Rivera Briar Edwina seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak mobil dan jiwanya berpindah ke tubuh Aluna Effie Alfred seorang istri yang sangat dibenci oleh suaminya aiden Cristian edgar karena adiknya kecelakaan akibat tertabrak oleh mobil yang ditumpangi aluna. Tidak hanya itu aluna bahkan anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya dan menyalahkan aluna yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal ibu aluna semenjak ayahnya menikah lagi dan membawa anak tirinya hubungannya dengan keluarga tidak pernah baik. Akankah vera yang menjadi aluna bisa melewatinya, atau memilih untuk menyerah atau akankah aluna akan mencari kasus kecelakaannya?
episode 29
Sampai di bandara kota B aluna sangat sangat antusias sekali, ia melihat bangunan bandara tersebut. itu merupakan hal baru bagi aluna, bisa pergi keluar kota. Dia benar-benar senang ini masih diluar kota bagaimana jika diajak keluar negri.
Aiden yang melihat ekspresi senang aluna apalagi bola matanya yang berbinar binar membuatnya itukan senang, emang senyumnya nular ke aiden apalagi lucas padahal mereka sudah sering sekali pergi pergi seperti ini, tapi setelah mengajak aluna mereka seperti baru pertama kali menginjakkan kaki di kota B
"Lihat lihat itu pesawat yang tadi kita naiki" senang aluna.
"Lun, lo kayak tidak pernah naik pesawat aja"ucap lucas yang melihat ekspresi aluna.
" emang benar "jawab aluna.
" ini masih bandara belum kotanya jadi nikmati sejenak dulu"ucap aiden
Aluna pun mengitari bandara tersebut dari atas sampai bawah hingga aluna berhenti dibagian tempat orang orang membeli sesuatu sebagai oleh oleh, aluna masuk kedalam dan ditemani aiden serta lucas juga sudah pasti.
Aluna melihat disana ada beberapa makanan yang sangat menggiurkan aluna mengambil satu tapi saat melihat harganya membuat aluna melotot seketika.
"Ini tidak salah, jika dibandingkan sama yang diluar segini sangat mahal " monolog aluna saat melihat harga makan yang tertera disana. Menurut aluna itu sangat mahal jika hanya sebuah cemilan saja.
Aluna meletakan kembali cemilan tersebut dan lanjut berjalan lagi. Dirinya melihat keliling kesana kemari. Saat aluna mengambil barang dan itu kemahalan maka ia akan mengembalikan lagi ke tempat semula. Berbeda dengan aiden jika apapun yang aluna pegang maka aiden akan mengambilnya.
"Den? Lo mau buka toko atau bagaimana banyak bener tidak biasanya juga lo beli yang beginian" komentar lucas melihat barang bawaan aiden, tapi aiden tidak perduli dia tetap berjalan mengikuti aluna dari belakang. barang setiap barang yang disentuh aluna maka aiden yang akan mengambilnya.
"Gila ya, harga disini mau cepat kaya atau gimana! Siapa yang mau beli coba? Hanya orang gila saja yang mau beli" monolog aluna. Karena sudah di penghujung jalan aluna pun berbalik betapa terkejutnya aluna saat melihat barang bawaan lucas.
"Wah, banyak banget belanjaannya kalian mau camping? " tanya aluna melihat barang barang itu.
"Tanya saja sama suami lo ini" jawab lucas. Aluna melihat kearah aiden sambil menaikkan satu alisnya seolah-olah bertanya kenapa?
"Emang lo tidak mau? "Tanya aiden
" pertanyaan konyol macam apa itu bak sini"aluna langsung merebut semua belanjaan yang ada ditangan lucas, dia senang sekali, aluna pun mengecek satu persatu ternyata yang diambil oleh aiden barang yang ditunjuknya, aluna tersenyum hingga sekian perdetik senyum aluna luntur. Dia menaruh curiga kepada aiden, aluna mendekati wajahnya kearah aiden.
"Ini bukan gue yang bayar kan? " tanya aluna.
"Emang lo sanggup bayarnya? " tanya balik aiden, dan aluna menggeleng dengan cepat, bagaimana cara dia bayar, bahkan didompet saja sudah kering!, aluna kemari pun hanya bermodalkan nyawa dan raganya saja.
"Bawa semuanya kekasir" titah aiden aluna pun langsung membawa bawaannya ketempat kasir.
Kasir mulai menghitung belanjaannya satu persatu bahkan kepalanya mengikuti pergerakan belanjaan yang dihitung,dan nominal angka di layar kasir membuat aluna syok jantungan,takut aiden tidak bisa bayar. Mungkin mereka akan jadi buronan karena tidak bisa bayar.
𝘽𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩 𝙣𝙤𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪 batin aluna. Dengan sedikit deg deg kan.
Hingga sang kasir memberitahukan totalnya yang membuat aluna syokk bahkan matanya terbelalak. Dua puluh juta itu harga tidak sepedaan. Dan dengan santainya aiden mengeluarkan kartu hitamnya yang makin membuat aluna melongo.
Kartu tanpa limit, aiden memberikan kartu itu kepada sang kasir, kasir itu menggesek kartu aiden dan memberikan kembali kepada aiden. Aluna melongo matanya mengikuti kartu itu. Lalu dia melihat belanjaan hanya tinggal ambil saja.
Aiden yang melihat ekspresi aluna itu mengerutkan keningnya,
"Apa? " tanya aiden, aluna mengangkat kepalanya.
"Sudah? " tanya aluna yang masih kaget. Karena aluna masih syok aiden menyuruh lucas untuk membawakan belanjaannya. Aiden menarik tangan aluna untuk pergi dari sana dengan wajahnya yang masih syokk.
"Hah, gini jadi babunya budak cinta ck, " gerutu lucas mengambil belanjaan aluna.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
Singkat cerita mereka kini sudah sampai di vila aiden. vila dengan pemandangan laut yang indah itu terletak dikamar utama, saat ini aluna hanya memandangi interior vila yang sangat elegan menurutnya cocok untuk dirinya, sangat berbeda dengan mension yang mereka tinggali.
Dan aiden tetap berjalan dibelakang aluna.hingga mereka berhenti tepat didepan ada seorang pelayan pria.
"Selamat datang tuan? " pelayan itu menunduk aiden mengangguk sebagai jawaban.
"Bagaimana persiapan sudah siap? " tanya aiden.
"Sudah tuan, kamar anda sudah siap begitu juga dengan tuan lucas" aiden mengangguk aluna yang tidak mendengar perkataan pelayan dan aiden itu masih mengitari vila tersebut.
Aneh padahal di kehidupan lalu dia juga seorang nona kaya. melihat kemewahan yang ada didepan matanya seperti baru saja yang lihat terlebih lagi kekayaan itu punya suaminya mata aluna langsung berbinar binar. Kayaknya masalah perceraian mungkin bisa saja ditunda karena baru melihat satu vila saja, belum melihat vila yang lain lagi.
Aluna melihat kearah luar disana terdapat kolam yang cukup besar, benar benar cantik ingin sekali aluna menyeburkan dirinya didalam kolam tersebut. Tapi dia tahan. Jujur saja kakinya gatal ingin sekali mendekati kolam itu. Aluna berjalan perlahan lahan dan
Hap...
tangan besar menangkap tubuhnya dan menggendongnya. aluna melihat ternyata aiden. Tanpa banyak bicara aiden membawa aluna naik ke atas. Aluna hanya bisa melihat kolam itu dari belakang saja.
Sampai dikamar utama aiden menurunkan aluna. Disana kejutan aluna belum sampai di kolam itu saja saat aluna melihat ke balkon mata aluna melotot, tanpa sadar dirinya berjalan kearah balkon dan dia bisa melihat pemandangan laut lepas dengan ombak yang menghantam pasir pinggiran laut.
"Ini bisa lihat sunset bukan? " tanya aluna kepada aiden.
"Benar" jawab aiden, hal itu membuat aluna senang bagaimana indahnya jika sunset nanti.
Aiden melihat kearah aluna, senyum lembutnya membuat aluna sangat cantik, yang membuat aiden ikutan tersenyum. Apalagi rambut lurus aluna tergerai dan membiarkan angin menerpanya yang membuat aluna benar benar cantik. Bulu mata yang lentik dan bola mata coklatnya selaras melihat kearah depan dengan binar, membuat aiden tidak bisa melepaskan pandangannya.
Lama aiden menatap aluna hingga tanpa sadar aluna sudah melihat kearahnya. Melihat aiden melamun.
"Den? " panggil aluna. Tapi aiden tidak menjawab.
"Den? " panggil aluna lagi bahkan aluna melambaikan tangannya.
"Aiden" teriak aluna yang membuat aiden tersadar.
"Hm" dehem aiden.
"Kenapa melamun itu suara ponsel lo ganggu berisik banget" ucap aluna masuk kedalam. Mendengar itu aiden melihat ponselnya lalu mengangkatnya.
Aluna merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk dan sesekali dia memandangi aiden yang masih berdiri balkon, dengan posisi aiden yang miring dengan kaki menyilang sambil memegang ponsel, hal itu membuatnya sangat tampan. Tidak emang aiden tampan. Yang membuat aluna terpesona.
Kini aluna yang melamun, hingga dia juga tidak sadar jika aiden sudah masuk kedalam. Aiden berjalan mendekati aluna yang masih melamun. Aiden berjongkok tepat didepan aluna, menatap mata aluna dengan menatap kosong.
Aiden meniup wajah aluna yang membuat aluna tersadar dan kaget ternyata aiden sudah ada didepannya.
"Apa yang lo lamuni? " tanya aiden dan mendarat dagunya tepat didepan aluna, aluna langsung memalingkan wajahnya karena malu.
"T-tidak"gugup aluna.
" nanti malam kita ketemu dengan reymond di restoran x"ucap aiden.aluna menoleh kearah aiden.
"Kenapa cepat banget baru juga kita sampek harus kerja lagi" keluh aluna badan saja masih letih kenapa mereka sudah harus pergi lagi.
"Tujuan kita kesini juga itu lun? " ucap aiden. Aluna langsung melengos, benar sih tujuan meraka kesini juga karena pekerjaan, jika bukan karena ini mungkin aluna tidak akan ada disini.