NovelToon NovelToon
Loving You

Loving You

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:684.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: nenah adja

Revisi dari novel yang lama judulnya 'Maid make me crazy'
.
.
Annastasya Arrabella

Kebangkrutan keluarganya mengharuskannya mencari uang sendiri untuk kuliahnya, dirinya terpaksa menjadi seorang maid, karena hanya itu tawaran yang datang padanya.


"Bagaimana mau tidak jadi maid?"

"Apa? Maid...?"

"Baiklah tak ada pilihan lain"

__________

Roland Zain Abraham.

Ceo, tampan,dan mapan juga seorang Casanova penakluk wanita,dirinya harus menahan hasratnya pada seorang maid yang dianggapnya bukan levelnya.

"Maid itu? haha..tidak dia bukan level ku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31- Bertaruh

Sepertinya Anna sudah terbiasa bangun pagi, maka sekarang pun Anna sudah terbangun. Anna melihat Roland tertidur di sofa dengan kaki tertekuk.

Anna sedikit meringis, pasti dia merasa pegal, Anna bergerak pelan lalu membenarkan selimut Tuannya dan bergegas memasuki kamar mandi.

Setelah selesai Anna bergegas keluar dan memutuskan berkeliling, saat di bawah tangga dia melihat Airin sedang membawa secangkir kopi "Kau sudah bangun rupanya"

Anna mengangguk lalu menghampiri Airin "Yang lain belum bangun?" Airin tersenyum kecut.

"Mereka yang sudah lelah semalaman tidak akan bangun cepat.."

"Ah, olah raga malam, lalu kau sendiri tak menghabiskan malam dengan Alden?" melihat Airin hanya diam dan tersenyum Anna mengerti Alden menghabiskan malamnya dengan wanita lain, Anna melihat cangkir kopi di tangan Airin.

"Menikmati secangkir kopi di pagi hari memang enak" dia memilih mengalihkan pembicaraan.

"Kau mau, aku bisa minta pelayan untuk membuatnya"

Anna mengangguk, lalu mengikuti Airin berjalan kearah kolam renang "Kamu juga sudah sering ikut kesini?" mereka duduk di kursi santai dan melihat kearah depan dimana pemandangan kolam renang langsung mengarah ke laut.

"Dua kali, sekitar dua bulan lalu, dan kedua sekarang" jawab Airin.

Tak lama kopi pesanan Anna sudah dibawakan pelayan.

Anna sedikit bingung semalam dia tak melihat orang satupun selain mereka tapi pagi ini berkeliaran para pelayan dengan seragam dan mereka sibuk bekerja.

"Mereka akan datang dari pagi hingga menjelang siang, lalu mereka pulang dan kembali lagi saat pagi"

"Kata pemiliknya dia tak mau kegiatan malam mereka terganggu.."

Anna mendengus "Kamu tahu sekali.."

"Aku sudah tiga bulan menjadi wanita pengganti Alden.. di Apartemennya juga seperti itu"

Anna membatin sudah tiga bulan, pantas saja Airin punya rasa terhadap Alden.. Cinta Ada Karena Terbiasa.

"Kamu bisa berenang?"

Anna mengangguk "Bisa"

"Itu bagus aku dengar mereka akan berkeliling menggunakan Jet ski"

"Oh ya?"

"Humm"

"Ah, pasti menyenangkan"

Airin tersenyum.

"Kau bisa berpasangan denganku"

"Aku tak bisa berenang.." Airin meringis jika terjatuh dia takut tenggelam.

"Bukankah kita memakai pelampung?"

"Ya, tapi tetap saja aku takut.."

"Sayang sekali.."

"Tidak masalah, bukankah ada Roland yang menjadi pasanganmu.."

Anna hanya mendengus tanpa menjawab.

'Lebih baik sendiri' batinnya.

Terdengar suara beberapa orang mendekat "Sepertinya mereka sudah bangun" Anna menoleh kebelakang melihat Roland dan Ben, berjalan kearah mereka.

Roland langsung duduk di sisi Anna dan mengecup pipi Anna.. "Kau bangun tanpa membangunkanku"

Anna masih terdiam, dia hilang fokus saat Roland mengecup pipinya.

Anna mengerjap beberapa kali lalu melihat sekitarnya, ah Roland sedang menunjukan kemesraan di depan Ben, tapi kenapa harus main cium-cium segala.

Roland semakin merapat "Kamu melamun?" Roland merapikan rambut Anna yang berantakan.

"Eh, ti.. tidak" Anna sedikit mundur agar posisi mereka tidak terlalu intim.

Anna melihat Ben, dan Airin sedang berbincang entah apa, Anna mendadak tuli bahkan jarak mereka tidak lebih dari setengah meter.

"Tuan jangan terlalu dekat.." Anna berbisik, tidak tahukah Roland kalau Anna seperti terkena sengatan listrik.

"Kamu lupa didepan kita ini siapa? mereka bisa curiga.."

Anna mendengus Roland seperti sedang mencari kesempatan dalam kesempitan.

Sialan..

Anna melihat Caroline datang dan langsung duduk di pangkuan Ben, meski diam saja Anna merasa Ben sedikit risi, Tak berapa lama muncul Alden yang langsung melu mat bibir Airin, lalu duduk di sebelahnya, Anna melihat Airin yang berbinar saat melihat Alden, dan dia menerima begitu saja bibir Alden yang bahkan semalam sudah men cum bu wanita lain.

Astaga.. Anna di kelilingi mereka semua, dan sekarang dia juga ada di dekat Roland yang terus merapatkan dirinya.

Anna tersentak saat Roland meletakan dagunya di pundak Anna, entah sejak kapan dia memeluk Anna dari belakang.

Anna sedikit menggeliat "R.. rollannd aku mau sarapan.." Anna harus mencari alasan lari dari posisi gila ini, Anna merasa frustasi saat punggungnya menempel di dada bidang Roland, rasanya panas dari dada Roland langsung terserap oleh punggungnya.

"Ah, benar kita belum sarapan.." Roland menyempatkan mengecup pelipis Anna lalu melanjutkan "Ayo kita sarapan dan berkeliling pulau dengan Jet ski, kamu belum lihat indahnya pulau ini bukan, Kau pasti akan kagum sampai aku juga ingin memilikinya.

Roland bangkit berdiri dan memegang tangan Anna dan membawanya bangun.

Anna tak punya pilihan lain selain menurut asalkan dia bisa menjauh dari Alden dan Ben dan menghentikan sandiwaranya.

Setelah berjalan beberapa meter Anna menggeliatkan tangannya, merasa sudah aman..

"Tuan kau mencari kesempatan ya!"

Roland mengeryit "Apa maksudmu?"

"Untuk apa kau mencium dan memelukku segala"

"Kau tidak lihat apa yang mereka lakukan dengan kekasih mereka, kau fikir aku mau berdekatan denganmu, sudah kubilang kamu bukan kriteriaku, sudah untung aku tak mencium bibirmu.."

"Apa kau bilang!"

Roland melangkahkan kakinya meninggalkan Anna. Roland mengutuk dirinya yang tadi merasa nyaman saat memeluk Anna, tubuh kecil Anna seperti pas dipeluknya, Roland hampir-hampir tak menyadari saat dia mengecup pelipis Anna, dia bahkan tertegun sesaat setelah melakukannya, seperti gerakan alami yang dilakukan tubuhnya, Roland bahkan merasakan hatinya sedikit berdebar, tapi mau bagaimana lagi dia harus berpura-pura tak tertarik pada Anna sekarang.

Anna menghentakkan kakinya mengikuti Roland, namun dia berjengit saat mendengar suara Alden dan Ben di belakang mereka, sontak saja Anna kembali memegang tangan Roland, jika tadi Roland yang memegangnya, tapi kini Anna lah yang memegang tangan Roland.

Roland melihat tangan Anna melingkar di tangannya "Apa ini kau mencari kesempatan..?"

Anna mendengus "Terpaksa.."

Roland terkekeh, lalu melepas tangan Anna dan menggantikannya dengan merangkul bahu Anna, kepala Anna bahkan merapat ke dada Roland.

Dan Anna hanya bisa mendengus dalam hati 'Tuan, mes um sialan!!'

.

.

.

Setelah sarapan selesai mereka pergi untuk berkeliling pulau menggunakan Jet ski.

Anna mengenakan rompi pelampungnya dengan semangat, sudah lama dia tak menaiki Jet ski, terakhir dia menaikinya saat berlibur ke pulau dewata bersama kedua orang tuanya, dan entah dia akan mengalaminya lagi atau tidak.. ingat orang tuannya sedang dalam keadaan kritis keuangan.

Tapi tak masalah, saat pulang Anna akan membawa uang banyak, setidaknya dia bisa menjadikannya usaha kecil-kecilan untuk dia dan kedua orang tuannya.

Baiklah, di antara semua kemalangannya masih ada keberuntungan dia masih bisa menikmati naik jet ski dan menikmati indahnya lautan.

Anna sudah selesai dan akan menghampiri seseorang yang mempersiapkan Jet ski nya "Airin kamu yakin tak mau naik, aku bisa menjagamu"

Airin menggeleng "Pergilah bersenang-senang aku menunggu disini"

Anna akan naik saat Roland berkata "Itu bukan Jet ski kita"

Anna mengeryit 'Kita maksudnya, aku harus naik bersamanya begitu'

"Tuan Alden, boleh kah aku naik sendiri?" Anna meminta izin Alden, bukankah pulau ini miliknya.

Alden mengeryit "Kau bisa sendiri?" mengingat Anna yang hanya seorang Maid.. mungkinkah dia pernah mengendarainya, tapi harga sewa jet ski cukup mahal, mungkinkan seorang Maid?

"Tentu saja.." jawabnya yakin.

"Boleh jika begitu.."

"Apa yang kau lakukan, jika kau tenggelam.." Roland lagi-lagi mencegahnya.

Anna mencebik, "Begini saja bagaimana jika kita taruhan"

"Apa?"

"Kita taruhan, siapa yang bisa sampai keujung sana lalu kembali kesini lebih dulu, dia yang menang, dan yang kalah harus memberikan 1000 dolar pada yang menang"

"Menarik, aku ikut.." Ben menjawab.

"Baiklah aku juga" Alden pun ikut bergabung.

"Oland Bagaimana denganmu?" Anna melihat ke arah Roland, matanya bahkan mengedip beberapa kali.

"Ya, baiklah.." Sialan, dia tak bisa menolak.

"Baiklah kita sudah sepakat.."

.

.

.

Like..

komen..

vote..

1
Patrish
waduh....pasti nih..pastiiii
Patrish
hahahahahhaaaaaa.....Caroline...kalian semua.,..salah lawan..🤣🤣🤣🤣
Patrish
dan ada dewa OTHOR yang mengatur nasib setiap tokoh...🤣🤣🤣
Ra~~~~~
kisah don juan semua 🤣
Ra~~~~~
keren ceritanya
Ra~~~~~
bagus ceritanya
Ra~~~~~
Suka banget sm novel yg ini 😍
Yuna¹⁰
banyak juga gaji nya, gas deh annaa
Yuna¹⁰
bener-bener mencari nyoya rumah kalau gitu🤭
Yuna¹⁰
kisah orang tua Calvin?
Erni Fitriana
ssmua letakkan semua disini thorrrr
Erni Fitriana
lanjuttttttt ke kinara
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kebanyakan celap celup jadi bodoh rolan rambut
Erni Fitriana
klo orang biasa udah keburu nikah itu anaaaa🤣🤣
Erni Fitriana
tanda bahaya nih tuan bele...cepat bil keputusan tyan bule
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣😌😌
Erni Fitriana
nah loh naaaa...make dikasih tau kudu ke polisi
Erni Fitriana
jrengggggggggg
Erni Fitriana
aku anaaaaaaaaa😁😁😁😁😁
Erni Fitriana
😄😄😄😄mom..menantu mu ituuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!