NovelToon NovelToon
SECOND CHANCE

SECOND CHANCE

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:51k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mereka dijodohkan oleh sang Kakek sejak kecil dan direstui oleh kedua orang tua. Setelah dewasa, mereka tidak setuju dijodohkan dan melarikan diri sebelum pertunangan dilangsungkan, karena sudah punya kekasih.

Hanya berbekal sisa tabungan semasa kuliah dan sedikit keberanian, mereka lari dari rumah, meninggalkan proses pertunangan demi sang kekasih. Namun sangat menyakitkan, saat tahu kekasih mereka telah berpaling..

》Mungkinkah mereka terus berlari atau kembali pada keputusan orang tua?
》Mungkinkah ada kesempatan kedua untuk melanjutkan proses perjodohan sang kakek?

Ikuti kisahnya di Novel "SECOND CHANCE"

Selamat membaca.
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Menghadapi 2.

...~•Happy Reading•~...

Melihat wajah Maya yang sangat cemas, Philemon ingin memeluk untuk menenangkan, tapi dia menahan diri. "Ngga pa'pa. Aku ngga usah pulang ke Cengkut. Aku akan nginap di hotel dulu. Besok pagi baru kembali ke Cengkut." Philemon sudah pikirkan itu, saat dia terlambat berangkat dari rumahnya ke Asiri.

"Ooh, syukurlah, kau sudah pikirkan itu. Lain kali, datangnya siang saja. Makan siang saja, dari pada seperti ini." Maya masih cemas memikirkan perjalanan pulang Philemon.

"Nanti namanya bukan malam minggu lagi." Philemon ngeledek Maya sambil tersenyum.

"Ngga usah mikirin malam minggu. Sama saja. Emangnya siang kau berubah?"

"Berubah apa...?"

"Suasana hatimu..."

"Ya, ngga lah... cuma ngga seru. Ngga ditemani nyamuk." Ucapan Philemon membuat Maya tersedak melon.

Sontak Philemon menepuk punggung Maya sambil meniup ubun-ubun nya. Lalu tertawa melihat mata Maya berair. "Kau memukul punggungku seperti orang memukul kasur. Melon saja takut, sampe loncat tuuhh..." Maya menunjuk potongan malon yang ada di tangannya.

"Kekencangan, ya. Sorry. Abis panik melihat kau memegang lehermu." Philemon merasa bersalah.

"Sepertinya harus ada peraturan, kalau lagi makan atau minum sesuatu, dilarang berbicara." Ucap Maya.

"Nanti dipikirkan. Ini melon sudah abis, aku SMP, ya." Philemon berkata sambil menunjuk piring melon yang sudah kosong.

"Apa itu SMP...?" Maya bertanya serius. Selain tidak mengerti, dia mengira sedang diledekin Philemon.

"Selesai Makan Pulang." Jawab Philemon sambil tersenyum.

"Ooh, bisa aja. Kalau begitu, mari pamit sama Mama, Papa." Maya sedikit tenang, karena Philemon tidak langsung pulang ke Cengkut.

Saat Philemon hendak pamit hanya ada Papa Maya, Papanya memberikan isyarat kepada Maya untuk mengikutinya. Maya minta Philemon tunggu, lalu mengikuti Papanya. Sedangkan Mamanya tidak kelihatan.

"Bilang dia tidak usah pulang. Tidur saja di kamar tamu. Besok pagi baru pulang. Ini sudah malam." Ucap Papa Maya serius, membuat Maya tertegun. Dia tidak bisa mengatakan sesuatu, tapi langsung memeluk Papanya dengan erat, karena sangat terharu.

Setelah berbicara dan Maya melepaskan pelukan, Papa Maya meninggalkan dia sendiri untuk berbicara dengan Philemon.

"Ada apa?" Tanya Philemon yang melihat wajah Maya berubah dan berbeda dari sebelumnya, saat Papanya meninggalkan dia.

"Papa bilang, ngga usah pulang, sudah malam. Tidur di kamar tamu saja, nanti besok pagi baru pulang." Maya menyampaikan yang dikatakan Papanya kepada Philemon.

"Benarkah...?" Philemon melihat Maya seakan tidak percaya dengan yang didengarnya. Dia terus menatap Maya tanpa tidak tahu mau melakukan apa, hatinya sangat tersentuh.

Maya sontak mengulurkan kedua tangannya ke pinggang Philemon yang sedang diam terpaku lalu memeluknya. Philemon yang sejak mendengar, ragu-ragu untuk memeluk Maya, jadi menghembuskan nafas lega karena Maya mengerti dan mau memulai terlebih dahulu, memeluknya.

"Thank you." Bisik Philemon di atas kepala Maya dan mencium kepalanya lama. Jantung mereka seakan sedang berlomba lari marathon untuk segala rasa yang mereka alami.

"Kalau begitu, kau tunggu di sini. Aku ke mobil untuk ambil baju ganti dan tasku." Ucap Philemon sambil mengusap punggung Maya pelan berulang kali.

Maya mengangguk, lalu melepaskan pelukannya. Dia sangat bersyukur untuk pengertian Papanya. Rasanya dia ingin kembali berlari mendapatkan Papanya untuk berterima kasih.

Tidak lama kemudian, Philemon kembali sambil menenteng tas kecil di tangan. "Aku selalu bawa keperluan pribadi dan baju ganti dalam tas ini, karena sering harus menginap di hotel, kalau pulang terlalu malam." Philemon menjelaskan kepada Maya yang sedang menunggunya di pintu masuk.

"Puji Tuhan. Kau sudah ada persediaan. Jadi aku ngga perlu ketuk pintu kamar Papa untuk minta baju ganti untukmu." Maya berkata dengan nafas lega.

"Mari aku tunjukan kamar tamu untukmu." Maya berkata lalu berjalan di depan Philemon.

"Kau bisa tinggalkan aku di sini, ngga usah masuk. Nanti aku lihat sendiri yang ada dalam kamar. Kalau sudah ganti baju, aku akan telpon, karena ada yang mau aku bicarakan denganmu." Philemon mencegah Maya masuk ke kamar tamu, agar mereka tidak menambah masalah atau membuat orang rumah berpikiran negatif terhadap mereka. Karena bisa saja ada yang berpikiran negatif, jika mengetahui mereka berada di dalam kamar tamu berdua.

"Iyaa. Lihat saja, lalu istirahat." Maya mengerti maksud Philemon, jadi dia tidak ikut masuk ke kamar tamu untuk menunjukan isi kamar.

~*

Sebelumnya.

Papa Maya yang dari ruang kerja memperhatikan interaksi Maya dan Philemon di gazebo merasa lega. Sehingga sedikit memaksa kepada Mama Maya untuk mengizinkan Philemon untuk mengingap di rumah mereka.

Bukan saja, karena kebersamaan Maya dengan Philemon, tapi karena khawatir terjadi sesuatu di jalan dengan Philemon. Papa Maya pergi ke Cengkut sudah malam, selalu dikawal oleh security pabrik. Karena akan melewati daerah yang rawan pembegalan di jalan sepi dan gelap, hanya ada hutan dengan banyak pohon besar.

Papa Maya menjelaskan kepada istrinya, agar mereka tidak menyesali yang akan terjadi. Mereka akan merasa bersalah seumur hidup terhadap Alm. kedua Kakek dan juga orang tua Philemon, jika terjadi sesuatu padanya.

Mendengar penjelasan suaminya, Mama Maya tidak bisa mengelak atau menolak apa yang dikatakan. Semua yang jadi pertimbangan suaminya, ada benarnya. Jadi Mama Maya menyerahkan semuanya kepada suaminya, lalu masuk ke kamar tidur.

...~•••~...

Ke esokan hari ; Seperti yang diminta Philemon sebelum tidur lewat telpon. Maya bangun pagi-pagi, mandi dan berpakaian rapi.

Ketika matahari terbit, mereka berdua melakukan perjalanan ke Cengkut. "Kau sudah beritahu Om, Tante, kita mau ke Cengkut?" Tanya Philemon setelah mereka keluar dari gerbang rumah Maya.

"Sudah. Tadi aku kirim pesan buat Mama dan Papa. Karena mereka belum bangun." Maya menjelaskan, karena saat Philemon menelpon dan menyampaikan rencananya mau mengajak dia ke Cengkut, orang tuanya sudah tidur. Jadi dia tidak enak membangunkan orang tuanya untuk membicarakan permintaan Philemon.

Maya berpikir, besok pagi saja baru minta izin. Tetapi tadi melihat orang tuanya belum bangun, dia minta izin dengan mengirim pesan. Dia menjelaskan tujuan mereka ke Cengkut, agar orang tuanya tidak khawatir.

"Ok, sorry. Tadi malam baru terpikirkan saat Om izinkan aku bisa tidur di rumah. Aku rasa itu sudah satu langkah lebih baik. Sekarang kita harus hadapi orang tuaku dan aku punya rencana, agar kita bisa melangkah juga di sana." Philemon berkata serius sambil memikirkan rencananya.

"Biar sekalian bisa menunjukan hubungan kita pada beberapa pihak. Agar mereka tahu kita sudah bersama, jadi tidak perlu merencanakan sesuatu yang menyangkut kita, terutama aku." Ucap Philemon sambil menjalankan mobilnya di jalan raya menuju Cengkut yang sudah mulai terang.

"Apa tidak masalah, orang tuamu melihat kita masuk Gereja bersama-sama?" Tanya Maya serius, karena dia memikirkan rencana Philemon dari malam.

"Mungkin akan ada masalah di rumah, tapi tidak di Gereja. Soal di rumah, nanti kita lihat dan hadapi saja. Yang penting, tujuan utama kita bersyukur untuk yang kita terima. Jika ada pihak-pihak yang terganggu, kita hadapi saja."

"Kau sudah setuju untuk melangkah dan memperbaiki kesalahan yang kita buat. Kita akan memulainya dari sana. Karena bagiku, pertemuan kita di Moro bukan kebetulan. Tuhan sudah mengatur untuk kita. Jadi tidak usah pikirkan yang lain. Bersyukur saja, lalu melangkah untuk perbaiki." Philemon berkata serius, sambil melihat jalan raya yang makin terang dengan hati tenang.

...~•••~...

...~●○♡○●~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
wah siapa itu, jangan jangan si lemon apa si anus😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
Jaman siti Nurbaya masih jodoh jodohkan lah ini jaman sudah berubah pak.. ngga kenal juga main dilamar aja.. ngga adaptasi dulu apa😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
ga salah ini namanya phir lemon tadi anus.. piye iki... 😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
maya sam fanus jadi. kaya tim. jerry.. lagian fanus ngapain sih maksa banget.. kan Maya jadi takut boss😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
waduh si anus ngapain sih ngintilin maya trus.. kan jadi ilfil deh dinikutin trus.. 😎
zc❖Erti
kasihannnn kurang gercep kau kamaya kan jadi gak bisa hub sama lemon

apa lemon nanti pria yang dijodohkan sama kamaya
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
somplak banget si maya🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ada aja komentarmaya yg asbun...pantesan si papa kawatir..
Endang Sulistia
si Maya Nyamber aja..🤣🤣
Endang Sulistia
keren si kaya..👍🤪🤪
Endang Sulistia
tadi anus..ini lemon..🤣🤣
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣🤣
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Ok, ini awal2 bahasanya udah asyik ya. Jgn dibikin kaku Lg WoKeeeeeeH... Akoh Padamuuuu... 😅
melting_harmony
Luar biasa
❥␠⃝ ͭ🍁KT-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: Waaaah... Makasih 👍❤️
Makasih dukungannya K♡ ..🙏😍🤗
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau orang lagi murung terus gak ngomong, yang berada dekat dengan dia bakal penuh tanda tanya pastinya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Siapa yang tak haru melihat pemadangan seperti itu, anak yang sudah besar dan mampu bekerja dengan baik
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Maya sungguh sangat teliti ya, dia memang anak yang sangat bisa di andalkan jika seperti ini
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya, lagian lebih baik tak terlalu menunjukkan kekurangan kalau masih mampu. Biar gak terlalu di anggab lain
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang pada ricuh Maya sibuk dengan urusannya sendiri adem ayem, namanya juga masih baru hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!