" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 33
Pagi harinya ludwighe harus berangkat ke kantor dengan sedikit lebih cepat sebab kediaman orangtuanya ini memiliki jarak yang lumayan jauh dari kantornya.
setelah para suami berangkat ke kantor,mereka para istri menghabiskan waktu di rumah dengan memilih kesibukan masing-masing.
" Bella ,Sintia " ucap mommy Maria
Tak lama kemudian kedua menantunya itu sudah datang menghampiri nya.
" iya mom , ada apa ?" tanya Bella dan Sintia.
" ahh ini sayang mommy tiba-tiba ada urusan di butik ,gak apa-apa kan kalau kalian mommy tinggal , atau kalau kalian bosan kalian bisa pergi belanja atau ke salon " timpal mommy Maria pada ke dua menantunya.
" gak apa-apa mom , mommy tenang aja " balas Sintia.
" iya mom gak apa-apa kok" lanjut Bella.
" yaudah kalau gitu mommy pergi dulu ya sayang kalian baik- baik di rumah ya" ucap mommy Maria
" iya mom , hati - hati " timpal keduanya sambil menatap punggung mommy Maria yang menjauh.
sedangkan di kantor ludwighe dan Bagas tengah membahas sesuatu di dalam ruangan pria itu.
" pak kita mendapatkan undangan dari pak Hartono " ucap Bagas .
Ludwighe mengerutkan keningnya bingung sebenarnya dia sangat malas menghadiri acara seperti ini .
" acara apa ? " tanya ludwighe.
" acara penyambutan putrinya yang baru pulang dari luar negeri pak " balas Bagas .
" aku tidak akan datang ,kau saja yang wakilkan " timpal ludwighe
Bagas sudah menduga ini dari bosnya itu ,karena setiap ada acara seperti ini pasti dia yang akan datang mewakili bosnya itu.
" maaf pak ,tapi pak Hartono mengundang anda secara pribadi dan memberikan anda hak VVIP, jadi tidak baik jika anda menolaknya , kita juga sudah cukup lama menjalin kerja sama dengan beliau" timpal Bagas .
" jadi sekarang kau ingin mengajariku?" ucap ludwighe dengan dingin dan datar .
Atmosfer ruangan itupun berubah menjadi sangat mencekam.
Glugh...
Bagas menelan ludahnya dengan susah payah seolah sedang menelan batu besar.
" saya tidak berani pak " ucap Bagas pelan
" huufhh ini tidak sesederhana itu Bagas " ucap ludwighe memandang jauh ke depan seolah menerawang apa yang akan terjadi.
" saya tahu pak , tapi anda tidak bisa terus menolak " balas Bagas
" CK ,aku muak dengan mereka semua
dengan dalih pesta mereka akan menyerahkan putri - putri mereka kepadaku " timpal ludwighe
" begini saja pak , anda datanglah ke acara itu dan bawa juga nyonya Bella bersama anda " ucap Bagas .
Ludwighe tampak terdiam beberapa saat memikirkan apa yang di katakan asisten nya itu, lagipula dia belum pernah membawa Bella ke acara kantor seperti ini pasti istrinya itu akan senang.
" hmm kapan acaranya ?" tanya ludwighe setelah berfikir sejenak.
" lusa pak " jawab Bagas kemudian ia meletakan undangan VVIP di meja ludwighe.
" baiklah aku akan pergi bersama istri ku , dan kau sebaiknya pergi sana ajak lani berbelanja " ucap ludwighe.
" maksudnya pak " tanya Bagas .
" kau ini bodoh atau pura- pura bodoh.
keu juga ikut ke acara lusa dan ajak lani " ucap ludwighe
" saya juga ikut pak " tanya Bagas dengan terkejut.
" tentu , seharusnya kau senang karna aku memberi mu kesempatan untuk pacaran dengan wanita itu" balas ludwighe ia menatap datar Bagas yang senyum - senyum tidak jelas.
" ahh baiklah pak ,kalau begitu saya permisi " ucap Bagas ia sudah tak sabar untuk menemui lani.
" CK ,pergi sana" timpal ludwighe.