NovelToon NovelToon
Cinta Bukan Sedarah

Cinta Bukan Sedarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: miss ning

Selby dan Bagas saling mencintai dalam diam. Saat Bagas menyatakan cinta Selby menolak karena berpikir mereka saudara sedarah.

Padahal mereka bukan sedarah. Akankah hal itu bisa terungkap?

Akankah ibu dari Bagas mengungkap rahasia yang selama ini dia simpan rapat?

Dapatkah Bagas dan Selby bersatu.(Disarankan baca lebih dulu novel Benih Kakak Iparku.)

Baca kisah mereka hanya di Mangatoon/Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miss ning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Ting

Satu pesan diterima. Jari telunjuk bergerak dari bawah ke atas membuka layar. Orang itu tersenyum. Ia senang. Rencananya berhasil.

Tertawa

Wanita itu tertawa setelah melihat foto Selby yang terikat dengan seorang pria tua yang sedang membelai pipinya. Ia melempar ponselnya ke kasur. Berputar-putar di dalam kamar seorang diri karena terlalu bahagia.

“Selby kau bukan lawanku. Lihatlah, sekarang kau pasti sedang menangis meratapi nasibmu. Hahahaa.”

Ponsel berdering

Lili mengambil benda itu. Menggeser icon berwarna hijau untuk menjawab. Lalu menempelkan ponsel tersebut di dekat daun telinga sebelah kanan.

“Ada apa?”

“Nona, gadis ini ingin memberitahu anda mengenai laki-laki yang bernama Bagas.”

“Apa yang dia tahu?”

“Dia tidak mau bicara jika bukan nona sendiri yang mendengarnya secara langsung.”

Ah Sial

Merepotkan saja.

Banyak maunya si Selby ini. Sudah hancur dan kotor masih saja ingin bertemu dengannya.

Oke, ini demi mendapatkan Bagas. Ia harus datang. Sekalian melihat hidup Selby yang sudah hancur.

“Hahaha.” Tawa Lili dalam hati.

“Share lokasi kalian. Aku akan datang.”

“Nona sendiri atau ditemani sopir?” Santoso harus memastikan Lili datang sendiri.

“Kenapa? Sekarang sudah malam aku tidak ingin merepotkan orang lain lebih baik aku datang sendiri.”

“Kalau begitu biar anak buahku yang menjemputmu.”

“Tidak perlu. Aku datang kesana sendiri.” Bisa celaka kalau papanya tahu dia keluar malam-malam begini ke tempat yang tidak jelas.

“Baiklah.”

Setelah menutup panggilan Santoso langsung mengirim lokasi dimana ia berada. Sebuah club malam yang menjadi wilayah kekuasaannya. Dia bebas melakukan apapun. Tidak akan ada yang berani melarang ataupun melawannya.

Tiga puluh menit berlalu

Lili masuk ke dalam club tersebut. Dia mencari Santoso.

Ketemu

Lelaki itu duduk di depan bartender dengan segelas minuman beralkohol tentunya. Ia teguk sampai habis. Lalu minta lagi ke bartender. Ia hendak minum lagi gerakannya terhenti saat melihat Lili sedang berjalan ke arahnya.

“Dimana dia?”

“Santai dulu nona. Kita minum dulu untuk merayakan kemenangan.”

Santoso benar. Ia harus merayakan kemenangan karena telah berhasil menyingkirkan Selby. Lili pun meminta segelas minuman ke bartender. Santoso melihat ke arah bartender, pria dibalik meja itu pun mengangguk mengerti. Ia pun memasukkan serbuk putih yang sebelumnya Santoso berikan. Lalu mengaduk-aduk nya sebelum ia berikan kepada Lili.

“Silahkan nona.”

Lili langsung meminum minuman itu tanpa rasa curiga. Santoso pun minum minumannya tetapi sorot matanya tidak lepas dari Lili. Ia harus memastikan Lili minum minuman itu. Dengan begitu ia akan lebih mudah melakukan aksinya. Ia harus berhasil. Sebab anak buah Marco terus mengawasinya. Ia tahu mungkin ada seorang penembak jitu dengan radius berapa puluh meter dari tempatnya berdiri sudah bersiap jika dirinya tidak melakukan apa yang diminta oleh Tuan Marco.

Obat mulai bereaksi

Lili mulai aneh. Tubuhnya terasa panas. Tiba-tiba ia merasa gatal. Rasanya ingin disentuh.

“Panas.”

“Panas.”

Racau Lili sambil memegang lehernya. Lili menggelengkan kepala berusaha tetap sadar. Sialnya obat itu terlalu kuat.

“Santoso, apa yang kau lakukan.”

Lelaki itu tersenyum. Berdiri lalu menghampiri Lili yang sudah terpengaruh obat. Ia memeluk bahu Lili. Berniat membawa gadis itu ke dalam kamar yang sudah disiapkan untuknya.

“Lepas, jangan menyentuhku tua bangka.”

Lili memberontak tapi sia-sia. Tenaga Santoso lebih kuat dari dirinya.

“Tenang nona semua akan baik-baik saja. Ayo ikut aku ke dalam. Disana gadis itu sudah menunggumu. Ia punya rahasia tentang Bagas. Kau ingin tahu kan? Ayo aku antar.”

Lili pasrah. Ia sudah mulai kehilangan akal. Satu persatu ia membuka kancing bajunya sendiri. Lalu membuangnya di depan kamar yang sudah dipesan oleh Santoso.

“Jaga pintu ini. Jangan biarkan siapapun masuk sebelum aku selesai di dalam.”

“Siap bos.”

Santoso merebahkan tubuh Lili di ranjang. Ia lebih dulu memastikan kamera sudah menyala. Saat semua sudah berjalan sesuai rencananya. Ia pun mulai meremas bongkahan milik Lili. Gadis itu melenguh. Sentuhan itu membuat bi*rahinya meningkat.

Lili dengan agresif mencium bibir Santoso yang berwarna hitam. Santoso tidak kalah agresif ia meremas, memukul bahkan memilin aset-aset milik Lili dengan beringas.

Lenguhan-lenguhan yang keluar dari mulut Lili semakin membuat Santoso semangat. Lelaki memang semakin tua semakin menjadi. Lili seperti perempuan bi*nal yang butuh belaian. Ia tidak malu karena ia terpengaruh obat.

“Ini sudah cukup untuk menghancurkan mentalnya.” Selby pergi dari depan laptop yang menampilkan adegan panas antara Lili dan Santoso.

Ia harus pulang karena Bagas sudah beberapa kali menghubunginya. Udah puluhan chat ia terima. Tetapi ia belum membuka dan membalasnya karena sibuk dengan Lili. Selby tidak ingin membuat Bagas khawatir. Tetapi dengan begitu justru membuat Bagas khawatir.

“Sudah ketemu lokasinya bos.”

“Dimana.”

“Di club.”

“Kirim lokasinya kepadaku, sekarang.”

“Siap bos.”

Anak buah Bagas langsung mengirim lokasi ponsel milik Selby. Dengan kecepatan penuh Bagas langsung mengendarai mobilnya menuju club.

Beberapa menit berlalu Bagas sudah di club. Ia mencari-cari keberadaan Selby. Bahkan sampai tidak sengaja menabrak beberapa pengunjung club. Matanya memindai setiap sudut ruangan itu. Berharap segera menemukan sosok yang dia cari.

“Selby kamu dimana?”

Bagas khawatir. Takut terjadi hal buruk dengan Selby. Ini salahnya. Seharusnya ia menjemput Selby dulu. Rapat bisa ditunda. Ia tidak akan memaafkan dirinya jika sampai hal buruk terjadi pada Selby.

“Bagas.”

Suara itu. Bagas menoleh. Di belakangnya berdiri sosok yang sangat dia cintai. Seorang wanita cantik yang sudah memiliki separuh jiwanya. Selby tersenyum melihat Bagas. Lelaki itu langsung berlari memeluk kekasihnya dengan erat.

“Bagas, aku tidak bisa bernafas.”

“Syukurlah kau baik-baik saja. Aku takut saat melihat CCTV depan kantormu kau dibawa oleh mobil Van warna putih secara paksa. Aku pikir kau diculik.”

Bagas mengurai pelukan. Ia melihat penampilan Selby. Mengecek tubuh bagian depan, samping , dan belakang Selby. Takut ada luka yang dialami Selby.

“Kau tidak terluka kan.”

Selby menggeleng.

Tunggu.

Sudut bibir Selby membiru. Ada luka disana. Bagas peka terhadap setiap perubahan pada diri Selby. Bagas menyentuh sudut bibir Selby. Gadis itu sedikit kesakitan.

“Siapa yang melakukan ini?”

“Sudahlah ayo kita pulang nanti aku ceritakan.”

“Tidak. Sebelum aku memberi pelajaran pada orang yang menyakitimu.”

Bagas marah. Ia tidak terima Selby disakiti. Orang itu harus membayar 100 kali lipat rasa sakit yang dirasakan oleh kekasihnya.

“Tidak perlu. Ayo pulang. Aku lapar.”

Terdengar suara perut Selby yang lapar. Bagas merasa kasihan. Lalu menggandeng tangan Selby membawa gadis itu ke sebuah restoran di samping Seberang club tersebut.

Beberapa makanan tersedia di meja Selby dan Bagas. Selby menjilat bibirnya saat melihat yang tersaji diatas meja adalah menu favoritnya semua.

“Makanlah sebelum air liurmu habis karena terus menetes.”

Selby cemberut tetapi ia tidak marah. Satu per satu hidangan habis. Selby sangat kenyang. Pun dengan Bagas. Ia sangat suka melihat Selby makan. Meski banyak makan tubuh Selby tetap langsing.

“Sekarang kasih tahu aku siapa yang menculik mu?”

“Kau pasti tahu. Aku tidak punya musuh disini. Tetapi ada satu wanita yang tidak suka kita bersama. Kau pasti tahu siapa dia.”

Tanpa pikir panjang Bagas langsung tahu siapa yang dimaksud oleh Selby. Tidak salah lagi. Pasti dia.

“Lili.”

1
Irna Elvianti
semoga kena karma macam Selly si penyu
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
semoga kenak penyakit kamu bayu
💘💘@Reen@💘💘
Rajin2 up thor../Rose//Rose//Rose/
Irna Elvianti
kapan tobatnya si penyu ini sih😬
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
dasar bodoh bayu dan sangat yakin hidupmu akan terjamin karena sudah punya 30% saham Trison, apakah Selby begitu bodoh liat saja nanti.

wah dalton akhirnya muncul ayo bikin bsyu menyesal dan malu
Ani Basiati
kau yang akan menyesal bayu
Yulia
lagian Selby anak d luar nikah ,,yg harus nikahin wali hakim bukan bapak biologis nya
Ani Basiati
lanjut thor
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
jangan mau Selby,masih ada wali hakim yg bisa nikahkan kamu.
duh kemana si dalton ko GK muncul
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰: kalo bisa up lagi
total 2 replies
Ani Basiati
lanjut thor
Yulia
semangat othor 💪
Anonymous
👌
Ani Basiati
lanjut thor
Yulia
Lily pasti lg hamidun🤭
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
bahkan dalton yg bukan ayah kandungnya begitu sayang pada Selby dia memberikan kasih sayang yg tulus walaupun dia tau dia bukan ayh kandungnya.
Ani Basiati
lanjut thor
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
keren bagas
Ani Basiati
vidio lili kasih ke bayu biar sadar suapa lili sbnrnya
Yulia
Bayu kapan tobatnya 🙄
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
semoga hamil.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!