NovelToon NovelToon
Magic Love

Magic Love

Status: tamat
Genre:Romansa Modern / Cintapertama / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:127k
Nilai: 5
Nama Author: amih_amy

Bagaimana jadinya jika seorang perempuan yang berpenampilan tidak menarik bisa membuat seorang CEO tampan jatuh cinta? Yang awalnya membenci jadi cinta, seolah ada kekuatan magic yang membutakan matanya. Kemampuan gadis itu sungguh membuat sang pria terpedaya.

"Jadilah kekasihku! Aku akan memberikan apa pun yang kamu mau." Itulah tawaran yang diberikan oleh Juno kepada Aruna Rhea. Gadis yang berpenampilan kampungan, tetapi berhasil membuat Juno mabuk kepayang.

Siapa sangka ada rahasia di balik penampilan Aruna, yang membuat Juno kesulitan mendapatkan cintanya.

#Sequel dari novel 'My Lovely Idiot Husband'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukti Konkret

...***...

"Apa? Apa maksud kamu? Kemarin malam memangnya aku ngapain kamu?" Dena salah tingkah. Ia mengalihkan rasa gugupnya dengan meremas ujung bajunya yang basah. Pandangannya berusaha menghindari tatapan Aruna.

Aruna menelengkan kepalanya, mengikuti arah pandang Dena. "Benarkah?" Aruna berdiri tegak sembari menghidupkan layar ponsel yang dia pegang sejak tadi. Lalu menggulirkan layarnya mencari sesuatu. Rekaman video itu. "Bisa dijelaskan, kenapa Bu Dena mengikuti aku sebelum insiden di toilet kafe itu terjadi?" tanya Aruna sambil memperlihatkan rekaman video CCTV yang sudah ia copy ke ponselnya.

Dena membelalakkan mata menatap layar ponsel Aruna. Melihat rekam jejak dirinya berada di sana. Namun, sebisanya ia bersikap biasa saja. "Insiden apa? Aku nggak ngerti apa yang kamu katakan. Bukannya waktu di kafe itu kamu pulang duluan," sanggah Dena pura-pura tidak paham.

"Masih mau nyangkal, Bu Dena? Rekaman CCTV ini lengkap, loh. Dari mulai aku masuk ke sana sampai aku pingsan dan ditolong oleh orang, semuanya terekam dengan jelas. Nggak ada orang lain selain kita yang lewat, setelah setengah jam aku pingsan. Lalu, dari mana Bu Dena tahu kalau aku pulang duluan?" pungkas Aruna dengan tatapan menyelidik.

"Aku melihatmu pulang digendong seseorang."

"Bohong!" tukas Aruna. "Indira bilang kalian pulang jam sembilan, sedangkan aku diantarkan pulang sekitar jam setengah sepuluh. Lalu, kapan Bu Dena lihat aku?" lanjut Aruna mencecar Dena. Ia tahu hal tersebut dari cerita Juno yang membawanya pergi tak lama setelah dirinya datang.

"Aku ... aku hanya–"

"Hanya sengaja untuk mengerjai aku, setelah itu meninggalkan aku di sana. Gitu?" potong Aruna menuntut pengakuan. "Aku bisa saja melaporkan Bu Dena kepada polisi atas tuduhan perundungan. Bu Dena bisa kena pasal berlapis, loh. Pertama, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dan kedua, pasal 335 KUHP mengenai tindakan tidak menyenangkan," tambah Aruna mengancam Dena. Ia begitu yakin dengan ilmu yang dipelajarinya secara singkat bersama dosen dadakannya semalam—Mbah Google, yang selalu tahu apa pun yang Aruna tanyakan.

Namun, bukannya merasa takut, perempuan berambut pirang itu malah tergelak. Aruna pun membisu sesaat.

"Kamu pikir rekaman video itu cukup untuk menjadi bukti laporan ke polisi, hah? Lihat baik-baik, Aruna. Di situ aku cuma terlihat ngikutin kamu ke kamar mandi. Semua orang bisa melakukannya. Nggak ada bukti yang ngerekam kejadian saat aku ngunci bilik toilet kamu dari luar, terus nyiram kamu dari toilet sebelahnya. Hmm ... apa ada saksi yang melihat kamu terkunci dari luar?" Dena berucap sarkas di sela tawanya. Bibirnya masih menyunggingkan senyuman sinis, merasa pengakuannya adalah sebuah kemenangan.

"Oh, iya, kedua perempuan yang nolongin kamu pasti melihatnya. Tapi sayang, orangnya udah nggak ada, 'kan? Mereka hanya pengunjung yang kebetulan lewat dan entah di mana alamatnya. Apakah aku benar?"

Sial! Itu benar.

Aruna mengatupkan giginya geram. Ia hanya mampu mengumpat dalam diam.

"Aku juga tahu, orang yang membawa kamu pergi adalah pemilik kafe itu. Aku nggak sengaja denger itu dari dua perempuan yang nolongin kamu itu saat mereka mengobrol di parkiran. Tapi pemilik kafe itu nggak lihat, kan, kamu pingsan karena apa? Dia hanya melihatmu udah pingsan lalu membawa kamu keluar dari sana." Dena tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. "Aruna ... Aruna, bukti kamu itu hanya berdasarkan prasangka dan katanya. Itu nggak bisa dijadikan bukti konkret yang menunjukkan kalau akulah pelakunya."

Aruna masih diam mendengarkan kronologis panjang dari Dena. Menatap Dena dengan tatapan yang tidak bisa terbaca.

"Walaupun cuma ada kita berdua yang terekam melewati tempat itu, aku bisa aja berpura-pura nggak tahu kamu pingsan di dalam toilet, karena aku langsung keluar setelah hajatku selesai. Dengan alibi seperti itu, polisi akan mengira jika kamu pingsan karena mabuk."

Penuturan Dena memang masuk di akal. Aruna sempat takjub karena otak licik Dena bisa sampai ke arah sana.

"Jangan-jangan kepalaku pusing waktu itu karena ulah Bu Dena juga?" tuding Aruna.

Dena tertawa kecil. "Tentu saja," akunya tanpa rasa bersalah.

Aruna menghela napas kasar. Berharap rasa dongkol yang mencokol di dadanya pun ikut keluar. Namun, nyatanya tidak. Dada Aruna masih saja menyimpan sesak.

"Yaaah, sepertinya rekaman CCTV ini memang nggak berguna. Percuma saja aku memintanya pada pemilik kafe itu," keluh Aruna sambil melihat layar ponselnya. Embusan napasnya yang terkesan pasrah membuat senyuman Dena semakin merekah.

"Sekarang kamu tahu, kan, kalau kamu sedang berurusan sama siapa? Aku nggak akan bisa dikalahin sama cewek kampungan macam kamu. Makanya jangan sok keren di kantor ini. Aku cukup populer dengan IQ-ku yang tinggi selama bekerja di sini, dan pamanku juga punya jabatan yang lumayan tinggi. Jadi, aku bisa mengalahkan kamu hanya dengan menjentikkan jari." Dena berkata seperti sedang bersajak. Gayanya yang congkak membuat isi perut Aruna seolah bergejolak. Rasanya ingin meledak.

"Tapi aku juga bisa membuktikan kejahatan Bu Dena hanya dengan meng-klik tombol ini." Aruna memperlihatkan layar ponselnya. Sejenak memperhatikan, Dena terkesiap setelah dirinya tersadar. Ada tombol kecil di pojok layarnya berupa tombol rekam layar. Aruna berhasil merekam semua percakapan.

Aruna sengaja menggunakan aplikasi rekam layar pada ponselnya saat ia memperlihatkan rekaman video CCTV pada Dena. Tombol kecil perekam yang berada di sudut layar tidak Dena amati. Ia terlalu fokus dengan rekaman CCTV. Sumber suara yang direkam sudah diatur dalam mode microphone. Sehingga walaupun sedang merekam layar, mode itu akan merekam suara dari luar ponsel yang terdengar.

"Aruna, berikan ponsel itu!" pinta Dena dengan raut wajah panik.

Aruna menjauhkan ponselnya dari jangkauan Dena, lalu ia berjalan mundur mendekati pintu keluar. "Ini HP aku, loh. Kenapa diminta?" Aruna pura-pura tidak berdaya. Mimik wajahnya pun dibuat merana.

"Aruna, siniin, nggak?" Dena bergegas menyusul Aruna.

Melihat Dena semakin mendekat, Aruna buru-buru membuka pintu. Bergegas lari sebelum HP-nya berhasil dicuri. Dena dengan baju basahnya ikut berlari mengejar Aruna.

"Aru– ... ah, sial!" Dena yang hendak berteriak di depan pintu area toilet mengurungkan niatnya. Hal itu terjadi, karena dirinya tidak mau mengundang keributan di lorong kecil yang mungkin akan bergema nyaring, ketika dirinya menimbulkan suara bising. Kening Dena berkerut dalam, ketika ekor matanya melihat sebuah kertas tertempel di pintu masuk area toilet itu. Sejenak kemudian, rahangnya pun mengeras ketat. Ia ambil kertas tersebut, lalu meremasnya kuat-kuat. Ternyata, kertas yang bernasib malang itu bertuliskan 'SEDANG PERBAIKAN, SALURAN AIR MAMPET.' Yang sengaja Aruna tempel sebelum dirinya masuk ke dalam area toilet.

"Pantas saja dari tadi nggak ada yang masuk ke toilet ini! Aruna, awas kamu, ya!" pekik Dena dengan ledakan amarah yang memuncak. Jika di dalam cerita komik. Mungkin kepulan asap tebal sudah tergambar di atas kepalanya.

...***...

...Othor minta dukungannya, ya, dengan like, komentar, vote/gift seadanya. Biar othor tambah semangat aja 😁...

1
Rini Resman
Aruna mau dipamerin ke ortu Juna dg penampilannya yg asli, cantiik
Rini Resman
Ternyata Aruna sangat cantiiiik...
Rini Resman
Yg liat bos Juno dong..
Ros Yusmiasih
siapa lagi kl bukan kezia 😂😂😋
Fitri Riyani
Luar biasa
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, Kak. 🙏😍
Jika berkenan mampir di karyaku yang lain, ya 🥰
total 1 replies
bunda syifa
si Juno ini polos apa bodoh sih, apa cuma mau negesin k Kezia klo dia beneran suka sama Aruna dan gc pernah tertarik sama Kezia
bunda syifa
bukan nya situ yg ngambil kasih sayang bapaknya si Aruna
bunda syifa
Luar biasa
Ran Aulia
terimakasih author , ceritanya bagus, romantis , saya suka tutur bahasa di cerita ini 😍😍😍😍

semangat ya author 👍👍👍👍
ditunggu karya selanjutnya 💪💪💪💪
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Makasih, Kak 🥰
total 1 replies
murniati cls
minta bantuan aja sm juno
murniati cls
dia udah ada rasa sm Juno tp Krn egonya itu loh
murniati cls
mgkn mrka udah nikah punya ank,n papanya dijodohin SM mamanya Aruna,mknya mama Aruna LBH baik mglah
murniati cls
syg Juno,dia orgnya baik,
Murniyati: namanya hampir sama🤭
total 2 replies
Smiling 🙆
Juno
istri nya suga
asal bukan melamar aja c😊😊😊
istri nya suga
yang jdi juno nya sapa
spil pemeran juno nya 😊😊
istri nya suga: udah di follback dek 🥰🥰🥰🥰🥰🥰 idola ku💜💜💜💜💜
total 4 replies
istri nya suga
manusia munafik
istri nya suga
biasa manuasia² yang selalu merasa diri nya lebih dari manusia lain nya
manusia kaya dena ini banyak di dunia nyata
istri nya suga
sensi amat bu 😂😂😂
istri nya suga
betty lapea kaya nya penampilan aruna kaya gitu😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!