NovelToon NovelToon
Dendam Pria Idiot

Dendam Pria Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Wanita
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: M@RI@

Jackie Anderson adalah pewaris tunggal kekayaan milik keluarga Anderson yang kaya raya.
hidupnya berubah setelah kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya dan membuat dia kehilangan kewarasannya,

banyak penderitaan yang dia alami hingga akhirnya dia dapat kembali menjadi pemilik harta kekayaan keluarganya yang sebelumnya telah di kuasai oleh adik angkat sang papa.

bagaimana kelanjutannya
ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M@RI@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

masing-masing memiliki rahasia

pulang dari bekerja Yakob, Asih memberitahukan pesan dari Bi Suti, untuk datang ke rumahnya.

  Selesai mandi Yakob berangkat ke rumah bi Suti.

   " Assalamu'alaikum,..!" ucapnya saat melihat putra bi Suti sedang di teras bersama putrinya.

  " Waalaikum salam, paman Yakob?!" ucap bocah delapan tahun itu.

" Bagaimana sekolahnya nak, apa kamu suka?" Gadis kecil itu mengangguk, dia sudah mulai bersekolah di sekolah yang tak jauh dari rumahnya

" Aliya suka paman, semua teman teman Aliya sangat baik!" jawab gadis itu, Yakob tersenyum.

" Syukurlah kalau Aliya suka, oh ya kemana bi Suti?" Gadis itu menunjuk ke arah luar.

" Itu bibi!" Yakob menoleh.

" Waah pak yakob sudah datang, mari pak masuk, Alya tolong bawakan ini sayang bibi mau bawa papamu masuk!" Bi Suti memberikan belanjaannya pada Aliya dan segera mendorong kursi roda Suroto.

Sesampainya di dalam dia mempersilahkan yakob untuk duduk kemudian dia mengambil sebuah buku dan alat tulis.

" Begini pak Yakob, putra saya ini ingin berbicara dengan bapak Yakob, tapi maaf dia hanya bisa berkomunikasi dengan menulis saja!" Yakob tersenyum.

" Tidak masalah bi, saya sudah sangat bersyukur sekarang pak Suroto sudah ada perubahan, apa bibi masih rutin dengan pengobatannya?" bi Suti tersenyum.

" Masih pak, bahkan kami juga sudah memiliki kartu berobat secara gratis dari pemerintah!" Yakob berucap syukur.

" Alhamdulillah bi, percayalah semua akan membaik jika kita terus berusaha!" Yakob melihat Suroso tersenyum meski samar.

" Nah pak, silahkan kalian bicara saya akan kedapur sebentar!" bisa Ti berpamitan ke dapur dia ingin membuatkan minuman untuk pak Yakub sementara Aliya sudah masuk ke dalam kamarnya di luar tinggal hanya Yakob dan Suroso.

" Jadi kira-kira apa yang bisa saya bantu Pak?" tanya Yakob memulai pembicaraan, Suroso sudah memegang buku dan alat tulis dia menulis sesuatu lalu diserahkan kepada Yakob dan dibaca, Yakob tersenyum membacanya.

" Terima kasih jika memang Bapak percaya dengan saya saya ini hanya orang bodoh Pak selain kejujuran Saya tidak punya apa-apa lagi dalam diri saya!" pria itu tersenyum sangat tipis, kemudian dia menulis sesuatu lagi setelah itu dia menyerahkan kembali kepada Yakob kali ini tulisannya lebih banyak dari yang tadi Yakob membacanya dan sedikit terkejut saat membaca isi tulisan di dalam kertas itu namun dia bersikap biasa saja.

" Jadi apa kira-kira yang Bapak ingin saya bantu dalam masalah ini?" pria itu menulis lagi tak lama diserahkan lagi kepada Yakob.

"Maksud Bapak saya harus menemui seorang pengacara yang Bapak Tunjukkan ini?"pria itu mengangguk samar sambil memejamkan matanya,

" Tapi bagaimana seandainya Bapak pengacara itu tidak percaya dengan saya?"pria itu menuliskan sesuatu lagi dan menyerahkan kembali kepada Yakob.

" Apa orang ini dapat dipercaya Pak, maaf bukannya Saya meragukan pengacara Bapak tapi belajar dari pengalaman saya Pak Saya sudah sering ditipu oleh orang, meskipun dia adalah orang terdekat saya yang sudah saya anggap sebagai keluarga!"pria itu menunduk kemudian dia menuliskan sesuatu lagi.

" Baiklah kalau begitu tapi apa Bapak tidak memiliki ponsel atau nomor teleponnya bapak bisa memberitahukannya di mana Bapak berada jika memang Bapak percaya dengan dia!" pria itu terdiam dia menulis lagi kemudian menyerahkannya kembali kepada Yakob setelah membaca tulisan itu Yakob kembali bertanya

" Apa Bapak yakin jika, Bapak ragu sebaiknya Saya akan mencarikan pengacara yang lain saja yang bisa menangani masalah Bapak ini Kebetulan saya juga mengenal seorang pengacara di kota ini!" pria itu terdiam dia tidak menulis lagi, seperti Sedang berpikir sebenarnya dalam hatinya dia juga meragukan pengacaranya itu hanya saja dia tidak bisa meminta kepada siapa lagi selain kepada pengacara tersebut itu sebabnya Dia meminta kepada Yakob untuk mencari pengacara itu tapi dia merasa ragu.

"Kalau bapak berkenan Boleh saya mengusulkan sesuatu?"pria itu sedikit mengangguk sambil meminjamkan matanya,

" Begini Pak Suroso sebaiknya kita ceritakan ini dulu kepada pengacara teman saya itu nanti kita akan mencari kebenarannya bapak bisa menulis di sini apa saja permasalahan bapak nanti akan saya Tunjukkan Kepada beliau, Bagaimana Apa Bapak setuju?" pria itu kembali menganggap kecil dan memejamkan mata kemudian dia menulis sesuatu meski terlihat susah dalam menulis tapi dia berusaha terus Yakob melihatnya merasa kasihan tapi dia juga tidak dapat berbuat apa,

Cukup lama Yakob berada di rumah Bi Suti hingga waktu makan malam pun tiba Asih menyusulnya.

" Assalamualaikum terdengar suara Asih mengucap stipi,

"Waalaikumsalam,..!"Bi Suti yang mendengar segera keluar,

" Sepertinya Ibu Asih menyusul Pak Yakob!" Bi Suti keluar membukakan pintu,

" Eeh Bu Asih Maaf ya Bu mungkin agak lama Bapak berada di sini itu mereka Silakan masuk bu!" tawar bi Suti, Asih masuk Dia mendekati suaminya,

"Pak sudah waktunya makan malam Bapak kok belum pulang?" tanya Asih,

"Sebentar Bu bapak sedang ada perlu dengan mas Suroso ini!" Asih melihat kepada pria yang sudah duduk di atas kursi roda kemudian tersenyum pria itu pun ikut tersenyum tipis kemudian menulis sesuatu dan menyerahkan pada Asih yang langsung membacanya meski sedikit bingung.

Dalam tulisan itu orang tersebut meminta maaf karena sudah mengganggu waktunya bersama suaminya Asih tersenyum dalam hatinya berpikir rupanya bapak ini sudah bisa menulis dan komunikasi mereka melalui tulisan,

"Tidak apa-apa pak saya Hanya mengingatkan suami saya sudah waktunya untuk makan malam kasihan Arya menunggu di rumah!"pria itu mengangguk tipis sambil memejamkan matanya, Yakob berkata,

"Baiklah Pak Suroso kita lanjutkan nanti sekalian saya juga ingin memberikan ini kepada pengacara teman saya itu!" pria itu kembali memejamkan matanya sambil mengangguk tipis Setelah itu mereka berpamitan.

Meski banyak sekali pertanyaan dalam benak Asih dia bertahan untuk bertanya hingga sampai di rumah mereka menikmati makan malam bersama di kamar Arya yang ditempati oleh Mike seperti biasa, selesai makan malam Asih membereskan semuanya kemudian dia kembali ke dalam kamar itu karena ingin mendengar apa yang suaminya dan Bapak Suroso tadi bicarakan, yakob menceritakan semua yang tadi dia bicarakan dengan Bapak Suroso tersebut kepada Mike, membuat Mika sedikit terkejut dia bertanya nama pria itu kemudian Yakob memberitahukannya.

" Bapak Suroso Atmaja, saya mengenal beliau Pak?" Yakob mengangguk-angguk kecil sedangkan Asih hanya mendengarkan saja.

"Beliau merupakan seorang pejabat juga seorang pengusaha Namun karena insiden kecelakaan itu beliau sudah dinonaktifkan menjadi seorang pejabat dan hanya mengurusi perusahaannya saja memang sudah beberapa bulan sebelum saya menghilang Saya sudah tidak mendengar kabarnya lagi Kami sempat bertemu Mungkin beliau mengenal saya karena dulu perusahaannya pernah memakai jasa saya dan tim dalam menangani sebuah kasus di perusahaan miliknya, terakhir Saya mendengar dia memakai seorang pengacara yang cukup Kondang tapi saya juga meragukan pengacara tersebut jujur pengacara itu sangat licik dia dapat memanipulasi kebenaran menjadi kebohongan!" Yakob mengangguk kemudian dia berkata,

"Pantas saja Pak Suroso itu terlihat sedikit ragu dengan ucapan saya saat saya berkata berhati-hatilah dalam memberikan sebuah kode rahasia kepada seseorang sekalipun itu orang terdekat!" Yakob menyerahkan selembar kertas yang ditulis oleh Bapak Suroso itu Mike menerimanya kemudian Dia membacanya.

" Usul Bapak memang baik Pak, bahkan sangat baik Bapak meminta Pak Suroso itu untuk mencari pengacara lain karena ini adalah sebuah konspirasi antara pengacara dengan seseorang, sebaiknya kita tunggu Malik saja Pak nanti kita akan ceritakan pada Malik biar dia yang menanganinya karena tidak mungkin saya keluar untuk masalah ini!" Yakob mengangguk-anggukkan kepalanya dia mengerti kini Asih juga sudah mengerti apa permasalahannya ternyata pria itu bukan putra dari bi Suti yang selama ini dia katakan ternyata pria itu adalah majikannya dan Putri majikannya namun Asih tidak ingin bicara dengan siapapun karena ini adalah suatu rahasia buat mereka yang memiliki rahasia masing-masing.

**

1
Anwar Mbadasia
lanjut
Anwar Mbadasia
naskahnya bagus
Ninik
Thor double up dong bagus lho ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!