Aurora sudah terlihat cantik dengan riasan wajah natural flowles dan glowing. ia mengenakan gaun pengantin impiannya rancangan sahabatnya sendiri Vera.
Di sudut ruangan rias Maxime yang tak lain sahabat Aurora berdiri mengamati kecantikannya dengan takjub.
Tiba-tiba sebuah kabar buruk datang jika pengantin pria yaitu Andre tidak datang melainkan pergi tanpa kabar sejak semalam. kepanikan seketika melanda terutama Aurora sampa jatuh pingsan dan harus di tenangkan oleh teman dan keluarganya. hingga waktu yang di tentukan Andre tak juga datang. demi menyelamatkan nama keluarga besar akhirnya Maxime bersedia menikahi Aurora.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33 Foto Keluarga
Max dan Rora bersiap pergi ke rumah papa dan mama Gunanto. Rora mengenakan dress pendek selutut berwarna hitam dengan hiasan brooch berlogo Chanel berwarna gold. ia membuat rambut panjangnya terlihat ikal di bagian bawah. sementara Max ia mengenakan kaos berwarna hitam lengkap dengan jas hitam di bagian luar dan tak lupa aksesoris jam tangan Rolex. tampilan Max lebih santai tapi juga tetap terlihat formal untuk sebuah acara makan malam keluarga.
"Sayang kau terlalu cantik untuk sekedar foto keluarga" kata Max memuji penampilan Rora.
Rora tersenyum senang, sejak menikah Max jadi sering memuji dirinya.
"Kemarilah" Rora meminta Max duduk di depan meja rias. ia merapikan rambut Max memberinya sedikit gel dan menata rapi bergaya seperti aktor drama China.
"Suami ku tampan sekali" Kata Rora.
Max berdiri dari duduknya lalu mengecup bibir Rora lembut sambil tersenyum senang.
"Cukup Max kita mau pergi" Rora sedikit mendorong dada Max agar suaminya itu mundur dan berhenti menciumnya atau acara makan malam bersama keluarga gagal karena Max tidak mau keluar dari kamar.
Max mengendarai mobilnya Jaguar X-type terbaru berwarna biru tua. ia melaju menuju rumah keluarganya bersama Aurora. setibanya di rumah Max dan Rora disambut oleh papa dan mama juga Catherine yang terlihat manis dengan penampilannya.
"Hai Cathe.."
"Hai Rora" Catherine memeluk kakak iparnya itu.
Max menatap adiknya Catherine ia masih marah padanya.
"Kau sudah tidak berteman dengan anak itu?" tanya Max.
"Kakak aku hanya berteman saja memang kenapa kakak tidak suka dengan Abian?"
"Aku sudah mengatakan alasannya bukan?"
"Max sudahlah jangan merusak suasana" Rora setengah berbisik pada Max sembari menggamit lengan Max.
Max menurut ia menuju ruang tengah tempat mama dan papa sedang bersiap dan berdiskusi dengan fotografer.
Papa, mama, Max, Rora dan Catherine bersiap mengatur posisi sesuai arahan fotografer profesional yang di undang papa datang ke rumah. malam itu semua terlihat ceria terutama Max. ia tidak pernah berpikir sebelumnya jika yang mengisi foto keluarga besarnya adalah Aurora seperti impian Max.
Setelah makan malam Max dan Rora langsung pamit pulang. mereka tidak menginap karena besok Max ada keperluan meeting di rumah dengan Wisnu.
Setibanya di rumah Max dan Rora segera memasuki kamar untuk beristirahat. Max berdiri santai menatap Rora yang sedang melepas aksesoris yang di pakainya. merasa Max mengamati dirinya, Rora berbalik memandang Max lalu mendekat.
Max memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana sembari tersenyum manis menggoda Rora, Max menatap Rora dengan kagum dan rasa cinta yang menggebu. meski Max sampai detik ini belum terang-terangan menyatakan cintanya pada Rora tapi perasaannya pada Rora begitu membuncah.
Rora tersenyum ia berjinjit sembari melingkarkan lengannya di pinggang Max, Rora mengecup bibir Max. wajah Max sedikit memerah ia tersenyum jahil lalu membalas kecupan dari Rora menjadi ciuman pan*s.
Dengan sebelah tangannya Max mengangkat tubuh Rora agar sejajar dengan tingginya. ia mulai menjelajahi leher Rora, aroma parfum Rora membuat Max serasa melayang. ia suka wangi itu, suka Rora dan semua yang ada pada diri Rora Max sangat menyukainya.
Rora mendorong sedikit dada Max ke belakang meminta jeda untuk bernafas. Max melepas jasnya dan membuka kaos warna hitam yang di pakainya. Max melempar kaos itu terjatuh entah di sudut mana ia tidak peduli lagi. Rora meraba punggung Max membuat adrenalin keduanya terpacu.
Max menarik resleting dress yang di pakai Rora, dalam sekejap dress itu lolos dari tubuh Rora dan terjatuh ke lantai. ciuman keduanya semakin membara, rasanya hasrat Max sudah di puncak ia tidak sabar untuk menikmati malam panjang dengan Aurora.