NovelToon NovelToon
Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Beda Usia / Tamat
Popularitas:435.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Lady Cactus

Entah ini sebuah keberuntungan atau malah malapetaka bagi Zivanya Arabella, gadis berparas cantik yang masih berusia 18 tahun saat dirinya mendapat tawaran untuk menjadi seorang sugar baby oleh duda tampan beranak satu yang sudah dua kali gagal dalam pernikahannya.

Namun siapa sangka selama menjadi "sugar baby" sang duda, Ziva sama sekali tidak pernah di sentuh oleh sang duda bahkan duda beranak satu itu terlihat dingin padanya.

Lalu apa sebenarnya alasan sang duda menjadikan Ziva sebagai "sugar baby" nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Cactus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gangguan

"Sedang apa kamu disini?" tiba-tiba suara yang tidak asing di telinga Zizi berhasil membuat Zizi melompat kaget.

Suara siapa lagi kalau bukan suara Jethro.

Zizi pun berlonjak kaget.

"Tu-Tuan Jethro.." ucap Zizi dengan suara terbata-bata karena kaget.

"Sedang apa kamu disini?" tanya Jethro lagi sambil berjalan mendekati pintu kamar rahasia itu.

"Mm.. tadi Tuan Alex menyuruh saya mengambil baju Anda, Tuan." jawab Zizi.

"Keluarlah, biar aku saja yang ambil." balas Jethro.

Zizi pun perlahan keluar dari kamar rahasia itu dan menunggu di depan pintu gudang, setelah Zizi keluar, Jethro pun masuk, namun baru juga dua langkah dari pintu, tiba-tiba pandangan Jethro terlihat berputar, kepala-nya tiba-tiba sangat pusing dan itu membuat Jethro sampai terhuyung kebelakang, tapi untungnya Zizi yang melihat itu langsung menahan tubuh besar Jethro.

"Anda tidak pa-pa, Tuan?" tanya Zizi.

"Kepalaku sakit sekali." jawab Jethro.

"Ayo kita ke kamar dulu." Zizi pun menuntun Jethro untuk kembali ke kamar.

Sesampainya di kamar, Zizi pun mendudukkan Jethro di ranjang lalu membantu Jethro bersandar di kepala ranjang.

"Tunggu sebentar, saya ambilkan pakaian untuk Anda dulu." ucap Zizi lalu keluar dari kamar Jethro.

Zizi pun cepat-cepat kembali ke kamar rahasia itu untuk mengambil pakaian Jethro lalu kembali lagi ke kamar.

"Ini Tuan baju-nya. Gantilah pakaian Anda sekarang." ucap Zizi sembari menyerahkan pakaian yang baru ia ambil.

"Letakkan saja di situ, aku bersihkan tubuhku dulu." jawab Jethro.

Ia pun berusaha turun dari ranjang, tapi lagi dan lagi kepala-nya terasa berat.

"Argh.." erang Jethro sambil memegang kepala-nya.

"Sudah jangan turun, Tuan. Ganti saja baju Anda, tidak usah membersihkan tubuh." ucap Zizi yang kembali membantu Jethro bersandar di kepala ranjang.

"Rasanya tidak enak kalau mengganti baju tapi tidak membersihkan tubuh. Rasanya lengket." balas Jethro.

Zizi menghela nafasnya kasar.

"Ya sudah, saya ambilkan air untuk Anda dan membantu membersihkan tubuh Anda." ucap Zizi. Mau tidak mau ia harus membantu Jethro.

Cepat-cepat Zizi pun keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur untuk mengambil wadah menampung air. Setelah itu ia pun kembali ke kamar lalu masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi wadah dengan air hangat.

Dengan wadah yang sudah terisi air hangat dan handuk kecil di tangannya, Zizi pun keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan mendekati ranjang.

Zizi meletakkan wadah ya v berisi air hangat itu diatas nakas.

"Ayo Tuan, saya bantu bersihkan tubuh Anda." ucap Zizi.

Jethro pun menegakkan punggungnya lalu menurunkan kaki-nya ke lantai kemudian berusaha membuka baju semi formal yang masih ia kenakan di tubuh-nya.

Namun, untuk membuka pakaiannya saja Jethro tidak punya tenaga.

"Sini saya bantu membuka baju Anda." ucap Zizi lalu membuka baju Jethro.

Jethro pun pasrah.

"Maaf, sudah merepotkan mu." ucap Jethro saat Zizi sedang membuka baju-nya.

"Tidak pa-pa, Tuan." jawab Zizi.

Kini Jethro sudah bertelanjang dada. Melihat tubuh Jethro yang putih kekar, dada dan perut yang berotot ditambah lagi bulu halus yang tumbuh di dada dan perut Jethro, membuat Zizi menelan salivanya susah payah.

"Apa sekarang kamu sedang berpikiran mesum?" tanya Jethro saat melihat Zizi yang malah melamun.

"Hah? Tidak! Saya tidak memikirkan apa-apa!" jawab Zizi.

"Ya sudah cepat bersihkan tubuhku." balas Jethro.

Zizi pun mulai membersihkan tubuh Jethro. Jantung Zizi berdetak tak karuan saat membersihkan tubuh Jethro. Wajah-nya sampai memerah sangking gugupnya.

"Apa kamu juga sedang sakit?" tanya Jethro sambil meletakkan punggung tangannya di kening Zizi.

"Tidak Tuan." Spontan Zizi menjauhkan kepala-nya.

"Lalu kenapa wajah-mu merah?" tanya Jethro.

"Masa sih? Mungkin karena hawa di kamar ini yang panas." jawab Zizi karena tadi Zizi sengaja mematikan AC agar Jethro tidak menggigil.

"Yakin?" tanya Jethro sambil tersenyum tipis karena ia sadar kalau saat ini Zizi sedang gugup dan dijawab dengan anggukkan kepala oleh Zizi.

Jethro tak lagi bertanya dan membiarkan Zizi membersihkan tubuh-nya. Selagi Zizi mengelap tubuh-nya, mata Jethro tak henti-hentinya memandang mata Zizi. Melihat mata Zizi, kekesalan Jethro pada Becca seketika menghilang, hatinya langsung terasa tenang saat memandang mata Zizi.

"Sudah Tuan. Pakailah baju Anda." ucap Zizi setelah selesai membersihkan bagian atas tubuh Jethro.

"Apa kamu tidak mau membersihkan bagian bawah-nya juga?" tanya Jethro.

"Hah? Bagian bawah?" pikiran Zizi langsung memikirkan ke bagian yang lain.

Jethro terkekeh kecil melihat ekspresi Zizi.

"Maksudku, kaki ku! Apa kamu pikir aku menyuruhmu membersihkan 'itu'? Itu tidak di bersihkan tapi diasah." goda Jethro.

Blush. Wajah Zizi makin memerah mendengar ucapan Jethro.

"Apa kamu mau membantuku mengasah keris sakti ku?" goda Jethro lagi sambil mendekatkan wajah-nya ke wajah Zizi.

Zizi yang gugup pelan-pelan menjauhkan wajah-nya dari Jethro, tapi Jethro langsung menahan tengkuk Zizi dan mendekatkan bibir-nya ke bibir Zizi.

Zizi tak bisa berkata apa-apa, entah kenapa lidah-nya terasa kelu dan tubuh-nya sangat susah di gerakkan.

Niat awal Jethro yang hanya ingin menggoda Zizi kini ia malah jadi terbawa arus permainannya sendiri begitu bibir-nya hanya berjarak beberapa senti dari bibir Zizi.

"Nampaknya kamu sudah sehat sekarang." ucap Alex yang tiba-tiba masuk ke kamar. Dan suara Alex berhasil menyadarkan Jethro dari aksi-nya. Jethro pun spontan menjauhkan tubuh-nya dari Zizi, begitu pun dengan Zizi, ia langsung berdiri dari duduknya.

Huh.. untung saja Tuan Alex datang di waktu yang tepat. Gumam Zizi dalam hati.

***

Bersambung...

1
Rahma Ainaya
One of my favorites behind the scene photos of FULL HOUSE K-dramas 💗
#fullhouse #rain #SongHyeKyo #kdrama #fblifestyle
Juriah Juriah
sampe THN 2025 blm juga di lanjut nih novel di gantung begitu si Thor 🙏
Rina Arie
/Smile//Smile/
Aidah Djafar
Zizi gadis polos 😍
Aidah Djafar
di jadiin sugar babby kamu zi 😀
Aidah Djafar
iiih paman vs bibi matre lucknut 😏😠
Aidah Djafar
Jhetro alergi pernikahan 😀😂
Aidah Djafar
cuco bibi Zizi vs Rebecca manusia lucknut 🙃😠
Aidah Djafar
bibi gk puny hati huu 🤦 Milea kakakny gadis muda itu kah🤔
Sophia Aya
Luar biasa
Sophia Aya
mampir Thor
May Afifah
Luar biasa
🍒PuTRi🍒
lanjuttt dong, jgn d gantung
Diah Anggraini
blm di lanjut ya ka
Atik Dm
Lumayan
Galuh Setya
sebenernya bukan slh jethro. karna si becca kn uda tw kl jethro ms cinta ke istri pertama jd wjr g membuka diri ke becca. kl becca gk kuat hrsnya pisah baik² lh
Diah Anggraini
lanjut ya Ka
Diah Anggraini
haaa..
kan ketawan juga akhir nya je
Diah Anggraini
haaaaa
si lemes jacob ga mw kalah ama daddy nya
kocak
Diah Anggraini
kenapa di kasih aja je
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!