NovelToon NovelToon
T O H

T O H

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:411.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cacak Endik

Jaka adalah sosok pemuda yang tidak biasa pada umumnya seperti pemuda lain kebanyakan. Terlahir sebagai putra dari pasangan Abah Wachid dan Umi Epi. Jaka mewarisi pengetahuan luas keagamaan dari sang Kuat sakti Mandra guna yakni Abahnya sendiri.

Ditengah tingkahnya yang kocak dan polos Jaka memiliki kepribadian lain yang ia sembunyikan dari kedua orangtuanya dan orang disekitarnya. Yakni kepribadian sebagai pemburu dan pemusnah roh halus.

Jaka juga tergabung dalam sebuah organisasi rahasia yang dibentuk oleh sang guru yakni Haji Kasturi seorang sosok kiai misterius dan sangat linuweh atau sakti tanpa tanding.

Bersama Putri kekasihnya yang pada akhirnya menjadi rekan Jaka memberantas ilmu hitam dan para setan yang menggoda manusia di kota Jombang dan sekitarnya.

Sang kekasih Putri adalah putri dari teman Abah Jaka yakni Abah Hadi juga sang kyai sakti dari kota Kediri.

Novel ini berkisah tentang perjalanan Jaka dan Putri dalam menegakkan Panji-panji Islam dan kebenaran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cacak Endik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mode Api Amarah

Mbah Yono tengah bersila menghadap Dewi gaib dengan menyatukan kedua telapak tangan layaknya salam hormat pengabdian. Sang Dewi hanya tersenyum sambil terus menari mengibaskan selendang hijau yang melilit di pinggangnya ke kanan dan ke kiri.

Suara gamelan mulai muncul seirama tarian Dewi gaib namun entah bersumber dari mana dentingan dawai gamelan bergema tanpa wujud, karena memang tidak ada seperangkat alat gamelan di sana yang di tabuh. Bahkan pemukiman warga berjarak setengah kilo meter itu jua satu-satunya rumah terdekat adalah rumah pak rt.

Nyiur lambaian dedaunan pisang agaknya seirama dengan tarian sang Dewi yang mulai menyeringai dengan tawa yang menyeramkan.

Hihihi.... hihihi... hihihi...

Terdengar jelas menggema melewati sela-sela pepohonan pisang di kanan kiri Mbah Yono.

“Dik.., Dik Dava, hey sadar..., itu setan bukan gadis perawan, haduh ini anak...,” kata Jaka memegangi Dava yang mulai terhipnotis oleh kecantikan dan pesona sang Dewi.

Namun Dava seakan terbius haus akan alunan tarian dan kemolekan tubuh Dewi gaib sehingga ia terus memandang kearah Dewi meronta saat dipegangi Jaka hendak menuju sang Dewi gaib.

“Ini bahaya kalau tidak lekas aku bawa menjauh nih anak bisa-bisa ketahuan Mbah Yono kalau kita sedang mengintip,” kata Jaka terus memegangi Dava namun begitu pula Dava terus meronta.

Mbah Yono kini ikut menari seirama gerakan Dewi matanya tak berkedip mengikuti lekuk tubuh dan tarian Dewi gaib. Entah kenapa kabut semakin tebal datang menyelimuti area kebun pisang di barengi dengan angin yang tiba-tiba pula datang membawa hawa dingin menusuk tulang. Sementara suara riuh gesekan antar dahan dedaunan pohon pisang membawa suasana semakin mistis.

“Haduh, kalau begini kejadiannya kenapa tadi aku ajak Dava untuk ikut ya, tau gitu tidak aku suruh ikut,” kata Jaka terus memegangi Jaka yang makin meronta-ronta ingin ikut menari.

Akhirnya pegangan Jaka terlepas juga Dava berlari ke arah Mbah Yono dan sang Dewi yang tengah menari untuk ikut menari.

“He..., Dava..., aduh ciloko Iki...!,” teriak Jaka mengejar Dava.

Hampir saja Jaka memegang kembali tangan Dava yang tengah berlari sesosok pocong tiba-tiba menampakkan diri pas di depan Jaka. Si pocong menyeringai dengan penuh kengerian tawanya yang khas penuh aroma Kematian dibuntal kafan lusuh, kotor dan penuh belatung.

Buk...

Jaka yang kaget karena kehadiran pocong secara tiba-tiba di hadapannya seketika jatuh terduduk, “Astagfirullah haladzim,”

Mendung di langit atas kebun pisang mulai berarak hitam dan pekat, gerimis mulai berjatuhan membasahi daun-daun pisang,

“Haduh lengkap sudah penderitaan ku,” celetuk Jaka mulai kesal.

Kini Dava sudah bergabung bersama Mbah Yono menari penuh penghayatan bersama Dewi gaib. Seakan mereka hanyut dalam bius fatamorgana lenggak dan lenggok sang Dewi gaib.

Jaka berusaha untuk menghindari pocong agar bisa menjangkau Dava dan kembali menyeretnya menjauh agar tak terbius oleh ilmu gendam si setan penari namun tidak bisa semakin ia menghindar semakin bertambah sosok pocong hingga telah melingkari Jaka.

Jaka tidak berkutik di tengah-tengah lingkaran beberapa sosok pocong. Gamelan terus berbunyi Dava dan Mbah Yono terus menari dan hujan semakin deras saja.

.........

Di atas kasur busa Putri nampak berbaring dengan mata yang masih terbuka belum jua dapat terpejam. Hatinya tengah gelisah mengingat kata-kata Jaka.

Sebenarnya Putri sangat menyesal, karena iya Jaka harus pergi tengah malam ke kebun pisang untuk menyelesaikan tugas kak Vivi. Putri menjadi sangat khawatir dengan kekasihnya takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

“Ah Jakaku kan cowok super, kesatria yang tangguh, waktu di rumah Pak Haji Sugian buktinya ia bisa kalahkan beberapa hantu aku pun secara tidak sengaja melihatnya sendiri. Pertama saat aku hendak mengambil air minum di dapur aku melihat Jaka bertarung dengan bayi bajang dan menang,” gumam Putri bicara sendiri.

Dur... geledur...

Lap... lap... tar... tiar...

Suara geluduk dan petir menyambar-nyambar diluar jendela kamar tempat Putri tidur, “Allahuakbar...,” teriak Putri spontan kaget langsung turun dari atas kasur.

“Ya Allah Jaka sayang semoga tidak kenapa-kenapa ya...?!,” kata Putri sambil mengintip hujan yang makin derasnya di luar jendela.

“Ia, iya Jaka maafkan aku, karena aku tadi siang memasang wajah memohon sehingga kamu harus menuruti Kak Vivi, cepat Pulang Jakaku aku janji deh apa yang kau minta aku turuti walau lebih dari waktu di rumah Pakdemu,” gerutu Putri mulai gelisah memikirkan Jaka.

........

“Hei..., hei..., Mbah Yono itu Dafa.., dia Adik ku Mbah Yono woi...!!,” teriak Jaka saat melihat Dava yang tengah menari hendak di jerat lehernya dengan seutas benang oleh Mbah Yono dari belakang.

Jaka tidak mampu berkutik dan beranjak dari lingkaran yang di buat beberapa pocong. Sedangkan Dava mulai mendelik, melotot kesakitan, karena lehernya dijerat seutas benang oleh Mbah Yono.

“Mbah Yono jangan, dia juga keponakan Pak Haji Sugian teman baik mu Mbah,” kata Jaka terus berteriak agar Mbah Yono melepaskan jeratan di leher Dava.

Argh... Argh... Argh...

Dava merintih kesakitan menggelinjang, meronta layaknya seekor kambing yang hendak disembelih.

“Dava....!!,” teriak Jaka

Seketika Jaka yang berada di tengah lingkaran yang dibentuk oleh beberapa pocong. Tiba-tiba tubuhnya dililit kain kafan penuh di sekujur tubuhnya persis seperti mumi. Jaka terjatuh jua akhirnya.

Bruk....

Tubuh Jaka ambruk ke tanah sedangkan hujan badai semakin deras, angin makin berhembus kencang tak berarah, petir menyambar menggelegar ada pula pohon pisang beberapa yang terkena Sambaran petir sehingga terbelah menjadi dua.

..........

Putri semakin gelisah tak karuan iya nampak mondar-mandir di samping tempat tidur dengan sekali-kali mengintip ke jendela melihat keluar apakah Jaka dan Dava sudah pulang, namun berkali-kali ia melihat keluar dari jendela, memandang ke arah gerbang depan belum jua ia dapati sosok Jaka dan Dava pulang.

Putri sangat khawatir perasaannya seakan bercampur aduk antara ingin menyusul ke kebun pisang atau tetap di dalam kamar seperti pinta Jaka.

“Ahhhhh..., kesalkan jadinya aku kalau begini Jaka cepat pulang...," gumam Putri.

“Jahat sekali kamu Jaka buat aku menunggu dan khawatir kayak gini,” kata Putri mulai meneteskan air mata di pipinya.

.......

Dari sela-sela pocong yang tengah membuat lingkaran terhadap Jaka ada sebuah cahaya melesat kuning kehitam-hitaman namun menyala layaknya api.

Sret... wing...

Meluncur deras kearah Dewi gaib yang tengah asyik menari, cahaya tersebut berubah memanjang dan mulai melilit dengan cepat tubuh Dewi gaib. Layaknya sebuah tali yang kuat dan kencang terus menyeret sampai ke sebuah pohon pisang, mengikat sang Dewi di sana.

Sedangkan beberapa pocong yang sedari tadi membuat lingkaran tiba-tiba menjerit seram tubuhnya terbakar sebuah api hitam, entah kenapa api itu berwarna begitu hitam namun tetap terlihat membara melahap setiap jengkal tubuh pocong membuatnya menjadi abu.

Jaka mulai bangkit lilitan kain kafan yang tadinya membungkus tubuh Jaka seperti mumi tak bersisa terbakar oleh api yang terus menyala besar keluar dari tubuh Jaka. Kini seluruh persendian dan sel-sel tubuh Jaka seakan mengeluarkan bara api hitam.

Jaka mulai berteriak namun kini suaranya agak berat seakan bukan Jaka yang bicara, “ Hai Yono, kau menggali lubang mautmu sendiri karena memaksa ku untuk menampakkan wujud asliku..,” teriak Jaka.

Mbah Yono yang dari semula hanya berpura-pura terhipnotis oleh tarian Dewi gaib mulai ketakutan seraya melepas jeratan di leher Dava sehingga Dava ambruk ketanah tak sadarkan diri.

Mbah Yono mulai gemetar melihat sosok di depanya bukan lagi Jaka yang ia kenal, karena Jaka sudah berubah sepenuhnya menjadi sesosok api hitam berbentuk manusia. Mbah Yono hendak berlari kabur namun belum jua sempat berlari, baru saja menggerakkan tubuhnya melawan arah dari pandangan Jaka. Jaka sudah saja berdiri di hadapannya.

“A, a, ampun Nak Jaka, maaf Mbah khilah..,” kata Mbah Yono mulai gemetar.

“Sebenarnya Mbah hanya ingin mengambil selendang sang Dewi penari, tidak berniat menyelakai Dava,” kata Mbah Yono yang tadinya nampak hebat sekarang bergidik ngeri mengeluarkan keringat dingin melihat sosok Jaka yang begitu terbakar.

“Kau sudah membangunkan api yang tengah tertidur Mbah, kau memaksaku menunjukkan sifat amarahku,” kata Jaka sambil memegang pundak Mbah Yono dan Mbah Yono mulai kesakitan merasa perih, karena memang apapun yang dipegang Jaka dalam wujud ini pasti akan terbakar.

“Terimalah tatapan ini Mbah, inilah pengetahuanku dari sang kuasa bukan dari setan sepertimu. Terimalah ilmu tatapan penghancur Jiwa ini, yang membakar jiwa penuh dosa seperti mu,” kata Jaka.

Seketika tubuh Mbah Yono ambruk tak bergerak tak bernafas dan mulai hangus terbakar lalu menjadi abu.

Haaaaa..... Haaaaaa.... Haaaaa....

Jaka terus berteriak membahana tak bisa mengontrol kekuatan dalam mode perubahan api amarah.

Sehingga tidak sadar kalau Dava tengah terbaring di sebelahnya yang bisa saja terbakar oleh api hitam yang terus membesar dari tubuhnya.

_

_

_

1
Putra_Andalas
gk ada lagi pangkat Kopral di Kepolisian.
Nurma Yanti
assalamualaikum...
kang dalang, Sari N,Hasan Jaelani salam hangat dan ketemu lagi sama saya Nurmayanti
Nurma Yanti: iya...hp yg lama mati sama kartu y juga hangus...jadi lupa password y
total 2 replies
mira aprilia ceristi
ok
Ika Ika
keren kak . tulisan nya jg rapi
Andik Jana
tak kusangka ini bagus
Andik Jana
selalu seru ya ceritamu Thor
virgoun
seru ceritanya 1like
MR JON
nah loh malah serem kan
MR JON
widih sungguh diluar nalar tulisan ini
Jaka Samar
seru ya
Kirana love💓
halo aku datang mau mulai baca dulu ya kk
💯Fhashyafira✅
wih keren👍
Hanisullah Ilyas
bagus..
Jaka Samar
ini Author andalan ini
Jaka Samar
mantap lah mantap
Diankeren
kyk'y si Putri kmasukan Jinny oh Jinny dah tu 🤭 mka'y lenjeh
Diankeren
mantaab.... ilmu lgi
bola sgde bola sepak mahh lmyn x tor😁
Diankeren
oh Bru tau Eike pulung tu mlm kprabuan. tau'y cuma dri kiasan ketiban pulung 😁 dpt
ilmu Bru dri nvel mu tor 👍🏻
Diankeren
oh iya mo nnya nihh mang TOH arti'y apa sihh tor ?
Bagus Effendik: makasih loh kak Dian baik deh 😁
total 3 replies
Andra Djatmika
seru juga tidak kalah seru dari scuel atau novel keduanya TOH Level Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!