NovelToon NovelToon
Keluargaku Adalah Hama

Keluargaku Adalah Hama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Aminah dipaksa Bekerja banting tulang untuk kesejahteraan semua anggota keluarganya tapi tak pernah dianggap sama sekali.

Bahkan lelaki yang dia cintai dan dia bantu mencapai cita-cita nya pun menusuknya dari belakang dengan memanfaatkan dirinya,

Mampukah dia bangkit setelah semua kesakitan yang dia terima

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Aminah kini berads didepan rumah kontrakan yang dia sewa dari temannya, karena teman se kantornya memang memiliki kos ini berkat bantuan orangtuanya.

"Ayo masuk Mina, kamar mu sudah aku siapkan dan bersihkan". Ajaknya pelan.

Mina hanya mengangguk kemudian mempersilahkan para pengangkut barangnya masuk kedalam untuk membawanya.

"Terima kasih pak, ini bayaran kalian". Ucapnya dengan sopan ketika mereka keluar setelah membereskan barangnya.

"Sama-sama neng, makasih yah".

Aminah hanya mengangguk kosong, sejujurnya dia tidak bisa menghilangkan jejak tatapan mata orangtuanya yang begitu membencinya.

"Apa pilihanku ini tepat? ". Cicitnya pelan sambil berjalan masuk.

Perkataan itu masih bisa didengar oleh sahabatnya itu kemudian menghela nafas memandang sendu kearahnya.

"Kamu sudah terlalu banyak membantu mereka Aminah, sepanjang hidupmu hingga usiamu kini, itu tidak pernah lepas membantu mereka, berbakti tidak harus membuatmu mati perlahan".

Aminah mengalihkan pandangannya kepada sahabatnya dengan mata yang mulai terasa panas dan mengembun, orang lain jauh lebih memahami dirinya dibandingkan keluarganya sendiri.

"Makasih yah, kelihatannya nanti aku akan mencari cara agar lepas dari keluarga ku setelah ini".

Sahabatnya bernama Mitha itu menghela nafas dan menepuk pundaknya memberi dukungan.

"Kalau kamu mau keluar negeri, aku ada kenalan yang kebetulan bekerja disana, dia mencari orang untuk bekerja ditempatnya, jika kamu mau aku bisa merekomendasikan kamu untuknya". Ucapnya dengan sendu.

Aminah menatap sahabatnya tidak percaya, sahabatnya seakan tahu apa yang dia pikirkan dan rencanakan setelah ini.

"Tapi sebaiknya kamu bertemu dulu dengan kekasihmu agar tidak salah paham, kamu tahu kan LDR itu sangat berbeda ketika kalian setiap hari bisa bertemu".

Aminah mengangguk mengiyakan perkataan sahabatnya, dia memang memiliki lelaki yang sangat dia cintai saat ini tapi karena kesibukan masing-masing mereka jarang bertemu walau komunikasi diantara mereka masih berjalan.

"Kamu yakin tentang semua ini? ". Tanyanya pelan.

"Itu terserah kamu mau ikut atau tidak, kamu tenang saja ornag yang aku maksud adalah kakak kandungku, dia juga seorang perempuan yang bekerja karena dia seorang janda dan harus menghidupi ketiga anaknya, itu sebabnya aku merekomendasikan kamu".

Aminah mengangguk kemudian memeluk sahabatnya itu dnegan dada yang hangat.

"Makasih yah, selama ini kamu sangat baik padaku".

"Tentu karena kamu juga sahabat yang baik, aku berharap kamu dapat yang terbaik dihidup kamu, kamu sudah terlalu banyak mendapatkan kesusahan dari keluargamu, saatnya kamu memikirkan dirimu sendiri, ingat usiamu juga".

"Iya, makasih yah".

Mereka masuk kedalam rumah dengan perasaan senang dan langsung mengeksekusi barang Aminah

Sedangkan dirumah Aminah suasana dalam rumah sangat berantakan, bukan hanya rumah tapi hati mereka juga dipenuhi amarah dan juga perasaan yang berantakan.

"Dasar kurang ajar, beraninya dia mempermalukan kita seperti ini, ayah harus mencarinya dan memberi dirinya pelajaran yang tidak bisa dia lupakan seumur hidupnya". Ucapnya dengan penuh amarah.

"Benar yah, besok kita datangi tempat dia bekerja, ibu akan membuat perhitungan dengannya karena membuat kita jadi bahan olok-olok satu kompleks ini". Geram Halimah mengingat bagaimana para tetangganya menghinanya.

"Benar tu yah, bu, kak Aminah sudah keterlaluan, besok pasti mereka akan menyebarkan semua yang terjadi malam ini dan semua ornag di kompleks ini pasti akan menghina dan membuat kita malu". Sungut Lisa dengan sangat kesal.

Nafas ketiganya memburu, tapi percakapan mereka tiba-tiba terhenti karena suara ketukan.

Halimah bergegas keluar untuk melihat siapa yang datang wajahnya tiba-tiba berbinar melihat lelaki yang menjadi kekasih anak sulungnya itu.

Sejujurnya dia sangat ingin lelaki tampan dan punya pekerjaan bagus itu bersama dengan anak keduanya yang seorang mahasiswa dan bisa mengharumkan nama keluarga dibandingkan anak sulungnya yang hanya tamatan SMA, bukankah mereka lebih cocok.

"Eh ada kak Fadil, ayo masuk dulu". Sapanya dengan ramah.

Dia seakan melupakan jika Aminah sudha tidak ada di rumah mereka saat ini.

Fadil hanya mengangguk tersenyum sopan kemudian matanya bersitatap dengan Lisa sang calon adik ipar, dia menatapnya dengan tatapan berbeda.

"Ya ampun makin kece aja ini kak Fadil, gimana kerjaanya". Ucapnya sambil mendekat kearah calon kakak iparnya dnegan senyum menggoda.

Kekesalannya kepada sang kakak seakan menguap melihat lelaki tampan itu berada di rumahnya sekarang.

"Kamu bisa aja Lis, oh iya kemana Aminah?, kok dia tidak kelihatan? ". Ucapnya mengedarkan pandangannya mencari kekasihnya itu.

Lisa mendengus kesal, dia menatap Fadil dnegan tatapan kesal dan tidak suka, padahal dirinya berada didepannya tapi mancari kakaknya yang buluk itu.

" Mendingan aku juga kemana-mana ". Sungutnya dalam hati.

"Dia minggat karena sudah tidak mau membantu ornag tua, dia itu anak durhaka yang tidak tahu Terima kasih". Sungutnya sambil melipat kedua tangannya dengan sangat jengkel.

Mata Fadil melebar sempurna, dia tidak menyangka kekasihnya akhirnya mengambil sikap untuk pindah dari keluarganya, dia memang sering mendengar kelakuan keluarga Aminah dari kekasihnya itu tapi dia tidak mempercayainya karena menurutnya keluarga Aminah itu semuanya baik.

"Terus dia pindah kemana?, kok dia tidak bilang aku sih". Ucapnya pelan sedikit mendengus kesal.

Halimah kini menyunggingkan senyum sinisnya, anak sulungnya itu harus diberi pelajaran karena berani membuatnya malu, kekasih anaknya itu harus jadi milik adiknya Lisa, dia tidak peduli jika akhirnya anaknya itu memusuhinya nanti toh Fadil bisa dia gunakan untuk menunjang biaya hidup setelah dia menikahi Lisa.

Dia mendekati Fadil dan memasang wajah sekelas mungkin agar lelaki itu percaya dan kasihan padanya sebagai orangtua yang dianiaya oleh sang anak.

"Benar nak Fadil, Aminah sengaja pergi dari rumah untuk melupakan tugasnya membantu orangtua, bukankah itu kewajibannya sebagai anak sulung membantu orangtua untuk menyekolahkan adik-adiknya, kami orangtuanya sudah susah payah membesarkan dirinya, kami hanya ingin dibantu bukan membuatnya menjadi anak tiri seperti yang dia katakan".

Fadil menatap ibah kearah perempuan parubayah itu dnegan kasihan, dia tidak menyangka kekasihnya bisa melakukan hal yang keterlaluan seperti itu apalagi apda orang tuanya sendiri.

Halimah tersenyum tipis tanpa ada yang tahu, dia yakin lelaki ini terperdaya apa yang dia katakan.

"Kena kamu anak muda, bagaimanapun kamu harus menjadi milik Lisa, tidak akan kubiarkan anak kurang ajar itu bahagia jika dia mengorbankan keluarganya seperti ini". Ucapnya dalam hati.

Sedangkan Herman hanya berdiri didepan melihat aksi anak dan istrinya itu, ada sedikit terbesit rasa bersalah pada anak sulungnya melihat itu tapi mengingat kejadian tadi membuatnya kembali murka.

Dia hanya menghembuskan nafasnya kemudian masuk kedalam kamarnya meninggalkan mereka dan membiarkan apa yang mereka lakukan

"Ku tidak percaya Aminah melakukan hal mengerikan seperti itu kepada kelaurganya sendiri bu, aku sungguh tidak menyangka".

1
Anime aikō-kā
Keluargaku Adalah Hama
Test Baru
kak kok belum up lagi 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!