NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:282.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: mutiara

Awalnya semua begitu indah untuknya. Memiliki keluarga yang sempurna dengan ayah dan ibu yang sangat mencintai dan menyayanginya, tapi kebahagian itu hanya sementara. Cinta pertamanya di dunia ini direnggut darinya, seketika semuanya berubah menjadi duka.

Kehidupan baru mulai dijalani saat seseorang datang dan dikehidupan ibunya. Menjadi anak tiri dari seorang pengusaha yang sukses dan hidup dengan kemewahan yang dirasakannya.

Tapi..., semua tidak seindah yang dijalaninya. Hanya ada kesedihan yang dirasakannya karena penghinaan yang didapatnya dari orang yang sangat disayanginya.

Wanita itu hanya berharap mendapatkan kebahagian, memiliki sosok pelindung yang baru untuknya. Sampai akhirnya sebuah takdir kehidupan yang tak terduga, menikah dengan seorang pria yang tak dikenalnya.

Tidak ada cinta,tidak ada kebahagian yang dirasakannya, hanya ada sebuah rahasia besar yang tersimpan di dalam pernikahan itu.

Hanya menunggu kapan Rahasian itu terbongkar dan menjadi Bom waktu di pernikahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mutiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 Keberangkatan

Didalam kamar, Kenichi duduk disebuah sofa dengan pandangan mata yang tertuju kearah pintu. Dia melirik jam tangannya, menunggu kehadiran Gwen yang belum kembali dari kamar sakura. Terdengar bunyi seseorang membuka pintu dari luar, dilihatnya Gwen yang membuka pintu itu dan menutupnya sangat pelan.

"Dari mana saja kamu?"

Gwen langsung membalikan badannya, dia melihat wajah kenichi yang terlihat marah, rahangnya menegang dengan mulutnya yang terkatup rapat. Baru kali ini dia melihat ekspresi kenichi seperti itu memandanginya, Gwen bahkan sama sekali tidak berani menatap kedua mata Kenichi yang terus menatapnya.

"Apa kamu tidak mendengar pertanyaan ku?"tanya Kenichi.

"Aku mendengarnya", jawab Gwen.

"Lalu kenapa kamu tidak menjawabnya?"tanya Kenichi, wajahnya mengeras.

Ketakutan yang dirasakannya membuatnya shock, sehingga dia tidak sanggup membuka mulutnya dan menjawab pertanyaan Kenichi.

"Aku baru saja dari kamar kak sakura",jawabnya dengan suara yang terbata-bata.

"Untuk apa kamu pergi kesana?" Apa kamu tidak tahu ini sudah jam berapa?" Sakura sedang hamil dan membutuhkan istirahat, kehadiranmu disana sudah menggangu jam istirahat nya", gumam Kenichi, dia benar-benar terlihat begitu garang menatap Gwen.

Sikap yang ditunjukkan Kenichi ini membuat Gwen sadar, bahwa Kenichi sama sekali tidak peduli sedikitpun dengan apa yang dirasakannya. Dia bahkan tidak peduli jika ucapannya ataupun tindakan yang dilakukannya saat ini bisa melukainya.

"Kenapa kamu harus semarah itu kepadaku?" Aku tahu bahwa ini sudah larut malam, tapi kak sakura tadi yang memintaku ke kamarnya, bukan aku yang mendatangi kak sakura. Bisakah, kamu bertanya dengan baik kepadaku? Apa harus dengan cara marah-marah seperti ini?"tanya Gwen.

Kenichi hanya diam, Gwen mencoba menarik napasnya dalam-dalam untuk menenangkan dirinya. Sikap Kenichi sungguh berlebihan, padahal dia tidak perlu bersikap seperti itu. Dia sama sekali tidak mengerti mengapa Kenichi harus bersikap seperti itu dengannya.

"Sudah malam, tidurlah.Besok kita akan berangkat ke bandara pagi-pagi", ucap Kenichi.

"Tunggu..., bandara? Kita mau kemana besok?"tanya Gwen.

"Keluar negeri. Aku ada perjalanan bisnis, aku mengatakan kepada keluarga ku bahwa kita akan pergi berbulan madu", jelas Kenichi.

"Berbohong kepada mereka, menyebut bulan madu padahal kamu ingin berkerja?"tanya Gwen.

Kenichi mengangguk kaku. "Itu pilihan yang terbaik."

Gwen hanya menggelengkan kepalanya, lalu berjalan menuju ke tumpukan kopernya untuk mengambil baju piyamanya dan menggantinya di kamar mandi. Saat dia keluar dari kamar mandi, pandangan matanya langsung teralihkan kepada Kenichi yang sudah berbaring di sofa panjang dengan kedua tangan yang menyilang.

"Apa yang sedang kamu lakukan?"tanya Gwen, kebingungan.

"Tidur", jawab singkat Kenichi, matanya tetap tertutup saat menjawab pertanyaan Gwen.

"Aku tahu, tapi kenapa kamu tidak tidur di kasur?"tanya Gwen.

"Sudah tidurlah", perintah Kenichi.

"Tidurlah di kasur, badan kamu nanti pegal. Tidak akan terjadi apapun jika kita dalam satu kasur yang sama", gumam Gwen.

Kenichi sama sekali tidak menggubris perkataan Gwen, melihat hal itu Gwen terperangah sesaat sampai akhirnya dia mengabaikan Kenichi dan tidur sendirian di kasur empuk yang besar itu.

"Keras kepala sekali", gumam Gwen sambil mematikan lampu kamar.

Berada satu ruangan yang sama dengan Kenichi benar-benar membuat jantunganya berdetak begitu cepat, meski tidak tidur bersama entah kenapa tetap saja membuat Gwen begitu sangat bahagia. Dia sama sekali tidak bisa tidur dan kembali menyalakan lampu kamarnya, dipandanginya Kenichi yang sudah tertidur lelap dari kejauhan.

Perlahan dia turun dari tempat tidurnya, melangkahkan kakinya berjalan sangat pelan menuju ketempat Kenichi agar tidak membangunkannya.Ditatapnya wajah Kenichi begitu sangat dekat, begitu puasnya dia bisa memandangi wajah tampannya. Wajahnya benar-benar terlihat tenang saat sedang tidur, berbanding terbalik saat melihat wajahnya yang marah kepada dirinya.

"Aku mencintaimu", bisik Gwen, dia berbalik ketempat tidur, mengambil sebuah selimut untuk menyelimuti Kenichi agar tidak merasa kedinginan.

Merasa dirinya puas saat memandangi wajah Kenichi, diapun kembali ketempat tidurnya untuk beristirahat. Dilihatnya kembali Kenichi, lalu kembali mematikan lampu kamarnya.

Silaunya matahari membuatnya merasa tidak nyaman, perlahan dia mencoba membuka kedua matanya. Tak lama kemudian, dia terbangun dengan keadaan shock saat dirinya berada dikamar yang asing.

"Sudah bangun", ucap kenichi yang keluar dari kamar mandi.

Melihat Kenichi yang tiba-tiba muncul dihadapannya tanpa mengenakan baju yang menutupi tubuhnya, rambut yang masih basa dan acak-acakan membuatnya terperangah dengan mata yang sama sekali tidak berkedip.

"Kenapa kamu tidak memakai baju mu?"tanya Gwen yang memalingkan wajahnya dari kenichi.

"Aku sudah memakainya, tidak perlu buang muka seperti itu", ketus kenichi. Mandilah, sebentar lagi kita akan berangkat", kata kenichi.

"Hmmm", gumam Gwen, dia turun dari ranjang tidurnya menuju kekamar mandi untuk bersiap-siap.

Tak lama setelah itu dia keluar dari kamar mandi, wajahnya terlihat kebingungan mencari -cari sesuatu.

"Apa yang sedang kamu cari?"tanya Kenichi

"Koper-koper ku", jawab Gwen spontan.

"Aku sudah menyuruh pelayan memasukannya ke mobil", jawab Kenichi.

"Semuanya?"tanya Gwen.

"Hmmm. Apa kamu sudah siap?"tanya Kenichi.

Gwen hanya menganggukkan kepalanya.

"Kalau begitu, ayok kita turun kebawah. Semua orang sudah menunggu kita", ucap Kenichi.

Dia berjalan mendahului Gwen keluar kamar.

"Dimana Gwen?"tanya mina.

"Aku disini, bu", jawab Gwen yang muncul dibelakang Kenichi.

" Sayang, apa sudah tidak ada lagi yang tertinggal?"tanya mina.

"Aku sudah membawa semuanya, bu", jawab gwen.

"Hubungi kami saat kalian sudah sampai, Kenichi", kata ayahnya.

"Iya ayah", jawab Kenichi.

Keduanya mulai berpamitan kepada kedua orang tua mereka, kedua orang tua daichi hingga Gwen berhenti dihadapan sakura. Dia langsung memeluk sakura begitu erat, kehadiran sakura banyak membantunya. Sakura seperti sosok seorang kakak yang diharapkannya selama ini, seorang kakak yang melindungi adik perempuannya dan memberikan kekuatan untuknya.Didalam diri sakura dia baru merasakan memiliki sosok kakak yang sesungguhnya.

"Hati-hati, Gwen. Hubungi kakak, jika kamu ingin bercerita ", bisik sakura.

"Ia kak, aku pasti akan merindukan mu", gumam Gwen.

"Berkunjunglah kerumah kami kapanpun itu Gwen, sergah daichi.

"Tentu saja", balas Gwen.

Setelah selesai berpamitan kepada semua orang yang ada disana, mereka akhirnya berangkat menuju bandara dengan diantar seorang supir. Seperti biasa selama di dalam perjalanan, keduanya hanya diam dalam kesunyian tanpa saling berbicara. Kenichi duduk diam tak bergerak, matanya hanya fokus menatap layar ponselnya. Sementara Gwen hanya fokus menatap keluar jendela, memperhatikan setiap jalan yang mereka lalui.

Beberapa menit kemudian, mereka tiba di bandara. Seseorang tampak datang menghampiri mobil mereka yang baru saja berhenti, sosok yang tidak asing tentunya intuk Gwen.

"Kakak", gumam Gwen saat turun dari mobil.

"Apa kabar, Gwen?"tanya arga.

"Sangat baik kak", jawab Gwen.

"Kakak? Sejak kapan dia memanggil arga dengan sebutan kakak?"batin Kenichi.

"Kenichi, di pintu masuk bandara banyak sekali wartawan", katanya.

"Bagaimana mereka bisa ada disini?"tanya Kenichi.

"Sepertinya ada yang menyebarkan isu kepergian mu bersama Gwen", jawab arga.

Wajah Kenichi langsung menegang, matanya langsung memandang kearah Gwen. Ditariknya Gwen mendekat kearahnya, tentu saja Gwen merasa kaget saat secara tiba-tiba Kenichi bereaksi seperti itu kepadanya.

"Teruslah genggam tanganku dan jangan bicara apapun saat wartawan-wartawan itu memberikan pertanyaan untuk mu. Apa kamu paham?"tanya Kenichi.

"Aku paham", jawab Gwen.

Kenichi dan Gwen berjalan bersama-sama menuju pintu masuk bandara, melihat kehadiran mereka disana tentu saja menjadi pusat bulan-bulanan para wartawan yang sejak semalam sudah ada disana untuk mendapatkan berita pasangan baru dari keluarga nakagawa.

"Tuan Kenichi, apa kalian akan bulan madu?

"Kemana kalian akan pergi?

"Berapa lama kalian akan berbulan madu ?

"Nona Gwen, bagaimana perasaan anda setelah resmi menjadi istri dari tuan Kenichi?

Para pemburu berita itu terus bertubi- tubi memberikan pertanyaan kepada mereka, tapi tak ada satu pun pertanyaan itu yang mereka jawab. Keduanya hanya berlalu begitu saja melewati kerumunan wartawan dan masuk kedalam bandara.

Saat tiba diruang tunggu bandara, Kenichi langsung melepaskan genggaman tangannya kepada Gwen. Kedua tangan Kenichi menempel di pipinya, mencoba menyadarkan Gwen yang terlihat shock dengan kerumunan wartawan yang mendekati mereka.

"Ada apa? Apa kamu baik-baik saja?"tanya Kenichi.

"Apa mereka sudah tidak ada lagi?"tanyanya.

"Siapa?"tanya Kenichi,bingung.

"Wartawan", jawab Gwen yang terlihat masih belum sadar dari serangan shock tiba-tiba.

"Hmmm, mereka sudah tidak ada lagi", jawab Kenichi sambil melepaskan kedua tangannya dari pipi Gwen.

Keduanya hanya duduk menunggu, sementara arga yang pergi untuk mengurus segala keperluan yang Kenichi dan Gwen butuhkan.

"Kenichi, sudah saatnya kita masuk ke pesawat", ucap arga.

"Baiklah", jawab kenichi, bangkit dari bangkunya.

Melihat kenichi bangkit dari tempat duduknya, tentu saja membuat Gwen ikut bangkit dan berdiri. Kenichi kembali menggenggam tangan Gwen, keduanya bersama-sama berjalan kearah pintu masuk pesawat yang akan membawa mereka berdua pergi jauh meninggalkan negara kelahiran mereka untuk beberapa hari.

Bersambung...

1
Yeanet Emma
maaf saya kecewa, anda sebagai penulis seharus bisa profesional, seharus novel ini diselesaikan dgn baik, bukannya di tinggal begitu saja, sangat menyesal saya membaca karya anda.
dayu okayani
Luar biasa
Ida S
lha kok jln ceritanya terputus,kelanjutannya gimana JD ngambang.tolong lanjut dong Thor🙏
Srimurni Nurjanah Sitorus
Alexa mau cari teman ternyata musuh
Srimurni Nurjanah Sitorus
oh Alexa ternyata cuma anak angkat
Srimurni Nurjanah Sitorus
ayo Kenichi jujur sama Gwen mengenai Yukari
Srimurni Nurjanah Sitorus
Arga jelaskan pada Alexa biarpun sahabat gak perlu urusi hal pribadi Kenichi harus tau batasannya apalagi udah nikah
Srimurni Nurjanah Sitorus
Alexa gak sadar udah diperingati jangan mengusik Gwen waktu Rebecca menghujatnya
Srimurni Nurjanah Sitorus
makanya Yukari jangan sombong
mrn_zhnnnsa
lanjut lagi dong lagi seru banget cerita nya nih
mrn_zhnnnsa
lanjut lagi dong
Wiyah
blm selesai g seru ini
April Ayuogo
gantung thor lnjut donk ttp smngat author
Azka Dias Pratama
ayolah thor up lgi,slesai kan dlu ctranya..
penasaran nih gmna ending nya,msa ya d cut aja smpe dsni???
Luki Tritjahjawati
kpn update lagi?
Desni Zhou
gak boleh gitu dong Thorr,,,harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan novel Pernikahan Tanpa Cinta,,,Masa Thorr gak bertanggung jawab utk menyelesaikan misi yg Thor kerjakan...
Azka Dias Pratama
gmna sich??
kok gantung gini crtanya??
Hanna Devi
keren KK.. 👍
Luki Tritjahjawati
ayo thor uplagi
Luki Tritjahjawati
diselesaiin dulu pernikahan tanpa Cinta dgn up terus thor jangan buat certanya setengah 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!