NovelToon NovelToon
Masih Kecil, Menikah

Masih Kecil, Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Ruhi amat sangat mencintai uang, karena itulah ia dipilih kakek Bizar untuk menikah dengan cucunya, Asraf.

Dua manusia berbeda generasi, mampukah mereka bersatu? atau malah berhenti ditengah jalan.

Kisah Ruhi dan Asraf di mulai...

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 - Bagaimana bisa jadi?

1 bulan berlalu, kini Ruhi sudah tinggal bersama Asraf di rumah Bizar. Asraf juga sudah sah menjadi CEO Abizard Group, juga Aksa yang kini menjadi wakil CEO.

Aksa dan sang ayah juga sudah tinggal di Jakarta, tidak tinggal di Bandung lagi.

Randu melanjutkan sekolahnya di jenjang SMA dan Rina seperti biasa, disibukkan dengan mengurus warung miliknya. Rina menolak saat Bizar menawarinya untuk merenovasi rumah dan warung itu. Bizar berencana menjadikan warung itu sebuah toko, tapi sayang, ternyata Rina tidak mau.

Meskipun Bizar Ikhlas, tapi Rina tetap tidak mau menjual pernikahan anaknya untuk hidup bergelimang harta.

Baginya kesembuhan Randu sudah cukup membuat ia bahagia, tidak menginginkan hal yang lainnya lagi. Terlebih kini ia melihat Ruhi yang semakin hari semakin terlihat bahagia.

Rina tidak membutuhkan apapun lagi.

Ruhi juga kini sudah tercatat sebagai salah satu mahasiswi di universitas ternama. Sesuai janji, Asraf membelikan kursi untuknya. Kursi di Fakultas Manajemen, universitas Gunadarma Jakarta.

2 minggu lalu Ruhi sudah mulai berkuliah, sabtu dan minggu dia libur. Satu yang membuat Ruhi merasa kesal, saat sedang libur begini, Asraf malah sibuk sendiri.

Beralasan tentang pekerjaan, padahal dari senin hingga jumat ia hanya santai-santai saja.

"Minggu ini aku tidak mau pulang ke rumah ibu, aku mau bersama Mas Asraf terus, titik." ucap Ruhi, ia duduk ditepi ranjang dan memperhatikan Asraf yang sedang memakai dasi.

"Memangnya sayang tidak merindukan ibu?" tanya Asraf, tangannya masih sibuk merapikan dasinya sendiri.

Beberapa minggu ini Asraf terus sibuk dengan Ruhi, sampai ia tidak sempat melihat koleksinya di ruang rahasia itu. Minggu lalu ia memang benar-benar bertemu dengan klien, tapi minggu ini ia ingin masuk ke ruang itu.

Ingin bermain-main sejenak, sebelum nanti kembali sibuk dengan sang istri.

Asraf lupa, jika pengantin baru seperti mereka harus banyak menghabiskan waktu bersama. Apalagi Ruhi yang sedang kasmaran.

"Ya sudah aku pergi, tapi tidak usah diantar. Biar aku pergi sendiri." ketus Ruhi, ia bangkit dan berjalan dengan langkah besar keluar kamar.

Asraf buru-buru mengejar sang istri yang sedang ngambek, untunglah sempat ia cegah sebelum mencapai daun pintu.

"Sayang." rayu Asraf sambil menarik Ruhi duduk di sofa. Ia mendudukkan Ruhi di sana, sementara Asraf duduk berjongkok dihadapan sang istri.

"Kali ini saja, izinkan aku pergi sendiri. Besok-besok saat ada acara di luar ataupun di kantor kamu boleh ikut kemanapun aku pergi." tawar Asraf sungguh-sungguh dan Ruhi mulai terpengaruh.

Tawaran yang sangat ia inginkan sedari dulu, ikut Asraf kerja.

"Janji?"

"Iya." jawab Asraf, sudah banyak sekali janji janji yang ia buat untuk Ruhi, sampai-sampai Asraf tidak mengingat apa apa saja janji itu. Asraf hanya terus menjawab iya iya iya.

"Kalau begitu biar aku antar ya, aku ambil jas dulu."

Asraf hendak bangkit, namun dengan cepat Ruhi menahan baju sang suami.

"Tidak usah Mas, biar aku sendiri. Lagipula aku juga ada urusan. Biar pak Amir yang mengantarku."

Pak Amir adalah supir pribadi khusus untuk Ruhi.

"Benar tidak ingin aku antar?" tanya Asraf lagi, jangan sampai ia salah melangkah. Jika sampai membuat Ruhi marah, bisa-bisa ia tidak dapat jatah.

"Iya Mas," jawab Ruhi.

Asraf lalu menunjuk bibirnya, memberi isyarat agar sang istri mencium bibir itu dan Ruhi menurut. Ia mendekat lalu menjangkau bibir sang suami.

Jika sudah seperti ini, Asraf yakin jika Ruhi tidak marah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah berpamitan pada Bizar, Ruhi langsung pergi.

Ia hendak ke perpustakaan kota untuk mencari beberapa buku referensi mata kuliahnya.

30 menit perjalanan akhirnya Ruhi sampai di perpustakaan, buru-buru ia turun dan membuka tasnya. Mencari-cari dimana kartu perpustakaannya.

"Loh, dompetku mana?" tanya Ruhi pada dirinya sendiri.

Lama ia mencari namun tak juga ditemui, Amir yang melihat sang nyonya muda kebingungan pun memutuskan untuk menghampiri.

"Ada apa Nyonya?" tanya Amir sopan.

"Sepertinya dompetku ketinggalan di kamar Pak." jawab Ruhi sendu dan Amir tersenyum.

"Ya sudah, biar saya ambilkan Nyonya. Sebaiknya Nyonya tunggu di cafe itu saja." ucap Amir sambil menunjuk salah satu cafe di seberang jalan.

Ruhi menolak, merasa tak enak hati akhirnya Ruhi memutuskan untuk ikut pulang. Mengambil dompet dulu baru kembali lagi ke perpustakaan.

"Maaf ya Pak." ucap Ruhi ketika mobil sudah kembali melaju di jalan raya.

"Jangan minta maaf Nyonya, Nyonya tidak salah. Lagipula ini memang tugas saya." jawab Amir yang merasa tak enak hati, baru kali ini ia melayani Nyonya muda kaya raya yang sebaik dan se sopan Ruhi.

Malah membuat Amir tak enak hati sendiri.

Mobil terus melaju, hingga kini mobil Ruhi sudah terparkir sempurna di garasi rumah Bizar.

Garasi besar yang diisi beberapa mobil dan motor mewah.

Langkah Ruhi terhenti untuk keluar dari garasi itu ketika ia melihat mobil sang suami masih terparkir sempurna di sana.

Mengira bahwa Asraf menggunakan mobil lain, Ruhi mulai menghitung jumlah mobil di sana.

"1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Ada semua kok mobilnya." gumam Ruhi, lalu ia melirik motor dan ternyata masih lengkap.

"Jangan-jangan Mas Asraf tidak jadi pergi." tebak Ruhi, ia tersenyum tak bisa ditahan.

Bahagia akhirnya weekend ini bisa menghabiskan waktu bersama dengan sang suami.

"Ternyata Allah sengaja buat aku kelupaan bawa dompet, ternyata ini rencananya," desis Ruhi sambil berlari kecil memasuki rumah.

Para pelayan langsung menyambut, namun Ruhi tidak peduli. Tujuannya kini adalah kamar miliknya dan Asraf.

Ceklek!

Ruhi membuka pintu dengan semangat, mengedarkan matanya memindai tiap sudut ruangan.

Tidak ada siapa-siapa.

"Mas?" panggil Ruhi, ia masuk dan menutup pintu. Memeriksa kamar mandi dan walk in closet, namun Asraf tidak ia temukan dimana-mana.

"Loh, mas Asraf kemana?" gumamnya pelan.

Ia kembali membuka tak kecilnya dan mencari ponsel, berniat ingin menghubungi sang suami.

Drt drt drt

Ruhi langsung melihat kearah getaran ponsel itu, diatas nakas ternyata ada ponsel Asraf.

Ruhi makin mengernyit bingung, tidak mungkin suaminya pergi tanpa membawa ponsel.

Tidak ingin penasaran, akhirnya Ruhi memutuskan untuk keluar dan menemui bunda Leni juga kakek Bizar. Kedua orang itu pasti tahu keberadaan suaminya, pikir Ruhi.

Pertama, Ruhi menemui Bizar di kamar sang kakek.

"Kakeek," rengek Ruhi begitu masuk ke dalam kamar.

"Ada apa sayang, apa cicit ku sudah jadi?" goda Bizar, ia sedang duduk di sofa dan menikmati pijatan sang tukang urut.

Ruhi mencebik, bagaimana bisa jadi? ketika mas Asraf ingin pelepasan aku langsung naik ke atas. Batin Ruhi.

1
quile
sorry Thor... pas Baca sinopsisnya nya kirain Si ruhi namanya (Ruhi amat) jd nyangkanya Laki"..🤣🤣🤣 pas baca Bab 1 langsung melongo ehh masa iya laki di jodohin sama Laki🤭 ternyata salah pemahaman sayanya🤭
Nur Alifa
bagus
apajalah
🍁🍁🌾
Rita Juwita
luar biasa...
Atiah arini
good
Anjar Angel Part II
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ppkn Ibu
Luar biasa
LENY
DUH SEDIHNYA KAKEK MENINGGAL SEBELUM SEMPAT KETEMU ASRAF 😭😭
LENY
ASRAF MULUTMU TAJAM SEKSLI SUKA MENGHINA PANTAS AJA RUHI KESAL.
LENY
RANDU ADIK RUHI😊
!m_mah
alex mencurigakan 🤔
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
Ida Sriwidodo
🤣🤣🤣😂😂😂
Nikma: Permisi kakak Auhor ...

Halo kak Reader, kalau berkenan mampir novelku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima Kasih😊🙏
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Ahahahh... astagaa.. aslik ngakak baca part akhirnya
Krik.. kriik.. 🤣🤣😅😅
feri marlinda
Luar biasa
aliya
bagus
komalia komalia
mobil nya kena gempa
komalia komalia
aku udah nebak pasti boneka yang jadi pelampiasan nya
komalia komalia
dasar ruhi bodoh nya Hahaha
komalia komalia
aku penasaran sama bingkisan asraf apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!