Perbedaan kasta yang terlalu jauh membuat Dina hanya bisa menjadi wanita simpanan seorang CEO muda dan kaya, dapatkah ia hidup bahagia bersama irang yang ia cintai dan harapkan, meski semua menentang dan memisahkan Dina dan kekasihnya ?
Update seminggu 5x ya kalau lebih berarti aq lagi baik dan ada waktu lebih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Klarifikasi
Rita menjelaskan mengenai Dina yang adalah seorang resepsionis dan kini menjadi selingkuhan Rey ke calon meretuanya tersebut, ia juga menceritakan mengenai cek yang ia sodorkan agar Dina mau pergi dari sisi Rey namun malah dirobek.
"Bagaimana papa kau bisa membantuku kan ?" tanya Rita
"tentu saja itu hal mudah, maaf ya Rita hal ini sampai terjadi padamu ". ucap tuan Riyan di seberang sana.
" tidak apa-apa hanya saja aku tak ingin ada masalah kedepannya saat aku menjadi istri Rey". Ucap Rita dengan nada lembut.
"tentu saja kamu tidak perlu khawatir biar papa yang urus, tapi keluargamu belum ada yang tau kan ?". tanya tuan Riyan.
"Tidak ada baru aku saja yang tau keluargaku belum ada yang ku beritahu, terima kasih ya papa".
"iya sayang". Setelah itu telepon terputus dan Rita mengunggingkan senyum miring.
Sementara tuan Riyan yang baru saja mendapat telepon dari Rita berubah senyumnya menghilang, ia tak menyangka jika Rita sudah tau mengenai selingkuhan Rey.
Tapi untunglah keluarga Rita belum ada yang tau, jadi masalah ini belum terlalu merembet, walau bagaimanapun ia harus secepatnya membereskan Dina agar tak mengacaukan rencana perjodohan Rey dengan Rita.
******
Ditempat lain Rey menerima telepon dari anak buahnya yang mengatakan jika tadi Dina dan Rita saling bertemu, alangkah terkejutnya Rey mengenai hal itu, bahkan telepon yang di genggam hampir saja jatuh.
Tapi untungnya anak buahnya bilang jika Dina tidak pergi kemanapun setelah itu dan langsung pulang, bahkan juga tak ada pergerakan jika Dina ada tanda ingin pergi.
Rey menghembuskan nafas lega mendengar itu, tapi ia sangat tak menyangka jika mereka bertemu empat mata di belakangnya, Rey menyuruh anak buahnya untuk lebih mengawasi Dina dengat ketat tapi tanpa sepengetahuan Dina tentu saja.
Rey membereskan semua barangnya dan bergegas untuk pulang guna melihat reaksi Dina, walau anak buahnya bilang jika Dina tak ada tanda akan kabur namun ia tetap khawatir.
Rey sampai di apartemen dan ia mencari seraya memanggil Dina namun tak menemukan keberadaan gadis itu dimanapun. Ia lega kala mendengar suara shower yang artinya Dina sedang mandi.
Rey memutuskan untuk menunggu Dina keluar dari kamar mandi. Tak lama kemudian Dina keluar dengan hanya memakai batrobe, ia begitu terkejut saat Rey berada di depannya dan sedang memandangnya lekat.
"kau sudah pulang ?". tanya Dina padahal ia tau jika Rey pulang namun karena terlalu gugup di lihat seperti itu, hanya itulah yang bisa ia lontarkan.
" kau tadi kemana ?". Bukannya menjawab pertanyaan Dina, rey malah menjawab dengan pertanyaan.
"aku tidak kemana man__"
"Bohong, kau tadi habis menemui Rita kan ?". Dina tersentak juga terkejut, ia gugup saat Rey menegetahui ia pergi menemui Rita".
" kenapa kau diam ? apakah kau bingung mengapa aku bisa tau ? ternyata sekarang kau pintar berbohong pada__"
"kaulah yang bohong, kau bohong padaku, kau bilang kemarin lembur tapi nyatanya kau bersama Rita dan tidur dengannya". Rey begitu terkejut dengan penuturan Dina yang tau tentang ia dan Rita tapi " tidur dengan Rita " bagaimana mungkin Dina mengatakan hal tak masuk akal itu.
"Jangan mengatakan omong-kosong ". ucap Rey dan kini Dina menggeleng seraya menangis tak tertahan lagi.
" aku tak mengatakan omong kosong, kemarin aku menghubungimu namun yang mengangkat adalah Rita, bahkan ia bilang jika kau sedang mandi karena baru saja kau dengannya kau kau.....". Dina tak sanggup melanjutkan kata-katanya dan menangis tersedu.
Sedangkan Rey mengusap wajahnya kasar, dia tak menyangka jika Rita kemarin menyentuh hp-nya bahkan mengangkat telfon dari Dina saat ia sedang ada di toilet, pantas saja kemarin Dina bersikap aneh saat ia hendak menyentuhnya.
Rey mendekati Dina dan membuat gadis itu masuk ke dalam pelukannya Dina menangis tersedu dalam pelukan Rey. Rey sedikit merenggangkan pelukannya dan mendongakkan wajah Dina.
"Dengar aku kemarin memang lembur di kantor dan aku tak mengira jika Rita datang membawa makanan, walau begitu aku tak memakan makanan yang ia bawa apalagi sampai tidur dengannya". jelasnya.
" lalu mengapa Rita yang menjawab telfonmu ?". ucap Dina dan Rey mengusap air mata gadis itu yang mengalir.
"aku waktu itu di kamar mandi dan hp ku tinggalkan di meja, aku tak mengira Rita akan memegang dan mengangkat telfon darimu, kau percaya kan padaku ?". tanya Reya dan mendapat anggukan dari Dina.
Rey kembali memeluk Dina dan menyunggingkan senyuman sambil terus memeluk dan mengusap punggung gadis itu. Dina melepaskan pelukan Rey dan membuat Rey bingung dengan tingkah Dina.
" tapi Rey aku belum memasak". ucap Dina yang membuat Rey menepuk jidatnya karena berfikir ada masalah penting tak taunya itu.
"jangan khawatir aku akan memesan makanan". Rey mengambil hp-nya dan baru saja ia akan memencet namun hp-nya terlebih dahulu berbunyi, dilihat ternyata papanya yang memanggil.
" Hallo ada apa ?".tanyanya.
"Hallo Rey temui papa besok sepulang kerja dirumah". ucap papanya di seberang sana lalu memutus telfonnya.
" siapa ?". tanya Dina penasaran.
"papa, entahlah apa yang ingin di bicarakan, papa memintaku bertemu besok". jawab Rey .
" mungkin penting ". ucap Dina mengira.
" sudah jangan memikirkan itu kita pesan makan saja, karena aku sangat lapar hingga ingin memakanmu". ucap Rey membuat Dina geram dan mencubit pinggang Rey sampai meringis lalu keduanya tertawa bersama.
******
Rey sudah ada di rumahnya dan menuju ruang kerja papanya karena kata mamanya sang papa ada di sana.
"kau sudah datang ?". ucap papanya saat Rey sudah ada di hadapannya.
" ada apa papa sampai menyuruhku kesini ?". ucap Rey tanpa basa-basi, walaupun ia dirumahnya sendiri tapi ia sudah tak tahan untuk pergi.
"nampaknya kau sudah tak betah padahal kau di rumahmu sendiri, aku juga tak suka basa-basi aku menyuruhmu pulang karena ingin membahas mengenai wanita simpananmu itu". jawab tuan Riyan yang membuat Rey memicingkan matanya.
" papa jangan mengusik ataupun menyakiti dia kalau sampai itu terjadi aku akan___".
"apa kau sangat mencintainya ?". tanya tuan Riyan memotong ucapan Rey.
" apakah papa perlu jawaban ?". Rey nampak menantang tuan Riyan dan membuat tuan Riyan sedikit tersulut emosi namun ia berusaha tetap tenang.
"aku ingin kau memilih pertama kau akan bersama dengan wanita itu dan meninggalkan semua harta juga fasilitas dan posisimu sekarang yang kau punya dan hanya membawa pakaian yang kau kenakan ". ucap tuan Riyan membuat Rey mengepalkan tangannya.
" pilihan yang kedua ?". tanya Rey
"pilihan yang kedua kau menikah dengan Rita dan meninggalkan gadis itu selamanya". Mata Rey melebar setika.
*******
Dian menyusuri jalan trotoar ke arah halte untu menaiki bus pulang, tiba-tiba datang mobil hitam di sampingnya dan seseorang berbaju hitam keluar dari mobil.
" anda yang bernama Dina ?". tanya lelaki itu.
"i iya ada apa ?". tanya Dina bingung mengapa lelaki itu mengenalinya. Namun keluar lagi 2 orang lelaki dan membekap mulutnya, ia memberontak saat tangannya di pegang namun tak lama kesadarannya menghilang, ketiga lelaki itu membawa tubuh Dina masuk ke dalam mobil dan melajukannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hay guys ayo hargai author kalian ini dengan cara klik like, komen dan subsribe, juga kasih bintang dan koin untuk aku.
Jangan lupa juga ucapin selamat tahun baru buat aku, buat yang udah gucapin makasih ya, luv u all 😘😘😘
Happy reading
salam
cahaya_bintang
balik lagi kita... sudah berkali2 aku baca ini krna seru , sedih dan kesel juga😅
rey dan dina cintanya yg tdk bisa di ganggu..smpe brtahun2 akhirnya brtemu kembali dan berjodoh kembali
sehingga membuat dadakuu sakit.