NovelToon NovelToon
Kabur Dari Perjodohan

Kabur Dari Perjodohan

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:130k
Nilai: 5
Nama Author: Anjana

Siapa sangka jika perjodohannya tidak diterima oleh pihak perempuan, Yilanvia menolak mentah mentah perjodohan dari kedua orang tuanya.

Demi bisa lepas dari perjodohan, Yilan terpaksa kabur dari rumah demi menghindari perjodohan. Siapa sangka, jika kepergian Yilan akhirnya membawanya ke kampung yang tidak pernah ia datangi.

Namun sebelumnya, Yilan bertemu dengan lelaki asing dan sengaja diikutinya hingga sampai lah di kampung halamannya.

Pingin tahu kisah keseruannya mereka berdua, kita simak ceritanya yuk....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah permintaan

Setelah mendengar cerita dari ibunya yang cukup detail, Yilan mulai merasa kantuk karena kecapean di perjalanan.

Sedangkan Gazan yang baru saja berunding untuk soal pernikahannya dengan Yilan, kemudian pamit pulang.

"Ingat ya, sampaikan ke ayah kamu untuk segera mengurusnya. Pernikahan kamu dengan Yilan akan di percepat, takutnya Yilan kabur lagi dari rumah." Ucap Tuan Bonar berpesan.

"Baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi." Jawab Gazan sekaligus berpamitan.

"Ingat dengan pesanku, jangan kecewakan adik perempuanku satu-satunya. Beri dia kebahagiaan seperti aku dan keluargaku memberinya kebahagiaan. Aku tidak menuntut banyak darimu, hanya tanggungjawab darimu yang akan aku tuntut." Ucap Zavan yang berpesan kepada Gazan soal adik perempuannya.

Gazan mengangguk.

"Kamu tenang saja, aku akan bertanggungjawab atas adik perempuan kamu, Yilan." Jawab Gazan meyakinkan calon kakak iparnya.

"Baiklah, aku percayakan sama kamu." Ucap Zavan, dan Gazan pamit pulang.

Setelah tidak ada Gazan maupun Sevan, rumah sudah kembali seperti semula. Teringat soal Sevan, buru-buru menemui adik perempuannya.

"Kamu mau ngapain ke kamar adikmu, Zav?" tanya ibunya saat baru saja keluar dari kamar putrinya yang hendak menutup pintu kamar.

"Tidak apa-apa, Ma. Aku cuma mau lihat Yilan, dia tidak marah 'kan, Ma? maksudnya aku, Yilan bersedia menikah dengan Gazan 'kan, Ma?"

"Sebenarnya adik kamu gak mau menikah dengan Gazan, justru si Yilan penasaran dengan keluarga Radmaja."

Seketika, ibunya berhenti bicara karena keceplosan.

"Maksudnya Mama, apa?" tanya Zavan yang tiba-tiba kaget dengan apa yang diucapkan oleh ibunya.

"Maaf. Tadi Mama keceplosan saat Yilan mengajak ngobrol, tidak tahunya obrolan nyang dibahas soal keluarga Radmaja. Mama juga tidak tahu kenapa, tiba-tiba menceritakan semuanya, termasuk putra semata wayangnya Nyonya Elinda, juga Nyonya Elinda yang berada di rumah sakit jiwa." Jawab ibunya yang akhirnya berterus terang kepada putranya.

"Mama menceritakan semuanya kepada Yilan?"

Ibunya mengangguk.

"Benar. Yilan sudah tahu kalau dirinya yang sebenarnya akan dijodohkan oleh putra dari mendiang Tuan Delon. Tapi, kenyataannya sampai sekarang belum ditemukan keberadaannya." Kata ibunya.

"Sayangnya dulu masih kecil, juga tidak ditemukan alamat rumahnya, yang ada hanya alamat palsu." Ucap Zavan yang juga teringat cerita dari ayahnya.

"Makanya si Gazan yang menjadi penggantinya." Jawab ibunya.

"Kenapa mesti Gazan, Ma? kenapa tidak dengan anaknya Tuan Dernando?" tanya Zavan yang teringat jika adiknya tidak ingin menikah dengan perjodohan.

"Tetap saja tidak bisa. Pastinya yang tertua dulu untuk dijodohkan, bukan yang muda." Jawab ibunya yang masih berdiri di depan pintu.

"Terserah keputusan dari Papa, Zavan tidak akan ikut campur soal perjodohan Yilan dengan Gazan.

"Benar. Lagi pula, Gazan lelaki baik. Harapan Mama cuma satu, semoga Gazan lelaki yang bertanggung jawab dan dapat membaja Yilan, putri Mama satu-satunya." Ucap ibunya, sedangkan Zavan hanya bisa mengiyakan.

"Kalau gitu aku mau kembali ke kamar ya, Ma. Aku mau istirahat karena capek banget dan terasa sepi nantinya.

Setelah Zavan pergi, ibunya kembali masuk ke kamar putrinya.

Yilan yang masih duduk sambil bersandar, kini berganti posisi di pangkuan ibunya saat sang ibu duduk di sebelahnya.

"Ma, memang tidak bisa kah, jika pernikahannya dibatalkan?" lagi-lagi Yilan kembali bertanya, dan berharap akan mendapatkan jawaban yang bisa membuatnya lega.

"Keputusan sudah mutlak, dan tidak bisa untuk di rubah sama Papa kamu. Jadi, kamu harus siapkan diri mulai dari sekarang untuk menjadi istrinya Gazan." Jawab ibunya.

Yilan sejenak terdiam, tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menjelaskan kepada ibunya soal menolak perjodohan.

"Kamu ini gimana toh Yil, dulu kamu menyukai Gazan, kenapa sekarang jadi berubah?" sambung ibunya memberi pertanyaan kepada putrinya.

"Bagaimana harus menjelaskannya ya, Ma. Soalnya Yilan itu sudah tidak ada ketertarikan sama sekali dengan kak Gazan, Ma. Pilihan Yilan cuma satu, lepas dari perjodohan, hanya itu." Kata Yilan yang terus menerus untuk menolak.

Sedangkan ibunya membelai rambutnya Yilan sambil tersenyum tipis ketika mendengar jawaban dari putrinya.

"Ya seperti itulah ketika kita dipertemukan dalam pernikahan kalau sudah menyukai duluan. Rasanya akan hambar, seolah kita tidak lagi menyukainya. Jadi, sudah lumrah dengan hubungan yang seperti itu, Nak. Lebih baik kamu fokus dengan pernikahan kamu nanti, waktunya sudah tidak lama lagi. Maka, persiapkan diri kamu sebaik mungkin." Ucap ibunya yang tengah memberi nasehat kecil untuk putrinya.

Yilan bangkit dan duduk disebelah ibunya.

"Ma," panggil Yilan denhan suara yang lirih.

Namun, suara lirihnya dapat didengar oleh ibunya.

"Kenapa lagi, Nak?" tanya ibunya.

"Yilan kabur lagi aja apa ya, Ma." Jawab Yilan penuh harap.

"Untuk apa?"

"Menikah dengan Sevan." Jawabnya sangat singkat dan padat, juga jelas pokok intinya.

"Kamu ini. Memangnya Sevan mau diajak menikah sama kamu? jangan menambah beban kepada orang lain, apa lagi masalah." Ucap ibunya.

"Ma." Rengek Yilan yang penuh harap kepada ibunya agar mendapat dukungan, pikir Yilan.

"Mama tidak bisa membantumu, Nak. Ya udah ya, sudah mau malam, kamu buruan mandi. Nanti setelah itu, kita makan malam bersama. Ingat, jangan sekali-kali kabur lagi, kalau tidak ingin urus urusannya." Ucap ibunya dan bergegas keluar dari kamar.

Yilan yang sama sekali tidak bisa membujuk ibunya, terpaksa menerima keputusan dari ayahnya.

Karena merasa risih dan badan terasa tidak nyaman, Yilan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu, sambil menunggu makan malam, Yilan keluar dari kamar dan mencari tempat yang bisa dijadikan tempat untuk duduk bersantai.

Saat sudah berada di ruang keluarga, Yilan dapat menangkap keberadaan kakaknya yang tengah bersantai sambil menyibukkan diri dengan ponselnya.

Yilan berdehem. Zavan yang tengah fokus, langsung di kagetin.

Zavan yang lagi fokus, langsung terperanjat dari tempat duduknya.

"Gila! kamu itu. Gangguin orang istirahat saja."

"Ya maaf, Yilan 'kan cuma bercanda. Kak Zavan lagi ngapain? gak sibuk tah?"

Zavan langsung menoleh pada adiknya.

"Kakak lagi mainan ponsel saja, kenapa?"

"Ya gak kenapa-napa sih, cuma tanya aja."

"Gimana dengan keputusan kamu, Yil? apakah kamu akan menerima keputusan dari Papa? atau justru kamu menolak."

Meski tahu akan jawaban dari adiknya, Zavan cuma basa-basi kembali bertanya lagi kepada Yilan.

"Sebenarnya Yilan ingin menolak, tapi kata Mama tetap tidak bisa. Bahkan, sekalipun kabur lagi."

"Hem. Jangan begitu. Turuti apa yang menjadi keputusan dari Papa. Mungkin pilihan Papa memang yang terbaik untuk kamu, positif thinking saja." Ucap Zavan mencoba untuk mengingatkan adik perempuannya.

"Boleh tidak, kalau Yilan meminta sesuatu sebagai permintaan."

"Memangnya permintaan kamu apa, Yil?" tanya sang kakak penasaran.

"Nanti kalau Yilan menikah, tolong jemput kedua orang tuanya Sevan untuk menghadiri acara pernikahannya Yilan." Jawab Yilan meminta sebuah permintaan.

Zavan sejenak terdiam, jawaban apa yang diberikan oleh adiknya. Tentu saja meminta jawaban dari ayahnya, dan berharap dipenuhi permintaannya.

1
Rafanda 2018
untung saya baca endingnya dulu,,ko ga sama sevando nikahnya tor kecewa dong
Antik Widyanti
Akhir cerita yg tidak happy ending...
Antik Widyanti
Jangan² Sevan anak yg hilang
Leni Anggraeni
Luar biasa
Effi Andriani Andriani
lamabanget.lanjutan.nya
Triwulan Dari
waahh waahhh waahhh,,, ayoo dilanjuuttt
Effi Andriani Andriani
tdkadalanjutannya
Siti Rohayatun
cerita nya bagus menarik untuk di baca bikin penasaran
Piani Ani
lanjut kak critanya
Triwulan Dari
Monggo di lanjutkan seru loh ceritae 😊
Anjana: Maaf kak, badan lagi gak fit sudah beberapa hari ini. Jadi, butuh istirahat yang cukup🙏
total 1 replies
champagnefabulous
Halo kak author! Aku pembaca baru dan bakalan jadi pembaca setia, nih. Ditunggu next up, ya!
nickname
ayolah thor tambah lah upnya
BeijingBand
Thor ada lanjutannya kan? *Ada sayang ada!! Tuh kan si author bikin gemes deh! :*
LilCutie
Benar-benar debest deh kalau baca karya kakak. Moodbosterku :*
Salmiah Sirajuddin
lanjut thor
Sulastri Chaniago
bagus tapi mana lanjuttan nya
Ratna Dewi Boru Regar
sangat menarik.saya suka dan penasaran ceritanya.lanjut y kak.
Anjana: siap kak...
total 1 replies
Rosi Marlina
lanjut dong😩😩😩😩
Rosi Marlina
lanjut dong,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!