NovelToon NovelToon
Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Badboy / Kriminal / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:94.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anindita Ningtias

Di jalan pulang menuju rumah yang cukup sepi karena sudah menunjukkan jam malam Rachel merasa sangat was-was karena ia merasa ada seseorang yang sedang mengikutinya.

Ketakutannya membesar Rachel melangkah lebih cepat bahkan berlari sesaat bayangan itu hilang tetapi ia terperanjat melihat seorang pria yang tiba-tiba berada di hadapannya dengan menggenggam sebilah pisau yang sangat tajam.

"Tolong lepaskan aku, aku mohon"

"Apa yang akan kau berikan untukku sebagai gantinya?" ucap pria itu dengan suara dinginnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindita Ningtias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Rachel dan kedua sahabatnya Velly dan Giska berjalan beriringan menuju kantin, jujur saja Rachel tak nyaman berada di posisi saat ini banyak mata yang menatap sinis ke arahnya dan ia tidak dapat melakukan apa-apa.

“Kalian mau pesan apa?” tanya Giska

“Aku seperti biasa” jawab Velly namun tidak dengan Rachel.

“Chel, kau ingin apa?” tanya Giska

“Tidak kalian saja” ucap Rachel menggelengkan pelan kepalanya sebenarnya ia sangat lapar hanya saja ia tidak ingin menghamburkan uangnya untuk membeli makanan mahal di sini.

“Aku akan pesankan yang sama dengan Velly” usul Giska

“Tidak, aku tidak apa sungguh” tolak Rachel cepat.

Giska hanya menghela nafasnya “Aku yang traktir jadi kau harus makan” perintahnya berlalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu.

Suasana di sana semakin memanas saat Giska yang memesan makanan dan Velly yang pergi ke kamar mandi tak kunjung kembali, Rachel sendiri di sana mencoba bertahan dengan tatapan sinis dan terdengar juga beberapa orang yang memaki dirinya.

Makian dan cacian yang tadinya terdengar tak begitu jelas hanya sekedar bisikan-bisikan kecil saja kini semua menjadi terdengar jelas di telinga Rachel, bahkan beberapa dari mereka terang-terangan menyindir dirinya dengan kata-kata pedas saat melewatinya.

“Dasar ja**ng”

“Dia kan wanita yang menggoda Bryan?”

“Dia terlihat sangat polos, sayangnya hanya penampilan luarnya saja yang polos”

“Aku penasaran bagaimana dia bisa merayu Bryan?”

“Tentu saja dengan tubuhnya”

“Kira-kira sudah berapa kali ya dia menyerahkan dirinya pada Bryan?”

“One Night Stand? Cih, dia wanita yang sangat menjijikkan”

Mata Rachel memanas pikirannya tertuju pada kejadian semalam saat ia hampir melepaskan keperawanannya untuk Bryan jika itu benar terjadi entah apa yang saat ini sudah ia lakukan.

“Lihatlah dia mengurai rambutnya untuk menutupi tanda merah di lehernya”

“Menjijikkan dasar ja**ng”

Rachel yang sudah tak sanggup menerima makian dari yang lainnya pun memilih untuk pergi dengan berlari kencang dengan air mata yang membasahi pipinya dari area kampus karena kedua sahabatnya pun tak kunjung kembali, rasanya ia tak tahan lagi jika harus menunggu di sana lebih lama lagi.

...****************...

Bryan berjalan beriringan dengan Evan namun entah kenapa keduanya merasa ada janggal karena sejak kedatangan keduanya di kampus banyak mata yang memandang ke arah mereka, bukan memandang kagum seperti biasanya namun di dalam mata mereka terdapat rasa tak suka terhadap keduanya.

“Ada apa dengan mereka?” tanya Evan kebingungan.

Bryan hanya menaikkan bahunya tak peduli namun matanya mengarah pada seorang perempuan cupu di sebelah kirinya tepatnya di sebelah Evan.

Tanpa menunggu lama tangan Evan sudah terlebih dahulu terulur pada kerah baju si wanita culun itu “Katakan apa yang sudah terjadi” perintahnya.

Belum selesai wanita cupu itu menjelaskan Bryan sudah meninggalkan Evan dengan berlari kencang, karena mengerti apa yang maksud wanita cupu itu ia pun tak membuang waktu lama dan pergi dari sana.

Bryan berlari ke sana kemari mencari Rachel, ia mendatangi setiap tempat yang biasanya menjadi tempat favorit kekasihnya itu tetapi tak kunjung ia temukan. Bahkan ia sampai memasuki toilet wanita yang menimbulkan kehebohan namun tak kunjung menemukan.

Dan Bryan berlari kencang ke tempat terakhir yang kemungkinan besar kekasihnya berada di sana dan itu benar Rachel ada di sana, kekasihnya itu sedang menangis sesenggukan di kursi taman belakang kampus.

Rachel tersentak kaget saat merasakan tangan yang terulur di pundaknya hendak merangkul dirinya, Rachel yang menangis pun semakin menjadi-jadi saat mengetahui siapa orang yang sedang merangkulnya itu.

“Tidak apa aku di sini” ucap Bryan mencoba menenangkan Rachel.

Bukan berhenti menangis karena Bryan berhasil menenangkannya Rachel justru semakin merengek minta di lepaskan dari pelukan Bryan. Rachel merasa kesal karena sumber masalah yang sekarang ia hadapi itu adalah Bryan dan ia juga tau berdekatan dengan Bryan adalah pilihan yang terburuk untuknya karena akan menyulitkan dirinya.

“Lepaskan ini” ucap Rachel dalam tangisnya.

“Lepaskan aku brengsek” ucap Rachel saat Bryan tak kunjung melepaskan pelukannya dan justru semakin mengeratkan pelukannya.

“Hiks, kumohon lepaskan ini dan pergilah dari hidupku, aku mohon” pinta Rachel lirih

“Tidak sayang, aku tidak akan pergi”

“Mereka mengataiku ja**ng” ucap Rachel terus mengulang kata-kata itu.

“Syut, tenanglah. Itu tidak benar” ucap Bryan yang masih berusaha menenangkan Rachel.

“Aku ja**ng” ucap Rachel lagi, entah untuk ke berapa kalinya ia mengatakan dirinya dengan panggilan itu.

“Yang aku lakukan semalam membuktikan kalo aku seperti yang mereka katakan” isak Rachel.

“Tidak, akulah yang breng**k, aku yang salah jadi berhentilah menyalahkan dirimu”

Rachel memeluk erat tubuh Bryan mencari kekuatan pada tubuh Bryan tak berselang lama tubuhnya pun terasa lemah, kakinya melemas dengan sigap Bryan langsung membopong tubuh Rachel yang sudah tak sadarkan diri.

Ia membawa Rachel menuju ruang kesehatan yang ada di kampus dan ia tak memperdulikan orang-orang yang di lewatinya menatapnya dengan terang-terangan.

Bryan membaringkan tubuh Rachel di ranjang, ia mengamati wajah kekasihnya itu yang sekarang tengah terbaring lemah tak sadarkan diri. Matanya sembab dan masih banyak sisa-sisa air mata di wajahnya itu.

Bryan mendekatkan wajahnya ke arah Rachel ‘cup...’

Bryan mengecup kening Rachel cukup lama dan langsung pergi begitu saja setelahnya ada sesuatu hal yang penting yang harus ia selesaikan terlebih dahulu.

1
Rike
sumpah ksihan bgt jd cwek ny..
Ruk Mini
walo galow. tpi jdi jg . kurang greget sm tokoh cowo y.. naik turun ky rollercoaster...tpi sgt menghibur.. ketar ketir d awal..ngeri2 sedap..ok tq thorrr 🙏👍👍👍
Ruk Mini
akhirnya
Ruk Mini
haje kau bank
Ruk Mini
anehhh
Ruk Mini
dih.....sh. aje. slh. paham
Ruk Mini
bloon
Ruk Mini
ga klar2 mslh
Ruk Mini
ga peka
Ruk Mini
sok yakinin org..sm diri y aje ga yakin
Ruk Mini
laki bloon
Ruk Mini
mslh baru lgi
Ruk Mini
laki tolol..cewe d buat bahaya trs
Ruk Mini
bodoh
Ruk Mini
mslh baru
Ruk Mini
gaje
Ruk Mini
klo demen jgn d umbar bank
Ruk Mini
aneh...dah jelas2 takut kehilangan, cemburu, posesif. ko da cinta
Ruk Mini
bp oneng
Ruk Mini
hadehhhh...ulet cowok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!