NovelToon NovelToon
Bukan Inginku Jadi MADUMU

Bukan Inginku Jadi MADUMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Single Mom
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Kamu harus tahu diri. Kamu wanita yang tidak pernah di inginkan oleh mas Yusuf. Jangan sesekali meminta perhatian darinya. ingatlah, mas yusuf menikahimu hanya ingin bertanggung jawab pada bayi itu!" tekan Nora.

"Aku tahu, Mbak. Maaf jika sikapku sudah membuat mbak nora tidak nyaman," jawab Siti hajar dengan wajah menunduk.

Kejadian yang tak terduga membuat Siti harus mengandung anak dari majikannya. Menjadi orang ketiga, dan di nikahi secara siri tidaklah membuat gadis malang itu bahagia. ia harus menerima segala hujatan dari nora istri sah Yusuf.

Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Berbulan-bulan Yusuf menelusuri berbagai daerah, bertanya ke sana ke mari, memeriksa setiap petunjuk yang didapat, namun hasilnya selalu sama. Nihil. Keberadaan Siti dan Daffa seolah hilang ditelan bumi. Rasa lelah dan putus asa mulai menggerogoti hatinya, hingga ia hampir meletakkan semua harapan itu.

Hingga suatu pagi, saat sedang duduk termenung di ruang kerjanya, telepon berdering. Panggilan dari kantor pusat.

"Yusuf, minggu ini kamu harus berangkat ke Kota Batam. Ada proyek pembangunan baru yang butuh peninjauan langsung dari direksi. Kamu yang kami tunjuk, tidak bisa ditawar," suara pimpinan terdengar tegas dari seberang.

Yusuf menghela napas panjang, menekan pelipisnya yang terasa berdenyut. "Baik, Pak. Saya mengerti. Saya akan berangkat sesuai jadwal." Yusuf tidak bisa menolak perintah dari atasannya.

Sementara itu, di tempat yang jauh, Daffa berlari kecil menghampiri Siti yang sedang merapikan pakaian. Wajah anak itu tampak merajuk namun penuh harap.

"Bunda... kapan kita liburan? Daffa sudah bosan di sini terus. Daffa ingin pergi ke kota tempat Ayah dulu tinggal. Boleh ya, Bun? Sekali saja," rengek Daffa sambil menarik ujung baju ibunya.

Siti terdiam, tangannya berhenti bergerak. Hatinya bergetar hebat mendengar permintaan itu. "Sayang... kota itu jauh sekali. Di sana ramai dan padat, banyak tempat lain yang lebih indah untuk kita kunjungi. Kita ke tempat lain saja ya?"

Daffa menggeleng kuat, matanya mulai berkaca-kaca. "Tidak mau! Daffa hanya ingin ke sana saja. Daffa ingin melihat tempat di mana Ayah dulu pernah berjalan dan tinggal. Daffa rindu, Bun... Daffa ingin merasakan udara yang pernah dihirup Ayah."

Siti menunduk, menatap bola mata bening putranya. Rasa rindu yang selama ini ditahan-tahan tiba-tiba meluap, mendesak hatinya untuk mengiyakan. 'Mungkin benar, hanya dengan berada di sana sedikit saja, kami bisa sedikit melepas rindu. Lagipula, kemungkinan bertemu dia sangat kecil. Dia mungkin sudah punya kehidupan lain, dan kami hanya sekadar berkunjung sebagai orang asing,' batin Siti.

"Baiklah, sayang... Bunda turuti kemauanmu. Kita akan ke sana," jawab Siti pelan, berusaha menahan rasa haru. "Tapi ingat ya, kita hanya jalan-jalan saja. Tidak mencari siapa-siapa, dan kita harus tetap hati-hati."

Daffa seketika tersenyum lebar, melompat kegirangan lalu memeluk erat ibunya. "Asyik! Terima kasih, Bunda! Bunda paling baik di dunia!"

 

Pesawat yang ditumpangi Siti dan Daffa mendarat mulus di landasan pacu Bandara Sultan Syarif Kasim. Suasana di sana ramai dan hiruk-pikuk. Siti menggenggam erat tangan kecil putranya, berjalan pelan mengikuti arus penumpang keluar. Jantungnya berdebar tak karuan, campuran antara rasa takut, kangen, dan rindu yang mendalam. Bayangan beberapa tahun yang lalu kembali menyeruak di benaknya. Kota yang menyimpan kenangan manis dan pahit. Siti menghela nafas dalam-dalam. Sebegitu cinta dirinya pada lelaki itu. Bahkan saat kembali ke kota ini saja jantungnya berdebar tak karuan.

Di sisi lain ruang tunggu keberangkatan, Yusuf berdiri tegak dengan tas kerja di tangan. Ia sudah bersiap menaiki pesawat menuju proyek yang ditugaskan. Namun entah mengapa, kakinya terasa berat sekali melangkah. Ada rasa aneh yang menjalar di dada, rasa yang sulit ia jelaskan.

"Kenapa rasanya ada yang berbeda hari ini? Seolah ada tarikan kuat yang menyuruhku tetap di sini," gumam Yusuf pelan, mengerutkan kening. Ia memutuskan berjalan sedikit berkeliling sebelum menuju pintu keberangkatan, entah untuk apa, ia sendiri pun tak tahu.

Saat sedang berjalan melintas di dekat kerumunan penumpang kedatangan, tiba-tiba ada tubuh kecil yang berlari tergesa-gesa menabrak kakinya dengan cukup keras.

"Eh... adik kecil, hati-hati ya jalan pelan-pelan," ucap Yusuf refleks sambil berlutut membantu anak itu berdiri.

Saat ia menatap wajah anak laki-laki itu, seketika napasnya tertahan. Wajah itu... mata itu... hidung itu... persis seperti bayangan dirinya saat masih kecil. Persis seperti apa yang sering ia lihat di cermin.

Daffa mengusap pelan keningnya yang sedikit terantuk, lalu mendongak menatap lelaki di hadapannya itu. Matanya terbelalak lebar, mulutnya sedikit terbuka karena tak percaya.

"Ayah..." panggil Daffa lirih, suaranya bergetar dan hampir tak terdengar. "Ayah... benarkah itu Ayah?"

Darah Yusuf seolah berhenti mengalir. Ia kaku membatu. Suara itu... wajah itu... namanya dipanggil dengan begitu yakin oleh anak yang berdiri tepat di depannya ini.

"Kamu... siapa namamu, Nak?" tanya Yusuf dengan suara yang bergetar hebat, tangannya gemetar ingin menyentuh namun takut hal itu hanya khayalan semata.

"Daffa, Ayah... Aku Daffa," jawab anak itu sambil menatapnya dengan mata berbinar penuh linangan air mata. "Aku anak Ayah. Aku tahu itu... aku selalu tahu kalau wajah Ayah seperti ini. Ibu selalu menunjukkan foto ayah padaku."

Belum sempat Yusuf menjawab, terdengar suara panggilan yang membuat seluruh tubuhnya menegang. Suara yang selama empat tahun ini selalu ia rindukan, suara yang selalu ada dalam mimpinya setiap malam.

"Daffa! Sayang, jangan lari-lari... ya Tuhan..."

Siti yang baru saja menyusul, terhenti kaku di tempatnya. Wajahnya pucat pasi, matanya menatap tak berkedip ke arah lelaki yang sedang berlutut di depan putranya itu. Dunia serasa berhenti berputar saat itu juga. Ini benar-benar berasa mimpi.

"Siti..." panggil Yusuf pelan, matanya berkaca-kaca, tak percaya apa yang sedang dilihat kedua matanya. Ia bangkit berdiri perlahan, seolah takut gerakan sedikit saja akan membuat pemandangan indah ini lenyap. "Kamu... kamu ada di sini?"

Siti menutup mulutnya dengan kedua tangan, menahan isak tangis yang hendak meledak. Air mata jatuh deras membasahi pipinya.

"Ma.... Mas Yusuf..." bisiknya, kakinya terasa lemas sekali. "Kenapa... kenapa kita bisa bertemu di sini? Di tempat ini?" cicit Siti semakin membekap mulutnya agar tangisnya tidak pecah.

Daffa tak mempedulikan apa pun. Ia langsung berlari dan memeluk erat kaki Yusuf, menyandarkan wajahnya di sana sambil menangis bahagia.

"Ayah! Daffa kangen sekali! Daffa sudah menunggu Ayah lama sekali!" tangis Daffa terdengar begitu menyayat hati namun penuh kebahagiaan.

Yusuf langsung berlutut kembali, memeluk erat tubuh kecil putranya itu sekuat tenaga, seolah takut jika dilepas, anak itu akan hilang lagi. Air matanya jatuh membasahi rambut hitam Daffa.

"Ayah juga kangen, Nak... Ayah kangen sekali. Maafkan Ayah ya... maafkan Ayah yang baru bisa datang sekarang," ucap Yusuf tergugu, suaranya pecah tak mampu lagi ia tahan.

Perlahan, Yusuf menoleh ke arah Siti yang masih berdiri terpaku sambil menangis. Ia mengulurkan satu tangannya, menatap wanita itu dengan pandangan yang penuh kerinduan, penyesalan, dan cinta yang terpendam.

"Siti... Aku urungkan kepergianku keluar kota. Tidak ada proyek, tidak ada pekerjaan, tidak ada apa pun yang lebih penting dari ini. Tidak ada lagi yang akan memisahkan kita. Tidak ada lagi," ucap Yusuf dengan tegas namun lembut.

Siti menatap mata lelaki itu, mata yang selama ini selalu ia ingat dan ia rindukan. Ia melangkah pelan mendekat, hingga akhirnya ia pun ikut berlutut di sana, berada di tengah-tengah antara ayah dan anak yang baru saja bersatu kembali itu.

"Mas Yusuf... aku kira kita tak akan pernah bertemu lagi," isak Siti, menerima uluran tangan Yusuf ragu dan takut.

Yusuf mengusap air mata di pipi Siti dengan lembut, tatapannya begitu dalam dan tulus.

"Takdir memang memisahkan kita cukup lama, Siti. Tapi takdir juga yang membawa kita bertemu kembali hari ini, di tempat ini. Di kota yang menjadi awal segalanya. Dan aku berjanji... mulai detik ini, aku tidak akan membiarkan kalian berdua pergi dari sisiku lagi. Kalian adalah nyawaku, dan aku adalah milik kalian."

Siti membatu. Masih belum mengerti dari segala ucapan yusuf. Mungkin saat ini Yusuf sedang meluahkan rasa rindunya bertahun-tahun terhadap Daffa. Yusuf terlalu senang saat bertemu dengan putranya. Siti berusaha menepis segala rasa harap di hatinya. Lagian Yusuf sekarang pasti sudah bahagia bersama mbak Nora dan Haikal. Ia tidak boleh lagi berharap apapun. Ia harus tetap menyembunyikan perasaannya terhadap ayah anaknya itu.

Di bandara yang riuh ramai itu, di sudut tempat penjemputan yang sederhana itu, ketiganya saling berpelukan erat. Segala rasa sakit, rindu, penyesalan, dan penderitaan selama empat tahun terakhir perlahan luruh dan hilang, tergantikan oleh kebahagiaan yang begitu utuh dan damai. Akhirnya, takdir yang sesungguhnya mulai menampakkan jalannya.

Bersambung....

1
Naufal Affiq
istrimu di tempat selingkuhan nya yusuf
Jetva
si Siti ga kerja..??
Jetva
Lah Siti ogeb....ga pux harga diri....
Dewi Habibah
endingnya sudah bisa di tebak🤭
Dewi Habibah
gimana Nora tidak mencari kebahagiaannya sendiri , suami yg di cintai si Yusuf itu memendam cita pada Siti dan Nora di abaikan , lebih baik Nora cari kebahagiaan sendiri la
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
lanjut kak 👍
Naufal Affiq
kasihan aku lihat kamu yusuf,masih saja kau pikir kan perasaan istrimu yang tukang selingkuh di belakang mu
Tri Hastuti
mudah2an mereka bersatu,, nora tinggalin j
Naufal Affiq
nikahin siti yusuf,karena istri mu sudah selingkuh di belakang mu
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
mau lihat reaksi nora gimana nanti 🤧
Suanti
nora sdh selingkuh yusuf tinggal cerai kan nora baru nikah lgi sm siti 🤭
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤: gampang sekali ya kak /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Meri Meri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sasikarin Sasikarin
bolak balik g up juga... kecewa sangat
❀∂я 𝗗𝗘𝗪𝗜 𝗥⒋ⷨ͢⚤ : Bentar ya kak, lagi nulis🤗
total 1 replies
Naufal Affiq
yusuf berusaha kuat lagi untuk mencari siti dan dafa,mereka ada di Kalimantan lho
Tri Hastuti
biarin j nora selingkuh, nti siti sama yusuf j 😂
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
tapi kabar buruk dari ibumu Haikal , dia selingkuh 😭😭😭😅
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
ini ada maunya raka 🙄
Suanti
semoga secpt nya yusuf ketemu siti dan daffa
untung nora semoga aja ank nya haikal sendri yg nampak mama nya selingkuh sm raka 🤣🤣🤣
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
salah jalan kamu nora pelampiasan sama suami orang 🙄🤧
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
ujungnya jadi selingkuh kalian 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!