NovelToon NovelToon
Return Apocalypse Zombie

Return Apocalypse Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Hari Kiamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alu feed

Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.

dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENJADI LEVEL 1

"Apa yang terjadi?" tanya Budi yang terbangun dengan panik.

Rian hanya menghela napas pelan.

"Tidak ada yang terjadi. Hanya Pedagang Lintas Dimensi yang berada di lantai atas."

"Pedagang Lintas Dimensi? Mengapa aku tidak melihat notifikasi sistem?"

Budi terlihat bingung.

"Kamu dan yang lainnya sedang tidur. Bagaimana caranya melihat notifikasi?"

"Oh..."

Budi menggaruk-garuk kepalanya.

"Sudahlah, aku mau tidur lagi. Sudah larut malam."

Ia baru saja akan membaringkan tubuhnya ketika Rian kembali berbicara.

"Oh iya."

Semua orang tanpa sadar menoleh.

"Aku sudah menjadi Evolver Tingkat 1."

"Aku sudah satu langkah di depan kalian."

"Kecuali Kak Ridho. Dia masih berada di depanku."

Ruangan langsung hening.

Semua orang membelalakkan mata.

Mereka hanya tidur sebentar.

Namun saat bangun, Rian sudah berhasil mencapai Tingkat 1.

"Serius?"

Budi langsung duduk tegak kembali.

Rahma bahkan hampir tersedak air minumnya.

Sementara Nadia terlihat tidak percaya.

"Kecepatan macam apa itu..."

gumamnya pelan.

Di sudut ruangan.

Indah diam-diam menatap Rian.

Jantungnya kembali berdegup lebih cepat.

Di matanya, Rian seperti tidak pernah berhenti bergerak maju.

Saat yang lain beristirahat, ia berlatih.

Saat yang lain masih beradaptasi, ia sudah memikirkan langkah berikutnya.

"Aku tahu..."

"Dia terus melangkah jauh ke depan."

"Tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan."

"Selalu memperhitungkan semuanya lebih cepat daripada orang lain."

Semakin lama mengenalnya, semakin sulit bagi Indah untuk mengalihkan perhatiannya.

Perasaan kagum yang awalnya sederhana kini perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih kuat.

Sesuatu yang bahkan mulai membuat dirinya sendiri bingung.

Akibat pengakuan Rian, semua orang yang tadinya ingin kembali tidur langsung berubah pikiran.

Mereka kembali duduk bersila.

Menyerap energi.

Melatih teknik pernapasan.

Tidak ada yang ingin tertinggal terlalu jauh.

Sementara itu, Indah juga ikut berlatih.

Namun sesekali matanya tetap terbuka.

Diam-diam memperhatikan sosok Rian.

Pikirannya tanpa sadar mulai melayang.

"Bagaimana jika suatu hari aku berhasil menyusul levelnya?"

"Atau bahkan melampauinya?"

"Apakah saat itu dia akan lebih memperhatikanku?"

Wajah Indah langsung memanas.

Ia buru-buru menggelengkan kepalanya.

"Apa yang sedang kupikirkan..."

Namun meskipun mencoba melupakannya, pikiran tersebut terus muncul kembali.

---

Malam pun berlalu.

Keesokan paginya.

Setelah mandi dan membersihkan diri seadanya, mereka berkumpul untuk sarapan.

Namun sebelum makanan dikeluarkan, Ridho tiba-tiba berbicara.

"Hei."

Semua orang menoleh.

"Kita hampir kehabisan makanan."

Nada suaranya terdengar serius.

"Kalau terus seperti ini, persediaan kita tidak akan bertahan lama."

"Apa kita harus mulai menyerbu minimarket?"

Pertanyaan itu membuat suasana menjadi sedikit sunyi.

Mereka memang terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Namun persediaan makanan selalu berkurang setiap hari.

Jika tidak segera mencari sumber baru, situasinya bisa menjadi masalah.

Saat itulah Rian teringat sesuatu.

"Oh."

Ekspresinya tetap tenang.

"Tenang saja."

"Kita masih punya stok makanan untuk satu bulan."

Semua orang langsung menoleh ke arahnya.

Rahma yang sedang minum air bahkan hampir menyemburkannya.

"Sejak kapan kita punya persediaan sebanyak itu?"

Rian mengangkat alis.

"Kamu lupa sesuatu?"

"Apa?"

"Di Pasar Cibinong."

Rahma berpikir sejenak.

Lalu matanya membesar.

"Pedagang itu?"

Rian mengangguk.

"Aku bukan hanya membeli belati."

"Aku juga membeli potion stamina dan kapsul makanan."

Mata semua orang langsung berbinar.

Rian mengangkat tangan kirinya.

Cincin penyimpanan yang berada di jarinya memancarkan cahaya samar.

Sesaat kemudian.

Sebuah kapsul kecil berukuran sekitar dua sentimeter muncul di telapak tangannya.

Bentuknya sederhana.

Mirip kapsul obat biasa.

Namun tidak ada seorang pun yang meremehkannya.

Karena mereka tahu barang yang dijual Pedagang Lintas Dimensi tidak pernah sederhana.

Klik.

Rian membuka kapsul tersebut.

Cahaya biru langsung keluar dari dalamnya.

Detik berikutnya.

Beberapa kotak makanan lengkap beserta minuman muncul di atas meja.

Aroma makanan hangat langsung memenuhi ruangan.

"Wow..."

Budi membelalakkan mata.

"Itu benar-benar makanan?"

Rahma juga tampak tercengang.

Bahkan Nadia terlihat kagum.

Di dunia yang sudah hancur seperti sekarang, makanan siap saji yang masih hangat terasa seperti harta karun.

"Hebat..."

gumam Ridho.

Rian hanya tersenyum tipis.

"Untuk sementara, kita tidak perlu khawatir soal makanan."

Suasana ruangan langsung menjadi jauh lebih santai.

Namun di antara semua orang yang sedang fokus melihat makanan, hanya ada satu orang yang lebih banyak memperhatikan Rian.

Indah.

Tatapannya terus mengikuti setiap gerakan pemuda itu.

Semakin lama, rasa kagumnya semakin dalam.

Di matanya, Rian seolah selalu memiliki solusi.

Saat semua orang mulai panik karena kehabisan makanan, ia sudah menyiapkan persediaan sejak lama.

Saat yang lain memikirkan hari ini, Rian sudah memikirkan minggu depan.

"Aku harus menjadi lebih kuat..."

"Aku harus bisa berdiri di sampingnya..."

Pikiran itu muncul tanpa sadar.

Untuk pertama kalinya, Indah menyadari bahwa keinginannya untuk menjadi kuat tidak lagi hanya demi bertahan hidup.

Ada alasan lain.

Dan alasan itu bernama Rian.

Meskipun ia sendiri masih belum sepenuhnya menyadarinya.

1
Yofu
pendek banget babnya
Alu feed: tapi bagusan di panjangin apa nggak kak , kasih aku saran 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!