NovelToon NovelToon
Takluk Oleh Kelembutannya

Takluk Oleh Kelembutannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hasanah Yoyoh

Demi memenuhi permintaan kakeknya yang sekarat, kamilah menikah cepat dengan pria acak yang ternyata musuh kakaknya, begitu tuan rizky syah mendapatkan dirinya, ia tak melepaskannya diadaptasi dari master syah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasanah Yoyoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: INTRIK BISNIS DAN PILIHAN KAMILA

​Suasana di aula utama hotel bintang lima malam itu masih riuh oleh gelak tawa para tamu elit dan alunan musik pesta ulang tahun yang meriah. Di dekat meja bar yang sedikit terpisah dari keramaian, Rizky Syah berdiri anggun memegang segelas wine merah. Pria tegap itu menyesap minumannya perlahan, menyunggingkan senyum tipis yang sukar diartikan.

​Namun, ketenangannya tak bertahan lama saat sebuah langkah kaki tegap mendekatinya dengan cepat. Roya Ye berdiri tepat di samping Rizky Syah dengan raut wajah yang amat tegang dan mata menyipit tajam.

​"Aku peringatkan kamu sekali lagi... jauhi adikku!" tegas Roya Ye dengan suara bersetuju keras dan penuh ancaman.

​Rizky Syah memalingkan wajahnya perlahan, membenarkan posisi kacamatanya dengan gerakan tenang. "Apa maksudmu?"

​Roya Ye mengepalkan tangannya rapat-rapt di samping tubuhnya, menahan amarah yang membakar dadanya. "Kamu ini manusia berhati binatang, Rizky Syah! Jangan pernah berpikir aku tidak tahu apa rencana busuk yang sedang kamu susun untuk memanfaatkan Kamila!"

​Mendengar tuduhan itu, bukannya marah, Rizky Syah justru menyunggingkan senyum semringah yang amat santai dan menggoda.

​"Masih banyak hal yang sebenarnya tidak kamu ketahui..." ujar Rizky Syah santai.

​Roya Ye langsung membuang mukanya ke samping, menghembuskan napas kasar karena teramat malas mendengarkan kalimat bersayap dari musuh bebuyutannya itu.

​Sementara itu, di dalam batinnya, Rizky Syah tertawa puas. Misalnya... kenyataan bahwa aku sebenarnya sudah lama menjadi adik iparmu secara resmi di bawah selimut... batin Rizky Syah dengan senyum miring yang teramat nakal.

​Rizky Syah berdehem pelan, menetralkan raut wajahnya kembali ke mode penguasa bisnis yang serius. "Lupakan soal tuduhan absurdmu itu... Mari bicara soal bisnis. Lahan pengembangan di wilayah sebelah timur... ayo kita bekerja sama."

​Roya Ye tersentak kaget, rahangnya mengetat seketika. "Sialan! Aku sedang terpojok di segala sisi karena konflik internal keluarga... dan kamu malah memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajakku bekerja sama?!"

​Roya Ye menatap Rizky Syah dari atas ke bawah dengan pandangan penuh selidik dan gelisah. Pria itu menyenggol dan memukul pundak Rizky Syah dengan cukup keras.

​"Hei, Rizky Syah... jangan-jangan kamu diam-diam naksir aku, ya?!" cetus Roya Ye dengan raut wajah sengit bercampur percaya diri yang absurd. "Jangan pernah naksir aku! Aku selamanya tak akan pernah bisa kamu dapatkan!"

​Rizky Syah hampir saja tersedak minuman wine-nya mendengar kepedean tingkat tinggi dari calon kakak iparnya itu. Ia menatap Roya Ye dengan pandangan malas dan menggelengkan kepalanya.

​"Jangan terlalu percaya diri, Roya Ye," sahut Rizky Syah dingin, lalu meminum wine-nya kembali. "Kakak kandungmu sendiri dari faksi sebelah sudah menemuiku dan menghubungiku berulang kali belakangan ini untuk merebut proyek itu."

​Mata Roya Ye membelalak lebar mendengar fakta tersebut.

​"Lebih baik aku menjaga aset di dalam keluarga Ye... Bekerja sama denganmu jelas jauh lebih baik dan menguntungkan daripada harus bekerja sama dengan kakakmu yang licik itu," lanjut Rizky Syah dengan intonasi suara yang dalam dan penuh makna tersirat.

​Roya Ye mengernyitkan dahinya bingung, mengulang kalimat itu di dalam pikirannya. "Apa maksudmu dengan 'menjaga aset di dalam keluarga'?"

​Rizky Syah tidak menjawab secara gamblang. Pria tegap itu hanya menepuk pelan bahu Roya Ye, menyunggingkan senyum teka-teki yang menghanyutkan. "Pikirkanlah baik-baik..."

​Sementara itu, di tengah lantai dansa...

​Lampu kristal gantung membiaskan pendar cahaya keemasan yang menerangi pasangan yang sedang berdansa: Kamila dan Ikra Pratama. Alunan musik waltz mengalun lembut mengiringi setiap gerakan kaki mereka.

​Ikra Pratama melirik ke arah sudut bar, memperhatikan interaksi dua pria berkuasa di sana.

​"Roya Ye dan Rizky Syah terlihat sangat akrab ya malam ini..." bisik Ikra Pratama mengajak Kamila ngobrol di tengah tarian mereka.

​Kamila yang sedang melamun memikirkan kejadian gila di kamar hotel VVIP tadi seketika tersentak kaget mendengar nama Rizky Syah disebut.

​TAK!

​Tanpa sengaja, ujung sepatu heels tinggi yang dikenakan Kamila menginjak keras kaki Ikra Pratama!

​"Aww..." rintih Ikra Pratama tertahan, refleks menghentikan langkah dansanya sejenak.

​Kamila membelalakkan matanya panik, memasang raut wajah seolah-olah ia tidak mendengar dengan jelas pertanyaan Ikra tadi demi menyembunyikan kecanggungannya.

​"E-eh! Maaf ya, Ikra! Aku benar-benar tidak sengaja menginjak kakimu!" seru Kamila merasa bersalah.

​Ikra Pratama menyunggingkan senyum maklum nan sabar, merengkuh jemari Kamila kembali untuk melanjutkan tarian. "Tidak apa-apa, Kamila... Tapi jangan melihat ke arah penari utama terus-menerus. Nanti kita bisa membuat kesalahan dalam tarian ini lagi."

​"Eh?" Kamila mengedipkan matanya kaku.

​Ikra Pratama menatap manik mata Kamila dengan raut wajah yang mendadak berubah menjadi teramat serius dan penuh kehangatan yang protektif.

​"Kamila... aku tahu Rizky Syah terlihat sangat tertarik padamu," kata Ikra Pratama menyampaikan kekhawatirannya. "Tapi kamu harus tahu... dia dan seluruh anggota keluarganya adalah orang-orang yang sangat licik, manipulatif, dan teramat berbahaya."

​Kamila membeku kaku dalam pelukan dansa Ikra, mendengarkan setiap kata yang diucapkan pria itu.

​"Mungkin aku terdengar agak rendah atau egois karena mengatakan hal ini padamu..." lanjut Ikra Pratama dengan intonasi suara yang tulus. "...tapi Kakek Ye memilihku sebagai calon tunangan resmi untukmu bukan tanpa alasan. Itu karena beliau telah melakukan penyelidikan yang sangat menyeluruh terhadap diriku dan latar belakang keluargaku, dan Kakek merasa aku adalah pilihan yang paling terbaik untuk mendampingi hidupmu."

​Ikra Pratama meremas pelan jemari Kamila, menambahkan dengan nada emosional, "Kondisi kesehatan Kakek Ye saat ini semakin memburuk di rumah sakit... Kamu harus segera mempertimbangkan pernikahan dan pertunangan kita demi ketenangan beliau, Kamila."

​Kamila menundukkan kepalanya dalam-dalam, menghembuskan napas berat yang mengganjal di dadanya.

​"Oke... baiklah, Ikra," jawab Kamila dengan suara bergetar tipis.

​Saat alunan musik waltz perlahan berakhir, Kamila melirik ke arah sosok Rizky Syah yang berdiri tegap di sudut bar. Konflik batin yang teramat dahsyat membakar seluruh benak Kamila.

​Apa yang dikatakan Ikra Pratama...-benar ada benarnya juga... batin Kamila pasrah dan pilu di dalam hati. Rizky Syah adalah sosok pria yang teramat berbahaya dan tidak boleh didekati lagi... demi ketenangan kesehatan Kakek, dan juga demi keamanan diriku sendiri... Aku harus menjauhinya!

Kamila menarik tangannya perlahan dari genggaman Ikra saat musik benar-benar berhenti. Pikirannya melayang pada senyuman tajam Rizky Syah, sentuhan hangatnya, serta tatapan obsesif pria itu yang selalu berhasil mengacaukan detak jantungnya. Ada rasa hangat yang membakar setiap kali mereka dekat, namun juga ancaman kehancuran bagi tatanan keluarganya.

​Aku tidak boleh terbuai lagi oleh rayuan dan sikap obsesifnya... bisik Kamila menenangkan gejolak hatinya sendiri. Mulai detik ini, aku harus menegaskan batasan. Aku tidak boleh membiarkan Rizky Syah melangkah lebih jauh ke dalam hidupku.

​Ikra yang menyadari perubahan raut wajah Kamila tersenyum tipis penuh kemenangan. "Terima kasih atas tariannya, Kamila. Mari kita kembali ke meja tempat Kakek dan keluargamu menanti."

​Kamila mengangguk patuh, memutar badannya mengikuti langkah Ikra, mencoba berpaling sepenuhnya dari tatapan membakar milik Rizky Syah yang masih mengawasinya dari kejauhan.

1
Hasanah Yoyoh
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!