NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Miskin seumur hidup, ia bahkan harus mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak mampu ia obati.

Namun, ketika membuka mata, ia justru mendapati dirinya telah masuk ke dalam novel sebagai seorang wanita yang baru saja melompat dari sebuah gedung demi melarikan diri dari pernikahan perjodohan.

Seharusnya ia ikut kabur.

Tapi setelah mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah seorang pewaris kaya raya, pikirannya berubah.

“Melarikan diri? Untuk apa? Bukankah lebih baik aku menikah dan hidup nyaman?”

Kini, ia bertekad mempertahankan pernikahan yang bahkan tidak diinginkan oleh pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Elena, jangan keluar dari rumah."

Suara Sebastian terdengar tegas, tanpa ruang untuk membantah. Elena yang masih menggenggam liontin itu menatapnya bingung. "Kenapa?"

"Ada seseorang yang sedang mengawasimu."

Elena spontan menoleh ke jendela. Tirai putih itu bergerak pelan, seolah hanya dihembus angin pendingin ruangan. Tak ada apa-apa di luar sana. "Di mana?"

"Belum tahu." Sebastian berjalan mendekat, lalu menutup tirai rapat-rapat. "Pesan yang kuterima tadi bukan kebetulan. Seseorang sengaja memberi tahu kita.. mereka tahu apa yang sedang kita cari."

Elena meremas liontin di tangannya. "Daniel Voss?"

"Mungkin."

"Kalau dia masih hidup, kenapa baru muncul sekarang?"

Sebastian terdiam sejenak. "Karena mungkin selama ini dia sedang menunggu."

"Menunggu apa?"

"Menunggu kau mulai mengingat sesuatu."

Jantung Elena berdegup kencang. Beberapa menit kemudian, Sebastian menelepon asistennya.

"Cari semua informasi yang tersedia tentang Daniel Voss."

"Sudah kami lakukan, Tuan," jawab suara dari seberang. "Namun ada masalah, sebagian besar datanya hilang. Catatan bisnis, alamat, dokumen lama… seolah ada yang sengaja menghapusnya."

"Bagaimana dengan rumah terakhirnya?"

"Sudah kosong selama sebelas tahun. Tapi.. kami menemukan sesuatu yang lain."

"Apa?"

"Daniel Voss dulu memiliki sebuah klinik pribadi."

Sebastian langsung menegakkan tubuh. "Di mana?"

"Sudah ditutup sebelas tahun lalu, Tuan."

Elena yang berdiri tak jauh dari sana mendengarnya. "Klinik?"

Sebastian menoleh. "Ya."

Tiba-tiba kepala Elena berdenyut hebat. Bayangan-bayangan samar muncul, mulai dari bau obat yang menyengat, dinding putih yang dingin, suara langkah kaki. Jangan menangis.

"Aku… pernah ke sana," bisiknya.

Sebastian segera mendekat. "Di mana, Elena?"

"Aku tidak tahu…" Ia memegang pelipisnya yang terasa berat. "Aku melihat ruangan putih. Ada seorang wanita.. dia memegang tanganku. Lalu ada suara yang berkata bahwa kau harus melupakan apa yang kau lihat."

Mata Elena terbuka lebar. "Sebastian.. aku rasa seseorang sengaja membuatku melupakan sesuatu."

Sebastian menggenggam tangannya erat. "Kita akan menemukannya. Apa pun itu."

Elena menatap tangan mereka yang bersentuhan. Entah mengapa, untuk pertama kalinya, rasa takut itu perlahan berkurang.

Sore itu, Sebastian memerintahkan tim keamanan untuk memperketat penjagaan di seluruh area rumah. Elena sebenarnya ingin protes, namun melihat wajah pria itu yang begitu serius, ia memilih diam.

Ia duduk di sofa, memainkan liontin bulan sabit itu di jemarinya. Tanpa sadar, ia membuka bagian belakang liontin. Di sana, terukir tulisan kecil yang sebelumnya tak pernah ia perhatikan.

E.A. — S.H.

Elena terdiam.

E.A. yaitu Elena Arvienne.

S.H yaitu Sebastian Hale.

"Sebastian!" Ia memanggilnya dengan suara sedikit meninggi. Pria itu segera keluar dari ruang kerja.

"Ada apa?"

"Lihat ini." Elena menyerahkan liontin itu.

Sebastian mengambilnya, dan matanya langsung berubah. "Ini.. bukan milikmu sejak kecil."

"Maksudmu?"

"Aku pernah melihat liontin ini sebelumnya." Sebastian duduk di sampingnya. "Waktu kita masih anak-anak."

Elena menatapnya tak percaya. "Jadi ini memang milikku?"

"Ya."

"Dan ada inisial kita berdua sejak dulu?"

"Sepertinya begitu."

"Kalau begitu mungkin kita memang sudah ditakdirkan bersama sejak awal," gumam Elena pelan, lalu tersenyum tipis. "Atau orang tua kita sudah merencanakannya sejak dulu."

"Bisa jadi."

"Berarti aku tak perlu merasa bersalah karena menikah dengan orang kaya, kan?"

Sebastian tertawa pelan. "Kau selalu saja bisa menemukan alasan yang menguntungkanmu."

"Tentu saja."

1
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
MomRea
lanjut Thor... makin penasaran 😊
mauza
next😘😘😘😘😘
mauza
up
mauza
ditunggu upnya thor 😘😘
mauza
next
mauza
nah kan..
...tp trus lanjuuut💪💪😘😘
mauza
pinisirin ttp lanjut
mauza
up
mauza
😘😘😘😍😍😍/Rose//Rose//Rose//Rose/
mauza
lanjut trussss💪💪
mauza
lanjut kk
mauza
hati" dan ttp semangat
mauza
next
mauza
up
mauza
/Determined//Determined//Determined//Determined/
mauza
next😘😘
mauza
lanjutkan thorrr👍😘😘
mauza
up
mauza
lanjuttt👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!