NovelToon NovelToon
Second Life Liliana

Second Life Liliana

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Cintamanis / Balas Dendam / Balas dendam. / Perubahan Hidup / Berubah manjadi cantik / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Irma Kirana

Terlahir sebagai anak orang kaya nyatanya tidak membuat Adaire bahagia. Dia selalu dibandingkan dengan saudara tiri nya Adara yang cantik jelita. Tubuh gemuk dan wajah bertompel membuat dia tidak percaya diri dan selalu menghindari banyak orang. Hinaan demi hinaan dia dapatkan dari orang-orang di sekeliling nya, bahkan dari pelayan di rumahnya. Dia juga harus menerima kenyataan pahit pengkhianatan suami dan adiknya, hingga nyawanya melayang.

Rupanya takdir Tuhan berkata lain, Adaire yang sudah mati mendapat kesempatan kehidupan kedua, kini ia menempati tubuh seorang gadis cantik yang memiliki tubuh sempurna, bernama Liliana. Dengan kecantikan dan tubuh ringannya, dia bersumpah akan membalas orang-orang yang sudah menindasnya sampai menangis darah!

Apakah rencana balas dendamnya akan berhasil? Akankah hidupnya menjadi lebih bahagia setelah menjadi si cantik Liliana?


Sumber gambar: Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Max kesal

...🍂🍂🍂...

Liliana menepis tangan Max yang memegang bahunya. Dia menolak menjawab pertanyaan Max, malah dia bertanya balik pada Max tentang sosoknya dimasa lalu. "Kenapa kau bisa mengenal nona Adaire?" tanyanya dengan tatapan tajam pada Max.

"Aku sedang bertanya padamu, tapi kau malah bertanya balik kepadaku," ucap Max kesal.

"Kalau tidak mau jawab, ya sudah!" Liliana kembali melangkah pergi meninggalkan Max. Lagi-lagi pembicaraan mereka harus terputus karena Liliana menolak untuk membuka hatinya.

Sebenarnya apa yang kau sembunyikan?

Menurut dirinya, percaya kepada seseorang sama dengan berjalan diatas bara api. Tidak tahu kapan api itu akan menghanguskan tubuhnya, yang jelas akan selalu merasa panas.

"Baiklah.. baiklah, mari kita lupakan apa yang baru saja terjadi. Kau tidak suka tempat ini ataupun pertanyaan ku, lalu kau suka apa?"

"Kalau aku bilang apa yang aku sukai, apa kau akan membawakannya kepadaku atau membawaku kesana?" tanya Liliana mulai tersenyum menyeringai.

"Tentu," Max patuh.

"Kebetulan ada tempat yang ingin aku kunjungi," jawab Liliana sambil tersenyum tipis.

Max tersenyum bahagia melihat Liliana tersenyum walau hanya senyuman tipis. "Baiklah terserah kau saja," ucap Max menurut.

"Kalau begitu kau ikut aku. Sekalian aku akan membayar hutang terimakasih ku padamu karena sudah menyelamatkan ku," Liliana memikirkan sebuah tempat yang sangat bermanfaat untuknya.

Liliana berjalan didepan lebih dulu dari pada Max. Eugene dan Blackey muncul kehadapan Max, mereka langsung memberikan hormat pada putra mahkota kerajaan Istvan itu. Dibelakang Max selalu ada Eugene dan Blackey yang menjadi bayangan dan menjaga keamanan Max selama diluar istana.

"Ada apa? Aku kan sudah bilang, kalau kalian tidak boleh terlihat!" Seru Max dengan wajah dinginnya.

"Maafkan kami yang mulia, tapi daritadi saya melihat seseorang mencurigakan mengikuti yang mulia dan nona Liliana," ucap Eugene menjelaskan.

"Siapa?" Max mendongak terkejut. Dia berfikir mungkinkah ada orang lain lagi yang ingin mencelakai Liliana.

"Saya sudah menangkapnya yang mulia," ucap Blackey yang masih berwujud burung elang itu.

"Aku akan mengintrogasinya nanti, jangan biarkan dia kabur. Kalian pergilah, jangan sampai terlihat olehku atau kucing galak ku. Aku tidak mau diganggu," Max menyuruh kedua orang terdekatnya untuk pergi dari sana dan kembali bersembunyi.

"Baik yang mulia," jawab Eugene dan Blackey patuh. Mereka kembali pada tempat yang mungkin tidak terlihat oleh siapapun. Max melihat mereka berdua sudah menghilang, kemudian dia menyusul Liliana yang berjalan sudah lumayan jauh darinya.

Liliana dan Max sampai di sebuah kasino, tempat judi dan taruhan terbesar yang ada disana. Dan tempat itu juga ilegal. Mereka berdua dalam penyamaran, rambut Liliana diubah menjadi warna coklat dan Max juga mengubah rambutnya menjadi warna putih.

"Kenapa kau mengajakku ke tempat seperti ini?" tanya Max setengah berbisik. Pasalnya, tempat yang mereka datangi cukup berbahaya dan tidak pantas didatangi oleh seorang wanita cantik seperti Liliana. Max memandang Liliana dengan curiga.

Tempat taruhan ilegal, mengapa gadis ini bisa tau tempat seperti ini?

"Tentu saja untuk menyenangkan hatiku," jawab Liliana sambil tersenyum melihat orang-orang berjudi dan memasang taruhan ditempat itu.

Aku ingin melihat, benarkah Arsen selalu kesini setiap minggu siang seperti apa kata salah satu kstaria ku saat itu.

"Menyenangkan hati ditempat seperti ini? Tempat ini bukanlah tempat untuk seorang gadis," oceh Max kesal karena Liliana datang ketempat seperti itu. Tempat dimana banyak pria hidung belang disana.

"Kau bisa diam saja tidak! Lebih baik kau berikan saja aku uang, aku ingin masuk ke dalam sana!" Seru Liliana sambil tersenyum semangat.

"Uang? Jangan bilang kau akan bergabung dengan mereka?" Max terperangah mendengar ucapan Liliana.

Gadis itu mengangguk, dia merengek meminta uang pada Max karena dia tidak membawa uang saat dibawa begitu saja keluar dari rumah oleh pria itu. "Kita pergi saja dari sini, aku akan membelikan apapun yang kamu! Tapi kita pergi dari sini," Max memegang tangan Liliana.

"Tidak mau!" Liliana menolak tegas.

Aku tidak boleh pergi sebelum melihat Arsen.

Saat dia masih hidup sebagai Adaire berstatus istri Arsen, dia pernah mendapatkan informasi dari salah satu kstaria nya bahwa Arsen memiliki bisnis rahasia disebuah kasino. Saat itu Adaire tidak percaya karena dia dibutakan oleh cintanya pada Arsen. Kini dia ingin mengkonfirmasi kebenaran itu, mumpung dia keluar dari rumah.

"Bagaimana jika aku membawamu ke tempat lainnya yang menyenangkan? Kau mau kan?" tanya Max membujuk Liliana untuk pergi dari sana.

Liliana menepis tangan Max, dia langsung berlari masuk ke depan pintu masuk tempat judi ilegal itu. Max gusar dengan sikap keras kepala Liliana yang tidak bisa diganggu gugat."Tidak ada wanita seperti dirimu, sungguh.. kau ini benar-benar tidak bisa ku mengerti. Kau seperti kucing galak yang kabur," ucap Max sambil menepuk jidatnya dengan gusar.

Gadis itu sampai didepan pintu menuju tempat judi, disana berdiri dua pria kekar yang berdiri didepan pintu. "Maaf nona, anda tidak bisa masuk!" sergah seorang pria yang berada disana.

Liliana terdiam disana, dia terlihat seperti sedang berfikir.

Ya Tuhan! Aku lupa dengan apa yang dikatakan kstaria ku tentang kode rahasia untuk masuk ketempat ini. Apa ya?

Liliana membuka penutup kepalanya, dia menunjukkan senyum manis. Dia berniat memanfaatkan kecantikannya untuk masuk kedalam sana. "Ayolah tuan, kasihani aku..aku tidak punya uang, aku kemari untuk mengadu nasib dan peruntungan." Liliana mengibaskan rambut palsunya yang berwarna perak itu, dia mengedipkan mata dan tersenyum manis seraya menggoda kedua pria itu dengan parasnya yang cantik.

Menjijikkan sekali, kenapa aku harus melakukan ini?

Liliana merutuki dirinya sendiri dalam hatinya.

Kedua pria itu menelan salivanya kuat-kuat, mereka terpana melihat kecantikan Liliana. Mereka mulai tergoda oleh kecantikan Liliana, "Ehem, maafkan kami nona..tempat ini tidak cocok untuk seorang wanita seperti nona," salah seorang pria itu berdehem, mereka tetap tidak mengizinkan Liliana untuk masuk ke dalam tempat itu.

"Kumohon tuan, kasihanilah aku.." Liliana mengatupkan kedua tangannya seraya memohon pada kedua pria itu untuk mengizinkannya masuk kedalam sana.

Kedua pria bertubuh besar itu saling melirik kemudian mereka berbisik-bisik. "Baiklah nona, anda boleh mas-"

Tiba-tiba saja kedua pria bertubuh besar itu gemetar ketakutan tanpa sebab, mereka juga tidak menyelesaikan perkataannya.

"Aku boleh masuk kan tuan?" tanya Liliana dengan mata berbinar-binar penuh harapan.

"No..nona.."

Aura pria ini sangat menyeramkan.

"Anda tidak boleh masuk, pergilah dari sini!" Teriak pria itu tiba-tiba marah pada Liliana.

"Tapi!"

Sepasang mata merah mengancam mereka, berdiri dibelakang Liliana. Kedua pria kekar itu ketakutan melihatnya. Siapa lagi kalau bukan Max?

Berani memandangi wanitaku dengan tatapan seperti itu. Sepertinya mereka sudah bosan hidup. Dan wanita ini kenapa dia selalu membuatku kesal?

Panas hati Max melihat tatapan kedua pria itu sebelumnya kepada Liliana.

Liliana melihat ke arah Max dengan kesal, "Kau!!"

Max menggandeng tangan Liliana dengan paksa, mereka keluar dari wilayah itu dan pergi jauh dari sana.

...----*****----...

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Puch🍒❄
anjas!! gelo gelo gelooooooo😆🤙
si halu
lgian knp max g musnahin si Julia nenk sihir dari awal. gereget bgt, jgkel SMA max KLO syg SM liliana y sgkirin yg ngalangin jln Dy. bod** bgt
By Yakuza
Luar biasa
nadira ST
dasar max oon, katanya tokoh utama, dijebak saja sama jalang tidak bisa menylesaikan masalah bikin pusing aja
Salma Cheng
makin seru ,,,,
Salma Cheng
menarik ceritanya,, lanjut
Salma Cheng
ternyata bisa bela dirinya adaire ,,,
Salma Cheng
menarik ,,,, penasaran balas dendam adaire lanjut thor
Salma Cheng
salam thoor mampir di karyamu ,,,,
Dahlia Anwar
lagian tolol diem Bae engga nolak engga membantah putra mahkota tolol
Riska Fatihica
Luar biasa
Machacy
Bukannya gelar tertinggi itu Grand duke ya
Author Risa Jey: Benar.
total 1 replies
Wiwik Indrawati
seneng bacanya ini baru sip biasanya yg cinta duluan si cewek kali ini cowok duluan g rugi dong walaupun casanova
Dede Mila
yah ... abis...👏👏👏👏👏👏👏
Dede Mila
bawang mulu dah...😥😥😥😰
Dede Mila
tor jangan jadi kayak sinetron Napa tor...😢
Wil Da
sebenarnya liliana mempunyai hati yg baik
Wil Da
demen aku makin seru thor
Wil Da
bagus Lilly buat mereka hancur😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!