sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32
sesuai dengan dugaan. mereka datang kembali. kini Zean duduk bersama mereka di tempat duduk diluar rumahnya.
" Dimana? berapa lama lagi kami harus menunggu? " ucap salah satu diantara 3 orang. yang tak lain ketua proyek itu, pengacara, dan pengusaha yang membangun cafe itu.
"sebentar lagi. tunggu lah sebentar lagi" jawab Zean sambil menatap ke arah jalan.
"Zean. Dia benar-benar akan datang kan? " tanya Erine disampingnya.
ini masih pagi, Arine belum berangkat.
'dia tak mungkin membohongiku kan? ' batin Zean sambil mengepalkan tangannya.
"Nak. kami masih memiliki banyak urusan. dan ini sudah 30 menit kami menunggu. dimana mamamu? " tanya pengacara itu.
Zean hanya bisa terdiam saja. Clara pergi pagi sekali. Zean tidak tau dia pergi kemana...
"Begini saja nak. kami akan membeli tanah ini darimu bagaimana? tidak apa-apa walupun ini bukan sah milikmu"
"tidak. jika saya menginginkan uang saya tak mungkin seperti ini. rumah ini adalah kenangan terakhir dari ayah saya. " ucap Zean. Zean semakin panik.
"Arine. "
"huh? iya Zean? " jawab Erine.
"Kau memiliki hp kan? bisa aku minta tolong. tolong carikan aku kontak karyawan di perusahaan... " Zean mengatakan pada Arine untuk mencarikan kontak salah satu karyawan yang dipegang oleh mamanya itu.
"ah, owhh baiklah. tunggu, aku akan coba search" ucap Arine. ia kemudian mencari di platform mengenai perusahaan itu dan kontak yang bisa dihubungi.
3 orang yang melihat itu saling menatap bingung. pasalnya, yang Zean katakan itu merupakan salah satu perusahaan besar dikota ini.
"Dapat." Ucap Arine lantang.
huh? Zean mendekati Arine. dan ia menyuruh Arine untuk menghubunginya.
"untuk apa Zean? " tanya Arine. tapi Zean tak mendengarkan dan tetap menyuruh Arine. Arine yang melihat Zean panik dan kesal ia kemudian menghubungi nya.
tittttt.... belum bisa tersambung...
Arine mencoba lagi... masih belum bisa...
Zean sudah mondar mandir. ia takut jika orang itu merobohkan rumahnya.
tut,...
"Iya. Kami dari perusahaan..., ada yang bisa kami bantu? saya adalah... dari ibu Clara" panggilan tersambung...
Zean mendekat dan berbicara...
"Saya ingin bertemu dengan nyonya Adrian" ucap Zean.
"owh, ibu Clara ya? atas nama siapa? saya akan membuatkan janji dengan nya" jawabnya..
"tidak. aku ingin bertemu sekarang" ucap Zean.
"ah, mohon maaf. untuk sekarang, ibu Clara tidka bisa. ia masih ada urusan. " jawab dari seberang.
"urusan apa? dimana? " tanya Zean lagi.
"Dia mengatakan pada kami ia akan pergi menemui putranya"
"Dimana? " tanya Zean lagi, dengan wajah yang sudah mulai sedih.
"Owh, di cafe,... " ucap nya.
setelah itu, Zean menjauhkan hp tersebut darinya.
"Zean ada apa? " tanya Arine. Arine mellihat hp nya, dan sambungan itu tlah terputus.
Zean mengepalkan tangannya. dan mengambil barang barangnya.
"Arine. aku minta tolong padamu. tolong hari ini saja tetap disini. aku akan pergi mencarinya" ucap Zean, setelah nya ia beranjak pergi.
"hey! Zean. kemana? hey, (Arine mencoba mengejar, tapi Zean sudah berlari jauh) hati-hati Zean" pasrah Erine.
"Dia pergi kemana dek? " tanya pengusaha itu.
"Dia pergi mencari mamanya" ucap Arine.
waaahh...Salah satu dari mereka mengembuskan napas panjang.
"Kita sudah menunggunya cukup lama, sekarang harus menunggu lagi?"
"Terus gimana? Kita tetap tunggu dia? "tanya yang lain.
"Nggak bisa. Kalau terus menunggu, proyek kita nggak akan selesai."
"Berarti kita lanjut saja?"
"Iya. Kita kerjakan bagian kita dulu. Nanti kalau dia sudah kembali, kita akan memberi penawaran lagi padanya"
diskusi dari ketiga orang itu.
Arine yang mendengar nya dan melihat mereka sudah akan melanjutkan proyeknya itu bergegas menghentikan mereka.
"Tidak, tunggu. setidaknya beri dia waktu. saya mohon. ini rumah paling berharga untuknya. tolong beri kesempatan lagi" Arine memohon. ia gadis yang tak pernah mau memohon. demi Zean, dia rela menakup tangannya minta maaf pada orang asing ini.
"Maaf dek. tak bisa.. kami tidak bisa melakukan itu. begini saja, jika ia datang dan ingin membahasnya kembali. maka, kami siap mendengarkan. tapi untuk sekarang, kami lanjutkan dulu. " jawab nya. setelah itu, pengusaha tersebut meletakkan amplop uang sebagai harga dari rumah dan tanahnya itu dan berharap nanti Zean membacanya jika mereka terlanjur pergi.
Arine tak bisa melakukan apapun lagi. dia hanya menatap jalan berharap Zean cepat kembali....
.....
note: kok Zean bisa tau perusahaan nya kak? iya, dia diberitahu oleh Clara waktu mereka masih ketemuan gitu.. Tapi author ga kasih scen nya😪