Erin, gadis cantik yang terpaksa menikah dengan seorang pria dingin harus mengalami kecelakan hingga membuatnya Koma, akankah cinta dari sang suami bisa membantu Erin untuk kembali sadar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon machrita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pura-Pura Amnesia.
eps sebelumnya
Seorang perawat suruhan Reymond sempat sedikit menyuntikkan racun ular ke kantong infus Erin, Erin pun pingsan namun sesegera mungkin dokter menyuntikkan anti bisa untuk menetralisir racun nya, Renz mengejar perawat gadungan itu di susul Jojo. Sementara Shemee yang panik bertanya siapa pria yang mau melenyapkan Erin kakaknya, ibu Renz pun mengatakan jika Reymond yang melakukan ini semua.
"Tante itu tidak mungkin, kak Rey itu orang baik, dia dulu guru kak Erin, bahkan kak Erin sempat menyukai kak Rey saat masih sekolah dulu." Kata Shemee.
"Tapi itu kenyataannya nak, semua yang terjadi adalah ulah Rey. Dia otak dari semua ini." Kata ibu Renz.
Ibu Renz mendekati Erin yang masih belum sadar karena obat penetralisir racun, nenek menangis karna hampir saja ia membuat kesalahan yang justru akan menghancurkan keluarganya yaitu menikahkan Renz dengan Shelo.
"Bu! Maafkan aku." Sedih ibu Renz memegang tangan ibunya.
"Bukan hanya kamu Nana yang salah, tapi aku juga merasa bersalah, hampir saja kita melakukan kesalahan untuk menikahkan Renz dengan Shelo." Tangis nenek.
"Kasihan Erin, aku bahkan sangat jahat padanya, aku ingin menebus kesalahanku kemarin, cepat sadar nak ibu ingin kamu tau jika ibu sudah sadar, ibu khilaf. Kamu bisa meluluhkan kerasnya hati Renz, kamu bisa melunakkan keras kepalanya Renz, ibu sangat berterima kasih padamu, jadi cepatlah sembuh." Tangis ibu Renz memegang tangan Erin.
Renz berlari sekencang mungkin sampai di parkiran orang itu terjatuh dan Renz akhirnya bisa menangkapnnya, Renz sangat marah dan hampir melayangkan bogemannya di wajah perawat gadungan itu.
"Katakan! siapa yang menyuruhmu." Bentak Renz ingin memukul perawat gadungan itu.
Awalnya pria itu tidak mau menjawab namun Jojo yang baru tiba mengancam akan memasukkannya kepenjara, akhirnya pria itu memberitahu jika dia di suruh Reymond.
"Apa! Kamu bilang Reymond yang menyuruhmu." Kejut Renz.
"Ya, dia membayarku 5x dari gajiku sebagai apoteker." Kata pria itu.
Renz meminta Jojo menelphon polisi untuk menahan pria itu, sementra Renz pergi ke rumah Shelo karena Renz tau pasti Reymond bersamanya.
Shelo dan Reymond sudah siap pergi meninggalkan Indonesia. Mereka sudah akan berangkat ke bandara.
"Jika kita lambat sedikit saja, polisi akan menangkap kita Rey. Aku tidak mau di masukkan kepenjara, bagaimana ini Rey. Kamu harus cari solusinya." Panik Shelo.
"Diam, kita tidak akan tertangkap ikuti saja aku dan kamu akan selamat dari hukuman gantung." Kata Reymond.
Reymond dan Shelo masuk ke mobil dan pergi, Renz terlambat beberapa menit saja. Mobil Reymond tepat berselisih di dekat rumah.
"Sial aku terlambat, kemana aku harus mencari mereka." Kesal Renz.
Jojo meminta seluruh kepolisian mengamankan setiap jalan, setiap pelabuhan dan juga bandara, Reymond tidak tinggal diam, ia tau Renz akan melakukan itu, Shelo dan Rey menyamar untuk mengelabui polisi hingga ia lolos dari rajia polisi. Di rumah Shelo, Renz menerima telphon untuk segera ke rumah sakit.
ternyata Erin mulai sadar, ia perlahan melihat semua orang di dalam ruangan, Shemee pun memeluk Erin. Shemee terus menangis karena takut kejadian kemarin terulang lagi.
"Kak! Kamu jangan tinggalkan aku lagi." Sedih Shemee.
"Tidak, aku sudah baik-baik saja. Lihat kan aku sangat kuat." Kata Erin. Ibu Renz mendekati Erin.
"Erin kamu mungkin belum mengenalku, tapi sebelumnya aku ingin minta maaf padamu nak, ternyata banyak yang tidak aku ketahui tentangmu, hampir saja aku menikahkan Renz dengan Shelo penjahat itu." Sedih ibu Renz.
"Ibu! Aku tau siapa kamu, aku merasa bermimpi kamu datang memelukku, aku tidak pernah membencimu karna aku tau kamu hanya ingin yang terbaik untuk Renz. Kamu ibu Renz berarti kamu juga ibuku." Kata Erin.
Renz berlari dan menghampiri Erin...
"Kamu sudah sadar, kamu baik-baik saja kan sayang?" Tanya Renz.
"Kamu siapa?" Tanya Erin menggoda Renz.
"Aku suamimu, walaupun kamu masih lupa denganku, aku tidak masalah yang penting kamu baik-baik saja." Kata Renz.
Erin tersenyum lalu tertawa kecil.
"Sebenarnya aku tidak pernah lupa ingatan Renz, aku hanya ingin mencari tau siapa sebenarnya Shelo karna saat aku tidak sadar aku seperti bermimpi Shelo selalu datang ingin mencelakaiku, tapi belum sempat aku membongkarnya dia sudah ketahuan duluan." Kata Erin.
"Jadi selama kamu sadar, kamu sudah mengenaliku dan tidak benar-benar Amnesia?" Tanya Renz dan di jawab anggukan Erin.
Renz memeluk Erin, ia begitu sangat takut kehilangan Erin, Renz sampai menangis.
"Aku tidak mau kehilangan kamu Erin, kita baru menikah tapi kamu sudah koma, belum sempat aku tau isi hatimu Erin." Sedih Renz.
"Kamu masih mau tau isi hatiku, padahal aku sudah begini dan kamu belum tau juga isi hatiku Renz!" gerutu Erin.
"Sekarang aku bisa merasakan sendiri bagaimana isi hatimu." Kata Renz.
"Apa?" Tanya Erin menggoda.
"Apa yang aku rasakan saat ini, itu juga yang kamu rasakan bukan." Kata Renz.
"Salah." Tegas Erin.
"Lalu apa!" Bingung Renz.
"Kenyataannya, isi hatiku lebih besar dan jauh lebih besar dari pada hatimu." Kata Erin tersenyum malu. Renz pun kembali memeluk Erin.
"Ehem! Sepertinya kita tidak di lihat disini nek, tante." Goda Shemee. Keduanya pun tersipu malu karna baru sadar jika mereka tidak hanya berdua.
"ohh ya kak, ternyata semua ini di dalangi kak Reymond." Kata Shemee.
"Apa! Apa kamu tidak salah." Kejut Erin.
"Yang dikatakan Shemee benar sayang, Reymond dalang dari semua bencana yang menimpamu, aku masih bingung motif dari Rey, kalau Shelo kita semua tau dia ingin merebutku darimu, tapi Reymond, kenapa dia mau melenyapkanmu, apa alasannya." Bingung Renz.
"Apapun itu kita akan tau saat mereka tertangkap." Kata Jojo masuk setelah kembali dari kantor polisi.
"Maksudmu!" Bingung Renz.
"Kita akan dengar kabar, kita hanya tinggal bersabar menunggu." Kata Jojo.
Dokter masuk mengecek keadaan Erin, Erin dinyatakan sudah lumayan membaik, Erin pun meminta untuk di rawat di rumah saja, ia tidak betah berada lama di rumah sakit, Dokter pun mengijinkan Erin pulang asal Erin harus rajin kontrol dan terapi berjalan.
Hari sudah sore, Erin sudah sampai di rumah. Renz mengurus semua yang di perlukan Erin, Shemee nenek begitu pun ibu rmRenz hanya jadi penonton saja karena Renz sendiri yang akan mengurus Erin.
"Setelah Erin benar-benar sehat kita akan mengadakan resepsi pernikahan yang kemarin tertunda." Kata nenek.
"Iya bu aku juga setuju. Sudah seharusnya mereka mengadakan resepsi." Kata ibu Renz.
Jojo bergegas masuk ke kamar Erin memberitahu berita baik.
"Kak, Shelo dan Reymond akhirnya tertangkap." Kata Jojo senang.
#Bersambung...
. semangat Up, ya