NovelToon NovelToon
Cinta Suci Seorang Selir

Cinta Suci Seorang Selir

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: souzouzuki

Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.

Belum pernah ada yang bisa merebut hati Kaisar Zhou Shen Wang sebelumnya. Setiap pernikahan hanya ia laksanakan sebagai formalitas semata. Itupun karena permintaan ibunya Shen Wang agar ia dapat segera menimang cucu pewaris bagi Kerajaan Zhou.

Bagi Shen Wang tak ada yang spesial dari wanita, selain dari pada kecantikan dan sikap manis palsunya dihadapan seorang kaisar bermartabat sepertinya.

Tapi karena sebuah kejadian yang tak terduga, Shen Wang mengalami sakit parah. Satu satunya tabib yang handal pun sedang diutus mengatasi perang di wilayah perbatasan. Akhirnya seorang gadis bernama Liang Kim Hwa, putri dari tabib handal itu dipaksa untuk mengobati Shen Wang.

Dengan tekun Kim Hwa mengobati sang kaisar muda dalam waktu yang cukup lama. Tak disangka, akhirnya Shen Wang dapat merasakan yang namanya jatuh cinta. Ternyata cinta itu rasanya tidak masuk akal. Ternyata cinta itu tak mengenal waktu dan tempat.

Tapi apakah ia akan mengambil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 32 - Tahu Kelemahan Setiap Musuhnya

Min Mi berdiri dari tempatnya. Dia menarik kursinya agar jadi lebih dekat dengan Shen Wang.

"Yang Mulia jangan takut. Jangan memaksakan diri..." Min Mi menyandarkan kepalanya.

Shen Wang tersenyum tipis.

"Eh tadi aku sedang menyuapimu." Shen Wang tertawa sembari menyentuh kepala Min Mi yang menyandar pada pundaknya.

Min Mi langsung menarik kepalanya dan duduk manis bersiap disuapi lagi.

"Apa Yang Mulia akan menginap lagi hari ini?" Min Mi tersenyum manis minta dituruti keinginannya.

Shen Wang tampak berfikir dengan sedikit senyuman malu yang menarik sudut bibirnya.

"Baiklah. Kalau kau ingin."

.

.

Keesokan harinya, di pesta perayaan kehamilan permaisuri...

Suara alat-alat musik tradisional Kerajaan Zhou menggema di aula istana. Tiupan seruling dan petikan petikan lembut guzheng atau alat musik petik kecapi dengan dua puluh enam senar itu juga semakin menambah suasana harmoni penuh budaya.

Tak terkecuali tarian-tarian dari penari terbaik pilihan istana yang terus bergerak dengan selendang lebarnya bagai ikan mas koki.

Sementara Shen Wang dan Min Mi duduk di sebuah meja besar melingkar bersama ibu suri dan perdana menteri, dengan A Yong, Kun Niang, Xiao Rong, dan A Seng, pelayan pribadi Ban Poo yang berdiri satu meter di belakang majikannya masing masing.

"Yang Mulia, aku akan berkeliling sebentar. Aku harus menyapa teman-temanku."

"Silahkan." jawab Shen Wang.

Ban Poo tersenyum hangat. "Terimakasih Yang Mulia." Ia langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan berkeliling dengan wajah berseri seakan begitu menikmati pestanya.

"Apa ayah akan mengakhirnya hari ini?" bisik Yue Xi.

Langkah Ban Poo langsung terhenti, bisikan itu terlontar dari mulut anaknya ketika ia lewat.

"Sebenarnya ayah ingin semuanya berjalan dengan baik agar makin menyakitkan akhirnya. Tapi karena ayah tak sabar melihatmu ada di posisi selir kaisar, ayah akan mengakhirinya." jawab Ban Poo dengan senyuman ramah. Ekspresinya benar-benar berbeda dari apa yang ia katakan. Di keramaian ini tak ada yang dapat mendengar percakapan mereka berdua, hanya ada ekspresi yang dapat dilihat, setidaknya Ban Poo memasang ekspresi hangat seakan bicara secara normal saja pada anak perempuannya.

Yue Xi tersenyum senang. "Aku akan menunggu, Ayah."

Ban Poo mengangguk dan kembali berjalan berkeliling dengan gelas emas bertangkai yang sedari tadi ia pegang.

"Menteri Phin. Bagaimana pestanya?" Ban Poo tersenyum menyipitkan matanya sambil mengangkat gelasnya ke atas.

"Luar biasa Tuan. Terlalu banyak makanan lezat!" tawa Menteri Lie Phin.

"Kalau begitu ayo bersulang! Hei pelayan, tuangkan anggur!" perintah Ban Poo.

Ting!

Kedua gelas itu berbenturan keras.

"Ssh... Hahaha!" Keduanya mendesis menahan bau tajam dari anggur itu.

"Kalau begitu aku akan pergi melihat yang lainnya lagi hahaha!" Ban Poo tertawa lagi. Sementara Menteri Phin mengangguk mengiyakan pamitan atasannya dengan mulut penuh makanan.

Ban Poo sengaja berjalan-jalan sambil meramah-tamahi yang lainnya. Selain membangun kepercayaan, juga tak akan ada yang curiga kalau sebenarnya ia terus berkeliling hanya untuk mencari keberadaan Tabib Cheng.

Akhirnya langkahnya itu terhenti. Pandangannya sudah berhasil menangkap Tabib Cheng, tabib kepercayaan yang tak pernah Shen Wang luputkan dari undangan perayaan penting.

Ban Poo tersenyum tipis sambil melihat ke arah yang lainnya lagi. Mengukur jarak, apakah Tabib Cheng dapat dengan cepat menuju ke meja makan khusus kaisar dan keluarganya?

"Tidak terlalu jauh." gumam Ban Poo.

Ia berjalan kembali ke dekat meja khusus kaisar dan keluarganya itu, lalu memberi kode pertanyaan kepada A Seng, pelayan pribadinya.

A Seng memberikan kode kedipan mata dua kali yang artinya 'Sudah dilaksanakan'.

Maka Ban Poo duduk kembali ke tempatnya.

"Kenapa? Masih ingin berkeliling lagi?" Ibu suri menggeleng sambil tertawa ringan.

"Yang Mulia Ibu Suri juga tahu, kalau sejak dulu hamba tidak bisa diam di tempat. Harus berbicara dengan banyak orang di pesta, kalau tidak, tidak akan seru!" Ban Poo tertawa.

"Benar juga. Sejak muda, kau sangat bersemangat orangnya." puji ibu suri.

Shen Wang tertegun.

Pantas saja dia tidak mati terkena ledakan. Dia tidak selalu ada di samping ayah karena selalu berkeliling dan tak bisa diam. Ini benar-benar kebiasaan aneh yang kebetulan, kan?

Shen Wang menggeleng pelan menepis pemikirannya.

"Yang Mulia, ada apa?" Min Mi menoleh.

Shen Wang segera menggeleng dan tersenyum tanda tak ada apa-apa.

"Huek."

Shen Wang, ibu suri, dan Ban Poo segera menujukan pandangannya pada Min Mi.

"Ada apa??" Shen Wang mulai bertanya dengan cepat.

"Apa Yang Mulia merasa mual karena gejala hamil? Apa Yang Mulia baik-baik saja?" Ban Poo segera menghujaninya dengan pertanyaan.

Sementara ibu suri hanya menanti jawaban dengan alis yang sudah mengerut sedari tadi.

Min Mi masih membekap mulutnya dengan mata terpejam.

Kun Niang segera berlari kecil menengok untuk melihat keadaan majikannya. "Nona? Apa Nona makan kerang?"

"Aku tidak tahu. Tapi rasanya memang ada kerangnya..." rengek Min Mi.

"Kau alergi kerang??" tanya Shen Wang.

Min Mi mengangguk-angguk.

"Tapi ini bukan makanan yang terbuat dari kerang. Mana mungkin ada kerangnya, Nona? Mungkinkah ini gejala hamil saja?" tanya Kun Niang lagi.

"Huek." Min Mi membekap mulutnya lebih erat, menahan-nahan.

"Aku benar-benar merasakan kerangnya." kata Min Mi dengan suara tak jelas pada Kun Niang.

"Begini saja begini saja, segera panggil tabib!" Ban Poo menyela suasana panik barusan.

"Benar, benar! Xiao Rong cepat panggil tabib!" perintah ibu suri.

"Panggil Tabib Cheng!" potong Shen Wang.

"Baik Yang Mulia!" Xiao Rong menunduk singkat dan berlari kencang.

Ban Poo tersenyum tipis.

Min Mi menarik nafas dalam-dalam. Sejak kecil, setiap memakan kerang, ia bisa mual-mual seperti ini. Entah dari mana Ban Poo mengetahui rahasia sedetail itu mengenai Min Mi, tidak ada batas bagi seorang perdana menteri yang besar kekuasaan sepertinya untuk memata-matai bahkan mengetahui kelemahan seseorang.

"Mau memuntahkannya di kamar mandi?" tawar Shen Wang.

Min Mi menggeleng. "Sudah tidak apa-apa Yang Mulia." elak Min Mi.

"Benarkah? Mungkin memang karena kehamilanmu ya. Mana mungkin ada kerang dalam masakan daging ayam seperti ini. Dari tadi aku perhatikan, kamu hanya memakan yang ini." kata Shen Wang panjang lebar.

Min Mi hanya tersenyum mengiyakan.

"Ah itu dia Tabib Cheng. Tabib Cheng, cepat kemari! Segera periksa apakah permaisuri dan pewaris kerajaan ini baik-baik saja?? Ayo cepat!" Ban Poo menjadi orang paling peduli saat ini.

Ibu suri sudah sangat jatuh cinta dan kagum dengan kebaikan Ban Poo sejak lama.

Tabib Cheng segera mendekat dan menyentuh pergelangan tangan Min Mi untuk merasakan nadinya.

"Yang Mulia, coba buka sedikit mulut Anda. Saya harus melihat lidahnya." Tabib Cheng mengarahkan.

1
Murni Murniati
apa tak cari tau soal mentri bakpao itu,, kan hrs cari tau scra rahasia gitu
Iyus Iyus
bagusssss
Rachmahsetiawardani
Di sini ramai ya,thor.
Beda ma Yuzhen..
reva
apaan sich..??!! baik mmg.. !! tp trlalu naif..!! asli nyampe' sini nyesel aq baca.a..!!
reva
ko' gw sakit hati y.. klo si kaisar cinta k tiga".a..
ahh jgn gitu lah thor.. kasian si kim hwa.. biarpun ini ttg keadilan tp ini kisah conta tragis menurutq sih..
kaisar menang banyak.. jg melambangkan ke egoisan laki" menang telak d sini..!!!! 😥😥😥
reva
fix..!! kek.a ibu.a kim hwa adalah anak dr bai liu (paman.a permasuri) yg f buang oleh nenek.a permaisuri..
oh y thor,, bawang putih cina itu yg kek mana yak?? serius nanya.. mihon d jawab..🙏
reva: eh ralat.. mksd.a ibu.a kim hwa adik dr bai liu
total 1 replies
reva
saya suka.. saya suka..
reva
m"f thor.. d sini asli gw skip..
Afrina Nurulhikmah
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya
A&R
bagus
azka aldric Pratama
ini maksudnya Kim hwa lupa GK inget am kehidupan yg di alami am pemilik tubuh/ada ingatan dr zaman modern yg kehapus🤔🤔🤔
azka aldric Pratama
mampir LG di karyamu Thor 😉😉
Ariyanti💫
kalo Kim sama an Ming
bukannya itu GK nyambung dengan judul yha
Ariyanti💫
apaan sih tour ini
kalo mau flashback yh GK harus gini juga udh dari kemarin GK selesai ²+sekarang bikin pembaca kecewa aj terlalu lama flashback ny😢
souzouzuki: anu... di lompati ke eps selanjutnya langsung gapapa
total 1 replies
Ariyanti💫
knp nyeritain masa lalu ny terlalu lama tour bikin pembaca menunggu SJ
menunggu itu GK menyebalkan tour
Lhady Uriyama
wkwkwk, seperti suami istri aja ngambekan ni yee
LUOZR X
kenapa ya aq benci sma pameran utama wanita ya...rela dijadikan isteri keempat dan kaisarnya jga...lelaki yg punya banyak isteri itu terlalu menjijikan
Anisatul Faiqoh
aku cari kok enggan ada ya kk ?
Four.
ceritanya keren kak, semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!