Viola pranindhita(29) seorang perempuan independen yang sukses di segala bidang usaha hingga berhasil menjadi CEO perusahaan ternama.terpaksa menerima perjodohan nya dengan Evan Erlangga(27). seorang pembisnis muda yang sekaligus saingan bisnis nya yang terkenal angkuh dan dingin terhadap wanita..
akankah keangkuhan, keras kepala, dan sifat individulis dari ke duanya bisa menciptakan sebuah ikatan rumah tangga yang manis dan romantis???Jika ada trauma di masa lalu tentang pernikahan...bagaimana cara mereka untuk berusaha memahami tentang arti pernikahan yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iis Surya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terungkap nya sebuah rahasia.
Evan tampak merenung di balkon kamar hotel ,yang sudah sebulan ini dia tempati bersama Viola.Bak orang yang kehilangan arah.. Wajahnya begitu datar, dengan tatapan kosong.Angin malam bergerak perlahan menyapu lembut dadanya yang terbuka di sela piyama yang tak menutup sempurna.
"Sudah, jangan terlalu di pikirkan.. ikuti saja dulu kemauan kakek.. nanti kamu bisa bujuk kakek pelan-pelan.. ".Ujar Viola menghampiri evan dan memeluknya dari belakang.
Evan memejamkan matanya,merasa kan lembutnya tangan nakal Viola yang meraba dadanya dengan lembut..ada rasa tak rela jika mengingat ,dia harus segera meninggalkan istrinya dan kembali ke rumah kakek seorang diri.
"Lalu bagaimana jika nanti nenek tanya sama kamu... ? ".Evan menahan tangan Viola yang tengah meraba perut berototnya.
"Untuk sementara, aku tidak akan pulang dulu ke rumah nenek.. aku akan membeli apartemen dekat kantor.. " jelas Viola berusaha menenangkan suaminya.
"Aku nggak mau pisah vi.. aku sungguh-sungguh mencintaimu... ".Evan membalikkan tubuh nya dan menatap Viola nanar.
Viola tersenyum mendengar pengakuan evan.
"Aku tau... karena itu kita harus Backstreet dulu sementara.. " bujuk Viola sambil menenggelamkan wajahnya di dada evan yang bidang.
"Aku nggak nyangka masalah nya akan seperti ini... semuanya gara-gara mereka berdua... pasti mereka yang menghasut kakek... dan ngomong yang nggak-nggak tentang kita... "evan memeluk Viola erat.
"Aku tau, dan itu pasti... jadi, tugas kamu adalah meyakinkan kakek...biar kita nggak terlalu lama pisah.. ".
Evan menatap Viola dan mengecupnya dengan lembut. ada rasa haru dan sedih mendengar ucapan Viola.
"Aku pasti akan segera menjelaskan dan menyelesaikan masalah ini... aku tidak mau kita berpisah terlalu lama... seumur hidupku aku tidak akan pernah menceraikan mu vi... ".
Viola mengalungkan tangan nya ke leher evan. sementara evan segera mengangkat tubuh Viola,hingga tubuh Viola terangkat sempurna dengan sepasang kaki yang melingkar di pinggang evan.
"Kita begadang malam ini ya.. " desah evan di telinga Viola, membuat wanita cantik itu tersenyum kegelian.
Evan segera mendaratkan ciumannya di bibir Viola yang ranum.. tak lama kemudian,mereka sudah saling melumat dengan liar menikmati malam terakhir kebersamaan mereka di hotel itu.
...****************...
Evan mendorong koper nya sembarang ketika dia sudah sampai di kamarnya.. sementara Rico mengikuti nya dari belakang.
"Lo beneran pulang sendiri bro.. istri lo nggak marah..? " tanya Rico membuat evan merasa muak.
"Sorry,.. ntar gua bantu lo jelasin ke kakek.. pasti ada kesalah pahaman antara kalian.. "lanjut Rico tanpa dosa.
Evan membalikkan tubuh nya dan menatap Rico tajam.
"Kesalah pahaman... lo pikir gua nggak tau, itu pasti ulah kalian berdua kan? apa yang kalian omongin ke kakek... sampai dia nyuruh gua pisah sama Viola..?? !! "
"Kenapa lo nyalahin semua ke kita,.. lo lihat sendiri kan.. kita aja nggak tau kakek datang tiba-tiba.."kilah Rico.
"Eh, lo pikir gua bego... sampai gua nggak tau kalian sengaja nggak ngajak gua jemput kakek..!!"evan tersenyum smirk.
"Lo, emang bener kan.. kakek yang tiba-tiba pulang.. sebelum nya, kakek bilang pesawatnya delay..! "
"Cukup gua lihat sendiri lo sana tiara jemput kakek di bandara.. lo nggak bisa pura-pura lagi..!! "hardik evan sambil menunjuk ke arah Rico.
Rico terkesiap mendengar ucapan evan. mendadak ada rasa bersalah menghampiri nya.
"Maksud lo..? "
"Kemarin gua balik lagi ke bandara ,.. dan lihat kalian berdua jemput kakek... permainan kalian kurang rapih bro...!! "evan mendengus kesal.
"Sekarang lo keluar dari kamar gua... gua udah muak lihat tampang lo... gua pikir lo cuma manusia bebas yang nggak bisa di kekang dan terjebak oleh tiara, ternyata gua salah... lo cuma anj**g yang patuh sama tuannya karena sudah di kasih tulang!! "
Rico menghampiri evan dan mencengkram kerah baju nya.
"Apa lo bilang... lo nggak sadar diri lo juga kayak apa, lo udah di peralat oleh Viola sampe lo tega ninggalin rumah ini..!! "
"Jangan samain cinta gua ke Viola sama urusan kotor lo ke tiara.. itu jauh bedanya..!! " evan melayangkan bogem mentahnya ke wajah Rico yang langsung tersungkur dengan serangan mendadak.
Rico berusaha bangkit tapi evan keburu menghujani nya dengan pukulan keras yang membabi buta..
Teriakan Rico membuat kakek dan tiara serta beberapa ajudan masuk ke kamar Rico dan memisahkan mereka.
"Evan cukup, lo mau Rico ma*i..?! " hardik tiara sambil memegangi evan.
Evan menepis tangan tiara dengan kasar ,setelah mereka berhasil melepas Rico dari hantaman tangannya.
"Jangan lo sentuh gua.. dasar perempuan kotor.. lo mau hancurin keluarga gua!! " mata evan mulai memerah dengan tatapan tajam ke arah tiara.
"Evan cukup.. makin lama kelakuan kamu makin mirip berandalan..!! " hardik kakek dengan tubuh yang menopang pada tongkat.
"Kakek.. sebenarnya apa yang mereka katakan sama kakek... hingga kakek maksa aku pisah sama Viola..? "
"Karena Viola itu perempuan nggak bener, dia udah mempengaruhi kamu keluar dari rumah ini..!!
"Kakek, evan mohon dengarkan dulu evan... jangan salah paham sama Viola... evan nggak Terima kek..!! "
"Sekarang kamu lebih membela dia daripada keluarga kamu sendiri.. dia yang nggak suka tiara ,hingga dia ngajak kamu keluar dari rumah ini...!! "
"Jadi semua ini karena tiara?? kakek lebih percaya dia di banding aku..!! "
"Kakek kenal tiara dari kecil, apapun yang dia bilang kakek percaya..!! "
"Lalu kenapa kakek jodohin aku sama Viola..?! "
"Itu karena kakek ingin memperbesar usaha kakek.. pernikahan kalian hanya untuk bisnis... kakek nggak menyangka kamu akan terpengaruh sebesar ini karena Viola...!! "
Evan terkejut mendengar ucapan kakek nya.
"Maksud kakek...? "
"Dari awal kakek tau... kamu dan viola terikat kontrak pernikahan...tapi kakek tidak permasalahkan itu, justru kakek senang kalian akan segera bercerai..!! "
Bagai ada tusukan anak panah yang menghujani evan berkali-kali.. dia terkulai di lantai... nyawanya seakan melayang dari tubuhnya.
"Sekarang kakek sudah tau... dan kakek setuju perceraian kalian, usaha dan bisnis kita sudah membaik... sudahi saja pernikahan kalian secepatnya!! "
Kakek dhito hendak melangkah meninggalkan evan, ketika tangannya di cekal evan yang tengah terduduk di lantai.
"Kakek, tunggu... kakek salah paham... itu adalah kontrak sebelum kami saling mengenal lebih dalam, sekarang kami sudah saling mencintai kek... evan nggak bisa hidup tanpa Viola..! "
Kakek dhito menepis tangan evan kasar.
"Jangan seperti anak kecil,.. dari dulu kamu selalu menuruti kakek... jangan lemah sama perempuan..!! ". Kakek dhito meninggalkan evan di ikuti para ajudannya. sementara Rico menatap pilu pada evan.
Meski pun dia telah mengikuti saran tiara untuk menghancurkan evan dan mengungkap rahasia evan, tapi di lubuk hatinya dia benar-benar merasa bersalah.
Tiara menggandeng tangan Rico untuk meninggalkan kamar evan. dia tidak mau keterpurukan evan,membuat hati Rico menjadi luluh dan berbalik menentangnya.
"Kita pergi dari sini... " ajak tiara.
Rico hanya mengangguk meskipun sekilas dia masih melihat evan yang tampak frustasi.
"Aaaaaakkkhhh!!!! "
Teriak evan sejadi-jadinya dengan liar, dia membanting segala yang ada di hadapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...