"Tapi tahukah kau, bahwa semua itu adalah tipuan Georges semata. Pernikahan mu hanyalah panggung sandiwara agar dia bisa menikmati tubuhmu tanpa perlawanan." ucap Angela dengan nada menghina.
"Kau bukan wanita pertama baginya. Georges sudah banyak berhubungan dengan bayak wanita dan sebagaimana dia lari dariku, dia akan selalu kembali ke dalam pelukanku. Kau tahu kenapa? karena dia milikku."
"Pergi sebelum Georges mempermalukanmu dan hati mu semakin sakit."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
desahan dvd
"Ayolah, kau akan menikah. Kau harus mengetahui hal bagaimana menyenangkan suamimu." bujuk Dorothy.
"Tapi... tapi.. " dalam benaknya bukannya tuan muda sudah tampak sangat menikmati ketika mereka tidur bersama tempo hari.
"Ayolah, balik kan badanmu seperti ini." Dorothy membalikan tubuh Felicia dan mendudukan wanita itu di kasur. Felicia masih menutup matanya rapat-rapat.
"Buka matamu atau aku cium kau." goda Dorothy.
Felicia segera membuka matanya. Dan dia mengalihkan pandangannya dari layar telivisi yang menanyangkan adegan pria dan wanita saling bercumbu dengan panas.
"Hei, wajah kedepan!" perintah Dorothy.
Felicia menuruti. Tapi sedetik kemudian dia menutupi matanya dengan telapak tangan.
Dorothy tergelak melihat sikap polos Felicia.
Dia semakin gemas hendak mengubah gadis itu menjadi lebih berani dan menggairahkan untuk Georges.
"Kalau kau malu, begini caranya menutup matamu." Dorothy menyentuh jemari Felicia yang menutupi matanya dan mulai merenggangkan jari tengan dan manis hingga terdapat celah untuk mata.
Saat itu Felicia melihat adegan bagaimana pemeran wanita mendesah akibat cumbuan pemeran pria di bagian dada turun ke pusar turun ke...
Tanpa dia sadari, Felicia menggigit bibirnya dan meremas pinggiran bath robe yang dia kenakan.
Dorothy tersenyum melihatnya dan dengan sengaja dia mengeraskan volume telivisi. Sementara dirinya masuk ke dalam kamar mandi.
Dorothy sengaja memberi kesempatan pada Felicia untuk melihat adegan itu lebih lama sendirian.
Sementara Felicia yang melihat adegan di televisi itu membuka dan menutup matanya dengan resah. Dia merasa gelisah sementara nafasnya tiba-tiba juga merasa sesak.
Felicia meremas pinggiran bathrobe dan tanpa sadar tangan nya yang lain sudah masuk ke dalam bathrobe dan membelai puncak dadanya yang sudah mengeras.
Felicia semakin gelisah, meskipun dia menutup matanya, suara-suara erotis itu masih terdengar dengan jelas. Dia kebingungan. Hendak keluar dari kamar itu tetapi Dorothy belum memberinya pakaian. Hendak mematikan televisi tersebut, bahkan Dorothy sudah mengunci buffet tempat dvd dan tv diputar.
Setelah beberapa saat lamanya, Dorothy keluar dari kamar mandi dan tersenyum lebar melihat Felicia yang gelisah.
"Ah, filmnya sudah habis. Kau mau menonton yang lainnya?" goda Dorothy lagi.
"Tidak. Tidak. Cukup sudah! Berikan aku pakaian untuk tidur, please. Sebaiknya aku tidur saja." ucap Felicia dengan cepat.
Dorothy menyeringai lebar. Kemudian dia berjalan kearah lemari pakaian dan mengambil sebuah gaun untuk Felicia.
Felicia menerima pakaian tidur itu dan melihatnya dengan terbelalak. Gaun tidur satin itu memiliki belahan dada yang sangat rendah.
Di kamar Angela dia melihat gaun semacam itu pula, tetapi Felicia tidak pernah sekalipun mengenakannya kecuali di malam ketika Angela membiusnya.
"Apakah kau tidak memiliki pakaian lainnya?" tanya Felicia dengan malu-malu.
"Semua pakaianku seperti itu."
Felicia menarik nafas, "baiklah." pikirnya malam ini dia akan tidur dengan Angela, jadi tidak masalah.
Felicia segera melepas bathrobe dan mengagantinya dengan gaun tidur tersebut. kemudian dia menyisir rambut hitam panjangnya.
"Kau memang memiliki kecantikan alami, darling." ucap Dorothy di belakang Felicia.
Sebuah ide gila kembali muncul di benak Dorothy. Dia kembali menyalakan dvd erotis tersebut dan keluar dari kamar sambil membawa remote membuat Felicia segera membenamkan kepalanya kedalam bantal dan menutup kedua telinganya meskipun begitu samar-samar masih terdengar desahan erotis hingga membuat gambaran peristiwa di tv terbayang di benaknya.
bisa gila akuuuu.
Di luar kamar, Dorothy ternyata menggedor pintu kamar Georges.
Georges membuka pintu.
"Ada apa?"
"Kau sudah mandi?" tanya Dorothy sambil tersenyum mencurigakan.
"Sudah." jawab Georges dengan tatapan heran.
"Hmm.. sebentar." Dorothy pergi dari hadapan Georges untuk sesaat sebelum akhirnya kembali dengan membawa lilin aromatherapi. Dia memaksa masuk dan meletakan lilin tersebut di meja dan beberapa sudut kamar.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Georges heran melihat perbuatan Dorothy.
"Memberimu malam yang tidak akan kau lupakan." ucap Dorothy penuh makna. Kemudian dia keluar dari kamar Georges dan menuju kamarnya. Di dalam kamar dia melihat Felicia yang membenamkan diri di kasur dengan gelisah.
Dorothy yang usil dan mesum tersenyum geli.
"Hai darling," tepuknya di pantat Felicia.
Felicia segera memutar badannya dan duduk.
"Tolong matikan dvd nya." pintanya dengan putus asa.
"Kenapa?" goda Dorothy.
"Itu... aku tidak suka." jawab Felicia dengan gugup.
"Kenapa wajahmu memerah?" Dorothy masih dengan pertanyaan isengnya.
"Aaa kakak Dorothy tolong matikan, please." Felicia mengatupkan kedua tangannya ke dada memohon pada Dorothy.
"Hahaha baiklah darling." Dorothy mematikan dvd itu.
Kemudian dia mendekati Felicia yang tampak bernafas lega.
"Sekarang ayo keluar." Dorothy menarik tangan Felicia yang kebingungan karena dia belum sempat mengikat kimono tidurnya.
"Kakak, sebentar... eh, kenapa kita disini?" Felicia bingung ketika mereka tiba-tiba berhenti di depan pintu kamar Georges dan Dorothy mengetuk dengan tidak sabar.
Georges membuka pintu dan matanya langsung tertuju pada kimono tidur Felicia yang belum terikat itu, dibalik kimono itu dia bisa melihat dada gadis itu yang terbuka , putih, kencang dan menantang. Georges menelan ludah nya dengan kasar.
"Georges, dia akan tidur disini. Kau tahu aku tidak bisa tidur dengan orang lain." Dorothy mendorong Felicia dengan keras sehingga gadis yang masih terkejut itu jatuh kedalam pelukan tuan muda Georges.
Georges memeluk gadis itu. Dan saat itu juga alat tempur Georges mulai siap.
"Apa yang kau lakukan, Dorothy!" seru Georges.
"Memberimu malam yang unforgetable!" seru Dorothy sebelum menutup pintu kamarnya.
Felicia menegakkan badannya dan keluar dari pelukan tuan muda Georges. Dia menunduk malu dan saat itu dia tersadar bila kimononya tebuka lebar dan menampilkan pakaian tidur yang potongan dadanya rendah sekali.
Felicia buru-buru mengikat kimono nya erat-erat. Tuan muda Georges yang melihat perbuatan Felicia tersenyum kecil.
terlambat sugar, aku sudah melihatnya.
"Masuklah." tuan muda bergeser menyamping memberi jalan pada Felicia.
"Tidak usah tuan, biar saya tidur di luar saja." tolak Felicia sambil menundukan kepalanya.
Georges tahu percuma dirinya memaksa karena gadis ini akan bersikeras oleh karena itu dengan satu tarikan tangannya Georges membawa Felicia masuk kedalam kamar.
Felicia memekik tertahan mengikuti langkah Georges yang menarik tangannya. Georges kemudian mendudukan Felicia di atas kasur.
"Tidurlah disini." ujar Georges sambil berjalan memutar dengan tertatih menuju sisi lain dari tempat tidur.
Felicia melemparkan pandangannya kedalam ruangan kamar. Tidak ada sofa atau kasur lain dikamar ini. Hanya sebuah meja, bangku kecil dan lemari. Ukurannya lebih kecil daripada kamar Dorothy, bahkan lebar kasurnya hanya berukuran 140 cm.
"Tuan, saya..."
"Tidurlah Felicia. Kau adalah calon isteriku. Jangan kuatirkan hal yang tidak penting." ujar Georges sambil membaringkan tubuhnya.
Felica menurut. Iya benar aku calon isterinya. Tapi kami belum sah. Bagaimana jika dia membatalkan dan mencampakanku. Apa yang akan terjadi padaku.
Segala pikiran negatif berkecamuk dalam hati Felicia. Sementara dia yang awalnya menatap langit kamar kemudian memejamkan matanya. Dan entah disegaja atau tidak jari tangannya terasa menyentuh hangatnya jemari Georges. Felicia bingung, dia takut dengan menarik tangannya akan membuat tuan muda terbangun.
Dan parahnya. Akibat sentuhan itu, segala adegan di dvd tadi berputar di benaknya. Membuat dirinya menjadi resah dan berulang kali mengigit bibir bagian bawah.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
lanjutkan dengan imajinasi kalian yaaa...
wkwkwk, author mau menyucikan diri dulu.
Tapi langsung ambyar ketika relate sama makanan Thor .ini Eropa apa asia?😁