NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Istri Siri

Hanya Sebatas Istri Siri

Status: tamat
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Obsesi / Tamat
Popularitas:449.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

"Maafkan aku karena aku sudah mengkhianatimu, sayang," batin Kaisar.

Kaisar sangat kaget saat mengetahui dirinya sudah merenggut kesucian seorang gadis cantik yang tidak lain adalah anak dari pembantunya.
Kaisar mabuk berat, sehingga menganggap Luna sebagai istrinya. Padahal istrinya saat ini sedang terbaring koma di rumah sakit.

Masalah semakin pelik, saat mengetahui Luna mengandung anaknya dan bersamaan dengan sang istri sadar dari komanya.

Apa yang akan dilakukan Kaisar? Apakah dia akan menikahi Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Belajar Mencintai

Di dalam tempat pesta banyak sekali mata pria yang memandang ke arah Luna dan itu membuat Kai semakin kesal.

"Kita ucapkan selamat kepada yang ulang tahun, habis itu kita pulang," seru Kai dingin.

"Kok, pulang Mas? kita kan, baru datang."

"Kamu berani membantahku," kesal Kai.

Luna langsung terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, akhirnya setelah mengucapkan selamat, Kai dan Luna pun memutuskan untuk pulang.

Kai melonggarkan dasinya, sungguh hatinya panas melihat semua pria memperhatikan Luna.

"Apa kamu lapar?" tanya Kai.

"Sedikit," lirih Luna.

"Ya sudah, kita makan malam dulu habis itu kita pulang."

Kai membawa Luna ke sebuah restoran Jepang.

"Kamu mau pesan apa?" tanya Kai.

"Pesan apa saja, terserah Mas."

Luna sama sekali tidak mengerti dengan menu makanan yang ada di sana, maklum Luna adalah wanita kampung yang sama sekali tidak pernah masuk ke dalam restoran mahal seperti itu.

Tidak lama kemudian, pelayan pun datang dan membawa beberapa piring makanan khas Jepang dan itu adalah makanan kesukaan Kai.

Kai dengan cepat melahap semua makanan itu, tapi berbeda dengan Luna yang hanya bisa melihat semua makanan dengan kebingungan.

"Kenapa, kamu gak suka sama makanannya?" tanya Kai.

"Aku bingung mau makan yang mana, soalnya aku belum pernah memakannya. Apalagi yang ini ikan mentah, bagaimana rasanya," sahut Luna.

Kai terkekeh dengan kelakuan Luna, menurut Kai wajah Luna tampak lucu.

"Mas menertawakanku?" kesal Luna.

Kai mengambilkan sashimi itu menggunakan sumpit lalu di celupkan ke dalam wasabi.

"Cobalah."

Kai mengulurkan tangannya ke arah Luna hendak menyuapi Luna.

"Ayo, buka mulutnya."

Dengan ragu-ragu, Luna mulai membuka mulutnya dan Kai langsung memasukan sashimi itu ke dalam mulut Luna. Luna dengan cepat mengunyahnya dengan mata terpejam membuat Kai lagi-lagi terkekeh.

"Bagaimana enak?"

Luna dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Makanan ini tidak cocok dengan lidahku Mas, aku gak suka," lirih Luna.

"Terus bagaimana? kita mau pindah tempat makan?"

"Tidak, Mas makan saja sendirian nanti biar aku makan di rumah saja."

"Ya sudah, aku bungkus saja."

Kai segera memanggil pelayan dan meminta untuk membungkus semua makanan yang sudah dia pesan.

"Maaf ya Mas, gara-gara aku Mas jadi gak makan di sana."

"Tidak apa-apa."

Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka sampai di rumah. Rumah terlihat sangat sepi karena Fahmi menginap di rumah Oma dan Opanya.

"Aku ganti baju dulu," seru Kai.

"Iya Mas, biar makanannya aku rapikan dulu di piring."

Luna dengan sigap mengeluarkan semua makanan yang Kai pesan tadi, sedangkan dia memasak mie dengan telor.

"Kamu masak apa?"

"Aku bikin mie saja Mas, soalnya aku lagi pengen makan mie."

Kai duduk dan melanjutkan makannya bersama Luna, tidak ada pembicaraan sama sekali mereka fokus dengan makanan mereka masing-masing.

Saat ini Luna bersyukur karena Kai sudah sedikit berubah, tidak irit bicara lagi tapi kalau masalah dingin dan cuek masih melekat dalam diri Kai.

Luna belum sempat mengganti gaunnya, setelah selesai makan malam bersama keduanya langsung masuk ke dalam kamar. Luna segera mengambil baju tidur dan masuk ke dalam kamar mandi untuk menggantinya.

"Astaga, bagaimana ini aku sangat gugup, apalagi malam ini aku harus tidur berdua dengan Mas Kai," gumam Luna.

Luna segera mengganti bajunya dengan baju tidur, perlahan Luna keluar dari dalam kamar mandi dan terlihat Kai sedang mengotak-ngatik laptopnya di atas tempat tidur.

Jantung Luna semakin berdetak tak karuan, lalu dia mengambil guling yang berada di atas sofa dan perlahan naik ke atas tempat tidur. Dengan ragu-ragu Luuna menyimpan guling itu di tengah-tengah, tapi Kai dengan cepat melempar guling itu ke lantai membuat Luna kaget dan membelalakkan matanya.

"Astaga, Mas Kai kenapa?" batin Luna.

Perlahan Luna menarik selimut dan merebahkan tubuhnya dengan posisi membelakangi Kai. Kai melirik ke arah Luna, dia menutup laptopnya dan segera mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu meja.

Luna semakin gugup dan mencengkram selimutnya, tapi tanpa diduga Kai justru memeluk Luna dari belakang membuat jantung Luna semakin tidak aman.

"Kenapa kamu seperti takut kepadaku? bukannya sekarang kita sudah menjadi pasangan suami istri?" bisik Kai di telinga Luna membuat bulu kuduk Luna merinding.

"I-iya, Mas."

"Jujur, aku memang masih ragu atas perasaanku tapi untuk saat ini tolong jangan jaga jarak denganku. Biarkan semuanya berjalan dengan alami, dan aku akan berusaha membuka hatiku untukmu. Tolong kamu bersabar karena aku masih trauma akan pengkhianatan yang Medina lakukan kepadaku."

Luna terdiam, dia pun menganggukkan kepalanya pelan. Kai semakin mengeratkan pelukannya kepada Luna, sedangkan Luna tampak tersenyum setidaknya saat ini Kai tidak lagi membencinya dan berkata kasar kepadanya.

"Aku akan sabar menunggu Mas, karena aku yakin suatu saat nanti Mas akan mencintai aku," batin Luna.

Perlahan mata keduanya tampak sayu, hingga beberapa saat kemudian keduanya pun sudah terlelap.

***

Keesokan harinya...

Luna mulai membuka matanya dan ternyata Kai masih memeluknya. Perlahan Luna mengangkat tangan Kai, Luna takut Kai bangun.

Setelah tangan Kai menyingkir, Luna perlahan turun dari ranjang. Sesaat Luna memperhatikan wajah Kai yang terlihat tampan itu.

"Aku sangat bersyukur sekali mempunyai suami sempurna sepertimu Mas."

Luna pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai mandi dan berganti baju, dia pun segera turun ke bawah untuk membuatkan sarapan.

Luna membuatkan kopi untuk Kai dan menyimpannya di atas nakas, hidung Kai mulai mengendus-ngendus dan perlahan membuka matanya.

"Astaga, harum sekali kopinya," gumam Kai dengan suara serak khas bangun tidur.

"Mas mandi dulu sana, habis itu baru minum kopi."

Tanpa bicara sedikit pun, Kai bangun dan masuk ke dalam kamar mandi. Luna dengan cepat merapikan tempat tidur mereka, lalu menyiapkan baju untuk Kai.

Tidak lama kemudian, Kai pun keluar dari kamar mandi dan segera menyesap kopi yang dari tadi sudah menggugah selera itu. Dilihatnya di atas tempat tidur, satu setel baju sudah Luna siapkan.

"Ternyata selama ini aku sudah menyia-nyiakan istri sebaik Luna, selama aku menikah dengan Medina, dia tidak pernah memperhatikan aku seperti ini bahkan hal kecil seperti memakaikan dasi pun dia tidak pernah," gumam Kai dengan senyuman mirisnya.

Kai segera menghabiskan kopinya dan memakai baju, dia pun sudah tidak sabar untuk sarapan. Walaupun masakan Luna terlihat sederhana seperti makanan kampung, tapi rasanya sungguh sangat enak dan itu membuat Kai ketagihan.

1
Titee Hidayah
Alhamdulillah happy ending , terima kasih
Hafizah Aressha R
oh wala peran wanitanya koq loyo gtu si.. is..
guntur 1609
jangan bilang aura anaknya medina
guntur 1609
lanjut
guntur 1609
kok jadi sedih gini ya thor
guntur 1609
dasar mark begok. ya. ia lah kau dari kecil emang sdh kaya raya. nah loe. emang kismin
guntur 1609
mampus kau bidat. dasar bodoh
guntur 1609
bagus tuh Luna. itu yg terbaik
guntur 1609
tinggalkan saja sdh kami. nanti kalau sdh tahu istrinya Medina berkhianat dia akan mencarimu sendiri Luna. biar dia kelimpungan sm mu
guntur 1609
padahalefina istrimu juga sdh berkhianat sm kawanmu mark
Nuroden Lina
Luar biasa
Fajar Ayu Kurniawati
.
Adi Saputra
Luar biasa
falea sezi
kai g sadar ya bini nya dlu. pembantu miskin/Smug/
Lila Susanti
ceritanya mirip serial turki judulnya noer
Lila Susanti: ada dlu tayang di anteve serial turki judulnya noer. tp sy nton ga smpe tamat
total 2 replies
mask gorden
cara baru jemput ansk
🌸so0bin🌸
gak jadi nih rebutan cowoknya 🤭🤭
🌸so0bin🌸
aseek gak jomblo lagi 😆😆😆
🌸so0bin🌸
jangan sampe deh ya amira dihasut mamah nya yg tidak²...yg ada malah perang sodara beneran lagi...atau jangan² malah si farah lagi yg bikin rusuh hubungan aura fahmi
🌸so0bin🌸
perang sodara gak tuh akhirnya ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!