NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Daster Batik, Martabak Manis, dan Tamu Tak Diundang

Malam harinya, Kirei memutuskan bahwa dia butuh pelarian total dari segala urusan yang berbau Mahendra. Langkah kakinya yang lelah akibat benturan emosi sejak pagi membawanya langsung ke apartemen Sherly di kawasan Kuningan. Begitu pintu hunian vertikal itu tertutup rapat, Kirei melepas seluruh pakaian formal kerjanya tanpa sisa. Dia mencopot blazer tajam serta kemeja champagne miliknya, menggantinya dengan sehelai daster batik longgar bermotif mega mendung milik sahabatnya yang ukurannya kebesaran hingga menyapu lantai.

"Gua masih nggak habis pikir sama jalan pikiran si Vaxerion itu, Sher," cerocos Kirei sambil duduk bersila di atas sofa merah muda.

Mulut Kirei sibuk mengunyah keripik kentang pedas, sementara seluruh wajah cantiknya sudah tertutup masker lumpur kelabu yang tebal. Sisi anggunnya menguap, menyisakan kerapuhan manusiawi yang sedang kesal setengah mati. "Dia bilang sepupu, tapi gaya si Keyra itu nempel-nempel dada tegapnya santai banget di depan gua. Sialan, gua kesal banget kalau ingat muka jahil perempuan itu tadi pagi di kantor! Tangannya itu, lho, lancang banget pakai pegang-pegang kemeja Vaxerion!"

Sherly, yang sedang sibuk memotong pola kain sutra di meja seberang sofa, langsung meledak dalam tawa gila yang menggema di seluruh ruangan. Dia meletakkan gunting kainnya dengan gemas. "Rei, dengerin gua ya. Lu itu CEO paling ditakuti di sepanjang jalan Sudirman, tapi malam ini muka lu yang penuh masker lumpur itu kelihatan kayak emak-emak komplek yang lagi sirik sama tetangga baru! Lu beneran cemburu buta sampai ke ubun-ubun, tahu nggak?! Gengsi lu aja yang setinggi Vancort Tower itu!"

"Gua nggak cemburu, Sherly! Gua cuma menegaskan tata krama bisnis di Zhaklyn Mobile! Nggak elok dilihat karyawan!" bantah Kirei ketus.

Pipi Kirei yang tertutup masker mendadak terasa panas. Dia langsung melemparkan bantal sofa tepat ke arah punggung Sherly untuk menutupi rona merah dan kepanikannya yang sudah menggila.

Bel... Bel... Bel...

Suara bel pintu apartemen yang ditekan berulang-ulang dengan ritme yang kelewat heboh dan tidak sabaran mendadak memotong perdebatan konyol mereka. Sherly mengernyitkan dahi, berjalan malas menuju pintu utama, lalu membukanya tanpa rasa curiga sedikit pun.

"Halo, Kakak-Kakak Cantik! Tebakan gua bener, kan? Si Ratu Es pasti lagi ngumpet di sini!"

Kirei hampir tersedak keripik kentangnya begitu mendengar suara nyaring yang sangat akrab di telinganya. Keyra Atmadewa melangkah masuk tanpa canggung, mengenakan celana jins pendek dan kaus oblong kasual putih yang sangat santai. Di tangan kanannya, gadis berambut pendek itu menenteng sebuah kotak kardus tebal yang masih mengepulkan uap hangat dan aroma margarin bercampur adonan panggangan yang sangat harum.

"Keyra?! Kok lu bisa tahu gua di sini?" Kirei langsung berdiri dari sofa, daster batiknya melambai lucu. Dia mencoba memasang wajah angkuh yang menantang, namun penampilannya yang memakai daster longgar dan masker lumpur tebal membuat wibawa CEO-nya runtuh total menjadi sebuah kekonyolan manusiawi yang menggemaskan.

Sherly yang mencium aroma makanan manis gurih itu langsung mengabaikan kain sutranya di meja. Matanya berbinar menatap kotak martabak yang baru dibuka, memperlihatkan lelehan cokelat dan taburan keju yang melimpah. "Wah, gila! Ini kan martabak yang antrenya harus dua jam itu! Keyra, lu resmi jadi teman baik gua malam ini! Masuk, masuk!"

"Dari Abang gua lah, siapa lagi," jawab Keyra santai. Dia mengabaikan tatapan syok Kirei, langsung menerobos masuk ke ruang tengah dan meletakkan kotak kardus itu di atas meja kopi marmer. "Gua bawa martabak manis legendaris dari Pecenongan, spesial rasa keju susu cokelat wisman yang tebal kesukaan lu, Nona Kirei. Vaxerion yang kasih tahu gua semua daftar makanan favorit lu biar gua nggak langsung lu usir waktu bertamu ke sini."

Kirei tertegun di tempatnya stands. Rasa haru yang mendalam mendadak menyeruak naik ke dadanya, meluluhkan seluruh amarah dan getaran cemburu egoisnya sejak siang tadi. Vaxerion... pria dewasa yang sangat tampan itu ternyata begitu detail memperhatikan hal-hal kecil tentang dirinya. Vaxerion sengaja menyuruh Keyra datang membawa makanan kesukaannya murni agar Kirei tidak merasa asing, cemas, atau cemburu lagi dengan kehadiran sepupunya. Perhatian tersembunyi yang begitu matang ini sukses membuat hati Kirei meleleh seutuhnya.

"Ngapain lu masih berdiri di situ kayak patung marmer, Kirei?" Keyra mendongak, menatap Kirei dengan cengiran lebarnya yang blak-blakan tanpa ada sedikit pun kesan jahat atau manipulatif khas Bianca. "Sini duduk, makan bareng gua. Gua ke sini sengaja mau minta maaf kalau kelakuan gua tadi pagi bikin lu salah paham dan pengen nyakar gua. Si Vaxerion itu dari dulu emang kaku banget kayak mesin mobil listrik, cuma sama lu doang mukanya bisa melunak romantis kayak es krim kena jemur. Dia sayang banget sama lu, Rei."

Mendengar kejujuran dan ketulusan dari gadis baru di depannya, Kirei akhirnya tidak bisa menahan senyum tulusnya yang sangat cantik dari balik masker kelabunya. Gengsi esnya mencair seutuhnya malam itu. Dia duduk kembali di sofa, mengambil sepotong martabak manis yang hangat bersama Sherly dan Keyra.

Di dalam sudut kamar apartemen yang hangat itu, tiga wanita itu menghabiskan malam dengan tawa lepas yang nyata, mengobrolkan banyak hal manusiawi yang jauh dari urusan bisnis kaku—sebuah momen kehidupan nyata yang begitu indah bagi Kirei, menyadari bahwa kehadiran Keyra malam ini tidak membawa ancaman, melainkan awal dari sebuah persahabatan seru yang akan menjadi sekutu tak terduga baginya di masa depan.

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!