya yang merah.
"Hah?" seru dokter Lucky dan Suster Lia bingung. "Wani bayar Piro?"
"Es teler dan mie ayam Zaki!" jawab Iptu Fariz jumawa.
"Murah amat ya bayaran aku," gumam dokter Lucky membuat Suster Lia cekikikan.
***
Note
Kesusupan atau susuban adalah kondisi tertusuknya kulit oleh benda asing kecil dan tajam, seperti serpihan kayu, duri, kaca, atau logam. Benda tersebut masuk dan terjebak di bawah permukaan kulit, menyebabkan rasa nyeri, kemerahan, bengkak, atau infeksi jika tidak segera ditangani.
Sumber Google
***
Yuhuuuu up Siang yaaaa gaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu #TBF
hikksss.....
kasihan banget flint, padahal dia nggak tau apa-apa
ayahnya itu ampun deh...
ibunya juga kurang aware😓😓😓
lgian,spa jg yg bkln sbar kl ktmu orng ga wrs ky gt....bgus bgt idenya dok gabut yg mau bkin dia gatal2,biar kapok....
yang dikhawatirkan sama kan.... pispot🤣🤣🤣🤣