Pernikahan terpaksa ini sungguh menyakitkan..
Apalagi jika benih cinta mulai muncul secara sepihak..
ah begitu sakit rasanya..
Tapi aku harus kuat, Aku tak ingin membuat banyak hati kecewa karena sikapnya padaku..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PSH - 33
Hari menjelang Sore Hari Fely dan kedua sahabatnya masih sibuk mendekor ruangan tersebut, tak lama kemudian Fahri datang membawa makanan yang ia beli di sebuah restoran menjual makanan khas Italia, apalagi kalo buka Pizza.
Kini giliran Fahri, ia memasang bebrapa paku untuk memasang hangger lipat, hangger bulat dan beberapa ornamen pendukung lainnya..
"Selesai..." kata Fahri membuat ketiga wanita itu bertepuk tangan...
"Janji Dateng pagi, eh Dateng ya sore" ledek Fely
"cieeeeee posesif" ledek Nayla
"eh ga gitu yaa, aku cuma lucu aja Nay" Kata Fely jujur
"Maaf Fell, aku habis subuh tidur lagi sampe jam 10 hehe belum juga makan, beberes kamar jadi aja telat" kata Fahri menjelaskan
"iya gapapa aku cuma bercanda tau" kata Fely terkekeh
"Yaudah bahas produksi yu" ajak Fely sambil meraih laptopnya, laptop lama miliknya.. Laptop yang di berikan Rey masih tersimpan rapih di kamarnya, bahkan tak ingin sedikitpun ia memakainya...
"kata Ibu, Senin kita mulai pola, dan potong fell, tiga hari kedepan baru mulai jahit, jadi Ibu targetin Satu Minggu selesai" kata Fahri menjelaskan sesuai fakta
"Waw, makasih aku ga nyangka bisa secepat itu" kata Fely
"hanya 250 baju itu ga terlalu lama kok fel" kata Fahri tersenyum
"Waw, itu berapa karyawan konfeksi lu Ri?" Tanya Rara
"mana gue tau, ga ngitungin gue" kata Fahri tertawa
" kan ada bagian nya Ra, bagian membuat pola, bagian motong, bagian jahit, bagian finishing pertama, baru finishing kedua kaya motongin benang sisah sekalian ngecek" kata Fahri menjelaskan
"oh gitu yaa, iya-iya faham dikit mah" kata Rara dengan polosnya membuat teman-temannya terkekeh mendengar celotehan Rara...
Malam hari pun tiba...
"Aku Anter pulang yaa Fell" kata Fahri
"Aku nginep disini Fahri, Tante ku lagi pergi bete dirumah sendirian, jadi mending disini" kata Fely
"loh di sini kan juga sendirian fell" kata Fahri heran
"iya tapi kan di tempat ini aku biasa sendiri, nyamannya juga beda" kata Fely jujur
"Yaudah baik-baik yaa, besok aku jemput ya?" Kata Fahri
"Eehh gak usah, besok aku mau ada urusan lain, kita ketemu hari Senin di kampus.. oke?" Kata Fely dengan senyumannya membuat Fahri pun tak mampu bergeming, seolah terhipnotis oleh perkataan Felly...
***
Di tempat lain...
Malam Itu Rey dan Fika tengah menyantap makan malam romantis di tepi pantai, Rey selalu berharap jika fika adalah tambatan hati Rey yang terakhir..
Rona bahagia juga Rey pancarkan, mengingat momen itu adalah momen langka terjadi karena kesibukan masing-masing...
Fika adalah model sebuah brand makeup dan beberapa brand fashion terkenal di Indonesia..
meski hanya sebagai model di katalog digital brand tersebut seolah membuat Fika ikut sibuk dengan pekerjaan nya itu...
"Sayang...." Tegur Fika sambil memegang tangan Rey di atas meja membuat Rey mendongakkan kepalanya mentap lurus sang kekasih
"Apa kamu yakin mau menikahi aku tanpa restu kedua orang tua mu?" tanya Fika
"Aku yakin Fik... " Tambah Rey serius
"Kita bisa kok Rey, menikah sirih.. " kata Fely tertahan karena ia mengambil nafasnya panjang
"aku sudah pikir panjang... aku mau kok jadi yang kedua, meski aku tau di hati kamu akulah yang pertama, dengan begitu kamu gak akan kehilangan harta, kita juga gak akan susah payah memulainya dari nol" kata Fika dengan lemah lembut
Rey syok mendengar ucapan Fika,
Apa karena cinta, dia rela jadi yang kedua? bahkan dengan status sebagai isteri sirih ..
"Aku akan pikirkan sayang...." kata Rey dengan senyum merekahnya
"Kita bisa merahasiakan pernikahan kita sayang... sampai kamu bisa menceraikan isteri pertama kamu" kata Fika
Yaa Tuhan... apa pantas aku mendukan Fely? dengan seperti ini pun aku sudah sangat menyakiti wanita itu...
"iya sayang akan aku pikirkan ya... kamu harus sabar demi hubungan kita" kata Rey tak kalah lembutnya...
Tak lama ponsel Rey berbunyi, panggilan masuk dari rumah...
"Sebentar , ada telfon dari klien" kata Rey kemudian menjauh dari Fika
___
yaaa...
Den Rey, ini ibu.... Maaf menganggu ya den..
hemm.. ibu bisa minta nomer non Fely?
gapapa Bu,
buat apa ya Bu? ini udah malem apa Fely gak ada dirumah?
Non Fely belum pulang den, dari pagi pas ibu kepasar non Fely pergi...
Apaaaa????
pergi gimana Bu maksudnya?
Ibu gatau pasti, kata pak satpan non Fely membawa tas cukup besar Den... ibu takut non Fely kabur...
Saya pulang sekarang!!!
Rey menutup telfon nya, ia berkali-kali menghubungi Fely namun ponselnya kini tak aktiv..
Rey memutuskan untuk kembali ke Jakarta.. Fika sudah sangat kesal dengan keputusan sepihak Rey kala itu, padahal Fika sudah menyusun beberapa rencana agar ia bisa tidur bersama Rey malam itu...
*****
Nahlohh... kalo Rey Bucin mau ga tuh si Fely Nerima Rey? heheh