Marsha harus dihadapkan dengan kenyataan pahit, di usia yang masih sangat muda harus menikah dengan gurunya sendiri. Bukan karena sebuah perjodohan tetapi karena kejadian satu malam yang tidak sengaja mereka lakukan.
Apakah Bastian akan benar benar mencintai Marsha? atau hanya rasa bertanggungjawab saja dan terpaksa menikahi Marsha? sementara Bastian masih mencintai mantan calon istri nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjelasan Bastian
Sementara Bastian, kini bertemu dengan Rendy di sebuah cafe. Memang kedua laki-laki tampan itu bersahabat, tentunya masih ada satu sahabat Bastian lagi yang nampaknya memang tidak hadir di sini karena ada urusan yang penting.
Dan kini Rendy yang melihat Bastian sudah masuk ke cafe langsung saja memanggil nama Bastian, laki-laki itu penasaran dengan cerita Bastian sesungguhnya.
Ya cerita bagaimana Bastian bisa membatalkan pernikahannya, meskipun Rendy dan juga Satya ada di acara itu tetapi ia belum tahu kejelasan yang pasti, mengapa pernikahan itu batal dan alasannya kenapa, pastinya Rendy tahu jika Bastian itu mempunyai alasan tersendiri hingga tiba-tiba membatalkan acara pernikahan yang memang sudah ditunggu-tunggu dari dulu.
"Lo cerita sejelas-jelasnya sama gue, kopi lo sudah gue pesen!"
Jelas aja Bastian langsung mencebikkam bibirnya kesal, baru saja ia masuk ke cafe ini dan belum juga mendudukkan bokongnya tetapi Rendi dengan terang-terangan menodong dirinya untuk bercerita, yang pastinya laki-laki itu geram dengan tingkah sahabatnya yang semena-mena terhadap dirinya.
Bastian tidak langsung saja membuka suaranya, laki-laki itu duduk dulu kemudian menyeruput kopi yang memang pas racikannya.
Cafe ini adalah salah satu tempat di mana Bastian dan sahabat nya itu berkumpul, tentu saja sudah langganan dengan berbagai macam menu dan juga minuman yang ada di sini pastinya pelayanan yang ada di cafe ini tentu saja tahu apa saja kesukaan dari Bastian dan sahabatnya itu.
"Ckk.... Kenapa mendadak jadi bisu? Gue sudah menahan diri untuk tidak pergi ke rumah Lo hingga akhirnya tangan dan bibir gue gatel untuk ketemuan sama lo dan meminta penjelasan sama lo.!"
Sepertinya bukan hanya Bastian saja yang kesal tetapi Rendi juga sama, laki-laki itu sedari tadi menunggu Bastian bercerita tetapi Bastian malah dengan santainya sembari menyeruput kopinya, entahlah Bastian mau cerita atau enggak tetapi yang jelas Rendy akan memaksa Bastian untuk mengungkapkan semuanya.
"Lo mau cerita dari mana? dari awal atau terakhirnya saja?"
Ya Bastian dengan wajah yang coolnya menatap sahabatnya itu, memang ia tidak bermaksud untuk menyembunyikan semuanya ini karena kedua sahabatnya itu sudah sejak lama mengenal Bastian dan pastinya Bastian juga paham betul bagaimana sifat dari kedua sahabatnya itu, mereka sudah bersahabat sejak kecil dan pastinya cepat atau lambat mereka juga akan menodong berbagai macam pertanyaan, meminta Bastian untuk segera menjelaskan permasalahan yang terjadi.
"Semuanya.. jangan bilang lo sudah hamilin anak orang hingga lo batalin pernikahan lo dengan Nadia?"
Ujar Rendy yang sama sekali masih penasaran dan juga tidak sabaran untuk mendengarkan penjelasan dari Bastian, bahkan laki-laki itu mengatakan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan oleh Bastian, namun siapa tahu Bastian yang dingin dan juga terlihat sombong, bisa-bisanya membatalkan pernikahan dengan kekasihnya yang sudah lama diidam-idamkan itu, tentu saja jika tidak ada permasalahan yang penting, pastinya Bastian tidak akan melakukan itu, terlebih lagi Rendi tahu jika Bastian bukan laki-laki yang pengecut. Bastian adalah laki-laki yang bertanggung jawab yang tidak mungkin mengecewakan atau mempermalukan keluarga.
"Lo ingat satu bulan yang lalu di mana gue dan lo pergi ke sebuah hotel?"
Yang jelas Bastian tidak mau menjawab pertanyaan dari Rendy tadi, ia lebih memilih untuk memberikan tebak-tebakan kepada sahabatnya itu supaya sahabatnya itu berpikir dulu mengenai satu bulan yang lalu dengan apa yang dilakukannya nanti Bastian baru menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Gue ingat, salam perpisahan satu bulan sebelum lo menikah dan di sana lo minum..."
Bastian menganggukkan kepalanya, ingatannya kembali lagi mengarah kepada peristiwa satu bulan yang lalu di mana kepingan-kepingan itu langsung saja memenuhi ingatannya dan tak luput dari ingatan Bastian tentang bagaimana ia sudah mengambil sesuatu yang paling berharga di kehidupan Marsha meskipun Bastian dan Marsha sama-sama mabuk tetapi Bastian sadar betul apa yang dilakukan bahkan Bastian juga sadar betul dengan rasanya malam itu suku tidak bisa dilupakan.
Shitt!!!
Bastian terdiam sesaat, ia juga mengumpat kesal karena mengingat tentang Marsha dan juga lekukan tubuhnya, bahkan saat ini sesuatu yang tersembunyi di bawah nya itu meronta dan ingin dilepaskan, ya hanya mengingat peristiwa 1 bulan yang lalu Bastian sudah oleng seperti itu, si Roki yang tadinya tertidur pulas bahkan saat ini sudah berubah bentuk dan ukurannya, itu yang membuat Bastian tidak tahan duduk tenang di depan Rendy.
Namun Bastian sebisa mungkin untuk menahan gejolak yang membara itu, ia tahu jika saat ini tidak mungkin dirinya menyentuh Marsha, bukan karena Marsha yang baru mengalami keguguran dan kondisi kesehatannya yang belum stabil, tetapi karena Bastian tidak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, yang mana ia dan Marsha belum sama-sama saling mencintai dan Bastian akan melakukan itu nanti jika keduanya sudah sama-sama saling mencintai.
"Astaga ogeb, malah ngelamun .. jangan jangan lo bayangin yang enggak enggak?"
Sepertinya memang kesabaran Rendy itu setipis tisu yang dibagi 4, yang nyatanya sedari tadi Rendy ingin mendengarkan cerita lebih lanjut dari Bastian tetapi laki-laki itu malahan melamun yang membuat Rendi geram dan menuduh Bastian yang tidak tidak.
"Dan pas gue selesai minum, gue kan pamit untuk ke kamar karena kepala gue pusing tetapi tiba-tiba..."
Bastian mulai menceritakan semuanya dari awal ia bertemu dengan Marsha dan menyeret perempuan cantik itu untuk masuk ke dalam kamar hotel hingga akhirnya melakukan malam panas yang panjang bersama dengan Marsha. Bastian juga menceritakan jika dirinya sudah sah menjadi seorang suami dan sudah bertanggung jawab atas Marsha, menikahi Marsha meskipun dirinya dan Marsha tidak sama-sama saling mencintai.
"Gila!! nggak nyangka gue, bisa-bisanya seorang Bastian yang dingin yang kaku dan juga tidak tertarik dengan wanita, hanya Nadia saja tetapi bisa terpesona dengan perempuan yang lain, gue jadi penasaran.. nagaimana tampang dari Istri lo itu, pasti dia sangat mempesona, sampai sampai lo saja tidak bisa mengalihkan pandangan mata lo dari dia."
Yang pastinya Rendy antara percaya dan tidak percaya, namun kenyataan seperti itu. Bastian bukan tipe laki-laki yang suka berbohong atau bercerita yang asal, terlebih lagi Rendy melirik ke jari manis Bastian yang ternyata di sana sudah tersemat cincin, itu berarti memang benar Bastian sudah menikah.
"BTW selamet ya bro, entahlah ini merupakan ucapan selamat berbahagia atau selamat perpisahan yang membuat lo menderita. Yang jelas gue bangga sama lo, lo berani mengambil keputusan yang gue yakin lo sendiri berat untuk melakukannya. Dan kapan-kapan kenalin gue sama bini lo, benar-benar gue penasaran banget bagaimana dia, hingga bisa menjerat lo sampai bisa melakukan hal begituan."
mampir thor..🙋
hebat pengarangnya mengerti dgn keinginan pembacanya
the best👍
lanjut
kebeneran deh
betul2 harus d tertibkan
ha ha
lanjut