NovelToon NovelToon
Mafia'S In Love

Mafia'S In Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Sudah Terbit / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / CEO / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:39.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sisca Nasty

“Hatiku juga terluka parah karena ini. Setiap detik kau hadir dalam pikiranku." ~Serena Wang

Serena adalah seorang mafia, pembunuh bayaran tanpa belas kasih. Sebuah kecelakaan, membuat Serena melupakan dunia gelap yang ia miliki.

Kehidupan Serena yang baru di mulai, sejak ia menikah dengan CEO muda bernama Daniel. Pernikahan karena perjodohan sangat sulit menimbulkan rasa cinta.

Tapi takdir berkata lain. Serena berhasil meluluhkan hati Daniel. Di waktu yang sama, saat pria masa lalunya kembali muncul.

Hingga akhirnya, Serena kembali mengingat semua memori yang telah hilang.

Akankah Serena meninggalkan Daniel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usaha Biao Part. 2

Satu jam sebelum serena bangun . . .

Daniel sudah menunggu Biao di restoran. Masih dengan wajah yang murung. Suasana hatinya masih sama, seperti beberapa jam yang lalu. Entah kapan ia tidur dan entah kapan ia bangun. Dengan sebuah setelan santai, Daniel duduk menunggu kehadiran Biao di sana.

Daniel menatap ke arah pintu restoran. Biao baru saja tiba di restoran itu. Beberapa pelayan, membukakan pintu untuk Biao masuk ke dalam restoran. Biao melangkah cepat, mendekati posisi Daniel saat ini.

“Selamat Pagi, Tuan.” Biao membungkuk hormat, di hadapan Daniel.

“Duduklah Biao,” ucap Daniel singkat.

Tanpa banyak basa-basi lagi, Biao mengutaran isi hatiya. Ia tidak ingin mengulur waktu terlalu lama lagi.

“Tuan, Nona Serena dan ….” ucapan Biao terbata-bata. Hatinya masih ragu, untuk menyebutkan nama Kenzo dihadapan Daniel.

“Apa hubungan mereka?” sambung Daniel cepat.

“Pria itu yang menolong Nona Serena, dari peristiwa penembakan beberapa hari yang lalu Tuan.”

“Menolong?” tanya Daniel kaget.

“Iya Tuan, saya mendapat informasi dari Diva. Kalau Nona Serena dengan pria itu, tidak saling kenal.” Biao menatap wajah Daniel.

“Apa kau yakin Biao?” tanya Daniel dengan tatapan tidak percaya.

“Saya yakin Tuan, kalau mereka tidak saling kenal. Pertemuan mereka yang kedua ini, tidak direncakan oleh nona Serena. Saya sudah memeriksa nomor handphone Nona Serena, kalau tidak ada pesan atau panggilan dari pria itu.”

“Jadi, bukan Serena wanita yang menyebabkan kekacauan waktu itu.”

“Bukan Tuan, maafkan saya yang sudah membuat masalah ini, Tuan.”

“Tidak Biao, kau sudah bekerja sesuai yang ku harapkan. Sebaiknya kau kembali ke kantor, dan selesaikan semua masalah yang terjadi di sana. Aku akan pulang bersama Serena ke rumah, untuk menjumpai mama.”

Biao beranjak dari duduknya, membungkuk hormat di hadapan Daniel, “Baik Tuan.” Biao melangkah pargi, meninggalkan Daniel sendirian di sana.

“Kenapa aku tidak mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu,” ungkap Daniel penuh rasa bersalah terhadap Serena.

Daniel mengambil sebuah Handphone yang terletak di atas meja, jarinya terhenti pada nama seseorang dan segera menghubunginya.

“Kirimkan baju ke apartemen secepatnya. Untuk istriku.” Panggilanpun terputus.

Daniel beranjak dari duduknya, dan melangkahkan kakinya ke arah lift. Hatinya kini di penuhi rasa bersalah, karena sudah menilai Serena seburuk pemikirannya. Hingga saat Daniel tiba di kamar, ia melihat Serena yang masih tertidur pulas.

Daniel berdiri di pinggiran tempat tidur.Menatap wajah Serena yang terlihat sedih, karena kejadian semalam. Daniel menghusap lembut pucuk kepala Serena, karena merasa bersalah.

“Aku akan membuatkan sarapan untukmu.” Daniel keluar dari kamar, dan menuju ke sebuah dapur yang ada di sudut ruangan itu.

Dengan keahlian tersembunyi yang dimiliki oleh Daniel, ia memulai ritual memasak nasi goreng spesial buat Serena. Tidak lupa ia menyajikan dua gelas susu yang masih hangat. Daniel memang sudah memiliki bakat memasak sejak ia sekolah di luar negeri. Sikap Ny. Edritz yang selalu memanjakan dirinya tidak membuat Daniel terbuai menjadi sosok yang selalu berharap bantuan orang lain.

Masakan pertama yang ia masak khusus itu, ia peruntukan sebagai permohonan maaf kepada Serena. Senyuman mulai melukiskan kebahagiaan yang kini ada di hatinya. Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Biao, membuat hatinya merasa senang dan terbebas dari beban yang sempat memenuhi isi kepalanya.

Kini Serena dan Daniel sudah berada di meja makan yang hanya memiliki dua kursi. Mereka duduk dengan saling berhadapan. Pandangan Daniel masih fokus pada wajah Serena yang kini sedang melahap sendokan pertama nasi gorengnya.

Kenapa dia menatapku seperti itu, apa dia ingin menghukumku lagi. Dan untuk apa ia memberiku makanan, jika ingin menyiksaku lagi.

Hati Serena terus saja dipenuhi pertanyaan yang tidak memiliki jawaban.

“Apa kau menyukai nasi goreng itu?” tanya Daniel memecah keheningan.

“Iya, dari mana kau memesan nasi goreng ini.” Serena meletakkan sendok dan mengambil gelas yang berisi sebuah susu hangat.

Jika aku bilang aku yang memasak semua ini, dia akan jadi besar kepala.

Daniel diam untuk sejenak.

“Daniel .…” ucap Serena dengan tatapan serius kepada Daniel.

“Aku tidak tahu dari mana datangnya, makanan ini sudah tersedia saat aku kembali ke kamar beberapa jam yang lalu,” jawab Daniel penuh kebohongan.

“Benarkah?” tanya Serena masih tidak percaya. Serena terus memperhatikan wajah Daniel, yang terlihat salah tingkah.

“Sebaiknya cepat selesaikan sarapanmu, kita akan segera pulang ke rumah.”

Daniel menatap Serena dengan tatapan tajam. Ia tidak ingin membahas nasi goreng itu lagi.

“Baiklah.” Serena melanjutkan makannya, dan menghabiskan semua makanan yang sudah tersedia di piringnya.

“Apa kau masih marah padaku Serena.”

Perkataan Daniel membuat Serena tersedak, Satu kata yang tidak mungkin terucap dari bibir Daniel. Serena menatap wajah Daniel dengan seksama, untuk menyakinkan dirinya. Kalau sosok yang kini ada di hadapannya, benar Daniel adanya.

“Daniel … apa kau sadar mengatakan hal itu?”

“Apa kau ingin mencari masalah baru denganku, Serena.” Daniel melirik ke arah Serena. Meletakkan gelas yang sudah kosong ke atas meja.

“Tidak. Seharusnya aku yang meminta maaf, Daniel. Karena selalu saja merepotkanmu. Aku terbiasa hidup sederhana dengan papa. Jadi aku tidak pernah mengerti, kehidupan orang kaya seperti kalian,” jawab Serena sambil menundukkan kepalanya.

“Hidup sederhana? Apa maksudmu Serena? Kau putri tunggal dari Tuan Wang,” ucap Daniel kaget.

“Iya, aku memang putri tunggal. Tapi kehidupan kami tidak sama seperti kalian, Daniel.”

“Kau bercanda, Serena.” Daniel mengambil tisu, dan membersihkan mulutnya.

“Bercanda?” tanya Serena mulai bingung.

Tut…tut…. Suara Handphone Daniel berdering.

Daniel melirik ke arah Serena, sebelum mengangkat panggilan masuk itu.

“Iya, Ma. Kami akan segera pulang. Ini sudah mulai siap-siap, mau berangkat. Iya, Ma.”

Entah apa yang sedang di bicarakan oleh Ny. Edritz di telepon. Tapi Ny. Edritz seperti punya firasat, untuk mengganggu pembicaraan serius itu. Satu cerita yang sudah mulai mengarah ke arah masa lalu Serena.

“Apa kau sudah selesai, Serena?” Daniel beranjak dari tempat duduknya.

“Sudah, apa kita akan berangkat sekarang?” Serena mendongakkan kepalanya, memandang ke arah Daniel yang berdiri.

Hanya menganggukkan kepalanya, Serena sudah mengerti maksud dari anggukan itu. Serena masuk ke dalam kamar, untuk mengambil tas yang selalu saja menjadi tas favoritnya itu. Daniel menunggu Serena di depan kamar. Keduanya berjalan beriringan, melewati lorong apartemen. Di dalam lift, keduanya hanya diam tanpa kata. Sesekali Serena melirik penampilannya, melalu kaca yang mengelilingi lift itu.

Kini Daniel dan Serena sudah berada di lantai dasar apartemen. Beberapa pengawal sudah menyambut Daniel dan Serena. Sebuah mobil juga sudah di siapkan. Dengan hati yang mulai tenang, Serena sudah bisa meluPakan luka yang terjadi tadi malam.

Aku tidak tahu, kenapa kau memiliki sikap yang lembut dan terkadang berubah menjadi menyeramkan seperti tadi malam.

Serena memandang Daniel yang kini ada di sampingnya, "Ketenangan ini selalu kuharapkan, Daniel.”

1
Anju Toreg
ceritanya jalan di tempat,
Sunny Kwok
Luar biasa
Debbie Teguh
yah namanya novel ya halunya tinggi, cerebral palsy bs sembuh/Grin/
Debbie Teguh
akhirnya bs napas lega aku/Shy/
Sun Dari
ini novel kesukaanku... baca berulang ulang juga tidak bosan
Ris Ki
sudah baca novel ini berkali2 tetep gak bosan
cerita gak pernah bikin bosen
bahkan bab yg mengandung bawang tetep bikin nangis meski sudah di baca berkali2
Ris Ki
kenapa novel ini walau sudah di baca berkali2 tetep bikin mewek /Sob//Sob//Sob/
Sisca Nasty: Terima kasih Kak. bisa baca novel baru saya. berjudul Perpisahan Kedua
total 1 replies
👑 sᷧɪᷢᴛᷧᴀᷤ 💣
kangen baca ulang
ɖơ℘🎌VhieVhien'S L.A 🏔🕊<_
Saya akan membacanya 👍🏻👍🏻👍🏻
Chalista elisyaa
kerenn
Chalista elisyaa
terbaik
Nuer Aini Ramadhan
setelah bertahun2 akhirnya aku baca ulang
saking bagus nya novel ini
tak bisa move on
Sisca Nasty: Setelah selesai baca Serena bisa baca novel baru saya KK. judulnya tawanan dua mafia.
total 1 replies
Lyn
cuss meluncurrrrr
👑 sᷧɪᷢᴛᷧᴀᷤ 💣
ku baca ulang krn rindu
Sisca Nasty: ❤️ nanti baca novel baruku juga ya
total 1 replies
Lina Marlina
Luar biasa
Lina Marlina
Lumayan
Asl Ace
salah si shabira gak ngejelasin semua nya
Misdina Ningsie Panggabean
zeoron sakit tapi lebih sakit Daniel jika Serena memilih kembali pada zeoron. karena dari awal Daniel tidak merebut Serena dari zeoron tapi takdir yang mempersatukan mereka.. tidak semua masalahku atau orang lama pemenangnya
Kartika Dewi
nyimak dulu kak
Abd Rahman
udh ke sekian kali mengulang baca,sampai ganti akun tetap aja cri novel ini,seruuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!