🌿PCDCG 🌿
Seberapa jauh pun kita terpisah
jika takdir menyatukan, maka keajaiban
pun akan datang.
- Lena & Lyon 🔆
Menceritakan tentang sepasang kekasih yang harus di paksa terpisah karena takdir dan di persatuan kembali oleh takdir itu juga.
Di sebuah kampus bernama Campus Galaksi yang akan menjadi tempat dan saksi bisu pertemuan sepasang kekasih yang telah terpisahkan dengan semua permasalahan yang akan mereka hadapi tentang cinta, masa lalu, dendam, iri, dan sebuah hubungan yang akan segera terkuak di tempat ini.
Apa saja rintangan yang akan mereka hadapi ke depan nya?
Apakah mereka akan dapat bersatu kembali seperti takdir yang telah memisahkan mereka?
Semua jawaban tersebut akan terkuak di cerita ini.
☘️ •••••☘️
PERJALANAN CINTA DI CAMPUS GALAKSI
☘️•••••☘️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sholeha Nurjanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Tak lama dari itu munculah sosok Sherly dengan nafas tak beraturan akibat berlarian untuk mengejar Ellena tadi.
"Ellena. Hosh... Hosh". Panggil Sherly dengan nafas yang terengah-engah itu.
"Gila! Nekad banget nih anak nyusul ke sini malem-malem". Batin Sherly yang sudah tak mengerti jalan pikiran Ellena, sedangkan sang empu masih sedang nyaman dalam pelukan Sang kekasih.
Ellen yang ada di sana pun di buat bingung dengan kehadiran Sherly yang tiba-tiba berada di antara mereka.
"By. Kamu cerita?".Tanya Ellen setelah berdiri tepat di depan Sherly. Namun, perlu beberapa menit untuk Sherly menjawab.
"Udah". Jawab Sherly setelah nafasnya kembali normal.
"Kita pergi!". Sahut Ellen langsung menarik tangan Sherly tanpa menunggu jawaban dari Sang empu. Sherly pun hanya mendengus kesal, baru saja ia dapat bernafas lega, tapi tunangan super cueknya itu malah langsung menarik nya pergi.
mau bagaimana lagi sepasang kekasih itu pun pergi meninggalkan sepasang manusia bumi yang sedang melebur rindu dan menunggu nya di parkiran kampus.
Setelah sekian lama berpelukan mereka pun akhirnya saling melepaskan dan menghapus air mata satu sama lain.
"Kenapa nangis? Jadi jelek mukanya". Tanya Elyon dengan lembut sambil tersenyum kecil.
"Hiks. Maaf, Lena lupain Lyon". Jawab Ellena sambil sesegukan.
"No problem, Lena. Ini sudah menjadi garis takdir". Balas Elyon yang menempelkan dahinya ke dahi Ellena sambil terus mengelus lembut pipi perempuan itu bermaksud untuk menenangkan nya.
"Kenapa Tuhan jahat?". Tanya Ellena yang tak terima di permainkan oleh takdir seperti ini.
"Kalau jahat kita ngak mungkin bertemu lagi". Kata Elyon sambil mendekap kepala Ellena untuk memberikan kehangatan padanya. Ellena pun kembali menangis dengan memori-memori masa lalu yang terus berputar di dalam otaknya.
"Sejauh apapun kita berpisah, kalau kita memang jodoh takdir pasti akan mempertemukan". Kata Elyon masih berusaha menenangkannya.
"Tetap ajah ini ngak adil!". Kata Ellena masih tak terima sambil melepaskan dekapan Elyon,
lalu tangan kekar Elyon pun menghapus air mata perempuan itu dengan lembut.
"Syutt! Anggap ajah ini ujian, Tuhan sayang Lena karena itu kita di uji agar kamu mendapatkan pasangan hidup baik". Jelas Elyon mencoba memberi pengertian padanya.
"Dan lihatlah, aku memang pantas untuk kamu karena berhasil melewati ujian ini". Lanjut Elyon.
"Huft. Terimakasih, sudah mau bertahan". Kata Ellena mencoba ikhlas dengan jalan takdir.
"Too". Balas Elyon tersenyum kecil dan mereka pun menikmati tatapan satu sama lain yang terasa dunia berhenti sejenak untuk mengobati rasa rindu mereka tabung.
"Mau ikut ke suatu tempat?". Tawar Elyon dan di balas tatapan bingung oleh Sang empu.
"Huft. Ya udah deh". Balas Ellena pada akhirnya setuju dengan hati di penuhi oleh rasa bingung sekaligus penasaran.
"Ya udah. Yuk! Kita turun, kasihan Kak Ellen dan Kak Sherly nungguin kita di bawah". Ajak Ellena mulai merasa bersalah telah merepotkan sepasang kekasih itu. Lalu Elyon pun segera menggandeng tangan Ellena dan langsung di balas genggaman tangan oleh Sang empu.
Kemudian mereka pun segera turun dan pergi menuju ke arah parkiran kampus untuk menemui Ellen dan Sherly yang sedang menunggu mereka dan tak butuh waktu lama mereka pun sampai di parkiran.
"Cie! Ada yang lagi ngerasain cinta lama bertemu kembali nih!". Goda Sherly pada sepasang manusia bumi yang sedang kembali jatuh cinta.
"Apaan sih?!". Balas Ellena memasang wajah malu.
"Jangan di goda Kak". Kata Elyon sebenarnya suka melihat raut wajah Ellena yang sedang malu, tapi ia juga kasihan melihat kekasihnya terus di goda seperti ini.
"Bang. Gw culik adik lo bentar". Lanjut Elyon secara tiba-tiba dan menimbulkan kebingungan oleh Sang empu.
"Hmm. Jangan ke maleman!". Balas Ellen memang sudah mempercayakan adiknya pada Elyon yang notabenya adalah Calon adik iparnya.
Sepasang manusia bumi itu pun segera memasuki mobil sport milik Elyon dan melaju pergi menuju tempat yang Elyon ingin datangi bersama Calon istrinya itu.
Demikian juga dengan Ellen dan Sherly yang segera pergi dengan mobil sport masing-masing menuju kediaman Carion Anggara, sedangkan satpam penjaga di sana segera langsung mengunci gerbang kampus tersebut.
Setelah sekian banyak jalan penuh pepohonan yang di lewati hingga banyak menit mereka yang habiskan. Akhirnya mereka sampai juga di tempat yang tak pernah perempuan itu sangka sebelum nya.
"Wah! Daebak, ini tempat apa kok indah banget?". Kata Ellena terkagum-kagum dengan tempat yang di penuhi oleh banyak warna hijau alami yang berasal dari alam.
"Kita ada di L-WORLD". Balas Elyon memunculkan kebingungan dalam diri Ellena.
"Maksudnya???". Tanya Ellena penuh bingung.
"Aku yang bangun tempat ini. Kenapa tempat ini di beri nama L-WORLD? Karena tempat ini berisi semua impian kita". Lanjut Elyon yang sayangnya masih belum bisa Ellena pahami.
"Huft. Maksudnya itu di tempat ini semua yang kita impikan ada di sini, ada danau dengan jembatan di atasnya, ada rumah sederhana di pinggir danau, ada taman bunga yang kamu impikan. Lalu ada lapangan basket dan sepak bola". Jelas Elyon berusaha menjelaskan sedetail mungkin dan sekarang perempuan itu pun terlihat mulai paham dengan sambil memperhatikan pemandangan yang di jabarkan oleh Elyon tadi.
Arah pandang pun di buat kagum dengan keindahan alam yang sudah lama ini dia imajinasikan dalam pikirannya.
Lihatlah tempat ini seperti lukisan ada gunung yang membentengi danau, ada jembatan yang menghubungkan arahnya dan segala hal yang telah di sebutkan oleh Elyon.
"Lihat! Di sana ada rumah pohon yang kamu pingin dulu!". Kata Ellena penuh semangat dan berhasil memunculkan rasa puas serta bahagia di wajah Elyon.
"Tapi kenapa kamu bangun tempat ini? ". Tanya Ellena menatap bingung Ellena.
"Bukan hanya aku tapi juga akan yang mendukung tempat ini. Walaupun jauh, tapi tempat ini berisi semua imajinasi kita selama ini. Sebenarnya ini hadiah anniversary ke tiga kita buat kamu". Jawab Elyon sedetik kemudian bahagia itu berubah menjadi murung.
"Tapi takdir menginginkan kamu tahu hadiah itu di hari ini". Lanjut Elyon yang. Tanpa dia duga langsung di peluk hangat oleh Ellena.
"Terimakasih walau terlambat". Balas Ellena yang sangat mengapresiasi ketulusan Elyon yang bahkan membela-bela kan memberi tempat ini yang pastinya dengan harga malah, lalu merenovasinya tanpa merusak alam.
"No problem. Sudah sewajarnya dalam hubungan memang seharusnya saling membahagiakan". Balas Elyon yang bersyukur jika Ellena menyukai hadiah Anniversary ke tiga mereka di tiga tahun lalu.
"Entah. Harus se-bersyukur apa aku karena Tuhan telah menyatukan juga mempertemukan kita kembali". Batin Ellena penuh rasa bersyukur dengan nikmat yang telah Tuhan berikan.
BERSAMBUNG....