" saya menikahi kamu bukan karena cinta, jangan anggap pernikahan kita seperti pernikahan pada umumnya, saya hanya akan menafkahi lahir kamu tapi tidak akan pernah ada sentuhan bahkan lebih, jangan harap kamu akan menjadi istri yang saya cintai " ucapan Rafael yang begitu menyakitkan bagi seorang wanita bernama Kirana .
namun Kirana tetap berusaha menjadi istri yang baik meskipun tidak pernah di anggap sama sekali oleh sang suami .
Kirana terus berusaha agar suatu hari nanti akan ada secuil rasa dari Rafael untuk nya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanih sintawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 33
" Kirana apakah kamu bahagia menikah dengan Rafael ?" tiba-tiba mamih bertanya yang membuat Kirana terkejut atas pertanyaan tersebut .
Bukan nya menjawab Kirana hanya terdiam berpikir sejenak, jawaban apa yang akan dia ucapkan apakah ia harus berbohong bahwa ia bahagia atas pernikahan nya ini atau ia harus berterus terang berkata yang sejujurnya bahwa ia sebenarnya menderita selama menikah dengan Rafael .
" Kirana ?" panggil mamih yang membuat lamunan Kirana buyar .
" tidak apa-apa, tidak usah di jawab mamih sudah tau kok kamu pasti sangat menderita atas pernikahan ini, ma'afin mamih juga papih ya dan terutama ma'afin juga Rafael, dia belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu tapi beri dia waktu untuk bisa menerima situasi ini, mamih yakin kok dia bakalan bisa sayang sama kamu " ucap mamih sembari menahan tangis .
" ya mih, ma'afin juga Kirana yang belum bisa menjadi menantu yang baik untuk mamih juga papih " ucap Kirana .
" kamu sudah sangat luar biasa bagi keluarga kami " pungkas mamih yang langsung memeluk menantu kesayangan nya itu .
Pada saat akan berangkat meeting di sebuah kafe Rafael meminta asisten nya untuk berangkat terlebih dahulu karena ia ingin mampir sebentar membeli obat demam untuk Kirana, namun pada saat di jalan ia mencurigai sebuah mobil telah mengikuti nya dari tadi .
" sialan, itu siapa lagi yang ngikutin gue " gerutu Rafael .
Dan benar saja mobil tersebut tiba-tiba menyalip mobil Rafael dan berhenti tepat di depan nya, 4 orang berpakain serba hitam dan menggunakan masker juga topi keluar dari mobil tersebut membawa kayu balok dan langsung menyerang mobil Rafael .
" buugghh !!"
" bugghhh !!"
Mobil Rafael di pukul menggunakan balok kayu oleh mereka, sampai-sampai semua body mobil nya penyok .
" keluar lo " teriak salah satu orang tersebut dan Rafael pun keluar dari mobil nya .
" kalian siapa ?" tanya Rafael .
" terus siapa yang nyuruh kalian ?" tanya Rafael kembali .
Bukan nya menjawab mereka langsung menghajar Rafael dengan membabi buta, wajah nya di tonjok, perut nya di tendang, dan yang terakhir punggung nya di pukul menggunakan balok kayu yang mereka bawa, Rafael sempat melawan namun tak seimbang dengan jumlah mereka, Rafael kalah telak ia hanya sendiri
kebetulan jalan yang ia lewati hari itu sangat lah sepi tak ada pengendara lain yang melintas ada pun orang-orang yang melihat tak bisa membantu karena ketakutan melihat gerombolan nya membawa balok kayu, mereka hanya bisa membantu dengan melaporkan kejadian tersebut ke polisi
Rafael pun tersungkur dengan wajah babak belur dan juga badan yang penuh darah akibat tendangan dan juga pukulan dari mereka, setelah puas menghajar Rafael mereka pun pergi .
30 menit kemudian baru lah polisi datang namun para pelaku sudah terlebih dahulu kabur, polisi pun membawa Rafael ke rumah sakit untuk di obati .
" hallo, selamat sore apakah ini dengan ibu Kirana istri dari bapak Rafael ?" tanya seseorang dalam sambungan telpon .
" iya dengan saya sendiri, ada apa ya ?" jawab Kirana .
" saya dari rumah sakit pesanggrahan ingin memberitahukan bahwa suami ibu sedang berada di rumah sakit, ia sedang dalam perawatan intensif karena mengalami luka akibat pukulan benda tumpul " terang seseorang .
Seketika Kirana terdiam mendengar ucapan orang tersebut lalu ia tersadar dan langsung menangis, membuat snag mertua terkejut dan menghampiri nya .
" kamu kenapa sayang ?" tanya mamih .
" mas Rafael mih " jawab Kirana terbata-bata
" Rafael kenapa ?" tanya mamih kembali .
" mas Rafael di rumah sakit, ada yang mukul dia " ucap Kirana dengan terisak-isak .
" apa ?" seketika mamih langsung syok .
" ayo Kita ke rumah sakit mih " ucap Kirana .
Kirana dan mamih pun pergi ke rumah sakit, ia menghiraukan rasa pusing yang sekarang ia rasakan, ia lebih mementingkan kondisi suami nya .
Sesampai nya di rumah sakit mereka langsung pergi ke ruangan IGD, di arah kan oleh salah satu perawat yang dimana Kirana bertanya sebelum nya tentang keberadaan Rafael .
Terlihat Rafael yang sedang terbaring di atas kasur dengan wajah yang penuh luka, sontak membuat Kirana menangis sejadi-jadi nya tatkala melihat kondisi sang suami .
" mas, kamu kok bisa luka-luka begini ?" tanya Kirana dengan terisak-isak .
" Rafael kamu kenapa kok bisa begini ?" tanya mamih .
" ma'af mba, ibu pasien butuh istirahat jangan terlalu banyak di ajak bicara " ucap perawat yang sedang menangani Rafael .
" iya ibu ma'af " sahut Kirana .
Kirana dan mamih pun menunggu sambil memperhatikan Rafael yang sedang di obati luka-luka nya, setelah selesai baru lah Kirana dan juga mamih berani menghampiri Rafael meskipun tanpa banyak bicara .
" mas, jangan banyak gerak kalau kamu mau apa-apa bilang aja biar aku yang ambilin " ucap Kirana dan Rafael pun hanya mengangguk .
Selang beberapa menit papih pun datang setelah mendapat kabar anak nya luka-luka akibat serangan orang yang tak di kenal .
" Rafael, apakah kamu baik-baik saja ?" tanya papih .
" iya pih, hanya saja tangan Rafael belum bisa di gerakan soal nya kena pukul " jawab Rafael .
" kamu tau siapa yang nyerang kamu ?" tanya papih kembali namun Rafael menggelengkan kepala nya .
Papih langsung mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang .
" cari tau siapa yang menyerang anak saya, cari bukti-bukti lalu laporkan ke polisi jangan kasih ampun buat orang-orang jahat seperti mereka, paham !" suruh papih kepada anak buah nya .
Dokter pun datang menjelaskan kondisi Rafael sekarang, bahu nya terkena pukulan benda tumpul yang menyebabkan tulangnya retak, nanti akan dilakukan operas pembedahan untuk memperbaiki struktur tulang tersebut .
Namun operasi tersebut akan di lakukan jika kondisi Rafael telah stabil, dan untuk sementara waktu Rafael harus menggunakan ARM SLING untuk menyangga tangan nya supaya mengurangi resiko retak tulang nya semakin parah .
Mendengar penjelasan Dokter membuat Kirana, mamih dan juga papih syok dimana mereka berpikir betapa keras nya pukulan yang di terima oleh Rafael yang membuat tangan nya sampai-sampai mengalami keretakan .
" pak Rafael akan kami pindahkan ke ruangan, namun sebelum nya boleh pihak keluarga untuk mengisi formulir dulu di bagian administrasi " pinta seorang perawat .
Kirana pun pergi ke ruang administrasi mewakili keluarga karena ia sekarang adalah istri nya berarti ia yang lebih berhak atas apa yang terjadi kepada suami nya, setelah selesai Rafael pun di pindahkan ke ruangan vip agar lebih nyaman .
waktu pun sudah malam Rafael yang sedang terlelap karena di berikan obat tidur untuk mengurangi rasa sakit akibat luka yang di derita nya .
" mih, mamih pulang saja kasihan papih juga tadi baru pulang kerja langsung kesini belum istirahat, biar Kirana saja yang menjaga Rafael malam ini " ucap Kirana .
" beneran sayang kamu gak apa-apa disini sendiri ?" tanya mamih meyakinkan .
" iya mih, aku gak apa-apa sendirian disini " jawab Kirana .
" nanti kalau ada apa-apa langsung hubungin mamih " ucap mamih .
" iya mih " sahut Kirana .
Mamih dan papih pun pamit pulang sekarang tinggal Kirana sendiri yang menjaga Rafael, ia duduk di samping sang suami yang masih terbaring sembari menggenggam tangan nya .
" aku pernah berjanji akan menjadi istri yang berbakti kepada suami aku di depan almarhum bapak, maka nya aku akan selalu ada di samping kamu kapan pun dan dalam kondisi apapun, meskipun kamu belum mencintai aku, aku akan berusaha membuat kamu agar mencintai aku " ucap Kirana sembari menggenggam erat tangan sang suami .