gadis yatim piatu yang harus berjuang hidup sendiri tanpa memiliki sanak saudara. ia melanjutkan kuliahnya dari bea siswa dan bekerja di sebuah tempat karaoke keluarga milik sahabnya.
namun semuanya berubah saat seorang pria yang mabuk memperkosanya. sehingga ia hamil.
bagaimana kelanjutan kisahnya.
nafisa. gadis cantik berusia 20 tahun. seorang mahasiswi di fakultas ekonomi. yg bekerja sebagai waiter di salah satu tempat karoke.
aldiansah Pratama
seorang mahasiswi dan pengusaha. berusia 21 tahun.
Julian Saputra.
pria mapan berusia 28 tahun.
seorang pengusaha muda yg sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
"Apa yang terjadi amera?" ucap Julian saat melihat istrinya berbaring di ra
umah sakit dengan kaki di perban.
Amera menagis menceritakan bahwa nafisa sudah memukulkan kakinya dengan strika panas. "Aku hanya menyuruh dia untuk bercerai dengan kamu mas," ucapnya sambil menagis dan terisak-isak.
Julian begitu sangat marah. Ia mengepalkan tangan nya. Julian berencana untuk memberikan pelajaran untuk Nafisa.
Julian menjaga Amera di rumah sakit. Julian pergi meninggalkan istrinya saat Amera belum tertidur.
Julian mengemudikan mobilnya menuju rumah nafisa. Ia ingin menghajar Nafisa yang sudah mencelakai istri nya. Julian juga berencana untuk memberikan talak nta. Julian sudah tidak memikirkan lagi tentang anak yang di kandung Nafisa. Ia begitu sangat marah. Julian tidak menduga wanita yang terlihat begitu sangat lembut namun ternyata sangat kejam.
Julian sampai di depan rumah Nafisa.
Ia menggedor-gedor pintu rumah tersebut agar terbuka. Namun sudah hampir satu jam tidak ada ciri-ciri pintu itu akan terbuka.
Ibu-ibu di sana tampak berkumpul melihat nya. Julian akhirnya memilih pergi dari pada harus mendengarkan deretan pertanyaan dari para ibu-ibu tersebut.
Julian mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. Ia sampai di kantor nya dan memarkirkan mobilnya di parkiran khusus untuk direktur utama. Kondisi kantor yang sepi di hari Sabtu. Hanya ada beberapa orang karyawan yang datang. Karyawan yang menyelesaikan pekerjaan mereka.
Ia masuk ke dalam ruangan nya dengan emosi yang masih belum bisa di lampiaskan nya. Julian meninju udara dan menendang angin. namun amarah nya masih belum juga redah. Ia kemudian meninju meja kerjanya dengan sangat kuat. "Aku ingin mencekik leher kamu wanita sialan," Ucapnya.
**********
Aldi keluar dari dalam kamarnya. Ia mencium aroma tumisan bawang yang begitu menggoda Indra penciuman nya. Kaki nya langsung menuju dapur. Aldi melihat Nafisa yang sibuk dengan wajan dan sendok di tangan nya. Nafisa memakai daster selutut yang memperlihatkan kaki mulus nya yang putih sehingga terlihat sangat seksi.
"Sa, kamu ngapain?" tanya Aldi yang berdiri di belakangnya.
Nafisa memandang Ardi. Senyum lebarnya memperlihatkan deretan gigi putih nan tersusun rapi.
Sudah lama Aldi tidak melihat senyum cantik gadis nya. Sudah beberapa bulan ini, senyum gadis itu hilang dari wajah cantiknya. Yang terlihat hanya senyum yang penuh dengan kekosongan.
"Aku buat sarapan Al," ucap Nafisa.
Aldi mengambil sendok penggorengan yang di pegang nafisa dan mematikan api kompor tersebut. "Kamu masih sakit Sa, ngapain kamu masak. Aku bisa memesan sarapan untuk di antar ke apartemen ini," ucapnya.
"Aku sudah sehat Al," ucap Nafisa yang berusaha mengambil sendok penggorengan yang di pegang Aldi. Nafisa dia dan melepaskan tangannya saat ia memegang tangan pria tersebut.
Senyum jahil terukir di wajah pria tampannya.
"Kenapa di lepas?" ucap Aldi meletakkan spatula tersebut ke dalam Aldi menempelkan punggung tangannya di kening gadis tersebut dan berpindah ke leher.
Nafisa merasakan dadanya yang berdebar sangat hebatnya. "Sudah gak panaskan?"
ucap Nafisa yang berusaha tersenyum mengatasi kegugupannya.
Aldi melingkarkan tangannya di pinggang Nafisa. "Pinggang kamu gak ramping Sa,"Ucapnya.
Nafisa membesar kan mata nya. "Namanya juga orang hamil," ucapnya sambil melepaskan tangan yang berada di pinggang nya.
"Aku mau lanjutin masak, kamu duduk di meja makan tunggu aku selesai," ucap Nafisa yang mendorongnya.
Aldi hanya senyum, Tampa mau melepaskan tangan nya dari pinggang tersebut. "Tapi kamu seksi Sa," ucap Aldi yang berbisik di telinga nya.
"Sakit sa," ucap Aldi yang mendapatkan cubitan di pinggang nya.
"Sudah duduk di sana," ucap Nafisa.
Aldi menempel kan telapak tangan nya di kedua pipi nafisa. Ia mengusap pipi tersebut dengan sangat lembut dan berhati-hati. "Masih sakit Sa?" tanya.
"Gak Al," jawab Nafisa.
"Sa, setelah kamu bercerai dengan julian. Kita langsung nikah. Aku gak bisa lama-lama berdua sama kamu seperti ini.
aku takut hilaf Sa. Terus," ucapnya yang tidak melanjutkan ucapannya.
"Terus apa Al?" tanya Nafisa
"Terus aku malah perkosa ibu hamil," ucapnya sambil memegang perut Nafisa.
"Kamu al," ucap Nafisa dengan wajah yang semakin memerah. Jantungnya sudah berdetak dengan hebatnya.
"5aku mau lindungi kamu Sa, kamu dan baby boy ini. Aku takut, kalau kita gak nikah aku gak bakalan bisa lindungi kamu. Kamu tau Sa, keluarga Julian sangat kejam. Seandainya kamu memberi tau aku masalah ini. Aku siap nikahin kamu Sa. Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu Sa. Aku janji, aku akan sayangi anak ini seperti anak aku sendiri. Dia akan mendapatkan kasih sayang yang utuh Sa," ucap Aldi menempel kan kening nya di kening Nafisa.
"Al," ucap Nafisa dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu jangan memikirkan apa-apa lagi.
aku janji, akan bahagia kan kamu," ucap Aldi.
Nafisa memeluk Aldi dengan sangat erat. Air mata nya mengalir dengan derasnya.
Selama ini ia menagis karena tersiksa. Namun saat ini ia mengeluarkan air mata karena bahagia.
"Sa, nanti pengacara aku akan datang ke sini.
untuk membicarakan perceraian kamu," ucap Aldi.
Nafisa mengangguk kan kepala nya.
Aldi mencium kening nya Nafisa cukup lama.
"Al," ucap Nafisa.
"Apa sayang,"
"Aku lapar Al. Semalam aku gak ada makan.
Aku sudah masak nasi dan sudah menyiapkan semua nya untuk di buat capcay," ucap Nafisa yang melirik ke piring yang sudah berisi sosis yang sudah di potong-potong, bakso, udang, dan juga daging ayam yang di potong dadu.
Aldi tersenyum dan mengusap puncak kepala Nafisa. "Kasihan, sayang daddy lapar ya," ucapnya sambil mengusap perut Nafisa. "Kita tunggu mommy masak ya," ucap Aldi.
Nafisa menghidupkan api kompor nya. Aldi berdiri di samping nya.tidak butuh waktu lama untuknya memasak satu mangkuk capcay. Nafisa mengajukan masakannya ke atas meja.
"Al, mau minum apa?," ucap Nafisa setelah meletakkan nasi, piring dan capcay nya.
"Teh saja," ucap Aldi.
Nafisa membawa dua gelas teh di tangan nya.
dan meletakkan nya di atas meja.
"Sa, iya Al," ucap Nafisa yang memandang Aldi.
"Nanti kita belanja ya untuk isi kulkas.
sekalian beli susu kamu,"
"Iya Al, Sebenarnya aku belum pernah minum susu hamil Al," ucap Nafisa yang tersenyum.
Aldi diam mendengar ucapannya. "Kenapa gak minum, bukannya kamu suka susu," ucapnya.
"Iya Al, aku suka. Tapi aku gak ada uang untuk beli," ucapnya yang mengunyah nasi di dalam mulutnya.
Aldi hanya diam tanpa tau harus berkata apa.
Nasi yang di dalam mangkok nasi itu hanya tersisa sedikit.
"Capcay kamu enak Sa, seharusnya aku mengambil kamu jadi chief," ucap Aldi.
Nafisa hanya tersenyum saat mendengar pujian pria tersebut.
*******
Nafisa menceritakan semuanya kepada pengacara tersebut. Semua bukti sudah di pegang pengacara pribadi Aldi.
Nafisa memberikan surat perjanjian yang di buat oleh Julian dan juga surat penyataan bahwa ia tidak akan meminta nafkah lahir dan batin, termasuk biaya anak mereka nanti. Termasuk pembagian harta Gono gini setelah bercerai.
Pengacara tersebut hanya diam saat melihat bukti-bukti tersebut. Pengacara itu terlihat kehabisan kata-kata.
Pengacara itu juga memfoto wajah Nafisa yang memar dan luka-luka. "Saya jamin, Julian akan langsung menanda tangani surat cerai ini," ucapnya.
"Apa ada tuntutan yang nona?" ucap pengacara yang bernama Sandi.
Nafisa menggelengkan kepala nya. "Saya hanya ingin lepas dari pria itu," jawab nya.
"Baiklah," jawab Sandi.
"Setelah nona Nafisa bercerai dengan Julian, anda hanya bisa menikah secara sirih terlebih dahulu. Sampai anak yang di kandung nona lahir," ucap pengacara tersebut.
Aldi mengangguk kan kepala nya.
"Tidak apa, aku hanya ingin Syah menurut agama. Setelah Nafisa melahirkan, kami baru meresmikan nya," ucapnya.
Pengacara tersebut menganggukkan kepalanya.
********
maaf ya reader. author lambat up.
author tunggu ya like dan komen nya ya reader dan vote nya jangan lupa.