NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Poligami / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: nophie

DALAM PROSES EDIT, MOHON MAAF ATAS KETIDAK NYAMANANNYA

mature content 💏
harap bijaksana dalam membaca, usia diharapkan diatas 18++


menjadi istri kedua bukan keinginanku, karena sejatinya aku tak ingin berbagi
~alana mahen~

aku mencintai sahabat masa kecilku disaat aku juga memuja wanita lain
~narendra sakabumi~

yang suka baper akan cerita poligami lebih baik melewatkan cerita ini
~author~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33. Pasrah*

Alana merasa bahwa dirinya gak boleh egois, Alana langsung menghela nafasnya dengan kasar,

dan merebut piring yang dipegang Saka.

“Bunda Yara, dedek bilang Bunda harus makan, kalau gak dedek pasti syedih. Bunda gak mau

dedek sedih kan?” ujar Alana sambil menirukan suara anak anak, membuat Yara

melongo dan mau menerima suapan dari Alana.

“Nah gitu dong, bundaaa. Dedek kan sayang sama bunda, jadi bunda harus sehat dan makan

yang banyak ya.” Bujuk Alana masih dengan menirukan suara anak anak dalam

berbicara dengan Yara.

“Tapi  mulutku gak enak, Al! “

“Iya, gak usah dihabisin, yang penting makan dulu separuh saja… “ bujuk Alana lagi.

Saka memandang kebersamaan Yara dan Alana, perjuangan Alana mengalahkan egonya  membuat Saka sedikit banyak terharu.

“Ra, gimana selama kamu disini? Apa kata dokter ada perkembangan?” tanya Saka hati hati,

dia tahu dokter yang menangani Yara adalah dokter Michele itu.

“Hmm, gak taulah, mas… malas bahas penyakitku. Gak ada progress berarti juga. Bosan!  Aku rasanya kepingin balik ke Indo aja.” Keluh Yara.

“Emang dokter kamu bilang apa?” tanya Alana iba, tapi dia tidak menunjukkannya pada

Yara, Alana tahu Yara tidak suka dikasihani.

“Dokternya jarang bahas penyakitku. Bahkan beberapa minggu ini yang ditanyain mas Rendra aja…”

“Nada nadanya ada yang cemburu nihh.” Goda Alana, padahal dalam hatinya dia juga

sudah tahu kalau dokter ganjen itu emang super menyebalkan.

“Aneh aja, Al! Kamu gak lihat sih… Pas ada mas Rendra disini, dokter itu mencuri curi

pandang ke mas Rendra terus.”

“Oh ya… mas Rendramu laku keras ya disini.” Sarkas Alana sambil mencebik, memandang Saka yang gelisah di terror dua wanita yang disayanginya.

“Sekarang sudah bikin aliansi menyerang suami sendiri ya?” goda Saka dengan nada

menyindir kedua wanita yang bersekongkol.

“Mas Rendramu setelah banyak penggemar jadi sombong ya, Yarr!”

“Lucu banget tau, mas… Masa dia nanyain apa makanan kesukaanmu. Kamu selama disini tinggal

dimana. Apa korelasinya sama penyakitku coba? Kapan hari nanyain no ponsel mas

Rendra sama paman… tapi gak dikasih sama paman. Kayaknya paman udah mulai gak

suka dengan dokter itu. Akupun begitu… pasrah saja deh.” Kata Yara sambil

manyun. Wajahnya yang cantik kini tambah tirus. Rambutnya pun kini dipotong

super pendek, untuk menghilangkan jejak bahwa udah rontok disana sini.

Saka memandang istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan, Alana pun menghela

nafasnya dengan berat. Ia tahu Yara kehilangan pengharapan.

“Sudahlah, gausah bahas dokter itu. Apa kamu mau dirawat di Indonesia saja? Atau mau

pindah di Penang? “ tanya Saka dengan lemah lembut.

“Indonesia saja ya, mas! Supaya aku bisa dekat dengan kalian di saat saat terakhirku.”

Ujar Yara dengan antusias, ia mengatakan saat saat terakhir itu seperti tanpa beban dan rasa takut.

“Kamu itu ngomong apa? Mas gak suka kalau kamu mulai putus asa kayak gini! Kamu pasti

bisa sembuh, emang kamu gak kepingin menimang bayi seperti cita cita kamu?”

bahas Saka dengan nada suara yang lebih tajam dari yang sebelumnya.

“ Apa ya salah kalau berserah? Aku itu bukan putus asa loh, mas. Tapi belajar menerima

kenyataan. Jangan suka membohongi diri sendiri deh! Aku bisa merasakan

kondisiku sendiri.” Jawab Yara enteng, tanpa beban.

“Yar, berikhtiar juga penting selain berserah dan menerima kenyataan.” Jelas Alana

dengan lembut, ia tahu beban dihati Yara lebih besar dari apa yang saat ini

diperlihatkannya. Ia hanya berusaha berpasrah, berdamai dengan dirinya sendiri,

menerima kenyataan yang pahit.

“Kamu sudah tahu penyakitku kan, Al? Kamu juga tahu kemungkinan terburuknya kan? Aku hanya belajar menerima itu bukan sebagai beban, tapi sebagai ujian naik tingkat, biar hidupku lebih ringan dijalani. Terapi yang kujalani itu menyakitkan, tidak bisa

melayani suami, tidak bisa menjadi istri yang sempurna, tidak bisa melakukan

apa apa itu berat, Al! Aku berpasrah supaya hidup yang kujalani lebih ringan.

Dikasi kesembuhan, sukur… enggak ya gak maksa.”  Alana hanya mengangguk lemah, membenarkan pemikiran Yara. Yara harus diberi sugesti positip, pemahaman yang di pikirkan saat ini juga merupakan salah satu sugesti positif supaya dia tidak terlalu memikirkan penyakit yang dideritanya.

“Raa, kita harus tetep berusaha, apapun itu hasilnya kita pasrahkan pada yang kuasa. Tapi setidaknya kita tidak boleh berhenti berjuang.” Ujar Saka sambil memeluk tubuh

rapuh Yara yang bertambah kurus. Saka mengecup kening Yara memeluknya erat,

membuat air mata di pelupuk mata Alana yang sedari tadi ia tahan, bobol juga.

“Hei sudah… gak ada yang patut ditangisin.” Ucap Yara sambil mengurai pelukan Saka.

Wajahnya yang pucat merona malu, ia gak enak juga sama Alana.

“Aku nangis bahagia, soalnya kamu kan mau pulang… jadi aku gak usah lama lama ninggalin Genta, dan gak susah juga kalau mau nengok kamu!” bantah Alana sambil mencebik.

“Mana ada nangis bahagia kok sampe terisak isak gitu… emangnya aku Genta yang bisa kamu bohongi?”

 Sarkas Yara sambil memutar bola matanya karena jengkel dengan kebohongan Alana.

“Kamu ini lo, mommyy… kalau mau boongin Yara, mbok ya cerdas dikitt!” goda Saka membela Yara.

Alana langsung mencubit pinggang Saka yang berotot, dan memukul lengannya.

“Ohhh, jadi kamu sudah mulai nakal ya..” ujar Alana dengan ketus.

“Ampun, mommy… sumpah ya sayang, cubitanmu kayak ibu tiri, pedes banget.” Sahut Saka sambil

masih pura pura kesakitan.

Yara memandang kemesraan dua insan itu dengan tatapan  iri, karena sampai kapanpun ia tidak bisa melayani suaminya dengan baik, ia harus merelakan orang dicintainya untuk bersama dengan orang lain.

Dan Yara sudah memilih Alana sebagai orang yang akan menggantikan posisinya kelak

menjadi istri Saka satu satunya. Ini yang Alana tidak pernah tahu, Saka dan

Yara sudah mendiskusikan masalah itu. Sekalipun Saka gak pernah setuju dengan

perkatan Yara yang selalu berbicara seakan dirinya akan meninggal dan menyerah

dengan penyakitnya.

Alana memandang Yara yang terlihat menerawang jauh dalam lamunannya. Bahkan ekspresi wajah Yarapun sendu. Alana khawatir kalau Yara drop dan pingsan karena penyakitnya.

“Yarr… “ panggil Alana sambil memegang punggung  tangan Yara.

“Oh ehhh , maaf maaf… he he he aku senang ternyata kalian tampak mesra, aku gak salah kan, mas? Memilih Alana sebagai istrimu dan menjadikannya ibu dari anak anakmu

kelak. Pesanku buat kalian …. Salinglah mencintai, buatlah cinta yang ada

dihati kalian itu fondasi yang kuat untuk mengarungi hidup.” Kata Yara dengan

lembut, tapi matanya tersirat rasa sedih yang luarbiasa, dan itu bisa dirasakan

oleh Alana. Alana tahu, tidak mudah untuk berbagi kasih sayang suami. Pasti

Yara sakit hati menghadapi kenyataan kalau dia bukan pihak yang bisa

membahagiakan Saka sebagai suami.

.

.

.

TBC

1
Noerlina Akbar
Luar biasa
Noerlina Akbar
Biasa
aisyahcantik
kenapa juga alana mau ikut....
Sivia
kasian Raya....
Aslamiah
ya alloh bisa ditukar gk sih mertua seperti itu dg mertuaku.knp aku punya mertua yg hatinya kaya nenek lampir.ya Alloh maafkan aq jadi membandingkan🤦😭
Jessica
ceritanya menarik
japodoll
Kangen cerita alana dan saka, aku ngulang lagi bacanya… butuh waktu lagi nyari novelnya karna sempat ngilang di noveltoon ku
Nining Fitriyanti
bagus cerita nya
Ana Susana
❤️❤️❤️❤️❤️
Endah Sri Rahayu
ayahnya saka blm tau masa lalu yara dulu ..menurutku pernikahan yara dn saka nga sah ...karna yara dulu blm cerai dgn suami pertama gara gara paman yara sampai anakny yg d lahirikan tidak tau
Tety Tety
kok gak ngerti yg di komen i apa ya kak😊
zahra ou
suruh siapa bangun usaha. urusan bojo sakit ada suster ada dokter. seenggak nya 1bln 2 mnggu kan bisa. 2mnggu di mbok tuwek. hamil jg berat p lg kalo lg pengen nyium ketek suami😁😌
Erlangga Saputra
author hebat..selesai sudah rasa sakit yg yara rasakan.
Erlangga Saputra
thor bikin saka cemburu terus biar saka makin bucin sm allana.dn cepet lupain yara.kl bisa bikin yara ketemu sm anak kandung nya biar bisa pergi dengan tenang..
Erlangga Saputra
author.udh yara jangan di bikin sembuh kasian juga saka cape.dan allana juga kasian dari awal hamil anak pertama kurang perhatian.
Erlangga Saputra
author.yara kasian kenapa lama di siksa sm penyakit nya..kenapa ga di iklasin aja yara biar ga merasakan sakit lg..dan saka bahagia sm allana dn anak2 nya
Erlangga Saputra
lucu abisss ya sama gesrek nya berdua.
Wahyu Kartikasari
sempat kepikiran sih
Wahyu Kartikasari
mungkin kecebong nya saka ekornya 9 😂😂
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
top
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!