NovelToon NovelToon
Why

Why

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:161.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arzeerawrites

"Kamu tidak perlu bertanggung jawab. semua yang kamu takutkan tidak akan terjadi,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback 1

Pagi ini, Alona memasuki kedai kopi tempatnya bekerja. Sudah dua bulan ia bekerja sebagai barista. Ia menyapa teman-temannya yang akan lepas tugas. Kedai kopi yang dibuka selama dua puluh empat jam itu memang menjadi salah satu tempat yang digandrungi oleh setiap orang yang melintasi jalan tersebut. Karena setiap saat dibuka, maka pergantian karyawan perlu dilakukan agar kedai itu tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Usai mengganti pakaiannya, Alona segera terjun di tempat pengolahan kopi. Ia melihat salah satu temannya yang sudah terlihat lesu. Alona mengambil alih pekerjaan Pepi.

"Biarkan aku yang menyelesaikannya, Pepi,"

"Ini masih jam kerjaku,"

"Tidak, lihatlah jam! sebaiknya kamu pulang. Anakmu sudah menanti, aku yakin,"

Pepi tersenyum. Gadis itu sungguh baik. Alona selalu mengingat kedua anaknya padahal mereka belum pernah bertemu. Terkadang bila Alona membeli sesuatu, Alona pasti berbagi pada anaknya.

"Terimakasih, Alona. Selamat bekerja,"

Alona mengangguk lalu mulai mencuci cangkir yang digunakan para pelanggan bila mereka menikmati kopi di tempat.

Alona tersenyum tipis melihat Pepi keluar dari kedai kopi dan langsung disambut oleh suaminya yang sudah berseragam security. Alona bahagia melihat keluarga sederhana itu. Mereka sama-sama bekerja tetapi tidak pernah lupa untuk saling bertatap muka.

Alona menepis kyalannya yang menginginkan pernikahan bahagia seperti Pepi. Targetnya untuk menikah masih jauh. Keluarganya masih membutuhkan peran Alona sebagai anak sulung.

"Aku bantu," ucap seorang lelaki yang berpakaian sama dengan Alona.

"Pak, tidak perlu,"

Alona mencegah Adin yang akan mengambil alih tugasnya. Lelaki itu sudah berdiri di depan wastafel pencuci gelas.

"Aku bosan menunggu di luar. Kedai sepi menjelang siang seperti ini. Dan jangan panggil aku Pak !"

Alona menelan ludahnya dengan anggukan lemah. Cukup kaku bila Ia harus menghilangkan kata itu ketika berbicara dengan atasannya.

Beberapa pekerja yang juga bekerja di belakang melihat interaksi itu. Adin menjadi idola di antara banyaknya karyawan yang bekerja di kedai itu. Di samping rupanya yang menawan, lelaki itu juga merupakan tangan kanan pemilik Kedai. Banyak yang tidak menyukai kedekatan antara Adin dengan Alona. Sudah lama Adin berusaha mencari perhatian Alona. Namun gadis itu tetap pada pendiriannya yang tak ingin menjalin hubungan dengan lelaki manapun.

"Sebentar lagi pasti ramai mengingat waktu makan siang akan tiba," jawab Alona yang mulai menyadari tatapan sinis dari teman-temannya.

"Masih ada yang menjaga di depan, Alona. Kamu tenang saja,"

Dengan cekatan Adin mencuci beberapa cangkir yang belum di bersihkan Alona. Ia senang membantu Alona.

"Alona siapkan latte ya. Persediaannya mulai menipis,"

"Iya, Fan,"

Alona langsung mengerjakan apa yang dikatakan oleh Fani.

"Cari muka banget sama Pak Adin," sindir Seorang gadis di samping Alona.

Alona menoleh lalu tersenyum. Ia sudah biasa disindir seperti itu. Apalagi dengan Neni. Sepertinya dimata Neni, Alona tidak pernah benar.

"Aku sudah punya muka Jadi tidak membutuhkan muka dari orang lain,"

Wajah Neni mengeras, tidak terima Alona menjawab kata-katanya dengan telak.

"Sialan!!" makinya yang masih didengar jelas oleh Alona.

Setelah meletakkan banyak kemasan latte di di dalam keranjang kecil, Alona siap untuk mengantarnya ke depan.

"Terimakasih, Alona,"

"Ada lagi yang bisa aku bantu?" tawar Alona.

"Kamu mau menggantikanku sebentar di sini? aku ingin membeli bakso di depan sana," ucap Fani seraya menunjuk gerobak bakso yang terlihat dari kaca kedai. Uap dari pemanas bakso itu terlihat menggoda Alona juga. Namun ia ingat kalau siang ini, mamanya, Tita akan mengantar makanan. Itu merupakan salah satu bentuk penghematan untuk Alona. Alona berangkat terlalu pagi sehingga Tita belum selesai dengan masakannya.

"Ya, aku akan diam di sini,"

Fani berseru senang. Beberapa karyawan yang ada di bagian depan mayoritas adalah lelaki. Fani sedikit sungkan untuk meminta bantuan.

"Terimakasih, cantik," Fani memberi kecupan jauhnya hingga Alona terkekeh.

Alona memilih duduk di salah satu kursi. Seraya memandang keluar. Gedung besar di depan kedainya masih sepi. Belum ada yang keluar dari kantor tersebut karena jam istirahat belum tiba.

"Baik akan saya siapkan. Terimakasih,"

Alona menoleh saat Adin sudah ada di sampingnya secara tiba-tiba. Usai mengakhiri panggilannya, Adin menatap Alona sebentar dan memanggil beberapa karyawan di sana.

"Salah satu kepala divisi di kantor depan ada yang berulang tahun hari ini. Dan mereka ingin merayakannya di kedai kita," ucap Adin.

"Persiapkan semuanya," tambahnya lagi yang langsung dipatuhi mereka semua tak terkecuali Alona yang langsung bangkit melaksanakan tugasnya.

"Keluarkan semua donat yang tersisa. Mereka bukan hanya minum di sini,"

Mata Adin menunjuk etalase yang tak jauh dari Alona saat ini.

"Oke," jawab Alona seraya bergegas mengambil nampan untuk memindahkan semua donat yang ada di etalase tersebut.

*********

"Alona, siapkan Cappucino lagi!!" titah Neni yang sedang duduk bersantai di balik meriahnya pesta sederhana yang sedang berlangsung di kedai.

Mata Neni menatap liar para lelaki yang tampak menawan dengan balutan jas kerja mereka. Para pekerja di Adiwijaya Corporation benat-benar memikat. Tampilan mereka bak petinggi negara. Baik wanita maupun pria yang bekerja di sana mengenakan busana yang terlihat menyilaukan mata.

Alona melaksanakan perintah temannya. Ia berjalan ke belakang untuk menyiapkan beberapa cangkir cappucino lagi sesuai permintaan.

Adin yang baru saja bertemu dengan bos perusahan pun memasuki ruang belakang dan lagi-lagi Ia melihat Alona yang sibuk seorang diri.

"Banyak yang bekerja di sini. Kenapa selalu kamu yang mondar-mandir, Alona?"

"Tidak masalah, aku senang melakukannya,"

Adin menghela napas pelan. Ia bingung dengan jalan pikiran perempuan itu. Mereka semua diberi gaji yang sama. Tetapi masalah pekerjaan, jelas Alona yang mengambil alih semuanya.

Ini adalah nampan kedua yang di antarkan Alona. Gadis itu menghiraukan beberapa mata yang menatapnya. Salah satu gadis yang baru saja melempari temannya dengan kue tidak sengaja membentur tubuh Alona dari belakang hingga akhirnya nampan pun terjatuh di tengah-tengah meja yang ada di depan Alona.

Suasana riuh berubah menjadi beku dalam waktu beberapa saat. Suara pecahan gelas berhasil membuat semua mulut yang sedang tertawa dan berbincang langsung terdiam.

Mereka semua menatap Alona. Adin dan karyawan lain menghampiri tempat dimana Alona berdiri kaku dengan wajah menunduk.

Sementara lelaki yang sudah basah kuyup itu mengeraskan rahangnya. Ia berkata dengan dingin,

"Perempuan bodoh seperti kamu tidak Pantas mendapat pekerjaan,"

Semua orang menahan napas. Putra tunggal keluarga Adiwijaya berhasil mengeluarkan tanduk kemarahannya dengan tenang.

Adin selaku penanggung Jawab berusaha melindungi Alona.

"Maafkan kami, Tuan Levin. Semuanya akan kami perbaiki," ujar Adin yang maju selangkah di depan Alona.

Levin melihat pemandangan di depannya seraya memutar bola mata sekilas. Geli melihat bagaimana Adin sangat melindungi gadis itu. Levin maklum, mungkin sudah terjadi skandal diantara atasan dan bawahan itu.

Levin memundurkan kursinya lantas bangkit untuk segera meninggalkan tempat yang berhasil membuat suasana hatinya tidak nyaman.

Walaupun Levin sudah kembali ke kantor, namun para karyawannya masih nyaman berada di sana. Mengingat beberapa dari mereka bahkan belum tuntas menelan kopi dan donatnya. Levin adalah orang yang pengertian di mata mereka. Lagipula tidak ada perintah yang di layangkan lelaki itu pada mereka agar segera kembali ke dalam gedung perusahaan.

Neni yang sedari tadi tersenyum licik pun mendekati Alona ketika Adin pergi untuk memerintahkan yang lain agar membantu Alona dalam membereskan kekacauan yang terjadi.

"Kamu kegenitan sih!! makanya jangan kemana-mana matanya. Dasar perempuan murahan!!"

*************

Aku emg pengin bwt Flashbacknya eh trnyata readers jg ada yg mauuu. Jdnya yaa aku lanjutin niat aku wkwkwk. Jgn lupa coomment, like & vote yawww

1
Marincha Maha
Kek ga ada supir, grab atau taxi aj,segala Levin harus nganterin c Anin pulang.
Marincha Maha
Seharusnya c Alona kan yg habis melahirkan 3 hari itu masih dlm masa nifas,apalagi berkecukupan masa c Anita tega benar sampai segitunya memberdayakan menantunya suruh mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Marincha Maha
Menikah itu mmg nikmat seperti nano² rame rasanya.
Astirai
aku nyimak ya thor..
mampir jg di bukalah hatimu untukku
anna fatullah
up lagi dong thor. aku kangen sama cerita novel ini, selain novel vanila dan addicated
Trie Hartati
di tunggu up nya thor
Ana
Othornya keder klo up nya bareng " ya hehee
Gabungin ja thor sm MCH biar bareng sm triple A.
Ana
Cb di gabungin thor sm anak2nya lovi devan
Khadziya ketinggaln jauh dech si triple A udh pd gede si dziya mlh msh baby 😂
Ayah Addad
Lama nih br update lg selalu ditunggu terus up"nya jangan lama" Thor..............................😏😏👌👌🙏 🙏 😘 tetap semangaaaaat 💪 💪
༄ 👑💗 яυκмαиα ρтħš αям༄ 👑💗
update nya sebulan sekali thor? 🤭
saira
Levin dah cinta blm sih ma Alona?
saira
luama bgt upny kak
다이아몬드 ʕ•ﻌ•ʔ
Kirain ada lebihnyaaaa....
Ayah Addad
Yaaah kok br update lg sih hrsnye dibikin double upkan lama gak up" 😏😏 🤪 terus lanjut lg up"nya yg banyak ditunggu jangan lama" Thor....................................😘👌👌🙏 semangaaat 💪 💪
Kartika Noviana
di kumpulin bareng penasaran apa yg mau di buat adrian sm khadzia
Kartika Noviana
ada devan juga ya
Ana
Koq cmn satu tor up nya pdhl q nungguinnya dh laaaammmmaaaa bingit sambil nengokin trio A yg lucu anaknya devan n lovi
saira
lanjut...
Mae
lanjuut
다이아몬드 ʕ•ﻌ•ʔ
Hmmm, ternyata bapak² yg sahabatan bikin novel barengan. See seru apa hidup mereka masing² bareng istri²nya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!