Hella Adelia menjalani hidupnya dalam diam, memikul peran sebagai seorang ibu sekaligus ayah bagi putra semata wayangnya. Dengan tekad sederhana—melihat anaknya agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMK—ia rela menyingkirkan lelah dan gengsi, menerima pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di rumah seorang CEO ternama.
Di balik kemewahan rumah itu, Dave Julian Alexander hidup dalam kesunyian. Seorang duda tanpa anak, dengan hati yang masih terikat pada kenangan akan mendiang istrinya. Dingin, tegas, dan tak tersentuh.
Kesederhanaan Hella, ketulusannya sebagai seorang ibu, dan harapan kecil yang ia genggam untuk masa depan anaknya, menghadirkan kehangatan yang lama hilang dalam hidup Dave.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endel_Bagong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERJERAT CINTA SANG BOSS
Pagi yang menegangkan akhirnya datang menggantikan malam yang penuh kekacauan.
Sejak subuh, Marcel belum beranjak jauh dari kamar Dave.
Semalaman ia berjaga di samping tempat tidur sang Tuan.
Namun yang membuat Marcel semakin khawatir, suhu tubuh Dave bukannya turun, melainkan semakin tinggi.
Dokter keluarga sudah datang sejak pagi buta.
Suntikan penurun panas sudah diberikan.
Obat-obatan juga sudah masuk ke tubuh Dave.
Tetapi hasilnya masih nihil.
Dave tetap tidak sadarkan diri.
Sesekali pria itu menggumam pelan.
Kadang menyebut nama Angela.
Kadang hanya terdengar helaan napas panjang yang membuat hati siapa pun yang mendengarnya terasa sesak.
Marcel berdiri di dekat jendela kamar sambil memijat pelipisnya.
Ia sudah kehabisan cara.
Akhirnya ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
Kayla.
Kurang dari satu jam kemudian sebuah mobil memasuki halaman rumah Dave.
Hella yang sedang membersihkan meja makan mendengar suara bel pintu.
'Ting tong...'
Hella segera berjalan menuju pintu.
Begitu pintu terbuka, senyum kecil langsung muncul di wajahnya.
"Non Kayla..."
Namun sebelum Kayla sempat menjawab, seorang bocah kecil berlari melewatinya.
"Tante Hellaaa!"
Antonio langsung memeluk kaki Hella erat-erat.
Hella tertawa kecil.
"Hai Ganteng...."
"Aku kangen Tante."
"Benarkah Antonio kangen Tante..?"
Antonio mengangguk cepat.
"Kangen banget."
Kayla hanya menggelengkan kepala melihat tingkah putranya.
"Nah Mbak Hella, aku titip anak ini sebentar ya."
"Baik lah Non."
"Kalau dia mulai cerewet, tinggal balikin aja."
Antonio langsung memprotes.
"Mamaaa..."
Hella tertawa semakin geli.
"Gapapa kok Non, aku senang denger Antonio cerita."
Mendengar itu Antonio langsung tersenyum bangga.
"Tuh kan."
Sementara itu Kayla dan Marcel berjalan menuju lantai dua.
Begitu pintu kamar Dave dibuka, langkah Kayla langsung terhenti.
Wajahnya berubah.
Dave terbaring di atas tempat tidur.
Pucat.
Lemah.
Dan terlihat sangat berbeda dari sosok Dave yang biasanya.
"Ya Tuhan..."
gumam Kayla pelan.
Marcel berdiri di samping tempat tidur.
"Tadi malam sampai subuh panasnya gak turun."
"Dokter..?" Tanya Kayla.
"Sudah datang."
"Terus gimana..?"
"Masih belum ada perubahan." jawab Marcel.
Kayla berjalan mendekat.
Ia duduk di tepi ranjang lalu menyentuh punggung tangan Dave.
Panas.
Masih sangat panas.
"Kok bisa sampai begini sih, Kak..."
lirihnya.
Kayla kemudian menoleh ke arah Marcel.
"Sekarang cerita."
Marcel pura-pura tidak mengerti.
"Cerita apa Non..?"
"Jangan bikin aku marah Cel."
Marcel menghela napas.
"Tuan pasti gak suka kalau saya cerita."
"Marcel."
Panggil Kayla yang sedikit penekanan kepada Marcel.
"Tapi..."
"Marcel."
Pria itu menyerah.
Ia menarik kursi lalu duduk.
Akhirnya Marcel menceritakan semuanya.
Tentang Dave yang meninggalkan rapat.
Tentang Dave yang pergi ke makam Angela.
Tentang Dave yang ditemukan sendirian di sebuah bar.
Tentang Dave yang mabuk.
Dan tentang kejadian semalam.
Semua.
Tanpa ada yang ditutupi.
Semakin Marcel bercerita, wajah Kayla semakin sedih.
Terutama saat mendengar bagian ketika Dave memeluk Hella.
"...lalu Tuan memeluk Mbak Hella."
Kayla terdiam.
"Dan mengira Mbak Hella adalah Kak Angela."
Suasana kamar menjadi sunyi.
Kayla menunduk.
Matanya mulai berkaca-kaca.
"Aku kira dia sudah mulai sembuh..."
ucapnya lirih.
"Ternyata belum."
Marcel tidak menjawab.
Karena ia tahu itu benar.
Selama ini Dave hanya terlihat kuat dari luar.
Padahal luka itu masih ada.
Masih sama.
Masih sebesar dua tahun yang lalu.
"Aku kasihan sama Kak Dave."
Suara Kayla terdengar pelan.
"Aku juga kasihan sama Mbak Hella."
Marcel mengangkat pandangan keheranan dengan kalimat Kayla.
Kayla menatap Dave yang masih tertidur.
"Kalau terus begini..."
Kayla berhenti sejenak.
"Suatu saat Kak Dave bakal kehilangan Mbak Hella juga."
Marcel langsung terdiam.
Karena untuk pertama kalinya...
ia merasa perkataan Kayla mungkin benar.
*Johan, Marcel and Dave 😁
biar gak tua-tua amat...kurang seru soalnya kalau ketuaan pemain nya 👍😁