:Aini seorang gadis gemuk dan buruk rupa begitu bahagia saat menerima pinangan seorang YouTubers tampan Zaidan Alvaro.
Namun siapa sangka pernikahan mereka hanya fake belaka karena Zaidan memanfaatkan Aini untuk mendongkrak kembali popularitasnya yang mulai meredup. Setelah video pernikahannya menjadi viral dan melambungkan kembali popularitasnya Zaidan pun mendepak Aini. Ia menceraikan Aini dan membullynya.
Ia bahkan menjadikan momen perceraiannya sebagai video kedua yang mendulang sukses seperti pernikahannya dengan Aini. Meskipun kali ini banyak cibiran dari para netizen tentang sikap kasar Zai namun ia tak peduli.
Ia bahkan mengumumkan pernikahannya dengan kekasihnya Alexandra saat Aini berduka karena kematian adiknya.
Merasa hidupnya tak berarti Aini pun mencoba bunuh diri.
Namun siapa sangka sebuah game menyelamatkan hidupnya dan merubah penampilannya menjadi seorang wanita jelita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Masih tidak percaya
"Aku yakin kalau ponselnya ilang pasti pelakunya bukan orang jauh," celetuk salah seorang asisten Andriana
"Jangan asal tuduh, tidak mungkin kan kalau Aini yang terlihat lugu dan polos yang mencurinya. Lagipula dia ini anak baru, jadi aku yakin bukan dia," jawab Andriana
"Kak Andri memang terlalu baik selalu membela siapapun tanpa pandang bulu. Tapi kakak tidak boleh percaya begitu saja, jangan sampai kakak di tipu lagi sama karyawan baru, ingat kasus Siwi. Jangan sampai kakak harus mengganti ponsel Galih karena terlalu mempercayai Aini, yang masih di ragukan kejujurannya,"
"Daripada berburuk sangka bukankah lebih baik kita geledah saja Aini," sahut yang lainnya
Aini terlihat semakin terpojok apalagi saat semua orang langsung menjegalnya seolah ia benar-benar pelakunya.
"Aku tidak mengambil ponsel Galih," ucap Aini membela diri
"Sebaiknya kamu diam dan jangan banyak bicara. Karena kami hanya percaya jika sudah membuktikannya sendiri,"
"Sudah-sudah jangan dilanjutkan, masa kalian tidak bisa melihat wajah polos Aini," ucap Andriana berusaha melepaskan Aini
*Deg!
Meskipun semua orang tak mempercayaiku, tapi kak Andriana tetap membelaku dan percaya jika aku bukan pencurinya. Ternyata masih ada orang baik di sini yang percaya padaku, terimakasih kak Andriana,
Aini terlihat semakin terpojok apalagi saat semua orang langsung menjegalnya seolah ia benar-benar pelakunya.
"Aku tidak mengambil ponsel Galih," ucap Aini membela diri
"Sebaiknya kamu diam dan jangan banyak bicara. Karena kami hanya percaya jika sudah membuktikannya sendiri,"
"Sudah-sudah jangan dilanjutkan, masa kalian tidak bisa melihat wajah polos Aini," ucap Andriana berusaha melepaskan Aini
*Deg!
Meskipun semua orang tak mempercayaiku, tapi kak Andriana tetap membelaku dan percaya jika aku bukan pencurinya. Ternyata masih ada orang baik di sini yang percaya padaku, terimakasih kak Andriana,
Aini menatap sendu wanita di depannya.
"Wajah polos bukan jaminan kalau dia bukan pencuri kak. Kami hanya percaya jika sudah membuktikannya sendiri!"
*Tak, tak, tak!!
*Krieet!!
Semua orang tampak terkesima melihat kedatangan Gilang bersama personil The Arjuna lainnya memasuki ruangan itu.
"Apa-apaan ini, lepaskan dia!" seru Galih begitu terkejut saat melihat para Crew memegangi Aini.
"Dia mencuri handphone kamu Galih!!"
"Hmm," Galih tampak tak percaya mendengar ucapan para Crew dan tetap fokus melihat kearah Aini yang tampak terkejut dengan perlakuan para Crew yang menghakiminya.
Lelaki itu kemudian berjalan menghampiri Aini, membuat para crew langsung melepaskannya.
" Sumpah, Aku tidak mencuri ponselmu Galih!" seru Aini berusaha meyakinkan Galih jika ia memang tidak mengambil ponselnya.
"Iya aku percaya," jawab Galih kemudian merapikan rambut Aini yang tampak acak-acakan.
Andriana kemudian menghampiri mereka dan mengatakan tentang kesepakatan yang sudah mereka sepakati untuk mengetahui kejujuran Aini.
"Maaf Galih, meskipun aku juga tidak percaya jika Aini yang mengambil ponselmu namun untuk membersihkan namanya kita harus memeriksanya agar semua orang bisa tahu jika Ai memang tidak bersalah," ucap Andriana
Galih tampak memegangi dagunya. Pemuda itu tampak mencerna perkataan Andriana.
Tapi sayangnya ia tidak menemukan apapun dalam Tas Aini.
Ia kemudian melanjutkan penggeledahan dengan memeriksa tubuh Aini.
Aini pun mempersilakannya untuk memeriksa dirinya.
Tidak lama Andriana terkesiap saat menemukan sebuah ponsel di saku jaket Aini.
Andriana langsung menunjukkan ponsel itu kepada Galih.
"Bukankah ponsel itu milikmu??" tanya Andriana
Galih benar-benar tak percaya melihat semu itu, sama seperti Aini yang benar-benar shock saat itu.
Bagaimana bisa ada ponsel di saku ku, padahal aku tidak pernah menaruh apapun di sana???