Kata mereka yang sudah baca, Novel ini bertabur kisah romantis minim konflik,jadi buat kalian yang suka novel seperti itu mampir yuk baca kisah cinta mereka!!
Aurellia Arabelle Gadis cantik polos pintar serta mandiri.
Bagaimana jadinya jika dihari pertama nya kerja CEO dari perusahaan tersebut memintanya menjadi istrinya
Bagaimana kah hidup Aurellia Arabelle selanjutnya?
akankah dia menerima tawaran dari CEO tersebut?
atau malah menolaknya mentah mentah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Nilam Sarii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 32
semetara Faresta dan Aurellia tengah tertawa puas disini didalam kamar ini exelle dan Maureen hanya diam tanpa kata exelle yg sedang mengepak barangnya didalam lemari dengan terlihat santai padahal hatinya pun berdegup tak karuan berada dalam satu kamar sama orang yg dicintai takut membuat dirinya hilang kendali apalagi dia sendiri sudah rindu bertahun tahun untuk merasakan hangatnya pelukkan Maureen kecilnya. Maureen yg dicintainya sejak kecil.
Maureen yg masih berdiri didepan pintu hanya memandangi exelle yg tengah memasukkan pakaian nya kedalam lemari
Maureen melihat kopernya berada tepat disamping koper exelle.
entah keberanian dari mana exelle membuka koper Maureen dan meletakkan pakaian Maureen kedalam lemari juga tapi tak dak dengan pakaian dalam Maureen yg melihat pun tentu saja kaget dengan kelakuan exelle.
exelle seperti seorang suami yg bertanggung jawab kemana exelle yg menyebalkan selama ini
mata exelle terbelalak saat melihat foto diri ya dan Maureen waktu kecil foto yg diambil oleh kamera yg selalu dibawa Maureen saat kecil foto mereka yg tengah duduk di bangku taman dengan memakan es krim kesukaan Maureen.
Maureen yg melihat pun langsung berlari menghampiri exelle dan merampas foto tersebut Maureen melihat foto tersebut dengan tatapan sendu dan sedih nya mengelus sayang foto tersebut. sikap Maureen tak lepas dari pandangan exelle.
"dia...siapa" agak ragu exelle bertanya pasalnya Maureen sudah meneteskan cairan bening itu dari matanya.
Maureen beralih menatap exelle dengan pandangan tidak suka dan marah
"apa peduli mu kau saja menyentuh barang barang ku" teriak Maureen dengan Isak tangisnya.
exelle yg melihat itu pun merasakan sesak di dadanya melihat gadis tercintanya menangis karenanya.
"apakah dia saudaramu" tanya exelle lagi
"apa peduli mu bahkan kalau ku bilang dia adalah cintaku bisakah kau membawanya kembali padaku" semakin pecahlah tangis Maureen dan kini Maureen telah jatuh terduduk dilantai dengan tangis yg semakin menjadi.
ada perasaan senang saat Maureen mengatakan bahwa yg difoto itu adalah cintanya tapi sesak juga melihat Maureen menangis.
"membawanya kembali memangnya kemana dia pergi" tanya exelle dengan suara yg terdengar berat seperti menahan tangisnya.
Maureen menghela nafasnya dan mengatur oksigennya
" aku tidak tau dia menghilang tanpa menemui ku dulu aku mencintai nya aku menyayangi nya aku ingin hidup dengannya bahkan keinginan dan rasa itu ada sampai sekarang" entah kenapa Maureen malah dengan santai mengatakan itu semua pada exelle
"dia pergi meninggalkan mu tanpa kata kata apakah kau tidak membencinya" Exelle semakin menggebu menanyakan itu ke pada Maureen yg sudah berhenti menangis tapi air matanya tak henti keluar ya dia menangis dalam diam saat matanya kembali memandang foto kecil dirinya dan Maureen yg terlihat bahagia.
Maureen menggeleng lemah karena memang perasaan itu masih bersarang dan akan terus bersarang didalam hatinya sampai orang yg bersarang disana ditemukan nya dan hidup dengannya selama nya.
exelle yg melihat gelengan itu terharu ternyata perasaan nya selama ini taklah bertepuk sebelah tangan Maureen nya Maureen kecilnya juga mencintai nya.
"jika kau bertemu dengannya apa yg akan kau lakukan" Maureen menatap mata hazel milik exelle ada rasa yg selama ini hilang kini kembali seperti separuh dirinya kembali saat mata itu menatap mata hazel exelle.
"aku akan memeluk nya dan mengajak nya untuk menikah" exelle tersenyum mendengar ucapan yg keluar dari mulut Maureen dengan wajah polos nya dan mata sembabnya
exelle mengeluarkan dompetnya dan membukanya untuk mengambil sesuatu. seperti selembar kertas foto sama yg seperti di pegang oleh Maureen.
Maureen yg sedari tadi memandangi nya dengan tatapan bingung plus penasaran.
terkejut dan tersentak saat exelle menunjukkan benda yg dipegang ya dari tadi
seketika air mata yg tadi sudah mengering kini kembali mengalir
exelle memeluk tubuh Maureen dengan erat dan menyalurkannya kehangatan lewat tubuhnya. pecahlah tangis Maureen saat itu juga.
semoga tidak terjadi badai yg memisahkan faresta dan aurellia meski pun nantinya akan ada badai yg datang jgn sampai faresta dan aurellia berpisah...
sementara faresta dan aurellia yg udah lama nikah belum belah duren jg....